NovelToon NovelToon
TAKDIR YANG KU UBAH

TAKDIR YANG KU UBAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Respati

Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEMBUNUH BAYARAN

Kemarahan Feng Li Nan benar-benar tak dapat dia tahan. ingin menghajar Guang Manyun, tapi Dia takut akan membuka kedoknya sendiri . Tapi jika dia di biarkan saja bersikap sombong seperti tadi., maka gadis itu akan merasa besar kepala. Dan dia sendiri yang akan rugi. Dan Dia juga takut kalau sampai kedua orang tuanya dan keempat kakaknya akan berbalik Menyayangi gadis itu , Semua akan membuat rencana mereka gagal. Hanya ada satu cara yang akan dia lakukan. yaitu kembali memfitnah gadis itu dan membuat Ibu dan ketiga kakaknya marah dan mengusir gadis itu dari Kediaman Jendral Feng . Namun dia Bingung, ketiga Kakaknya dan sang Ibu belum datang.

" Baik kalau itu maumu gadis bodoh...kau yang meminta aku memberitahu mereka, baiklah akan aku lakukan. aku akan mengatakan semua ini pada ibu dan Kakak. Bukankah kau ingin mereka mengusir mu, Jadi jangan salahkan mereka kalau mereka benar-benar akan mengusir mu dari kediaman ini. Dan saat kau di usir dari rumah ini, kau akan tahu betapa kejamnya kehidupan gadis yang di buang oleh keluarga. dan rasakan penderitaan saat kau berada di luar sana..." Ucapnya dengan nada sangat kesal, benci dan juga marah menjadi satu .

"Murong.. kemari lah... " ucapnya dengan suara yang terdengar sangat kesal.

"Saya Nona... " Muring sang pelayan setianya segera mendekat.

"Kirim orang untuk menjaga gerbang, jika melihat Kakak atau Ibu sudah datang, kabari aku.. " ucapnya dengan nada marah.

"Baik Nona... " segera pelayan itu pergi dari hadapan Feng Li Nan.

Sedangkan Feng Li Nan sendiri segera membawa para pelayan yang lain kembali ke tempat tinggal nya . Dengan kemarahan yang masih menumpuk di dadanya, Dia berjalan dengan cepat menuju Kediamannya . Yaitu Taman Li Nan.

🪷🪷🪷

Sedangkan di tempat lain, tepatnya di istana Pangeran Huang Yutian . pria tampan Nan dingin itu sedang duduk di dalam kamarnya. Dan di depannya terlihat salah satu Pengawal bayangannya berdiri memberi laporan. Tepatnya pengawal bayangan yang dia suruh membuntuti Guang Manyue saat kembali dari pasar.

" Jadi dia itu Putri Kandung Jendral Feng Ji Dan yang baru di temukan dua tahun lalu..?"Ucap Jendral Agung Huang Yutian dengan wajah heran.

" Benar Yang Mulia .. Hamba melihat sendiri dia masuk kedalam kediaman Jendral Feng Ji Dan.. Ketika hamba mengikuti Dia masuk, di taman hamba melihat , dia di hadang oleh seorang gadis dan mereka bertengkar . sepertinya gadis itu Putri palsu yang tertukar dengan gadis itu.." Jawab sang Pengawal.

" Putri Yang tertukar..? Tapi kenapa tidak ada berita sama sekali tentang putri mereka yang tertukar, mengapa Keluarga Jendral tidak mengumumkan putri Kandung mereka ..?" Tanya Pangeran Huang dengan wajah semakin heran.

" Yang hamba dengar semua itu demi Putri Palsu yang ada di tempat mereka . ketiga kakak dan ibunya mengabaikan Dia demi menjaga perasaan Putri Palsu mereka. " Jawab sang Pengawal lagi. Mendengar penjelasan sang Pengawal, terlihat Pangeran Huang terdiam. Namun auranya semakin dingin. Mendengar penjelasan itu, dia sudah bisa menebak apa yang telah terjadi pada gadis itu..

 " Apakah Jendral Feng tahu akan hal itu. " Ucap Pangeran Huang perlahan.

