NovelToon NovelToon
Gadis Aneh Kesayangan Nathan

Gadis Aneh Kesayangan Nathan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa
Popularitas:139.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

UPDATE TIAP HARI


Nathan yang awalnya menolak kedatangan Sukma di keluarganya, kenapa malah tak tega berlaku kasar ke gadis itu?

Demi apapun, Nathan begitu membenci Sukma. Karena gadis itu selain menjadi saudara angkatnya yang jelas akan membuat kasih sayang orang tua Nathan terbagi, Nathan juga membencinya karena semenjak kedatangan Sukma, Mamanya sering merasa sedih.

Di mata Nathan, Sukma juga sangat aneh. Selalu merunduk, wajahnya tertutupi oleh rambutnya yang panjang, dan sangat, sangat, sangat jarang berbicara.

Nathan juga tidak suka jika Sukma dipuji oleh dua sahabatnya. Menurut Nathan, Sukma itu nggak ada cantik-cantiknya. Tapi, benarkah alasan Nathan memang seperti itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Tak Egois

"Loh, Ma, kenapa ada Tante Sandra di sini?" tanya Nathan heran. Pasalnya, Sandra adalah adik sepupu sang mama yang berprofesi sebagai psikolog. Nama Sandra bisa dikatakan terkenal, karena beberapa kali mendapati pasien dari kalangan artis. Apalagi, nama keluarga mereka memang sudah terkenal sebelumnya.

"Eh, Nathan? Udah lama, ya, kita nggak ketemu. Terakhir ketemu, pas ulang tahun kamu tahun lalu, kan?" Dokter Sandra dan Fifi yang tengah berbincang akhirnya menyadari kedatangan Nathan. Tadi keduanya terlalu asik mengobrol, sampai-sampai tak mendengar seruan salam dari Nathan.

Nathan mendekati Dokter Sandra, mencium tangan wanita itu dengan takzim. "Iya, Tante. Tante, sih, jadi orang sibuk banget," canda Nathan.

Sandra terkekeh pelan. "Ya gimana, tuntukan pekerjaan."

"Itu sebabnya Nathan mau jadi pengangguran aja, nanti," balas Nathan yang kemudian langsung meringis pelan karena mendapatkan geplakan gratis dari sang mama.

"Sembarangan kalau ngomong. Perusahaan Papa kalau bukan kamu yang nerusin, memangnya siapa lagi?" ujar Fifi dengan kesal. Sandra dan Nathan yang mendengar itu lantas tertawa bersama. Nathan itu memang sangat suka membuat mamanya kesal.

"Oh, ya, pertanyaan aku tadi belum dijawab, loh." Nathan langsung teringat ucapannya tadi.

"Ah, cuma mau jalan-jalan aja. Udah lama nggak ke sini, memangnya nggak boleh?"

Nathan menggeleng. "Bukan gitu, Tan. Cuma, tumben aja, gitu."

"Ya sudah, Mbak. Aku pulang dulu. Dua hari lagi aku ke sini, semoga pertemuan kedua ada perkembangan."

Fifi menghela napas, kemudian mengangguk pelan. "Ya, semoga."

"Mbak bisa perlahan-lahan juga bantu dia. Dukungan orang-orang terdekat sangat penting untuk kemajuan kesehatannya." Seolah melupakan Nathan yang tadi sempat bertanya alasan kedatangan Sandra, dua wanita itu malah membahas masalah yang membuat Nathan jadi makin penasaran.

"Ya sudah, aku pergi dulu Mbak!"

"Ayo, aku antar ke depan."

Fifi dan Sandra sudah berjalan menuju teras rumah, meninggalkan Nathan yang menatap keduanya dengan lamat-lamat. Nathan menghembuskan napas pelan, kemudian memilih duduk di sofa yang ada di sana. Dia akan bertanya pada sang mama, karena Nathan tak ingin ada yang mereka rahasiakan darinya.

Selang lima menit kemudian, Fifi ikut duduk di Samling sang anak. Nathan menatap wajah mamanya yang terlibat mendung.

"Siapa yang memerlukan bantuan Tante Sandra, Ma?" tanya Nathan kemudian.

"hhffft!" Helaan napas terdengar dari Fifi. "Sukma. Dia butuh psikiater, untuk menghilangkan traumanya."

Nathan mengangguk pelan. "Separah apa?" tanya Nathan lagi.

Fifi menggeleng pelan. "Kata Tante kamu, depresinya itu lumayan parah. Kamu juga lihat sendiri, kan, bagaimana Sukma?"

"Terus?" Nathan semakin penasaran.

"Dia butuh penanganan lebih. Hanya saja, Sukma jelas tak memungkinkan untuk di bawa ke Rumah Sakit Jiwa, karena itu bisa saja semakin mengguncang mentalnya. Di sini, dia masih ada Mama, Papa, sama kamu juga untuk jadi pendukung dia sembuh. Meskipun dia baru dekat ke Mama.

