Lanjutan Penyesalan Terdalam CEO Arogan
Dia menciumku. Kumis tipisnya itu mengenai permukaan kulitku. Jantungku pun berdetak tak menentu. Aku terhanyut dalam setiap sentuhannya. Tapi pantaskah seorang penggoda sepertiku tergoda olehnya?
Perhatian!
Novel ini menggunakan sudut pandang campuran. Jika belum terbiasa, harap membacanya pelan-pelan agar tidak gagal paham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gaharu Wood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikmati Hidup
Sejak diterima kembali oleh Lilia, hati Jake perlahan-lahan mulai melunak. Ia tidak sebengis dan sekejam dulu. Ia mengikuti saran dari teman seperjuangannya, Paul. Alhasil Lilia juga jadi lebih melunak dibandingkan sebelumnya. Terbukti saat pertemuan mereka kembali, Lilia seperti kebingungan untuk mengambil tindakan. Namun, saat Jake merentangkan kedua tangannya, Lilia pun menghambur ke pelukannya. Sang penggoda itu ternyata tidak bisa membohongi hatinya.
Kini Lilia sedang bersiap-siap menjalani pembukaan toko kuenya. Ia lekas mandi dan berdandan rapi sebelum pembukaan tokonya dimulai. Jake sudah memfasilitasi segalanya. Dan Lilia tidak akan menyia-nyiakannya. Ia akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Lain Lilia, lain pula dengan Jake. Sang pria berwajah muram itu datang lebih pagi ke kantor. Kantornya pun terlihat masih sepi saat ini. Maklum, pukul setengah tujuh pagi Jake sudah tiba di GOC. Yang mana hanya ada beberapa sekuriti penjaga. Dan Jake disambut dengan hormat oleh penjaga keamanan kantornya.
Hari ini Jake mengenakan setelan jas formal berwarna abu-abu. Ia tampak lebih tampan setelah merapikan sedikit kumis dan juga jambang rambutnya. Wajahnya pun terlihat lebih semringah kali ini. Dan saat memasuki ruangan, ia segera melihat rekaman CCTV kantornya.
Jake ingin melihat sendiri kejadian di beberapa sudut ruangan kantor. Sambil membuka beberapa dokumen yang sudah tertumpuk di atas meja. Jake kemudian membuat kopinya sendiri. Namun, entah mengapa ia teringat dengan Lilia yang pernah mencoba menggoda di awal pertemuan mereka. Jake pun tersenyum. Ia tak menyangka dengan kisah cintanya.
Masih teringat jelas bagaimana Lilia yang seolah melilit di tubuhnya. Bagaimana kancing kemeja putih yang Lilia kenakan saat itu terlepas dari kaitnya. Dan Jake menyimpannya di dalam laci. Ia tidak membuangnya. Yang mana membuat Lilia bertanya-tanya tentang perhatian Jake kepadanya. Mengapa kancing tak berharga seperti itu saja mau Jake simpan? Hal itulah yang membuat Lilia semakin penasaran. Sedang Jake berusaha tidak tergoda oleh Lilia. Walaupun lekuk tubuh menggoda sudah berada di hadapan matanya.
Lilia, kau belum juga membalas pesanku.
Pada akhirnya, rasa rindu itu mulai muncul dan mendesak Jake untuk segera mengirim pesan kembali kepada Lilia. Namun, saat itu juga Jake tersadar jika hari ini adalah hari pembukaan toko kue wanitanya. Jake pun lantas membiarkan Lilia menikmati proses usahanya. Sedang ia sendiri kembali ke meja kerja. Jake mempersiapkan segala sesuatunya sebelum lusa bertemu Lea di meja sidang. Jake harus memenangkan persidangan.
Sementara itu...
Di sebuah pulau, tampak sebuah vila besar yang kini dihuni oleh pemilik asli GOC bersama istri sirinya. Ialah Petrus dan Jinny yang tinggal sementara waktu di sana. Hal ini sengaja Jake lakukan agar proses pemulihan Petrus bisa lebih cepat dari perkiraan. Alhasil Petrus pun terlihat sudah baikan.
Pria tua nan dermawan itu dibantu oleh Jinny untuk duduk di kursi roda. Jinny pun mulai mengajak Petrus berjalan-jalan ke pesisir pantai yang tak jauh dari vila. Yang mana vila itu tampak dijaga ketat oleh puluhan orang-orang Jake. Di sana juga fasilitas pengobatan sangat lengkap. Jake sengaja memanggil dokter spesialis dan beberapa perawat untuk membantu kesembuhan Petrus. Petrus pun merasa berutang budi kepadanya. Menantunya itu telah banyak berusah payah untuknya.
"Tuan, kita berada di pulau milik tuan Jake sekarang. Pulau ini begitu indah." Jinny membuka pembicaraan di tengah semilir angin pagi yang menyegarkan.
Meresahkan😐
semangat up up