"Sepertinya tidak Yang Mulia. .. Bukankah Beliau masih di perbatasan. Dua bulan lagi beliau baru akan datang.. " Ucap sang bawahan. Terlihat Pangeran Huang terdiam lagi. Tak lama terdengar kembali suaranya.

" Selidiki kembali gadis itu. Sepertinya dia tahu cara menghilangkan racun yang ada di dalam tubuhku .." Ucap Pangeran Huang Yutian . Walaupun begitu masih ada keraguan di hatinya .

" Benarkah ...? Apakah dia benar- benar bisa menyembuhkan racun di tubuh anda ....? Bukankah kita sudah memanggil banyak tabib terkenal dan terbaik untuk menghilangkan racun itu . Tapi buktinya mereka tidak mampu. Tabib Kerajaan Saja hanya mampu menahan racun agar tidak menyerang jantung anda.. Apalagi gadis kecil itu..." Tanya sang Pengawal tak percaya .

" Kau nanti akan tahu sendiri , apakah dia mampu atau tidak... " Ucap sang Pangeran dingin .

 " Kalau begitu hamba mohon diri untuk kembali menyelidiki gadis itu Yang Mulia .. " Pamit sang Pengawal.

 " Pergilah.. " Jawab Pangeran Huang Yutian dengan nada datar. Segera pengawal tersebut keluar dari kamar sang Jendral.

Tanpa Pangeran sadari, wajah yang tertutup cadar yang dia temui di Restoran tadi , kembali terbayang di pikirannya.

" Apakah semua yang kau ucapkan tadi benar adanya..? Lalu kenapa hanya aku saja yang bisa mendengar apa yang kau bicarakan . tunggu.. apakah itu ucapan yang ada di fikiran gadis itu...? tidak, itu tidak mungkin... mana bisa aku mendengar suara fikiran gadis itu.. ? gadis ini... sangat menarik . Lalu kenapa Dia memakai cadar di wajahnya .?apa yang di sembunyikan gadis itu di balik cadarnya..." Ucap sang Pangeran perlahan. Pangeran Huang menghela nafas berat lalu berdiri dan berjalan keluar ruang kerjanya.

Sedangkan gadis yang dia fikirkan kini sedang bersama sang Nenek. Malam ini sengaja dia datang untuk memeriksa denyut nadi Nyonya Li

"Yue'er.. Kau datang malam- malam begini ada apa..? " Tanya Nenek Li saat melihat Guang Manyue masuk bersama Bibi Wang serta kedua pelayannya.

"Manyue hanya ingin melihat kesehatan Nenek.. " Jawab gadis itu .

"Anak baik.. Lakukan saja... " Ucap Nenek Li. Dia mengulurkan tangannya pada Guang Manyue untuk di periksa.

 " Bagaimana kesehatan nenek sekarang Nak. ?" Tanya sang Nenek setelah melihat tangan Cucunya terlepas dari pergelangan tangannya.

" Kesehatan Nenek sekarang sudah mulai membaik, teruslah meminum ramuan yang Manyue buat Nek... Tak lama lagi, kesehatan Nenek akan segera membaik. Dan Nenek bisa jalan- jalan di taman, Asal tetap memperhatikan dan menjaga makanan yang Nenek makan. " Ucap Guang Manyue lembut .

Mendengar ucapan Guang Manyue , wajah tua nyonya Li terlihat sangat gembira. Ada perasaan bangga di hatinya. Dia tak menduga kalau Gadis yang beberapa tahun ini hidupnya menderita di dalam kediamannya, ternyata tabib pintar yang kini mampu mengobatinya. Dan juga menemukan Racun yang sengaja seseorang masukkan ke dalam tubuhnya.

" Trimakasih sayang.. Kau memang Cucu perempuan nenek yang terbaik dan pintar...oh ya Yue'er.. Kalau ada waktu, datanglah ke kediaman Kakek mu.. Saat dia mendengar kalau kau telah memberi ramuan terbaikmu padaku , beliau ingin bertemu denganmu. Sepertinya Kakekmu iri padaku " Ucap sang Nenek sambil tertawa. Manyue tidak tahu kalau sebenarnya, Nenek telah menceritakan semua yang terjadi padanya. Dan sang Suami merasa kaget dan tak percaya. Karena itu dia ingin bertemu Guang Manyue.

