"Aku ingin putus"Ucap Michi tertunduk dia menahan tangisnya.
"Putus? kenapa?"Satria meminta penjelasan dia tidak terima begitu saja.
"Karena aku hamil"jelas Michi.
Duar....
Bagai di lempar Boom ke wajahnya Satria sungguh terkejut medengar pernyataan kekasihnya orang yang paling dia cintai hamil,bagaimana tidak karena selama ini mereka jarang bertemu bahkan Satria sangat menjaga Michi dia tak pernah berani menyentuh gadis itu meski sehelai rambut pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Yang Tertinggal
Agung terdiam saat mengetahui kalau dulu adiknya mempunyai hubungan dengan wanita yang dirusak olehnya.
"Mas...kenapa bengong?"tanya Satria bingung.
"Nggak aku nggak apa-apa kok Sat...aku cuma lelah,aku istirahat dulu ya"Agung berdiri dari duduknya dia berjalan menaiki tangga.
Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti dan dia menoleh ke arah adiknya.
"Oia Sat...sebaiknya kamu jangan bermain api,ingat kamu akan segera bertunangan dan lupakan saja mantan pacar mu itu"ucap Agung.
"Tapi aku akan tetap akan membantu Michi dan mencari tahu siapa palaku kejahatan itu mas"ucap Satria tegas.
Agung melihat mata adiknya yang sangat serius dan terlihat marah seolah ingin membalaskan dendam sang mantan kekasih.
"Tapi itu urusan dia Sat bukan urusan mu lagi"
"Andai dulu aku tahu cerita ini,aku pasti sudah menyeret pria berengsek itu ke kantor polisi,agar keadilan berpihak pada Michi"
Deg...
Dada Agung seolah berdetak lebih cepat dari batas normal,Agung tak menyangka adiknya sangat mencintai Michi.
Agung tak berbicara lagi dia lalu berjalan menuju ke kamarnya.
Agung menutup pintu kamarnya dan menguncinya,dia duduk dan merenung di sisi ranjangnya,merenungi kesalahan yang sangat fatal saat lima tahun lalu.
Sial gadis itu benar-benar seperti mengutuk ku,bayangan dia selalu muncul di setiap tidur malam ku,dan satu fakta lagi yang benar-benar membuat ku bersalah padanya adalah ternyata dia mantan kekasih adik ku,dan adik ku sangat mencintai dia,aku bisa melihat itu di matanya,astaga apakah ini hukuman untuk pendosa seperti ku huft...
Agung bergelut dengan hatinya sendiri,menyadari dan menyesali perbuatan di masa lalunya itu.
Satria nampak marah sekali,bagaimana bila dia tahu kalau akulah orangnya yang merusak wanita yang di cintainya.
Oh tidak selain di penjara aku juga bisa di coret dari keluarga ini,akh sial kenapa semua ini harus terjadi sih?!. Kenapa harus gadis kecil itu sih Sat yang kamu suka bukan orang lain.
Agung benar-benar kesal mendengar kenyataan yang ada. Dia frustasi hingga mengacak-acak rambutnya sendiri.
Di sisi lain.
Pingki melihat Michi yang terlihat bersedih.
"Chi...maaf ya gue cerita semuanya ke Satria"
Michi mengehela nafas dalam.
"Ya udah lah Ki...mau di gimanain lagi, mungkin memang saatnya dia tahu,tapi...gue nggak mau nemuin dia lagi,gue nggak mau ada kesalh fahaman antara dia dan tunangannya"
Pingki hanya mengangguk pelan saja.
"O iya Ki...gimana hubungan elu sama Mahesa? Baik-baik ajah kan?"
"Baik Chi...kenapa tumben banhet lu nanyain itu?"
"Nggak apa-apa Ki...cuma gue seneng ajah kalo lihat elu juga nantinya beneran jadi sama Mahes hehe kapan kira-kira?"
"Hehehe doa in ajah secepatnya semoga ada jalannya ya"
"Aamiin"Michi memgemini.
Ke esokan harinya.
Di sore hari,Michi kedatangan Satria lagi Michi sudah berusaha mengehindar darinya tapi Satria tidak mau melepaskannya.
Satria masih berusaha untuk menebus kesalahan masa lalunya,mumpung belum terlambat fikirnya mumpung dirinya dengan Naura masih belum terjadi ikatan yang sangat jauh.
"Sa....udah sih kamu itu sudah punya pengganti aku,sudah sama dia ajah jangan sama aku yang sudah rusak ini"
"Tapi kamu begini bukan kemauan kamu kan? Katakan siapa yang melakukan itu pada mu Chi"paksa Satria.
"Terlambat Sa...semuanya terlambat,saat ini aku mencoba bangkit dari trauma itu aku nggak mau ingat-ingat itu lagi karena terlalu menyakitkan"ucap Michi lirih.
Tring...
Bunyi lonceng di depan pintu toko.
