Sebuah portal dimensi muncul di berbagai belahan bumi dan membawa para monster mengerikan dari dalam portal tersebut.
seluruh dunia hancur, satu-satunya harapan dunia saat ini hanyalah para manusia modifikasi yang di ciptakan untuk melawan para monster dan mereka di sebut 'pemburu monster'
Seorang pemuda berusia 18 tahun yang bernama Anton Maroso ingin menjadi seorang pemburu monster, namun sayangnya dirinya tak dapat mewujudkan keinginannya karena ia tak memiliki kecocokan dengan energi gelap yang di gunakan oleh para pemburu monster untuk melawan monster.
Namun, di balik ketidakcocokan itu, ternyata Anton justru cocok dengan sebuah energi misterius yang berlawanan dengan energi gelap itu.
Dari sinilah petualangan Anton pun di mulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archer Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengalahkan Kelompok Ruyon
Kini Anton menggunakan aura membunuh miliknya untuk menekan Ruyon dan kawan-kawannya itu.
Sontak hal itu membuat mereka semua yang terkena aura membunuh itu kini merasakan berat di tubuh mereka.
Mereka pun tertunduk dan berlutut karena tak sanggup menahan berat tersebut. Tubuh mereka juga tidak bisa mereka gerakkan sama sekali.
"Sial!... Berat sekali!" Ucap Marko tampak kesal.
"Apa yang kau lakukan sial@n!" Bentak Ruyon.
Anton hanya berseringai licik menatap mereka bertujuh.
"Nah, beginilah seharusnya!... Kalianlah yang harus menatap ke atas, dan akulah yang menatap ke bawah!" Ucap Anton.
Hal itu pun membuat Ruyon dan para rekannya yang lain menjadi makin kesal.
"Sial!... Beraninya pakai cara seperti ini!... Jika memang berani!... Ayo bertarung dengan adil!" Ucap salah satu rekan Ruyon dan Marko.
"Benar!... Kalau memang merasa lebih hebat, maka hentikan trik ini dan bertarunglah dengan benar!"
"Ya!... Kau pecundang level nol memang hanya suka pakai trik kotor!"
"Benar!... Pasti itu sebabnya ia tak bisa naik level!"
"Lepaskan kami sial4n!"
Ruyon dan kawan-kawannya ini tampaknya mengira bahwa Anton menggunakan trik curang tertentu untuk membuat mereka tak bisa bergerak dan di timpa oleh beban tak kasat mata. Padahal sejatinya itu memang kekuatan yang di miliki oleh Anton dan mereka tidak tahu sama sekali.
Anton melebarkan senyumnya dengan ekspresi cukup bersemangat.
"Begitu ya... Baiklah, akan ku kabulkan keinginan kalian!" Ucap Anton yang kembali menarik aura membunuh miliknya.
Ruyon dan kawan-kawannya pun kini tak merasakan beban itu lagi dan mereka pun segera berdiri.
"Hahaha dasar bodoh!... Kalau begini kan sudah pasti dia yang akan mati di tangan kami!" Ucap Ruyon dalam hati sambil pasang ekspresi meremehkan Anton.
"Kalau begitu, biar ku tunjukkan apa itu kekuatan!" Ucap Ruyon bersemangat sambil mengangkat tangan kanannya ke depan dengan sedikit hentakkan.
Seketika itu juga muncullah beberapa akar tanaman yang mulai merambat dari bawah kaki Ruyon dan melesat ke arah Anton.
Segera Anton pun menghindari semua serangan itu. Dengan gerakan yang santai dan langkah yang pasti ia bisa menghindari semua serangan yang di lesatkan oleh Ruyon.
Ruyon makin kesal. Ia kemudian menoleh ke arah Marko dan yang lainnya serta memberi kode untuk membantunya menyerang Anton.
Mereka pun paham akan kode itu dan segera menyiapkan jurus masing-masing untuk menyerang Anton.
Beberapa dari mereka memunculkan senjata menggunakan ciri khas dari energi gelap masing-masing.
Ada yang memunculkan tombak yang terbuat dari energi gelap elemen kayu, ada yang memunculkan pedang dari energi gelap elemen angin, dan berbagai macam senjata lainnya.
"Serang!" Ucap Ruyon memberi aba-aba.
Meskipun bukan pemimpin kelompok, namun keberadaan Ruyon yang levelnya lebih tinggi tentu membuat dirinya bisa mengambil alih komando dengan seenaknya meskipun sebenarnya pemimpin mereka tak suka dengan sikap Ruyon yang seperti itu.
Kini mereka mulai mengepung Anton di tengah-tengah. Kali ini mereka mulai menyerang secara bergantian.
Ada yang menyerang dari dekat, ada pula yang menyerang dari jarak cukup jauh.