" Baik Nek.. Saat Manyue ada waktu, Manyue akan datang ke tempat Kakek Feng . " Jawab Guang Manyue dengan nada lembut.

" Anak baik... " Puji nenek Li.

Setelah berbicara beberapa saat lagi, barulah Guang Manyue ke luar dari kediaman Nyonya Li bersama dua pelayannya . Ketika sampai di Kediaman mereka, Guang Manyue segera menyuruh semua pelayan beristirahat. Hanya bagi mereka yang sengaja berjaga bergantian di depan kamar Guang Manyue saja yang tetap tinggal di depan kamar sang Nona . Sedangkan Guang Manyue sendiri segera berjalan masuk kedalam kamarnya. Sesampainya di dalam kamar, Guang Manyue segera masuk kedalam ruang Dunia kecil untuk berlatih. Namun baru beberapa jam dia berlatih ilmu pedang, Tiba-tiba Liuli terbang mendekat, dan berkata pada Guang Manyue.

"Tuan... Sepertinya di luar ada yang ingin membuat masalah dengan tuan... " Ucap Liuli dengan nada gembira . gadis kecil ini... bukannya takut sangat Tuan celaka, Dia malah terlihat gembira saat Ada orang yang ingin mencelakai Guang Manyue .

"Benarkah... Kebetulan sekali. Aku belum pernah berlatih dengan manusia. Dan sekarang ada yang suka rela membantuku berlatih untuk melihat kekuatan yang ada di dalam tubuh inj. . Dengan kedatangan mereka, aku bisa mencoba kekuatanku...mana mungkin aku menolaknya.." Ucap Manyue.

"Benar Tuan... Mereka datang bisa me jadi teman anda berlatih..." Ucap Liuli dengan gembira.

"Kau tahu.. mereka yang datang ada berapa orang ...? " Tanya Guang Manyue.

"Tiga orang Tuan... Tahap dasar level tuju dan satu lagi ada di level delapan... " Jawab Liuli.

"Baguslah... Aku yakin ini kiriman dari ayah si gadis teratai putih itu. Kemarahannya membuat sang Ayah mengirim pembunuh bayaran untukku. cepat sekali mereka mengirimiku pembunuh bayaran.. kalau begitu Aku keluar dulu. Aku lanjut berlatih setelah membereskan mereka... " Kata Guang Manyue yang langsung keluar dari ruang Dunia kecilnya. Dia duduk dengan tenang di atas pembaringan dengan menatap Jendela kamarnya. Kegelapan ruang kamarnya tak menghalangi ketajaman matanya. Tak berapa lama terlihat asap masuk dari cela lubang angin. Melihat asap tersebut, Manyue tersenyum.

"Kalian ingin membius ku...benda seperti itu tak berpengaruh padaku..." Ucap Guang Manyue dalam hati.

Tak berapa lama terlihat jendela ada yang membuka paksa dari luar. Dan tak lama jendela pun terbuka. Terlihat sosok berpakaian hitam dengan penutup kepala hitam juga , berada di luar jendela. Sepertinya mereka mau masuk. Dan saat mereka melompat masuk kedalam kamar yang terlihat gelap, sebuah tenaga kuat menghantam orang yang melompat kedalam kamar . Pria berpakaian hitam tersebut terlempar dengan keras keluar rumah. Dan menghantam pohon besar yang ada di sebelah kamar Guang Manyue. Tentu saja kejadian itu membuat kedua temannya kaget bukan main. Bertepatan dengan jatuhnya sang teman, terlihat sosok ramping bercadar keluar dari dalam kamar. Sosok itu melompat keatas atap rumah. Dan dari mulut sosok ramping itu terdengar ucapannya.

"Kalian mencari ku...? kalau ingin membunuhku Ikut aku, jangan mengotori rumahku dengan darah kotor kalian.. " Dan sosok ramping itu berlari menjauh dari rumah besar tersebut. Tentu saja mereka kaget bukan main.

