NovelToon NovelToon
Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Epik Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Tamat
Popularitas:102.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lora Orphee

Blurb

Setiap Perdamaian memiliki harga yang harus dibayar.

Sebagai Ketua dan Pendiri Sekte Jalan Surgawi, benteng terdepan sekaligus pertahanan terakhir yang dimiliki oleh umat manusia, Li Yao membawa seluruh murid terkuatnya untuk berperang habis-habisan melawan Suku Iblis.

Darah tumpah, daging tersayat dan terpotong bersama tulang. Tanpa harapan, kematian terlihat dimana-mana.

Kemenangan baru muncul setelah Li Yao membunuh Raja Jurang Maut Chenyu, akan tetapi harga yang harus dibayar untuk kemenangan itu adalah kematian Li Yao dan seluruh murid-muridnya.

Seratus tahun berlalu, Li Yao hidup kembali sebagai pelayan saudagar kaya. Dunia tidak banyak berubah, namun tidak ada yang mengetahui pengorbanan Sekte Jalan Surgawi.

Nama Sekte Jalan Surgawi hilang, bangunannya hancur, dan seni beladiri-nya telah dicuri. Sekte yang pernah berada di puncak kini jatuh ke jurang.

Dapatkah Li Yao mengembalikan kejayaan Sekte Jalan Surgawi? Sebenarnya apa yang telah terjadi?

Ikuti perjalanan Li Yao membalas perbuatan Aliansi Surgawi sembari memecahkan misteri dunia!

***

Jangan lupa klik tombol like, favorit, dan comment agar Author semakin semangat menulisnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lora Orphee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7 ~ Penjara Ratapan Jiwa

Ruangan itu benar-benar dipenuhi oleh mayat manusia yang telah mengering. Kebanyakan dari mayat tersebut adalah perempuan dan anak kecil. Mereka terlihat seperti mumi yang telah diawetkan selama ratusan tahun.

Dahulu Li Yao pernah masuk ke dalam ruangan seperti itu, ruangan tersebut adalah Penjara Ratapan Jiwa. Seperti namanya, Penjara Ratapan Jiwa adalah sebuah jebakan berbentuk penjara.

Orang yang masuk ke dalam jebakan itu akan terpenjara dan tersiksa secara mental, karena mendengar jeritan-jeritan jiwa yang mati karena siksaaan seni iblis.

Penjara Ratapan Jiwa adalah seni iblis tingkat tinggi. Seni iblis ini bahkan bisa memenjarakan Pendekar Ahli yang telah mencapai Alam Menghancurlan Kehidupan, dan Raja Pendekar yang telah mencapai Alam Menyatu dengan Langit.

"Dimana ini?" ucap Han Peng panik.

"Bukankah itu murid-murid sekte kita?" Fu Liu menunjuk lantai di hadapannya.

Mereka semua menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Fi Liu. Di sana terdapat mayat mengering yang mengenakan seragam Sekte Hutan Bambu.

"Yan Jie, Cao Xue, Fan Meng, kenapa ada banyak sekali murid sekte kita di sini? Tadi pagi aku masih melihat mereka berlatih," ucap Han Peng dengan suara serak.

Selain ketiga nama yang disebutkan oleh Han Peng, ada banyak murid perempuan dari Sekte Hutan Bambu yang telah menjadi mayat. Baik Han Peng, Fu Liu, Dong Bao, dan Xiao Chen, mereka berempat dengan putus asa dan air mata melihat sekelilingnya.

Bahkan Tang Xinyue juga ikut bersedih, ia sangat jijik dan marah saat membayangkan seseorang membangun tempat seperti ini.

"Tempat apa ini sebenarnya?"

Di buku yang membahas tentang seni iblis, Tang Xinyue tak pernah melihat tempat seperti ini. Sudah berapa banyak buku seni iblis yang dibaca oleh Tang Xinyue, hampir semuanya telah ia baca.

Gurunya juga tak pernah menceritakan tentang seni iblis di tempat ini. Semuanya tengah kebingungan, hanya Li Yao yang mengetahui seberapa berbahayanya tempat yang sedang di singgahinya, terutama bagi orang yang mentalnya tidak terlalu kuat.

Mayat dilangit-langit mulai bergerak, menutup lubang besar yang disebabkan oleh hentakan Kaki Tang Xinyue. Jebakan itu akan aktif ketika semua mayat membungkus ruangan tersebut.

Butuh waktu kurang dari setengah menit agar Penjara Ratapan Jiwa mulai bekerja. Sebelum itu, Li Yao harus menghabisi orang yang telah membangun ruangan ini.

"Xinyue, cepat bunuh pemuda di sebelahmu! Dia adalah pengguna seni iblis dan orang yang telah membangun ruangan ini!" ujar Li Yao dengan wajah serius.

Kabar baiknya, Li Yao bisa menebak orang yang telah membangun ruangan ini. Orang itu adalah pemuda bernama Xiao Chen, murid nomor 1 Sekte Hutan Bambu.

Sejak pertama kali bertemu dengan Xiao Chen di pintu gerbang, Li Yao samar-samar bisa merasakan Qi iblis yang ada di tubuh Xiao Chen. Meski pemuda itu dapat menyembunyikan Qi iblis itu dengan sangat baik, namun Li Yao tetap bisa merasakannya.

Tang Xinyue kebingungan dengan perintah Li Yao. Gadis cantik itu menoleh ke arah Xiao Chen lalu memeriksanya, sedikit pun Tang Xinyue tak bisa merasakan Qi iblis di dalam tubuh Xiao Chen.

Ada alasan kenapa pendekar sekaliber Tang Xinyue tak bisa merasakannya, itu karena Xiao Chen memakai Pusaka tingkat tinggi yang dapat mengunci Qi iblis di dalam dirinya.

Li Yao tak mengetahui keberadaan pusaka tersebut. Alasan kenapa Li Yao bisa mengetahui Qi iblis di dalam tubuh Xiao Chen, itu karena Li Yao menghabiskan sisa hidupnya di masa lalu untuk berperang melawan suku iblis.

Li Yao sangat sensitif terhadap Qi iblis.

Melihat Tang Xinyue tidak bergerak, Li Yao mengambil pisau kecil dari sakunya lalu melemparkannya ke arah Xiao Chen.

Pisau itu melesat dengan sangat cepat. Waktu pisau itu hampir mendarat di tubuh Xiao Chen, Han Peng menepis pisau tersebut kemudian memandang Li Yao dengan raut wajah bertanya-tanya.

"Tuan, apa yang anda lakukan? Tidak mungkin murid saya mempraktikkan seni iblis dan melakukan perbuatan tidak bermoral seperti ini," tutur Han Peng dengan suara bergetar.

"Mengenai kedatanganku, apakah kamu memberitahukannya kepada semua orang?" tanya Li Yao malas dengan terburu-buru, waktunya sekarang sangat sedikit.

"Aku cuma memberitahukannya kepada para tetua sekte dan beberapa murid," ucap Han Peng seraya melirik Xiao Chen yang ketakutan. Pemuda itu kelihatan tidak paham dengan semua hal yang barusan telah terjadi.

"Apa kamu memberitahu pemuda itu?"

"Ya," jawab Han Peng agak ragu.

"Kamu bilang tadi pagi kamu masih melihat murid-murid itu, bukankah itu artinya ruangan ini baru dibuat karena kedatanganku?" Li Yao menunjuk murid-murid perempuan Sekte Hutan Bambu yang telah berubah menjadi lantai dan hiasan dinding.

"Apa maksud anda?" tanya Han Peng lalu menelan ludahnya kasar.

"Hari ini apa kamu tahu semua kegiatan yang dilakukan muridmu itu?" Li Yao terus menginterogasi.

"Chen'er, seharian ini aku sangat jarang melihatmu. Apa saja yang telah kamu lakukan hari ini?" Han Peng menatap ke dalam mata Xiao Chen, mencoba melihat kejujuran atau kebohongan yang ada di dalam sana.

"Seperti biasa, murid seharian berlatih teknik desiran angin di ruangan Tetua He," jawab Xiao Chen pelan.

Han Peng menghela napas lega usai mendengar jawawan itu. Satu bulan belakangan ini, Xiao Chen memang sering berlatih dengan Tetua He di ruangannya. Tetua He adalah salah satu tetua di Sekte Hutan Bambu

"Guru, murid berani bersumpah tidak menggunakan seni iblis! Jika guru masih tidak percaya, murid bersedia melakukan penyucian!" tegas Xiao Chen.

"Aku percaya denganmu," ucap Han Peng seraya tersenyum kecut. Bagaimanapun, ia sangat sedih melihat mayat murid-murid perempuan sektenya di tempat ini.

"Ketua, tadi pagi Tetua He tiba-tiba mendapatkan panggilan lalu pergi ke rumah keluarganya. Hanya aku yang mengetahui hal itu karena Tetua He pergi terburu-buru." Dong Bao akhirnya membuka mulut, setelah dari tadi hanya diam karena syok melihat sekelilingnya.

Han Peng terkejut mendengar informasi itu. Tubuhnya bergetar, sesuatu di dalam rongga dadanya seakan ditusuk sebilah pisau. Mata Han Peng memerah, pria itu menatap tajam ke arah Xiao Chen.

Panik, ketakutan, dan kebingungan. Semua emosi itu seketika menghilang dari wajah Xiao Chen. Xiao Chen tiba-tiba tertawa parau, tawanya yang terkesan jahat itu menggema di ruangan yang menyeramkan itu.

"Sial, aku salah memilih alasan!" ucap Xiao Chen sehabis tawanya usai.

"XIAO CHEN!" teriak Han Peng marah besar.

Lubang di atas kepala mereka kini sepenuhnya telah tertutup. Kegelapan segera menyelimuti setiap orang yang ada di ruangan itu.

[Seni Iblis Pemakan Jiwa - Penjara Ratapan Jiwa]

Jebakan itu aktif. Li Yao menghela napas, ia kesal melihat percakapan orang-orang dihadapannya.

"Inilah akibat kebanyakan drama."

1
king Rud
gak ngerti AQ rek...😵‍💫
king Rud
banyak trik ap... paling langka sribu ko pake
king Rud
sering bilang masih lemah Br TDK mau kultivasi... biarpun renkarnasi kalo TDK pernah di olah
Siti aulia syifa Az_zahra
kok gk diterusin,,,, 😭😭😭
padahal aku dah siap siap bayangin Li Yao menggembleng para murid tingkat kedua biar dgn pelatihan yg eksentrik tapi dgn hasil luar biasa. Seperti Ye Qingtang yg mengubah kumpulan murid2 nakal dan bebal jadi luar biasa, seperti Guru Zhang yg mengubah murid2nya yg absurd menjadi pemimpin2 legendaris dieranya, seperti Jun Wu Xie yg membantu pasukan Rui dan temen2nya menjadi lebih kuat dan bikin rencana supaya bisa ngalahin orang alam atas, dan banyak lagi.
Udah bayangin para murid sekte Cahaya Surgawi yg diremehin, bakal buat kehebohan satu persatu, mau liat Deng Xue yg serem tapi baik jadi pemimpin kaum botak biar gk makin rese, pengen liat Huli jadi rubah ekor sembilan, pengen liat Tao Yuhan nemu jalannya sendiri kearah yg lebih baik, pengen liat kemampuan Si Ren Shu yg misterius, gimana nasib musuh utama Li Yao di Chapter pertama yg sebenernya, karena kayaknya masih banyak konspirasi yg belum terkuak, dan jati diri Li Yao sebenernya,,,
padahal seru dan lucu ceritanya,, mungkinkah Authornya kehabisan ide,,???
nasib di php in Authornya,, 😭😭😭
ibarat makan rendang, pas udah selesai dgn atribut sampingannya dan mau makan ikan utamanya yg paling lezat eh,, dicolong kucing, udah deh cuman bisa meratapi,,😢😢
ya udah makasih Thor, dikasih cerita yg menarik, semoga sehat selalu dan lancar rezekinya,, 😇😇
Putra Al Bhuthoni: php sudah nyaman dgn alur ceritanya eee putus asa,,,,ayo tor lanjut lagi
total 1 replies
Siti aulia syifa Az_zahra
bakal diajarin secara pribadi oleh master Li, klo Shao Yahui tau pasti bakal lompat2 guling2 sangking senengnya
Siti aulia syifa Az_zahra
heh,, master pedang dilawan😎😎😎
aning purwasih
kenalin,,calon ketua sekte mu tapi gak jadi🤭🤭🤭
aning purwasih
wuih,, emak emak jaman now ni kayaknya,, 😅😅😅
aning purwasih
upin ipin pasti benci banget sama tuh kaum botak, karena udah mencemarkan nama baik manusia manusia botak lain 😂😂😂
aning purwasih
hahaha,, tos dong kalian😂😂😂
aning purwasih
hayoolooh,, kena kalian anak anak nakal😅😅😅
aning purwasih
hahaha,, ternyata si botak ini to yg di serang Tao Yuhan😅😅😅
Siti aulia syifa Az_zahra
kualat kalian,, kurang ajar sama leluhur😠
Siti aulia syifa Az_zahra
lucu klo dibayangin,,
Siti aulia syifa Az_zahra
terharu,, 😭
Siti aulia syifa Az_zahra
si monster kasihan ternyata, kirain malin kundang ternyata bukan😰.
Jadi penasaran masa lalu Lin Yao sama Tao Yuhan, bisa sadis gitu ye,, 😎
Siti aulia syifa Az_zahra
ternyata malah anaknya sendiri monsternya 😞😞. Mungkin tuh monster kualat gk pernah jenguk ibunya, jadinya tersesat dan terkutuk jadi monster deh,,, ngarang ya😁😁😁
Siti aulia syifa Az_zahra
seru Thor,,
aning purwasih
si ibu pinter milihnya, milih yg paling ganas, siap siap aja,, 🤭🤭🤭
aning purwasih
ini novel terjemahan apa buatan sendiri sih?, kok bagus banget,,?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!