NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Lelang Gelap dan Darah Gagak Emas

​Di dalam Ruang VIP yang sunyi, mata Ye Xuan di balik tudung hitamnya sedikit menyipit.

​"Membakar meridian menjadi abu?" ulang Ye Xuan perlahan. "Benda apa tepatnya itu?"

​Tuan Tua Mo menggelengkan kepalanya pelan, wajahnya memancarkan ketakutan yang samar. "Kami tidak tahu pasti. Bentuknya seperti batu karang yang hangus, sebesar kepalan tangan orang dewasa. Tapi benda itu memancarkan suhu Yang yang sangat ekstrem dan brutal. Tiga bulan lalu, seorang ahli Pembentukan Fondasi Awal mencoba memurnikannya secara paksa. Hasilnya? Api gaib meledak dari dalam tubuhnya, membakarnya menjadi abu dalam hitungan detik."

​Mendengar itu, bukannya takut, sudut bibir Ye Xuan justru melengkung ke atas.

​"Bocah, jika apa yang dikatakan tua bangka ini benar, itu adalah harta karun absolut!" Suara Master Naga mendadak penuh semangat di dalam benaknya. "Sutra Naga Pelahap Langit-mu tidak takut pada energi yang brutal. Semakin brutal energi Yang itu, semakin kuat pusaran naga-mu akan bereaksi! Kau harus mendapatkannya!"

​Ye Xuan mengetuk meja kayu mahoni dengan jarinya. "Aku tertarik. Berikan aku akses ke pelelangan itu. Sisa nilai dari barang jarahanku jadikan kredit untuk menawar."

​Tuan Tua Mo mengangguk hormat. Ia mengeluarkan sebuah topeng perak tanpa corak dan sebuah medali giok hitam bercetak angka '7'.

​"Ini adalah topeng penyamar Qi dan medali VIP Ruang Nomor 7. Nilai barang Tuan yang seribu Batu Spiritual tingkat menengah telah saya masukkan ke dalam medali ini. Lelang akan dimulai sebentar lagi di lantai bawah tanah."

​Lima belas menit kemudian, Ye Xuan yang kini mengenakan topeng perak duduk dengan tenang di Ruang VIP Nomor 7. Ruangan itu berada di balkon lantai dua, menghadap langsung ke panggung lelang berbentuk bundar di bawahnya.

​Lantai bawah tanah Paviliun Harta Surgawi jauh lebih luas dari perkiraan Ye Xuan. Ratusan kursi di lantai dasar telah dipenuhi oleh sosok-sosok bertopeng atau berjubah yang menyembunyikan identitas mereka. Aura pembunuhan dan fluktuasi Qi tingkat tinggi terasa padat di udara.

​Di atas panggung, seorang wanita cantik dengan gaun merah ketat bertindak sebagai juru lelang. Suaranya yang merdu dan menggoda berhasil memanaskan suasana.

​"Barang lelang ketiga belas!" seru wanita itu, membuka sebuah kain penutup di atas nampan perak. "Sebuah Gulungan Teknik Gerak tingkat menengah kelas atas: Langkah Bayangan Hantu! Harga awal, seratus Batu Spiritual tingkat menengah!"

​Lelang berlangsung sengit. Pedang spiritual, pil penyembuh langka, hingga peta rahasia terjual dengan harga tinggi. Ye Xuan hanya duduk bersandar, matanya setengah tertutup, tidak tertarik sedikit pun. Ia memiliki Sutra Naga; teknik bela diri atau pil biasa tak lebih dari sampah baginya.

​Hingga akhirnya, wanita bergaun merah itu memberikan isyarat, dan dua pria bertubuh kekar membawa sebuah kotak yang terbuat dari Besi Es Seribu Tahun ke atas panggung. Keduanya tampak berkeringat deras dan menahan napas.

​Saat wanita itu membuka tutup kotak, udara di seluruh aula bawah tanah mendadak terdistorsi. Gelombang panas yang mengerikan menyapu ke segala arah, membuat para kultivator di barisan depan terpaksa menggunakan Qi mereka untuk melindungi diri.

