NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Anak SMA

Transmigrasi Ke Tubuh Anak SMA

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:226k
Nilai: 4.6
Nama Author: ilmara

Hai gusy, harap maklum ya novel ini masih banyak typo, karena masih dalam tahap revisi, revisi lambat!

Seorang guru beladiri perempuan termuda yang masih berumur 19 tahun di kota X terpaksa dieksekusi hukum mati, karena dituduh sudah menjual informasi tentang perguruan mereka, dia adalah guru beladiri termuda sepanjang sejarah perguruan mereka, siapa sangka setelah dihukum mati perempuan itu memiliki kesempatan kedua untuk hidup, sayangnya dia bertransmigrai ke dalam tubuh seorang gadis SMA yang cupu dan kerap sekali dibully.

Saat sudah berada di dalam tubuh gadis cupu itu, gadis itu di hadapan dengan dua masalah di dua tempat yang berbeda.

Bersamaan dengan itu Laura bertemu dengan seorang guru muda yang mungkin bisa membantu dirinya keluar dari beberapa masalahnya.

Penasaran dengan kisah Laura? kuy kepoin hanya di Noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Takjub

Bismillahirohmanirohim.

Banu mendaftarkan Liana di perguruan Kalam kilat sesuai dengan prosedur yang ada di perguruan tersebut.

Sedari tadi ketua Sinta terus menatap tajam Liana, sayang sekali tatapan tajam yang Sinta berikan pada Liana itu sama sekali tidak berpengaruh untuk seorang Laura yang tidak mudah diidmitasi.

'Aku akan lihat apakah bocah sombong ini memiliki keahlian dalam bidang bela diri paling juga dia hanya gadis lemah.' ejek Sinta dalam benaknya.

Sedari tadi saat Banu sedang melakukan prosedur pendaftaran untuk Liana pada Filia yang bertugas untuk hal ini, Liana yang tak lain merupakan Laura sedang saling menatap tajam satu sama lain dengan Sinta.

Laura menggulung senyum saat Sinta mengalikah pandangannya lebih dulu dari pada dirinya.

"Pak Banu sekarang anak bapak sudah mulai bisa belajar di perguruan kami." ucap Filia setelah selesai pak Banu melakukan pendaftaran.

Tentu saja Liana dan Sinta mendengar apa yang Filia katakan, setelah itu Sinta segera angkat bicara sementara itu Laura diam dengan tenang.

"Enak saja main terima-terima aja! Kamu lupa Filia sama peraturan barunya." selor Sinta langsung sebelum pak Banu angkat bicara.

"Lalu apa lagi syarat pendaftarannya? Bukankah yang tertera di dalam surat sudah saya penuhi semua."

"Anak bapak harus mampu mengeluarkan satu keahliannya dalam bidang bela diri!" ucap Sinta dengan tegas.

Laura masih diam tak bersuara, apapun persyaratan tentu saja dia akan menyetujui semua persyaratan itu, bahkan jika ditantang berduel dengan Sinta sekalipun Laura tentu saja sanggup.

"Apa! bagaimana bisa begitu" kaget Banu tidak terima, "Di dalam syarat pendaftaran tidak ada hal yang seperti anda katakan." ucap Banu datar.

Bukan apa, hanya saja Banu tau seperti apa anak perempuannya itu, sedari kecil Liana sudah memiliki fisik yang lemah, maka dari itu sebenarnya ini salah satu alasan kenapa Banu kemarin menolak permintaan Liana untuk didaftarkan masuk ke perguruan Kalam Kilat.

"Tapi anak bapak sudah menyetujui persyaratan yang saya buat kemarin, jika dia akan mengeluarkan bela dirinya." terang Sinta sambil menyeringai dia yakin jika Liana tidak anak bisa berbuat apa-apa.

Namun senyum kemenangan yang tadi mengembang di kedua sudut bibir Sinta segera lenyap ketika Liana angkat bicara.

"Tak apa-apa Pa, percaya pada Liana jika Liana bisa melakukan hal ini, Liana mohon doa dari papa, kalau papa yakin makan Liana akan semakin yakin." ucap Laura sambil menatap Banu dengan penuh keyakinan.

Banu menatap putrinya tak percaya, jelas sekali jika ada segurat keraguan yang Banu tampakan pada putrinya.

"Tapi Liana apa kamu yakin Nak?" Laura mengangguk dengan mantap.

Bahkan dari anggukan yang Laura tunjukkan itu Banu tak melihat sedikitpun keraguan yang Liana tunjukan, melihat putrinya tak ragu sama sekali membuat Banu sedikit percaya pada Liana.

"Papa percaya padamu." kata yang keluar dari mulut Banu membuat Liana merasa senang.

Berbeda dengan Sinta yang menatap Liana dengan tatapan yang begitu meremehkan gadis SMA yang kini sudah tidak lagi berpenampilan cupu seperti sebelumnya.

Laura memang sudah memutuskan untuk merubah penampilan cupu Liana menjadi penampilan apik dari sebelumnya, tapi Laura baru melakukan hal itu saat dia dan sang papa menuju perguruan Kalam kilat.

"Jika adik Liana setuju dan tidak ada keberatan dari orang tua, maka saya sebagai penanggung jawab di sini membolehkan untuk adik Liana menunjukkan satu kekuatannya dengan catatan atas permintaan ketua Sinta." jelas Filia.

Bukan tanpa alasan Filia berkata seperti itu, karena Filia tidak mau jika nantinya Liana dianggap sudah menantang Sinta yang merupakan seorang ketua dari perguruan Kalam kilat.

