NovelToon NovelToon
Dari Benci Menjadi Bucin

Dari Benci Menjadi Bucin

Status: tamat
Genre:Idola sekolah / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Kenzo yang keras dan Anisa yang berani selalu tak akur, saling berselisih setiap hari. Namun saat terpaksa bekerja sama, benci perlahan berubah menjadi cinta manis yang tak disadari keduanya. Dari yang saling menentang, kini berubah menjadi tak bisa berpaling satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11.Saat Diam-diam Membantu

Udara pagi di dalam kelas XI-2 terasa sejuk dan tenang, berkebalikan dengan suasana hati Anisa yang sedang berkecau seduah. Sejak pertengkaran hebat kemarin, jarak di antara mereka seakan membentang semakin lebar. Kenzo kembali bersikap dingin dan tertutup, tak menoleh sedikit pun ke arahnya sepanjang pagi itu. Begitu juga Anisa, memilih memandang lurus ke depan, berusaha menepis segala rasa bersalah yang sesekali menyelinap di hatinya. Namun, di balik sikap diam dan ketegangan yang masih menyelimuti mereka berdua, ada hal-hal kecil yang mulai terjadi—hal-hal yang tak terucap, namun terasa begitu nyata.

Jam pelajaran Matematika baru saja usai. Anisa sibuk merapikan buku-bukunya yang berantakan di atas meja, tanpa menyadari bahwa salah satu lembar catatan penting miliknya tergelincir jatuh dan terselip tepat di bawah kaki meja Kenzo. Saat Anisa hendak beranjak keluar kelas, barulah ia menyadari kehilangan itu. Wajahnya seketika berubah cemas. Itu adalah catatan yang baru saja ia tulis ulang dengan susah payah, lengkap dengan rumus-rumus yang menjadi kunci tugas kelompok mereka selanjutnya. Dengan cemas ia kembali menunduk mencari ke bawah setiap meja, namun tak kunjung menemukannya. Keringat dingin mulai menetes pelan di pelipisnya, tangannya gemetar menahan kekhawatiran.

Tanpa disadarinya, sosok Kenzo yang baru saja kembali dari ruang guru berdiri tak jauh dari sana. Matanya dengan cepat menangkap gerak-gerik gelisah Anisa. Langkahnya terhenti sejenak di ambang pintu, menatap punggung gadis itu yang tampak begitu cemas menunduk ke sana kemari. Sesaat Kenzo terdiam, ragu hendak melangkah atau tidak. Matanya lalu jatuh tepat ke bawah mejanya sendiri—di sana tergeletak selembar kertas yang tertulis rapi dengan tulisan tangan yang ia kenal betul. Tanpa berpikir panjang, Kenzo menyambar lembaran itu dengan gerakan cepat, menyembunyikannya sejenak di balik punggungnya.

Ia melangkah perlahan mendekat. Namun saat jarak tinggal beberapa langkah, langkahnya kembali terhenti. Keraguannya datang kembali. Haruskah aku memberikannya langsung? Nanti dia merasa malu. Atau... Pikirannya berputar sejenak. Akhirnya Kenzo memilih cara yang lain. Saat Anisa berbalik punggung sebentar untuk mencari di rak buku, Kenzo dengan cepat dan perlahan meletakkan lembaran catatan itu di tepi mejanya, tepat di tempat yang mudah terlihat namun tak akan disangka-sangka datang darinya. Lalu secepat kilat ia berbalik, berpura-pura sibuk membalik halaman buku di meja seolah tak terjadi apa-apa.

Anisa yang kembali menoleh seketika tertegun. Matanya membelalak melihat lembaran catatannya yang kini berada rapi di atas meja. Ia meraihnya dengan cepat, memeriksa dengan saksama, dan napas lega pun terhembus pelan. Catatannya utuh, tak ada yang hilang. Namun Anisa sama sekali tak ingat menaruhnya di sana. Perlahan pandangannya beralih ke arah Kenzo. Lelaki itu duduk tenang, menunduk pada bukunya, namun telinganya yang sedikit memerah dan jemarinya yang sesekali mengetuk meja dengan gelisah seakan mengkhianati ketenangannya. Anisa tak mendengar siapa pun mendekatinya tadi. Namun hatinya berbisik lembut: hanya ada satu orang yang berada di dekat mejanya saat itu.

Anisa menggenggam lembaran catatan itu erat-erat. Ia hendak berterima kasih, namun kata-kata itu tertahan di kerongkongan melihat sikap Kenzo yang sengaja bersikap tak tahu. Mungkin ia malu mengakuinya. Atau mungkin ia tak ingin Anisa merasa berhutang budi padanya. Anisa pun akhirnya memilih diam, menyimpan rasa terima kasih itu di dalam hatinya.

Kejadian serupa kembali terjadi tak lama kemudian. Saat hujan turun deras tiba-tiba di jam istirahat dan Anisa terjebak di perpustakaan tanpa membawa payung, begitu pula saat tumpukan buku yang ia bawa nyaris jatuh berantakan di lorong sepi—selalu ada hal-hal kecil yang terjadi. Buku-bukunya tetap tersusun rapi kembali, dan saat ia hendak melangkah keluar, sebatang payung lipat tergeletak di dekat pintu dengan selembar kertas kosong yang tak bernama. Dan setiap kali Anisa menoleh, ia selalu menangkap sosok Kenzo yang berjalan menjauh dengan langkah tenang, punggung yang tegap namun terlihat terburu-buru seakan menghindari tatapannya.

Tak ada kata terima kasih yang terucap langsung. Tak ada pengakuan dari mulut Kenzo. Namun Anisa perlahan menyadari satu hal: lelaki yang selama ini selalu menegur dengan ketus, selalu bersikap kaku dan seakan tak peduli pada siapa pun... ternyata diam-diam selalu hadir di balik layar, membantu tanpa ingin diketahui, menolong tanpa mengharap pujian atau balasan. Sikapnya tak berubah di depan umum—tetap tegas, tetap dingin, tetap bersikap seakan tak mempedulikan Anisa sedikit pun. Namun di balik ketegasan itu, perlahan terlihat kelembutan hatinya yang tersembunyi.

Hari itu, saat Anisa menatap punggung Kenzo yang duduk di sebelahnya dan berpura-pura fokus membaca buku, hatinya bergetar pelan. Rasa benci yang selama ini ia simpan perlahan tergerus oleh perhatian-perhatian kecil yang tak terucap itu. Anisa menyadari: mungkin Kenzo memang tak pandai mengungkapkan kebaikannya lewat kata-kata yang manis. Namun tindakannya diam-diam berbicara jauh lebih jujur dan bermakna daripada ribuan kata. Dan sejak saat itu, di dalam hati Anisa mulai tumbuh perasaan halus yang belum pernah ia rasakan sebelumnya—rasa ingin terus memperhatikan sosok di sebelahnya itu, bukan lagi untuk berselisih, melainkan untuk perlahan-lahan mengenalnya lebih jauh dari sisi yang tak pernah diketahui siapa pun.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!