"Tadi saja, dia histeris setelah Tantemu mengajukan beberapa pertanyaan. Dia...sangat ketakutan. Mama benar-benar nggak tega, lihatnya. Entah dulu dia semenderita apa." Fifi menunduk, air mata wanita itu jatuh.

Nathan bingung harus merespon seperti apa. Dia jelas masih belum menerima kehadiran Sukma di keluarganya, apalagi dengan segala keanehan gadis itu. Tapi, menyuarakan pendapatnya untuk membawa Sukma kembali ke Panti Asuhan saja, pasti akan membuat mamanya semakin bersedih.

Yang Nathan bisa lakukan, hanyalah mendekati sang mama dan membawa wanita yang melahirkannya itu dalam pelukan. Mengelus bahu mamanya seolah menyalurkan kekuatan.

"Terus, sekarang dia di mana?" tanya Nathan pelan.

"Di kamar, udah tidur. Dia tadi bahkan sempat menyakiti dirinya dengan menj3dotk4n kepalanya sendiri ke dinding, untungnya langsung tenang pas Mama datang." Saat sesi konseling tadi, Fifi memang membiarkan Sandra dan Sukma di dalam kamar tersebut, berdua. Sandra hanya ingin memastikan terlebih dahulu bagaimana kondisi pasiennya. Karena melihat Sukma yang mengamuk seperti itu, sesi konselingnya dua hari lagi akan melibatkan Fifi. Sandra akan membiarkan Fifi menemani Sukma, karena hanya wanita itu yang bisa membuat Sukma kembali tenang.

Sebenarnya, berat hati Nathan membiarkan mamanya kerepotan dengan orang lain. Tapi mau bagaimana lagi? Fifi dan Hisyam sudah sangat menyayangi anak itu. Mengeluarkan protesan hanya akan semakin membuat orang tuanya sedih.

"Kamu nggak apa-apa, kalau misalnya Mama jadi sering ngurusin Sukma? Dia butuh dukungan dari Mama sama Papa. Dan, Mama berharap kamu juga mau mendukung kesembuhannya." Fifi mendongak, menatap anaknya yang bahkan lebih tinggi darinya dan Hisyam. Fifi sengaja bertanya seperti itu, karena dia takut jika Nathan akan merasa mereka mengabaikan dirinya karena masalah Sukma.

Nathan diam sejenak, kemudian berusaha mengukir senyum di bibirnya. Jujur, dia jelas keberatan. Sangat, malah. Tapi, kalau dia mengatakan hal itu, rasanya terlalu egois. Mamanya pasti akan kepikiran. Nathan tidak tega melihat kesedihan Fifi.

"Hmm. Asal Mama masih tetap sayang sama Nathan aja," ujarnya dengan sedikit candaan. Berharap dengan kalimat itu, Fifi akan merasa lega.

"Makasih, Nathan. Kamu memang anak yang baik. Dan sekarang, kamu juga udah jadi kakak yang baik. Anak Mama ternyata udah dewasa sekarang."

1
Lia Fitri
sudah tamat kah cerita nya,,
Lia Fitri
keren cerita nya,.semangat thor
Lia Fitri
salam kenal,,,cerita nya bagus banget thor,,,aq ampe begadangan,wkwkwk,,,aq baca d rekomend novel "benih ceo" kalo gak salah,,,semngat terus thor,...makin seyyyyyuuuu
DelanCheAmouy
Assalamualaikum kaka author.....
setelah sekian lama aku off baca lagi. ceritanya makin seru aja 🥰
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Tri Yuliati
kenapa lama tidak update?
👑@N4ND@👑
pokoknya aku tim.nathan
👑@N4ND@👑
lanjut thor ga kerasa 😭😭😭
lestari amelia
serba salah ya
Sukma dengan trauma dan perasaannya sebagai anak begitu juga dewi
nctzen💋
ayoooo Nathan yuk pasti dapat kalau jodoh pasti bersatu😊😊👏👏
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
lestari amelia
sudah vote, bunga dan nonton iklan spesial buat othor yg crazy up 🥰
Sheevanya: aah, makasih kak atas dukungannya. lope lope sekebon deh, buat akak😍
total 1 replies
Nuna Kim
kan bisa menikah. gak ada hubungan darah kan
Sheevanya: emang bisa nikah Kaka. tapi ya, namanya juga pemikiran emak-emak. dia takut kalau nanti anak-anaknya bermasalah karena perkara cinta😁
total 1 replies
lestari amelia
gak apa-apa atuh mama Fifi kalau mereka jodoh malah Sukma bisa jadi anak menantu
@train
apa kah yang akan terjadi??
lestari amelia
Sukma seperti punya daya pikat tersendiri
lestari amelia
nanti nambah syok kalau tau adeknya punya andil bapaknya di penjara
nctzen💋
wahhh kejutan Apalagi???
lestari amelia
jd Ayas itu Laras?

wah, kejutan....
Nuna Kim
kapan sukma mulai kuliah thor, pasti si babang nathan tambah overnya ini,, seru abis
Nuna Kim: asiap menanti kelanjutanya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!