​Di dalam kotak besi es yang perlahan mencair itu, tergeletak sebuah batu berwarna hitam kemerahan yang bentuknya tak beraturan. Benda itu berdenyut pelan, memancarkan cahaya merah kusam bagaikan jantung yang terbuat dari magma.

​"Para tamu yang terhormat," wanita itu tersenyum canggung, mundur selangkah dari kotak tersebut. "Ini adalah barang misterius yang kami temukan di kawah vulkanik Pegunungan Kematian. Benda ini memancarkan hawa Yang yang sangat murni namun luar biasa mematikan."

​Aula menjadi riuh. Banyak yang menatap benda itu dengan keserakahan, namun lebih banyak lagi yang menatapnya dengan horor.

​"Bukannya itu batu terkutuk yang membunuh Penatua Li bulan lalu?!" teriak seseorang dari lantai dasar. "Paviliun Harta Surgawi, apakah kalian mencoba menjual racun mematikan?!"

​Wanita juru lelang itu tetap tenang. "Harta karun selalu menanti mereka yang memiliki takdir dan kekuatan. Bagi kultivator elemen api yang ekstrem, benda ini bisa menjadi kunci untuk menembus alam. Harga awal... Tiga Ratus Batu Spiritual tingkat menengah! Setiap penawaran minimal lima puluh batu!"

​Keheningan menyelimuti aula. Tiga ratus batu untuk sebuah benda yang kemungkinan besar akan membunuh pemakainya? Tidak ada yang mau membuang uang mereka untuk mati.

​Namun, di dalam Ruang VIP Nomor 7, pusaran hitam di dalam dantian Ye Xuan tiba-tiba berputar gila-gilaan, seolah meronta ingin melompat keluar dari perutnya.

​"Bocah! Beli itu sekarang juga!!" raung Master Naga, suaranya bergetar karena syok dan ekstasi. "Itu bukan batu! Itu adalah tetesan darah esensi dari Gagak Emas (Golden Crow) yang telah membatu selama ribuan tahun! Jika kau menelan ini, fondasimu akan melompat menembus langit!"

​Gagak Emas! Makhluk mitologi yang dikabarkan memakan matahari sebagai camilannya!

​Mata Ye Xuan di balik topeng perak memancarkan cahaya tajam. Ia menekan tombol spiritual di mejanya.

​"Tiga ratus batu," suara Ye Xuan, yang disamarkan oleh formasi ruangan menjadi datar dan berat bergema di seluruh aula.

​Banyak orang menoleh ke arah balkon Nomor 7, terkejut ada orang gila yang berani membeli batu terkutuk itu. Wanita juru lelang tersenyum lega. "Tiga ratus batu dari Tamu VIP Nomor 7! Ada yang lain?"

​"Tunggu," sebuah suara angkuh yang terkesan meremehkan memotong dari Ruang VIP Nomor 3. "Empat ratus batu."

​Ye Xuan mengerutkan kening.

​Dari Ruang VIP Nomor 3, seorang pemuda berpakaian jubah putih dengan lambang tungku alkimia emas di dadanya menatap ke arah ruangan Ye Xuan. Ia adalah Xue Yao, Tuan Muda dari Serikat Alkemis Kota Daun Gugur.

​"Tuan Muda Xue, bukankah batu itu terlalu berbahaya?" bisik seorang pelayan di sebelahnya.

​Xue Yao mendengus sinis. "Aku tidak akan menyerapnya ke dalam tubuhku, Bodoh! Aku akan mengekstrak apinya untuk menumbuhkan Api Alkemisku. Selain itu, aku sangat benci jika ada orang tak dikenal mencoba mencuri panggung di wilayahku."

​Di ruangannya, Ye Xuan tidak ragu sedetik pun. "Lima ratus batu."

​"Enam ratus!" balas Xue Yao seketika, nadanya penuh provokasi. Aula semakin tegang. Perang penawaran antar VIP selalu menarik untuk ditonton.

​"Tujuh ratus," Ye Xuan kembali menawar, suaranya sedingin es.

​Wajah Xue Yao di Ruang Nomor 3 mulai memerah karena marah. Tujuh ratus batu sudah melebihi anggaran yang ia bawa malam ini hanya untuk sebuah batu misterius! Ia berjalan ke kaca balkon dan menatap Ruang Nomor 7.