"Apakah gadis itu yang kita cari...? " Tanya salah satu dari mereka bertiga.

"Itu pasti.. Bukankah orang yang menyewa kita telah memberi petunjuk kalau kita harus menculik dan membunuh gadis yang ada di kamar itu... Dan gadis itu keluar dari kamar tersebut... " Ucap Pria yang lain.

"Tapi bukankah gadis yang akan kita bunuh tidak memiliki ilmu beladiri..? sedangkan gadis itu.." Kata Pria yang sudah terluka karena pukulan Guang Manyue.

"Kita ikuti saja Dia.. Kalau salah, kita kembali kemari... " Ucap Pria pertama.

 Akhirnya mereka mengejar Guang Manyue yang menjauh dari rumahnya. Guang Manyue memang sengaja membawa mereka menjauh dari Rumah tinggalnya . Seperti yang dia katakan tadi, Dia tidak ingin darah kotor mereka mengotori rumah itu. dan juga pertarungan mereka akan merusak taman Anggrek yang Indah . Manyue sengaja membawa mereka ke kebun belakang tempat dia biasanya berlatih saat masih di rumah kumuhnya . Setelah sampai di kebun belakang , Guang Manyue berdiri di tengah-tengah tanah kosong yang tak berapa jauh dari rumah kecil itu .

"Apakah kalian mencariku...? " Tanya Guang Manyue saat melihat tiga pembunuh bayaran yang datang mendekat ke arah Dia.

"Apakah kau Guang Manyue...? " Tanya Pria pertama.

"Memangnya ada lagi wanita muda di kediaman Jendral Feng selain aku dan Wanita yang Ayahnya memintamu untuk membunuhku...? " Kata Guang Manyue dingin.

"Ternyata nyalimu besar juga anak kecil.. Berani sekali kau menemui kami di tempat ini... " Ucap Pria itu.

"Hanya untuk menghadapi kalian bertiga untuk apa aku takut.. " Ucap Guang Manyue dingin.

"Sombong sekali kau anak kecil.. Memiliki sedikit ilmu, kau sudah merasa bisa mengalahkan kami. Cukup aku saja, kau akan segera menghadap raja Yama... " Ucap Pria kedua.

"Sombong atau tidak ucapanku , Kalian bisa buktikan sendiri , apakah kalian bisa membunuh ku atau tidak, itu bisa kalian lihat nanti .. " Jawab Guang Manyue.

"Brengsek...sombong sekali gadis ini kak..Biarkan aku saja yang membunuh dia kak.. " Ucap Pria ketiga.

"Baik.. Lakukan saja dengan cepat... " Ucap Pria pertama.

"Baik... Dan kau anak sombong.. Terima lah kematianmu...! " Seru Pria itu marah. Dia marah karena dadanya masih sakit akibat pukulan dari gadis itu.

"Bagus... tapi aku peringatkan, jangan main-main saat menyerang ku. kalau boleh jujur, lebih baik kalian menyerang ku bersamaan. Biar cepat selesai dan aku segera tidur kembali... " ucap Guang Manyue dengan wajah dan sikap tenang.

"Brengsek.. dasar wanita sialan.. kau meremehkan kami...! rasakan pukulan ku ini..." teriak Pria ketiga semakin marah.

Segera dia menyerang Guang Manyue dengan pukulan mematikan. Namun mereka bertiga kaget bukan main saat gadis itu dengan sangat muda menghindar dari serangan Pria ketiga . Dan malah membalas dengan pukulan yang mengandung kekuatan hebat. Terdengar teriakan kesakitan dari Pria ketiga . Saat kekuatan pukulan Guang Manyue menghantam dadanya. Dia terlempar dan menghantam tanah dengan keras. dan seteguk darah segar keluar dari mulutnya. Hanya dalam satu jurus saja, Guang Manyue telah melukai Penyerangnya.

"Kau...Ternyata kau hebat juga anak kecil. aku salah meremehkan mu...!" seru Pria ketiga.

