NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - Jangan Terkejut

Bi Santi sudah sibuk di kamar Alika ketika pagi datang, dia membantu Alika untuk mandi dan memakai baju.

Mungkin benar kata orang-orang, bahwa obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan luka adalah waktu. Berangsur Alika mulai bisa menerima keadaan ini.

Dia selalu sibuk sendiri dengan pikirannya, sampai akhirnya buntu dan tidak menemukan jawaban.

Adanya bi Santi dan Erlan membuat Alika seperti bisa bertahan, karena sebelum Erlan datang dia merasa akan hidup sendirian.

Sementara itu, Ryan berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.

Pagi ini Romi juga datang untuk melaporkan beberapa hal, tapi tentu saja kedatangannya itu tidak diketahui oleh Alika.

Romi datang untuk menyampaikan hasil penyelidikan dan uji kelayakan ulang pada kelayakan perusahaan Aditama Air.

"Simpan saja di kamar ku, nanti malam aku baca," jawab Ryan dengan berbisik, suaranya kalah dengan bunyi yang dia ciptakan saat memasak.

"Baik Pak, nyonya Putri meminta Anda untuk sesekali menghubungi," jawab Romi pula, sama seperti Ryan, dia pun bicara dengan pelan-pelan.

Putri Aditama adalah ibunya Ryan. Seluruh keluarga Ryan telah mengetahui tentang keputusannya untuk jadi Erlan. Dan mereka tak melarang, karena semua itu demi ketenangan Ryan sendiri akibat rasa bersalah yang dia alami.

Ryan hanya mengangguk, lalu memberi isyarat Romi untuk segera pergi dari rumah ini.

Jam 7 pagi, Alika sudah rapi dan sangat cantik. Rambut panjangnya yang selama ini selalu tergurai asal-asalan kini telah diikat dengan rapi.

Gadis itu berjalan dengan dua tangannya yang meraba-raba di depan, menuju meja makan.

Ryan tersenyum, seperti melihat hari ini akan jadi hari yang cerah.

"Selamat pagi, pagi ini biarkan aku menarik kursi untuk mu," ucap Ryan, dia menarik kursi dan mempersilahkan Alika untuk duduk.

"Aku bisa sendiri Er," balas Alika, tetap saja sikap keras kepalanya tidak hilang.

"Aku tau, hanya saja hari ini kamu sangaaat cantik, jadi aku ingin melayani kamu dengan baik," puji pria itu.

Hingga berhasil membuat Alika mengulum senyum.

"Sudah sudah, sekarang waktunya kita makan dan setelah itu Alika harus minum obat," ucap bi Santi, meski awalnya ragu bersikap sesantai ini dihadapkan pak Ryan, namun kini bi Santi coba membiasakan diri juga.

Di rumah ini mereka akan jadi keluarga, dan dia adalah ibunya.

Pagi itu Alika makan masih berantakan, tapi tidak separah kemarin.

Selesai sarapan dan Alika minum obat, Ryan benar-benar menepati janjinya untuk mengajak Alika keluar.

"Ayo, kita sentuh hangatnya matahari bersama-sama," ajak Ryan.

Tapi Alika sungguh ragu untuk keluar dari rumah, bertanya-tanya apa dia perlu pakai kaca mata, apa nanti tidak jadi pusat perhatian semua orang, apa nanti dia malah akan menyusahkan Erlan.

"Tidak usah, aku tidak mau keluar, " jawab Alika dengan ketus. Meski sebenarnya sangat ingin.

"Benarkah? padahal di luar cuacanya cerah sekali, aku yakin kamu bisa merasakan sinar matahari itu."

Alika mulai ragu.

"Apa aku perlu memakai kaca mata?" tanya Alika lirih.

Ryan tersenyum lebar ketika mendengar pertanyaan itu.

"Tidak, kamu bahkan tidak perlu memakai tongkat, aku akan jadi penunjuk jalan mu, asal tanganku jangan ditepis," balas Ryan.

Alika mendengus kesal.

"Aku akan menggenggam tangan mu, jadi jangan terkejut," ucap Ryan lagi.

"Pegang yang kanan, tangan kiriku sakit."

"Aku tau," balas Ryan. Tangan kiri alika terantuk kursi kemarin saat mencoba jalan sendiri.

Dan Alika makin mendengus ketika mendengar jawaban Erlan itu, namun perlahan dia mulai merasakan tangannya yang digenggam.

1
Ibrahim Efendi
bukankah video call otomatis ke mode speaker (not earpiece)?????
Ibrahim Efendi
jawaban yang bijak..👍
Gia Nasgia
Untung Alika jawabnya pas😂
Gia Nasgia
Alika msh butuh waktu sebab dekat dgn pak Ceo sama dgn naik Rolercoster😂
Gia Nasgia
Benar kata Ryan ingat Alika siapa yg selama ini ada di samping mu saat kamu terpuruk
Gia Nasgia
Pusing nggak tuh 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
penasaran caranya pak Ceo menjelaskan ke Alika tentang peran ganda nya menjadi Erlan😂
Gia Nasgia
Dua orang yg sama
Gia Nasgia
siap kk Author🫡
Gia Nasgia
jeng....jeng....jadi ikut pinisirin😂🤣
Gia Nasgia
Pak Ceo modus🤭
Gia Nasgia
cemungut Al yg penting pak Ceo nggak berpaling😍
Gia Nasgia
Siap"aja pak Ceo menjelaskan di saat mata Alika kembali bisa melihat🤭
Gia Nasgia
Awalnya hanya kecupan aja dulu🤭
Gia Nasgia
jeng...jeng...tdk sabar lihat reaksi Alika klau tahu selama ini yg menjaga nya ,adalah pak Ceo
Gia Nasgia
Sdh tdk ada jarak antara pak Ceo dan Alika😍
Gia Nasgia
Semua ikut dgn Drama nya pak Ceo🤭
Gia Nasgia
Ciee😍😍🥰🥰
Gia Nasgia
Romi 😂😂
Gia Nasgia
Nah lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!