Devano William seorang cowok yang mempunyai sifat dingin suatu hari karena sebuah kejadian dia bertemu dengan aluna khaina yang mempunyai sifat ceria, dan bawel .Mampukah Aluna mencairkan sifat dingin Devano?
Ini hanyalah sebuah cerita dengan konflik yang ringan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-08- Tolak atau terima
Setelah Aluna dan Devano keluar mereka pun langsung menuju kantin, Aluna hanya mengekori Devano. Di kantin sudah ada Rin yang duduk dan asik bercanda dengan Sunny, Carvin, dan Marcel. Aluna langsung duduk tanpa memesan makanan terlebih dahulu.
"Lo kenapa al? Nggak makan?" tanya Rin menyadari perubahan mood Aluna.
"Nggak," jawab Aluna singkat.
"Lo mau makan apa? gue pesenin," ucap Rin.
"Gue nggak mau makan rin," jawab Aluna.
Tidak lama setelah itu ada yang memberinya makanan.
"Makan!" perintah orang tersebut .
"Nggak," ucap Aluna.
"Sakit," ucap orang tersebut.
"Apanya yang sakit?" tanya Aluna tak mengerti karena orang itu berbicaranya sangat singkat.
"Nanti lo sakit," jawab orang tersebut .
"Tapi gue nggak mau makan bang vano.." ucap Aluna dengan nada memelas kepada orang dihadapannya, ya orang itu Devano.
Tanpa banyak berkata kata Devano mulai menggambil nasi goreng yang tadi dia pesan untuk Aluna. Devano menyuruh Rin pergi, setelah itu Devano duduk di tempat Rin tadi dan menyuapkan Aluna makan tapi bukan Aluna namanya jika tidak menolak.
"Iih, nggak mau bang, gue nggak mau makan," ucap Aluna.
Aluna sangat kesal karena Devano terus menyuruhnya makan dan sekarang malah ingin menyuapkannya makan.
'Bang vano mikir gue anak kecil apa? Sampai disuapin makan, gue kan malu nanti orang lain mikir gue anak yang manja sampai disuapin,' batin Aluna.
"Aluna, makan," ucap Devano yang masih sabar menghadapi sikap Aluna.
"Nggak mau," ucap Aluna.
"Ayo, makan," ucap Devano masih dengan nada yang sabar dan dengan lemah lembut berbeda dari yang biasanya.
"Yaudah, sini gue aja," ucap Aluna.
"Nggak, gue yang suapin kalau lo makan sendiri nanti nggak habis," ucap Devano panjang lebar.
Sahabat Devano termasuk Rin bingung karena sangat jarang Devano berbicara panjang lebar untuk sesuatu yang bukan urusannya. Dan juga kali ini Devano berbicara panjang lebar hanya karena Aluna tidak mau makan ditambah lagi ingin menyuapi Aluna makan. Setelah selesai menyuapi Aluna makan kini giliran Devano yang makan sedari tadi Devano belum makan.
"Jangan dipikirin," ucap Devano kepada Aluna disela makannya.
"Tentang?".
"Olimpiade," jawab Devano dan melanjutkan makannya.
Aluna hanya membahas ucapan devano dengan deheman
...---...
Malam hari di rumah devano
Devano, Rin, Zaskia, Brian sekarang sedang makan malam. Rin bercanda dan mengobrol banyak hal dengan mama dan papanya tapi tidak dengan Devano, ia lebih memilih untuk makan tanpa berbicara hingga suatu hal yang membuatnya berbicara.
"Kak vano tadi perhatian banget dengan aluna loh mah, pah," ucap rin kepada Brian William yang tak lain papanya dan kepada Zaskia Putri yang tak lain mamanya.
"Aluna sahabat kamu yang di london?" tanya Zaskia sambil mengingat-ingat.
"Ya mah, teman rin saat di london yang dulu sering mampir ke rumah tapi aluna lupa kalau rin punya abang jadi pas waktu itu rin bilang kalau bang vano sakit tipes dan ayah harus ngurus perusahaan di indo," jelas Rin.
"Jadi lo bohong ke dia?" tanya Devano dengan nada yang seperti biasa.
"Iya, habis dia lupa dengan abang padahal dulu sering main bareng," jawab Rin.
"Memangnya vano perhatian seperti apa?" tanya Zaskia yang sangat penasaran.
"Kan pas istirahat aluna nggak mau makan, bang vano belikan aluna makan dan kak vano maksa aluna makan, aluna masih nggak mau
makan jadinya bang vano langsung nyuruh rin pergi dia pengen duduk disitu, udah itu rin pergi bang vano langsung duduk disitu dan nyuapin aluna makan tapi aluna masih nggak mau makan, bang vano maksa aluna terus mah sampai akhirnya aluna makan," jelas rin panjang lebar.
Mendengar cerita Rin yang menceritakan ke Zaskia membuat Devano tetapi Devano melanjutkan makannya seolah tidak terjadi apa pun.
...---...
Rumah Aluna
Aluna dan keluarganya sedang makan malam tapi Aluna tampak gelisah.
"Adek bang gilang, yang cantik kenapa?" tanya Gilang karena merasakan Aluna tidak ceria seperti biasanya dan aura Aluna juga berubah.
"Aluna disuruh ikut olimpiade matematika bang untuk mewakili sekolah," jawab Aluna.
"Lalu?" tanya gilang merasa jawaban Aluna tadi belum memberikan jawaban yang sebenarnya.
"Aluna binggung mau terima atau tolak tawarannya," jawab Aluna.
"Terima lah, lo barusan aja masuk 2 hari di sekolah udah dapat tawaran untuk ikut olimpiade," jawab Gilang.
"Aluna kamu harus memikirkannya baik-baik tapi kalau pendapat papa lebih baik kamu ikut olimpiadenya tidak masalah menang atau kalah yang penting kamu mau mencoba. Kamu harus mendapatkan pengalaman baru, ingat jika kamu tidak berani mencoba berarti kamu tidak berani memulai. Kamu masih ingat kata papa dulu pas kamu masih sd? Papa pernah bilang orang yang sukses sekarang ini adalah orang yang pernah gagal dulu tapi mereka tidak menyerah hingga mereka menjadi orang yang sukses seperti sekarang, kegagalan adalah kunci dari sebuah kesuksesan," jelas Alex memberi saran kepada Aluna.
"Iya mama setuju dengan ucapan ayahmu," ucap Raya menyetujui ucapan Alex.
"Sekarang sudah bisa membuat keputusan?" tanya Alex.
"Ingat kalau seandainya kamu kalah kita tetap senang karena kamu ingin mencoba," Alex memberi Aluna semangat.
"Ya, Pah," ucap Aluna.