"Bukankah aku tadi sudah memperingatkan kalian.. kalian saja yang tak mau percaya.." ucap Guang Manyue dengan wajah tenang. Melihat sang teman kembali terluka, serta mendengar ucapan Guang Manyue, kedua pembunuh bayaran yang lain sangat marah. Melihat kekuatan Guang Manyue, dan juga agar tugas mereka cepat selesai, keduanya segera membantu pria ketiga. mereka segera maju bersama melawan Guang Manyue , Maka terjadilah pertarungan satu lawan tiga. Setelah mereka bertarung, Terlihat ketiga orang itu kaget bukan main, karena mereka melihat kalau Guang Manyue ternyata seorang ahli ilmu beladiri. Dan kekuatan gadis itu tidak bisa mereka lihat. Melihat pertarungan satu lawan tiga orang, pasti orang yang melihat akan menyangka kalau pertarungan itu tidak sebanding. Apalagi lawan Guang Manyue merupakan tiga Pria kekar dan besar . melawan wanita muda yang tubuhnya ramping seperti Guang Manyue, pasti mereka mengira , sebentar lagi Guang Manyue pasti mati . Namun kenyataan yang terjadi bukan seperti itu. malah tiga Pria tersebut yang kewalahan melawan Guang Manyue. Apalagi saat Guang Manyue mengeluarkan pedangnya. Pedang artefak tingkat sembilan tersebut merupakan pedang paling rendah tingkatannya di banding dengan beberapa pedang pusaka yang ada di ruang Duni Kecilnya. Dan sekarang pedang itu berada di tangan Guang Manyue. Melihat pedang di tangan Guang Manyue, mereka berdua kerasa sedikit gentar. di banding dengan pedang di tangan mereka . Jelas sekali kekuatan dan aura pedang itu jauh lebih baik dari pedang mereka. Dan benar saja, hanya dalam waktu tiga puluh menit saja, tiga Pria itu tewas di tangan Guang Manyue. Melihat tiga Pria yang ingin membunuh Dia tewas di depannya. Guang Manyue hanya tersenyum dingin. Jangankan hanya tiga, berpuluh kematian di depannya, buat Li Guang Yue yang seorang perwira di jaman modern, sudah biasa menghadapi para korban peperangan.

Setelah diam sesaat, Guang Manyue yang tak ingin tiga mayat itu menghebohkan kediaman sang Jendral, segera memasukkan ketiganya kedalam ruang Dunia kecilnya.

Lalu dia melompat keluar dari dalam kediaman Sang Jendral. Dia berlari dengan ilmu meringankan tubuhnya menjauh dari kediaman Jendral Feng. Setelah cukup jauh dan berada di daerah sepi, Guang Manyue mengeluarkan ketiga mayat tersebut dari ruang Dunia Kecilnya. Setelah itu Dia melompat pergi kembali ke rumah tinggalnya.

Setelah berada di dalam Kamar tidurnya kembali , Dia langsung masuk kedalam ruang Dunia kecilnya.

"Tuan...kekuatan anda semakin meningkat.. hamba benar-benar kagum pada Tuanku. dalam waktu sebentar, kekuatan anda meningkatkan pesat..." ucap Liuli.

"Aku memang merasakan sangat beruntung Li.. selain memiliki Dunia kecil ini beserta isinya dan keajaibannya, aku juga mampu membangun kekuatan di dalam tubuhku dengan sangat cepat. " jawab Guang Manyue.

"Anda memang bakat terbaik yang pernah hamba temui Tuan..." kata Liuli lagi.

"Trimakasih Xiao Li.. baiklah, aku akan berlatih lagi. " Dan Guang Manyue segera kembali dalam latihannya.

Dan saat keesokan harinya dia keluar dari kamarnya, dia tidak mendengar berita apapun itu. Keadaan rumah juga baik- baik saja. Mereka tak pernah tahu, kalau semalam Majikan mereka telah do datangi oleh pembunuh bayaran.