​"Teman di Ruang Nomor 7," ucap Xue Yao dengan nada mengancam. "Aku adalah Xue Yao, Tuan Muda Serikat Alkemis Kota Daun Gugur. Aku membutuhkan batu elemen api ini. Jika kau mundur sekarang, kau akan mendapatkan persahabatanku. Jika tidak... heh, di kota ini, menyinggung seorang Alkemis bukanlah ide yang bagus."

​Ancaman terbuka! Seluruh aula terdiam. Serikat Alkemis memiliki koneksi yang luar biasa; bahkan Penguasa Kota harus memberi mereka wajah.

​Wanita juru lelang mengerutkan kening, namun tidak berani menyela Tuan Muda Xue.

​Di dalam Ruang Nomor 7, Ye Xuan tertawa pelan. Tawa itu disiarkan ke seluruh aula melalui formasi suara, terdengar begitu mengejek dan penuh penghinaan.

​"Persahabatanmu?" Suara Ye Xuan menyapu aula seperti badai salju. "Persahabatan dari seekor anjing penjaga tungku bahkan tidak bernilai setengah keping batu spiritual bagiku. Jika kau tidak punya uang, tutup mulutmu dan pulanglah menyusu."

​BOOM!

​Seluruh aula meledak dalam bisikan terkejut. Pria bertopeng ini baru saja menghina Tuan Muda Serikat Alkemis secara terang-terangan!

​"K-KAU!!" Xue Yao menggebrak meja hingga hancur berkeping-keping. "Bagus! Bagus sekali! Mari kita lihat apakah kau bisa membawa batu itu keluar dari pelelangan ini hidup-hidup! Aku menyerah!"

​"Tujuh ratus batu, ditawarkan sekali, dua kali... Terjual kepada Tamu VIP Nomor 7!" Juru lelang mengetukkan palunya dengan cepat, ingin segera mengakhiri ketegangan ini.

​Beberapa saat kemudian, seorang pelayan membawakan kotak Besi Es Seribu Tahun itu ke ruangan Ye Xuan. Ia segera menggesek medali VIP-nya, membayar tujuh ratus batu, menyisakan tiga ratus batu di saldonya.

​Begitu pelayan itu pergi, Ye Xuan tidak menyimpannya ke dalam Cincin Penyimpanan—karena benda dengan hawa sepanas ini bisa melelehkan ruang dimensi di dalam cincin tingkat rendah. Ia membungkus kotak besi itu dengan kain tebal dan menyembunyikannya di balik jubahnya.

​"Urusan di sini sudah selesai," gumam Ye Xuan, berdiri dari kursinya.

​Ia melangkah keluar dari Paviliun Harta Surgawi melalui pintu rahasia yang disediakan untuk tamu VIP. Namun, segera setelah kakinya menyentuh jalanan berbatu yang sepi di belakang bangunan, insting bertarungnya yang tajam menangkap fluktuasi Qi yang disembunyikan dengan buruk.

​Ada tiga aura. Dua berada di Alam Kondensasi Qi Tingkat 9, dan satu di Pembentukan Fondasi Awal.

​Di sebuah atap bangunan tak jauh dari sana, Xue Yao berdiri dengan wajah penuh niat membunuh, diapit oleh dua penjaga elitnya.

​"Tuan Muda, dia keluar," bisik salah satu penjaga.

​"Ikuti dia sampai ke luar batas kota. Pastikan tidak ada penjaga Penguasa Kota yang melihat," perintah Xue Yao, matanya berkilat penuh kekejaman. "Aku akan mencabut lidahnya, menguliti wajahnya, dan mengambil batu itu dari mayatnya!"

​Di bawah jalanan yang gelap, Ye Xuan yang merasakan kehadiran mereka justru tidak mempercepat langkahnya. Sebaliknya, ia berjalan dengan santai menuju gerbang barat Kota Daun Gugur—menuju wilayah hutan yang terbengkalai dan sunyi.

​Sudut bibir Ye Xuan terangkat di balik topeng peraknya.

​"Aku sedang mencari tempat sepi untuk memurnikan Darah Gagak Emas... dan kebetulan sekali ada tiga kantong darah gratis yang mengantarkan diri mereka sendiri untuk menjadi korban formasi."

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!