Michi dan Satria menoleh ke arah pintu terlihat seorang pria berkaca mata,berkumis tipis memakai kemeja biru langit rapih dan celana jeans mendekat ke arah mereka yang sedang mengobrol di meja kecil di dalam toko.
Michi tersenyum tulus dan ramah pada pelanggan setianya itu.
"Selamat sore Papah Boy"sapa Michi ramah.
"Sore mbak...maaf ganggu ya..."ucap Papah Boy saat melihat Michi bersama seorang pria.
"Nggka kok,oia apa anda ingin pesan kue lagi?"tanya Michi.
"Hem...saya mau beli buat ngemil saja hari ini boleh kan?"
"Ooo ya boleh dong,untungnya masih ada di etalase beberapa kue disana"Michi meningglkan Satria dan pergi melayani Papah Boy padahal disana ada Sinta yang sedang berjaga namun Michi malah melayani Papah Boy sendiri.
Terlihat senyuman secerah mentari sore ini,di wajah Michi ketika berinteraksi dengan Papah Boy,Satria memperhatikan itu.
Siapa dia sepertinya Michi sangat menspesialkan dia.
Batin Satria.
Papah Boy menunjuk beberpa kue seperti pie apple dan juga pie pisang coklat yang masih tersedia di etalase,dan Michi mengembilkannya dan menaruhnya di box kue.
Setelah selesai Papah Boy pamit tapi sebelum itu Papah Boy meledek Michi.
"Mbak...pacar mba...ganteng juga"
"Eh...bukan pak itu teman saya hehe teman lama"elak Michi.
Lebih tepatnya mantan kekasih.
Batinnya.
"Ooo cuma teman berarti saya masih ada kesempatan dong hehe"Papah Boy bergurau.
Michi terlihat bengong.
"Hehe becanda mbak..."
Michi terlihat lega saat Papah Boy mengatakan bercanda.
"Tapi saya memang sedang mencari seseorang"ucap Papah Boy.
"Maksud anda?"
"Ya...mencari mamahnya Boy"
"Jadi anda masih menikah dengan mamahnya Boy begitu?"Michi bingung.
"Istri kalo kabur di kejar mas...jangan di biarin ajah nanti anda sendiri yang nyesel"celetuk Satria.
"Hem...justru ini saya sedang berusaha untuk mendapatkannya kembali agar kami bisa bersama selamanya"ucap Papah Boy dingin.
Michi membaca aura keduanya yang terlihat seperti api peperangan.
"Sat...sebaiknya kamu kembali ke rumah mu ya...sudah sore juga,nanti pacar mu marah loh kalau tahu kamu ada disini"ucap Michi berusaha melerai kedua pria ini.
"Hemft ternyata anda sudah punya pacar?tapi masih berusaha mendekati teman anda astsga apa tidak cukup bagi anda hanya satu wanita saja?"ucap Papah Boy ketus.
"Aku bukan temannya aku mantan pacarnya"ucap Satria tak kalah ketus.
"Aish ceritanya mau CLBK gitu?"singgung Papah Boy.
Michi menepuk keningnya sendiri saat mendengar pertengakaran mulut saling singgung menyinggung ini.
"Hehehe maaf semuanya toko sudah mau tutup,bila masih ingin berkunjung masih bisa besok"Michi berusaha mengeluarkan kedua orang yang sedang bersih tegang ini dari rukonya dia tidak ingin,terjadi keributan di tempatnya mengais rezeki.
Dan kedua orang pria dewasa itu pun melangkah keluar dari dalam toko,Michi terlihat lega saat melihat keduanya meningglkan rukonya.
"Ya ampun...apa-apaan sih mereka berdua itu huft..."keluh Michi.
"Hihi...mba...sepertinya kedua orang itu benar-benar tertarik sama mbak"ledek Sinta.
"Hus...ngaco kamu dua-duanya sudah ada yang punya,aku nggak mau di sebut jadi perebut,sudah ayo kita tutup tokonya"
Sinta pun menurut menutup toko.
Hari terus berlalu.
Dan hari ini adalah hari pertunangan Satria dengan Nura,berbagai macam kue di pesan Naura untuk melengkapi sajian maknan di pesta pertunangannya dan itu semua dipesan di toko kehidupan kedua milik Michi.
Michi mempekerjakan tiga orang untuk sementara membantu di saat pesanan sedang banyak seperti saat ini.
Dan siang ini Michi datang bersama Sinta mengantarkan pesanan kue,ke sebuah gedung yang di sewa keluarga Naura untuk melaksanakan pertunangannya dengan Satria.
Saat selesai mengantar pesanan Naura memberikan undangan pada Michi agar menghadiri pesta pertungannya nanti malam di sana,Michi menerima undangan tersebut dengan senyuman seramah mungkin,meski ada sedikit rasa sakit di hatinya,karena jujur masih ada rasa yang tertinggal di hatinya untuk Satria.
...🌲🌲🌲🌲🌲...