Dan saat Guang Manyue bertemu Feng Li Nan di kediaman sang Nenek, terlihat wajah wanita itu terkejut dan sedikit pucat. tak lama berubah kecewa. Guang Manyue rasanya ingin tertawa melihat Reaksi gadis itu . Namun dia hanya memandang sekilas pada Feng Li Nan . Lalu hanya menyapa Ibu dan Nenek Li.

"Salam Ibu, salam Nenek.. Manyue ucapkan selamat pagi.. " ucap Guang Manyue sopan.

"Pagi sayang... " sapa sang Ibu lembut. Membuat Feng Li Nan kaget bukan main.

(Ada apa ini... mengapa Ibu tidak marah.. bukankah tadi malam aku telah mengatakan semua yang Guang Manyue ucapkan. aku malah menambah kata- kata yang bisa membuat mereka marah. lalu kenapa reaksi Ibu malah terlihat lupa dengan aduanku kemarin... ) ucap Feng Li Nan menatap Nyonya Lu dengan tatapan tak percaya.

"Pagi Nak.. kau baik- baik saja...? kemari lah..." tanya Nyonya Li sambil melambaikan tangannya.

"Manyue baik- baik saja Nek.. bagaimana nenek sekarang. apakah nenek baik- baik juga...? " tanya Guang Manyue lembut.

"Tentu saja.. berkat pil ramuan yang kau berikan pada Nenek, hari ini Nenek kerasa tubuh Nenek sangat ringan. trimakasih Sayang... " ucap Nenek dengan nada sungguh-sungguh.

"Jangan berterimakasih pada Manyue Nek.. itu sudah kewajiban Manyue menjaga kesehatan Nenek. oh ya Nek.. bukankah dulu Nenek seorang Kultivasi kan..? elemen apa yang Nenek miliki..? " tanya Guang Manyue.

"Adik Manyue... kenapa kau bertanya seperti itu. apakah kau tahu tentang Elemen yang fi milik manusia..! jangan mengganggu Nenek dengan pertanyaan yang kau sendiri tak tahu.." ucap Feng Li Nan dengan nada mengejek.

"Apa salahnya Kak.. Aku hanya ingin bertanya pada Nenek.. aku mendengar kalau dulu Nenek merupakan pendekar ternama sebelum menikah dengan Kakek Feng. Benar kan Nek...? " jawab Guang Manyue .

"Sudah - sudah.. tidak masalah.. Yue'er hanya bertanya. nenek rasa pertanyaan itu wajar-wajar saja... sayang.. elemen yang Nenek miliki adalah Elemen kayu. memangnya ada apa sayang..? " tanya Nenek Li.

"Tidak ada Nek.. Manyue hanya bertanya... " jawab Guang Manyue. Sebenarnya Guang Manyue ingin memveto buah merah pada sang Nenek, tapi karena ada Feng Li Na, biar nanti saja kalau mau pulang.

"Sayang... aku dengar kau kemarin keluar jalan- jalan ya..? " tanya sang Ibu. mendengar ucapan Nyonya Lu, reaksi Feng Li Nan dan Guang Manyue berbeda. Feng Li Nan merasa gembira karena Guang Manyue bakal di marahi, kemungkinan juga di usir dari kediaman ini. karena itu terlihat sekali kegembiraan di wajah Feng Li Nan. Sedangkan Guang Manyue terlihat wajahnya sangat tenang. dia menjawab sambil tersenyum lembut.

"Benar Ibu.. Manyue pergi bersama dua pelayan dan Dua Pengawal. Yaitu Pengawal Gu Dan Pengawal San... " jawab Guang Manyue.

"Bagus Nak.. sering- seringlah berjalan-jalan di luar sana. agar kau tidak bosan jika hanya tinggal di dalam rumah. hanya saja kenapa hanya dua Pengawal saja yang kau bawa. kalau ada apa-apa bagaimana Ibu bertanggung jawab pada Ayahmu. kau harus ingat, Ayahmu masih ingin bertemu denganmu... " ucap sang Ibu dengan penuh kasih sayang.