'His! Awas saja kamu Filia selalu saja menghalangi rencanaku! Sudah tidak ada lagi Laura di dunia ini, kamu malah menggantikan dirinya, lihat saja tak lama lagi giliranmu yang akan segera lenyap dari dunia ini.' sungguh Sinta mengerut kesal dalam benaknya dia terus mengumpat Filia sedari tadi.

"Baik saya terima, karena dari awal saya yang mengajukan persyaratan pendaftaran ini, tapi jika Liana tidak bisa melakukan apa-apa bukan hanya dia yang tidak diterima di perguruan kita, ketua Filia juga harus mengundurkan diri dari ketua di perguruan kita."

"Tidak bisa begitu! Inikah urusan saya dengan ketua Sinta kenapa menyeret orang lain." cegah Laura tak terima dengan perlakukan Sinta yang begitu keterlaluan pada Filia.

"Alh, bilang aja kalau kamu takutkan." ejek Sinta.

"Siapa bilang, oke kalau begitu kita buktikan sekarang!"

Laura sudah begitu geram dengan tingkah Sinta yang semena-mena seperti itu, dia sudah malah berdebat dengan wanita yang Laura yakin merupakan wanita licik seperti Sinta.

"Baiklah sekarang kalian bertiga ikut saya, kita haru ketempatan lapang tes." ajak Filia pada mereka semua.

Disaat itu para guru dan murid di perguruan Kalam kilat sedang beristirahat, mereka yang melihat Sinta dan Filia menuju ke lapangan tes segera berbondong-bondong mendekati mereka.

"Siapa yang akan dites? Memangnya ada yang mau naik tingkat level kekuatan? Bukakah ini belum waktunya." tanya seorang murid laki-laki yang sangat kepo.

"Tidak tahu Rip kita lihat saja ke sana." sahut temannya.

Sampai di lapangan tes mereka melihat Sinta seperti sedang ingin mengumumkan sesuatu.

"Dengar baik-baik hari ini kita kedatangan murid baru yang akan memperlihatkan keahaliannya dalam seni bela diri." ucap Sinta dengan lantang.

Kemudian disusul sebuah layar yang tertuliskan bawah acara ini dilakukan atas permintaan ketua Sinta, sesuai yang dikatakan oleh Filia tadi hal ini boleh dilakukan atas catatan. 'Ini semua permintaan ketua Sinta'

'Sialan Filia awas kamu!' Sinta bertambah kesal saja karena Filia benar-benar melakukan apa yang dia katakan tadi.

Sedangkan Banu tak tahu kenapa merasa begitu tenang, Filia menyunggingkan senyum dia yakin Liana pasti bisa.

"Liana apa kamu siap?" tanya Filia memastikan sebelum memulai acara.

"Saya siap ketua Filia!" jawab Liana dengan lantang.

"Kita mulai 1, 2, 3."

Kemudian Laura segar menunjukkan sedikit keahliannya yang berbeda semua orang menatap takjub Liana yang begitu lihai, Banu pun sampai terpana melihat putrinya begitu lincah, sedangkan Sinta mengepalkan tangannya dengan kuat.

Saat Liana selesai menunjukkan keahliannya tiba-tiba seorang masuk ke dalam arena tes.

"Maaf ketua Filia dan ketua Sinta apakah boleh saya menantang Liana? Sepertinya tidak asyik jika hanya menonton dia sendiri yang mengeluarkan keahliannya." ucap Arip yang sudah berada di dalam lapangan tes.

"Ta-"

"Silakan Arip aku memberikan kebebasan padamu." Sinta cepat memotong perkataan Filia dengan cepat.

Sinta ingin mempermalukan Liana di depan banyak orang, Laura yang tahu maksud dari Sinta yang tersenyum simpul, Laura tak habis pikir kenapa Sinta begitu tidak menyukai Liana(jiwa Laura di dalamnya) padahal mereka baru bertemu dua kali sama hari ini.

1
Fitrian
cuuuuuhhhhh anak pungut belagu 💦💦💦💦💦💦💦🖕
D Purba
kenapa rata2 yg trasmigrasi jiwa otaknya rada2 lemot nya,yg tadi seorg mafia gitu trasmigrasi jiw jadi lebay
Sandrina Dalila
suka
💖my heart
menarik 👍👍👍👍👍🥰
Ilmara: Thank you kak
total 1 replies
Nani
kurang seru kosa kata jg kurang pas alur cerita jg sm trus tingkat kan lg
Nani
kurang seru
Vyrena
lol abang gkk becus lohh anj🗿
Kang Prasetya: aku juga mw
total 1 replies
Vyrena
aku juga pengen di peluk:')
Erha Print
di anu kerjain🤔
Erha Print
🤣🤣🤣lahh kok kelapa author
Ilmara: typo kak maaf😌
total 1 replies
nuke
bingung thor.. kalo boleh pake nama liana aja,, bingung tadinya pake nama laura abis itu liana
nuke
typo nya bertebaran kak
Ilmara: Iya kak masih tahap revisi juga
total 1 replies
nuke
dih si vano numpang tinggal dirumahnya liana aja belagu
Sri Puji
Luar biasa
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
la gini doanh nich Tamatnya gakbada kelanjutan glen nikah dulu sama laulia
Jannah Nur
badan thorrr bukan Bandan, jangan2 thorr sengaja yah, hmmm🤨🤨🤨
Ilmara: Nggak kak emang typo berarti wkwk
total 1 replies
Jannah Nur
iri bilang bos
Lala Kusumah
lanjuuuuuuutt.... ternyata rumit....
Lala Kusumah
lanjuuuuuuutt....
Sinta Safira
kenapa nama sinta jd karakter jahat😢😂. aku kan baik orgnya😁
Ilmara: hehehe, mungkin sinta yang ini salah nama kak wkkwkw😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!