Strategi ini sebelumnya sudah mereka gunakan untuk melawan monster barusan. Dan Anton juga sudah melihat sendiri bagaimana pertarungan itu berlangsung.
Anton mulai dengan menghindari semua serangan. Marko mulai bergerak maju sambil membawa sebuah pedang besar untuk di tebaskannya ke tubuh Anton. Namun dengan segera Anton menghindari tebasan Mariko.
Baru saja serangan Marko di hindari, maka dari jarak cukup jauh si Ruyon memberikan bantuan dengan menyerang Anton menggunakan akar rambat miliknya.
Namun dengan gesit Anton menghindari semu serangan akar tersebut.
Sementara Anton sedang menghindari serangan akar, dirinya di serang pula oleh rekan Ruyon yang lainnya dari jarak dekat menggunakan pedang.
Namun serangan itu juga bisa di hindari. Dan saat terhindar serangan itu, maka dari jauh serangan anak panah mulai di lesatkan.
Seperti itulah pertarungan ini terus berlangsung hingga beberapa menit dan Anton tetap tak menggunakan senjata. Ia hanya menghindari semua serangan sambil tertawa kecil seperti meremehkan.
Ruyon dan kawan-kawannya tentu bertambah kesal sebab mereka seperti sedang di permainkan oleh Anton.
"Sial4n!... Bertarunglah dengan sungguh-sungguh!"
"Benar!... Dari tadi kau hanya menghindar dasar pecundang!"
"Pecundang?... Kalianlah yang pecundang... Aku hanya mencoba memberi kalian sedikit waktu sebelum ku hajar sampai mampus!" Ucap Anton percaya diri.
"Tapi sekarang waktu kalian sudah habis!"
Lalu Anton memunculkan dua pedang di tangannya.
Kedua pedang itu berelemen petir dan tampak seluruh badan pedang itu memancarkan percikan-percikan petir di sekitarnya.
"Bersiaplah!" Ucap Anton tegas.
DUAAARRRR!!
Seketika tanah yang di tempati oleh Anton seperti meledak, sementara Anton kini sudah tak ada di tempat tersebut sebab dirinya sudah melompat dan melesat cepat ke arah Ruyon.
"Target pertama!... Orang paling depan!" Ucap Anton yang kini sudah berada di depan Ruyon.
Ruyon pun terkejut melihat kemunculan Anton di depannya. Ia tak menyangka sama sekali dan hal itu membuatnya tak siap untuk menanggapi serangan yang akan Anton lancarkan.
Anton langsung menebaskan pedangnya itu dengan sangat cepat sambil bergerak melewati Ruyon dan para rekannya.
Kurang dari dua detik, kini sosok Anton sudah berada di belakang mereka bertujuh dengan posisi seperti orang yang baru saja selesai menebas sesuatu.
Ruyon dan yang lainnya sedikit bingung. Namun sepintas mereka merasakan ada rasa perih di kulit mereka masing-masing.
"Sekarang, siapa yang pecundang?" Ucap Anton tanpa menoleh dan masih membelakangi mereka.
Mereka pun serentak memutar tubuhnya menoleh ke arah Anton. Dan seketika itu juga, seluruh pakaian yang mereka kenakan langsung berjatuhan ke tanah dan hanya menyisakan celana dalam saja di tubuh mereka.
Bersamaan dengan itu, pada bagian kulit mereka terlihat mulai meneteskan darah karena bekas goresan dari pedang Anton saat menyerang mereka.
"Sial!... Beraninya kau!" Ucap Ruyon sambil menunjuk kasar ke arah Anton.
Namun dengan santainya Anton mengibaskan pedangnya ke arah Ruyon dan para rekannya itu.
Seketika petir melesat dari pedang dan langsung menyambar Ruyon beserta para rekannya hingga mereka semua pun langsung berjatuhan ke tanah dengan tubuh yang tampak sedikit menghitam.
"Apa cuma segitu saja?" Pikir Anton.
Lalu Anton berjalan mendekati Ruyon dan para rekannya itu. Kemudian ia langsung menendang kepala Ruyon dengan kasar.
"Jangan kau pikir aku ini bodoh!... Cepat bangun! Aku tahu kalian masih sadar dan tidak pingsan!" Ucap Anton.
Namun tak satupun dari mereka yang menunjukkan tanda-tanda pergerakan.
Lalu Anton kembali mengancam mereka.
"Begitu ya... Jadi kalian benar-benar mau di buat pingsan dan di biarkan jadi makanan monster di sini hah?!" ucap Anton sambil memunculkan sebuah gumpalan petir di tangan kanannya.
Seketika itu juga Ruyon dan yang lainnya segera bangun tanpa pikir panjang.
"A... Ampun!... Kami tidak pingsan sama sekali!" Ucap Ruyon yang segera berdiri.