"Baiklah bu.. jika aku nanti keluar lagi, aku akan membawa tiga atau empat Pengawal..." jawab Guang Manyue. Interaksi mereka berdua membuat Feng Li Nan benar- benar Marah. Tapi dia tidak bisa berkata apa- apa . Setelah berbicara sebentar lagi, Guang Manyue berpamitan Pada Nenek dan Ibunya.

"Nek.. seseorang memberi Guang Manyue buah merah yang katanya baik untuk kesehatan Nenek. cukup satu buah saja, bisa membuat Nenek lebih baik lagi . lebih baik Buah ini Nenek makan saat mau tidur nanti malam. setelah memakan buah ini, Nenek bisa melakukan meditasi untuk menyerap kekuatan buah ini.. " ucap Guang Manyue sambil memberikan buah merah pada Sang Nenek. Melihat buah di tangannya terlihat Nenek kaget bukan main.

"Ini... buah ini kau dapatkan dari Mana Yue'er..? " tanya sang Nenek dengan wajah benar- benar kaget dan tak percaya . tentu saja sebagai Kultivator dia tahu buah apa itu. apalagi di dalam buku juga ada gambar buah ini.

"Seseorang memberikannya pada Manyue Nek.. ya sudah Manyue pergi dulu.. " Lalu Manyue mendekati sang Ibu.

"Ibu.. ada sesuatu untuk Ibu.. " dia memberikan botol kecil berisi pil Kecantikan pada sang Ibu.

"Di dalam botol ini berisi pil kecantikan. Ibu bisa meminumnya saat akan tidur nanti. lebih baik ibu membukanya di rumah kediaman ibu. benda ini khusus untuk ibu.. " ucap Guang Manyue. Mendapatkan hadiah dari Putri nya, Nyonya Lu sangat bahagia

(Apakah Putriku telah memaafkan aku..?) seru Nyonya Lu dalam hati

"Trimakasih Sayang... akan Ibu minum seperti yang kau ucapkan... " ucap Nyonya Lu dengan mata berkaca- kaca. Barulah setelah itu Guang Manyue membawa kedua pelayannya kembali ke kediaman Taman Anggrek.

Udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya

Bersambung.

1
Lily Nurindah Sari
akhirnya setelah sekian purnama nongol lagi.. semangat thor🙏🙏🙏
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nemu apa kira2 didalem hutan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Tuman dicuekin 😅 mang enak
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Othor gada gambar Manyeu kah 😃 penasaran tau sama perubahan naaa /Whimper/
@Mita🥰
wiiiih ..kira" dapat hewan kontrak gak ya🤭🤭🤭
Erna Fkpg
wah panen banyak😅
Erna Fkpg
karya baru semoga lebih bagus dan seru kaya ceritanya sebelumnya
Erna Fkpg
wah bisa tambah kuat lima elemen minyue dengan ada lima pohon warna💪💪💪
@Mita🥰
ayo manyue bagi" buah nya buat para saudara mu
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😃 Molotot ga tuh mata na si Li Nan
Jungkookie🐰
kukira jodohnya bakal putra mahkota setelah ngga jadi sama Pangeran anaknya si selir eh ternyata kayaknya jodohnya malah jendral agung adik kaisar malahan wkwk
Respati: bingung... author juga bingung 😄🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waah 😅 Manyeu jadi incaran duo pangeran
Dwi Setyaningrum
jd bayangin cantiknya Guang manyue itu kyk apa ya🤔 mgkn bidadari kalah cantik kali ya🤔hmm ga bisa dibayangin deh..🤭
Respati: jangan di bayangin neng 🤭🤭
total 1 replies
@Mita🥰
wih mantap tuh si minyue
Erna Fkpg
selalu kutunggu dengan semangat 😘😘😘
Iyus Iyus
tiga mawar sama vote tor
Respati: Trimakasih.. 🙏
total 1 replies
Erna Fkpg
pasti tambah dongkol tu Feng Li nan semua diberi hadiah oleh minyue😅💪💪💪
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Vivi❄️❄️
cakep cover nya. 😍😍😍😍 lanjutan
Nur baity Al hanan ♍
up nya banyak kan donk jangan 1 bab doang.... 🤣🤣🤣
selalu up semangat💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!