TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan
(BELUM DI REVISI!!)
Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.
Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.
"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."
_
Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(8) Tangis kebahagiaan
Setelah memohon restu kepada Abah kini Jizah sungkem kepada Uminya
Jizah:"Umi, terimakasih telah melahirkan dan merawat Anna dengan kasih sayang dan lemah lembut yang selalu umi berikan, maafkan Anna yang selalu membuat hati kecil umi kecewa karena sikap Anna selama ini, maafkan Anna yang terkadang tidak menuruti kemauan Umi, semoga umi tidak pernah bosan menasihati dan mengajarkan Anna apa itu istri Sholehah,Anna mohon bimbingan Umi, Anna ingin menjadi seorang istri dan ibu seperti umi, yang selalu menuruti semua keinginan Abah dan selalu sabar mendidik anak-anaknya menjadi orang yang lebih berakhlak mulia" tangis Jizah pecah karena teringat semua yang telah ia lakukan bersama uminya
Umi:"Anna putri satu-satunya Abah dan Umi seorang Jizah Nurreen Ahmad, anak perempuan yang umi dan Abah dambakan sejak kami menikah, kini kamu telah besar dan sudah menjadi seorang istri nak, Umi tetaplah Umi mu dan kamu tetaplah putri kecil umi walaupun status mu sudah berubah menjadi seorang istri, ketahuilah Ann Umi tidak pernah mengingat kesalahan mu bahkan umi tidak pernah menganggap mu melakukan kesalahan pada umi, Umi akan selalu mengajarkan mu untuk menjadi istri yang patuh terhadap perintah suaminya, agar menjadi istri Sholehah dambaan para penghuni surga, yang membuat cemburu para bidadari surga" ucap umi menangkup wajah putrinya dan dihujani dengan ciuman kasih sayang dan hal itu membuat Jizah makin terisak, para hadirin yang menyaksikan hal tersebut pun tak kuasa menahan air mata
Aldi:"Umi, Terimakasih telah melahirkan dan mendidik seorang bidadari yang cantik, yang sekarang sudah menjadi istri Aldi, terimakasih umi, terimakasih" ujar Aldi dengan lembut
Umi:"sama-sama nak itu sudah menjadi kodrat seorang ibu, dan Akhirnya umi mempunyai menantu laki-laki, umi percaya padamu sepenuhnya jaga Anna selalu yaa, dia perempuan yang sebenarnya mudah rapuh tapi selalu berusaha tegar, jadi kamu peka lah terhadap situasi hatinya ya!" ucap umi yang diangguki oleh Aldi
kini beralih ke kedua orang tua Aldi
Aldi:"Ayah berilah restu untuk pernikahan Aldi dan ajarkan Aldi agar menjadi suami yang bertanggung jawab dan ingatkan lah selalu Aldi agar menjadi lelaki yang lebih dewasa lagi"
Ayah:"Restu Ayah selalu menyertai mu nak, dan ayah akan selalu menasihati kamu apa itu tanggung jawab suami kepada istrinya, jadilah suami yang lebih dewasa dan bijak dalam mengambil keputusan" katanya lalu memeluk putra sulungnya tersebut
Jizah"Ayah, terimakasih telah memilih Jizah sebagai menantu Ayah, maafkan Jizah jika nantinya Aldi banyak berubah disebabkan oleh Jizah"
Ayah:"Zahh, justru ayah yang sangat berterimakasih kepada mu karena kamu telah menerima laki-laki yang pengetahuan agamanya justru jauh dari kamu, dan Abah yakin kamu merubahnya menjadi lebih baik bukan sebaliknya" ujar nya yang disenyumi oleh Jizah
Aldi:"Bunda, terimakasih selama ini telah merawat dan membesarkan Mas sampai sebesar ini, Mas janji walaupun cinta mas telah berpindah kepada istri mas tapi kasih sayang sepenuhnya milik bunda" ucapnya sambil dibalas dengan senyuman dan pelukan hangat kepada putra sulungnya itu karena dia tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi
Jizah:"Bunda, maafkan Jizah telah mengambil cinta pertama seorang anak lelaki dari ibunya untuk istrinya, Jizah berjanji tidak akan mengecewakan Bunda, Jizah akan mengambil alih tanggung jawab seorang ibu untuk merawat anaknya dengan penuh kasih sayang walaupun itu tidak akan sama seperti Bunda melakukan itu pada Aldi"
Bunda:"Jizah Bunda percaya penuh sama kamu sayang, kamu berhak atas kasih dan cinta suamimu seutuhnya" ucapnya lalu memeluk menantunya tersebut
Setelah acara sungkeman kepada orang tua kini Jizah dan Aldi sedang berhadapan dengan Abang-abang Jizah beserta istri dan anaknya
Awwal:" Kita tidak ingin banyak bicara lagi Di sama kamu, asal kamu masih ingat setiap perkataan kita dihari kamu mengkhitbah Jizah 2 bulan lalu, pesan kita titip adik tercinta kita ini, bahagiakan selalu dia jangan mengecewakannya" ucap nya di angguki Abang yang lain karena mereka sudah memberikan kepercayaan penuh kepada Aldi
Jizah yang bingung hal apa yang dibicarakan para Abangnya kepada suaminya 2 bulan lalu? dan Jizah langsung berfikir hal itu baik
"Iya Bang, saya janji dan semoga Allah menyanggupi hal itu kepada saya" ucap Aldi dengan senyum dan dibalas dengan senyuman pula
Setelah acara yang penuh deraian air mata kini kedua pengantin masuk kedalam kamar Jizah, kamar yang telah dihias dengan berbagai bunga warna-warni dan ditengah tempat tidur ada banyak kelopak mawar berbentuk hati yang menambah kesan romantis
Jizah yang masih merasa canggung dengan Aldi karena untuk pertama kalinya seorang laki-laki lain memasuki kamarnya selain Abah dan Abang-abang nya
Aldi POV
"Untuk pertama kalinya ku masuk ke kamar seorang gadis yang kini menjadi istriku, kamar yang tidak begitu terlihat feminim namun dihiasi begitu banyak koleksi kaligrafi ayat Al-Qur'an dan desain baju muslimah miliknya, Aku yang sedari tadi memperhatikan seisi kamar ini sampai tidak menyadari bahwa istriku memanggilku"
Jizah:"Hmm Al kamu bersihkanlah badanmu lalu istirahatlah biar ku siapkan pakaian mu"katanya dengan mata yang masih mengarah kebawah
Ku dekati dia lalu ku angkat dagunya agar ketika berbicara matanya tidak selalu mengarah kebawah,"Jizah aku ini sudah menjadi suamimu, tataplah aku ketika kamu sedang berbicara"
Jizah:"maaf Al aku masih gugup dan masih tidak percaya bahwa aku kini sudah bersuami"katanya yang kali ini sudah menatap mataku dan mata kami saling bertemu
"Jizah bolehkah mulai saat ini ku panggil dirimu dengan sebutan Anna juga? dan kamu panggil aku dengan sebutan mas? agar kita sama-sama nyaman bagaimana?"
Jizah:"Hmm tentu Di... eh maksud Anna mas"katanya dengan malu dan tersenyum
"Yasudah Mas ke kamar mandi dulu yaa"
Jizah:"iyaa mas ini jangan lupa handuknya"
"Terimakasih, cup..." ku cium pipi kanannya dan berlari ke kamar mandi, kulihat dia begitu terkejut hehehe
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
mau donk yg ky ustad khoirul
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku