NovelToon NovelToon
Oh My Cecunguk

Oh My Cecunguk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / CEO / Romansa
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: LilyFlow

Entah sejak kapan aku menyukai laki-laki menyebalkan itu. Mungkinkah saat ia menyanyikan sebuah lagu cinta untukku? atau ketika ia menyelamatkan aku saat aku berada diambang kematian? Aku tak tahu pasti. Namun ada satu hal yang pasti, yaitu aku mencintainya. Ya, aku mencintimu Cecungukku.

***
Lilyana Azalea, wanita keras kepala yang selalu berusaha menjaga kehormatannya. Dia sangat pintar, tapi menjadi begitu bodoh ketika jatuh cinta.

Setelah mendapatkan penghianatan dari sang kekasih, wanita yang kerap di sapa Lily/Alea itu dipertemukan dengan Alan, seorang berandal tampan yang diam-diam mencuri hatinya.

Akankah kisah cintanya kali ini berakhir bahagia? atau kehadiran Alan justru kembali menorehkan luka?


Saksikan kisah selengkapnya hanya di noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LilyFlow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku bukan wanita matre

Ekspresi Jordi berubah menegang. Ia menunduk sebentar, menatap jemarinya yang masih memegang stir. Kudengar ia menarik nafas panjang, lalu menghembuhkannya perlahan sambil mengubah posisi duduknya. Namun tak sampai menggeser pinggulnya. Ia hanya sedikit menyerong kan tubuhnya ke kiri, menghadap ke arahku.

"Alea ...," panggilnya dengan suara lembut.

"Ya," sahutku, makin penasaran.

Aku sedikit kaget saat tangan Jordi meraih kedua telapak tanganku. Pria itu mengangkat wajah, menatapku. Aku pun membalas tatapannya.

"Sudah sejak lama aku menyimpan rasa padamu, Le. Bahkan saat kau masih bersama mantan kekasihmu," ucapnya.

Aku terdiam. Sudah bisa kutebak apa yang akan Jordi katakan. Meskipun pria itu belum menyelesaikan kalimatnya.

"Aku menyukaimu, Alea," ucapnya kemudian. Yang sesuai dugaanku. Mudah sekali bagiku untuk menebak perkataan selanjutnya yang akan di lontarkan Jordi. Ia pasti akan memintaku menjadi kekasihnya. Namun aku tetap diam, menghargainya.

"Maukah kau menjadi kekasihku? Aku berjanji tidak akan menyakiti ataupun menghianatimu."

Aku menarik tanganku dari genggamannya, perlahan. "Maafkan aku, Di--aku tidak bisa."

Jordi tampak kecewa. "Kenapa, Le? Bukankah katamu aku orang baik?" tanyanya, ingin tahu.

"Ya. Itu memang benar, Di. Kau salah satu orang baik yang kukenal," jawabku membenarkan.

"Lalu kenapa kau tak mau menerimaku, Le?" tuntut Jordi meminta jawaban. Aku hanya bisa terdiam. Tak mungkin aku mengatakan kalau aku masih menjalin hubungan dengan Kevin. Tak mungkin juga aku mengatakan secara jujur kalau aku tak memiliki perasaan apapun padanya. Aku takut melukainya jika harus berterus terang kalau aku sama sekali tak menyukai dirinya. Selama ini aku hanya menganggapnya sebagai teman. Tak lebih dari itu. Meskipun terkadang kami jalan berdua.

"Apa karna aku tak sekaya mantan kekasihmu dulu? Sehingga kau tak mau menerima cintaku, Lea?" tanyanya, lagi. Setelah melihatku hanya diam.

Mataku membelalak. Tak terima dengan tuduhan yang dikatakan Jordi padaku. Ya, ucapannya barusan seolah mengatakan kalau aku ini wanita yang hanya menerima seseorang karna harta.

"Apa maksudmu, Di? Kau pikir aku ini wanita matre?" kataku marah.

"Aku tak menyangka--kau bisa berkata seperti itu padaku." Aku lekas mengambil tas dan ponsel yang kuletakan di dasbor. Lalu membuka pintu dan segera turun dari mobil Jordi. Mengabaikan ucapan Jordi yang menahanku. Aku terus melangkahkan kaki, berjalan menuju gang dengan perasaan jengkel.

"Lea, tunggu," teriak Jordi. Pria itu ikut turun dari mobilnya dan berlari mengejarku.

"Maafkan aku, Lea. Aku tak bermaksud menuduhmu seperti itu," ucapnya saat ia sudah berada di sisiku.

Aku menghentikan langkah. Di ikuti oleh Jordi yang juga ikut berhenti.

Aku menatapnya emosi. Bagaimana mungkin Jordi mengatakan tak bermaksud menuduhku matre. Sedangkan jelas-jelas ia sudah mengatakannya langsung. "Aku lelah--bisakah kau pergi sekarang?"

"Ok. Aku akan pergi. Tapi kumohon--maafkan aku, Lea."

Aku memejamkan mata sebentar, berusaha meredam emosiku yang masih memuncak. "Baiklah--aku memaafkanmu," kataku dengan terpaksa.

"Terima kasih, Lea. Sekali lagi aku minta maaf ."

"Boleh aku pergi sekarang?" tanyaku.

"Tentu, Lea. Silahkan," sahut Jordi.

Aku kembali melangkahkan kaki, menyusuri gang kecil yang sudah biasa kulewati. Meninggalkan Jordi yang entah kini sudah kembali ke mobilnya atau ia masih berdiri menatap kepergianku. Rasa kesal masih menyelimutiku. Aku tak ingin menoleh ke belakang meskipun hanya sekedar mengeceknya.

Tak lama kemudian kudengar suara langkah kaki tak jauh di belakangku. Untuk apa Jordi mengikutiku? Apa ucapanku barusan masih belum jelas, batinku kesal.

Aku menghela nafas berat, bersiap menyemprot laki-laki itu agar ia berhenti membuntutiku. Akan tetapi saat membalikan badan, aku tak menemukan Jordi di sana. Melainkan sosok pria lain. Sesosok pria yang terus menerus menatapku saat kami tak sengaja bertemu di Mall. Untuk ketiga kalinya aku kembali bertemu dengan Cecunguk itu. Berandal itu berjalan kian mendekat ke arahku. Ia tersenyum aneh saat aku memandangnya. Kemudian dengan langkah panjangnya Ia terus mengikis jarak diantara kami.

Aku segera berbalik. Kembali berjalan dengan langkah terburu-buru. Bahkan aku berjalan setengah berlari untuk menghindarinya. Semakin cepat aku melangkah, semakin cepat pula ia mengejarku.

Jantungku berdegup kencang saat berbelok di pertigaan gang. Jalan yang kulalui ini lebih sempit dari sebelumnya dan sangat minim pencahayaan, membuatku takut. Ketakutanku kian bertambah kala berandal itu berhasil menyusul dan memegang pundakku.

Sontak aku membalikan badan dan mundur ke belakang, hingga tubuhku membentur dinding pembatas gang kecil itu. Aku memejamkan mata, menutupi sebagian wajahku dengan tas yang kubawa. "Tolong jangan sakiti aku," pintaku memohon. "Ini--ambil saja tasku. Semuanya ada di dalam uang beserta ponsel milikku. Ambil saja semuanya asal jangan menyentuhku," kataku dengan ketakutan luar biasa.

Bersambung...

.

.

.

Jangan lupa like dan votenya biar author makin semangat nulis. Tap ❤nya juga biar ngga ketinggalan update terbaru. Terima kasih.

1
Eko Wardiyanto
sudah lama g buka noveltoon , udh ktingglan jauh, saya hrs maratooon ni
Hikari Puri
smngt kaka dtunggu up nya💪💪☺️
Eko Wardiyanto
hhh ciuman kah?? ?
Neny Hafiz
aduhh cinta bikin bodoh bin tolol 🤦🤦🤦
Neny Hafiz
lama"ag kesel Ama alea terlalu bodoh dan murahan Ama siapa aja mau,,lanjut ka semangat
Elis Lismawati
kapan ada lagi episod yng brunya
Elis Lismawati
dengan stia menungggu
Eko Wardiyanto
q sllu nunggu up ny Lo kak , smngat
Lily Flow: terima kasih
total 1 replies
Peni Sayekti
sebel juga liat ale2. sok jyal mahal. ntar dicuekin bingung sendiri
Eko Wardiyanto
wkkkkk ada yg tegak
Elis Lismawati
lanjut d tunggu tpi jngn lma lama
Peni Sayekti
lanjut thor
Peni Sayekti
ikit senang aq. ayo alea raih kebahagiaanmu, tunjukkan kalo kamu berarti twrutama pada mantanmu dan mantan orang tua angkatmu
Huri Fah
alannya lagi kasmaran 😂
Peni Sayekti
gitu dong alea. berbahagialah
Eko Wardiyanto
wooow
Elis Lismawati
slalu menunggu berikutnA
Elis Lismawati
jngan lma lama yah
Peni Sayekti
beruntung sekali nasib alea dibuang pacar diambil sultan
Peni Sayekti
ternyata alan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!