NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:335
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 Penyelamat Beraroma Lavender

Pukul sebelas malam. Di dalam ruangan privat laboratorium lantai paling atas Narendra

Cosmetics, atmosfer terasa mencekam. Suara napas berat Arkan Narendra menggema di

ruangan yang kedap suara itu. Cermin besar di hadapannya memantulkan bayangan yang

sangat ia benci malam ini.

Bercak kemerahan yang meradang hebat menjalar cepat di area rahang hingga ke lehernya.

Kulitnya terasa panas terbakar. Produk sampel dari formula terbaru yang disabotase musuh

bisnisnya sukses memicu alergi langka yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat dari publik.

Besok pagi adalah konferensi pers tahunan perusahaan. Jika media melihat wajah sang Raja

Kosmetik hancur seperti ini, saham Narendra Group di bursa efek dipastikan terjun bebas.

"Brengsek... siapa yang menyentuh formula itu?!" umpat Arkan, meremas pinggiran

wastafel marmer hingga buku-buku jarinya memutih.

Pintu laboratorium tiba-tiba terbuka. Arkan langsung berbalik dengan tatapan membunuh,

siap memecat siapa pun yang berani masuk tanpa izin ke wilayah pribadinya.

Namun, yang berdiri di sana bukan sekretarisnya, melainkan seorang gadis muda berjas lab

putih longgar. Rambutnya diikat asal-asalan, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya yang bersih, tanpa pori-pori besar, dan sangat... glowing alami. Gadis itu memegang

sebuah botol kaca kecil berwarna amber.

"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu masuk ke sini? Keluar!" suara Arkan menggelegar,

namun ia refleks menutupi sebagian wajahnya dengan tangan.

Gadis itu—Kiara Sabitha—sama sekali tidak gemetar. Alih-alih takut pada tatapan mata

elang Arkan yang terkenal kejam, matanya justru fokus memindai peradangan di leher sang

CEO. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang misterius.

"Kalau saya keluar sekarang, besok pagi jam sembilan Anda akan kehilangan reputasi dan

beberapa triliun rupiah di lantai bursa, Tuan Arkan," ucap Kiara tenang. Langkah kakinya

terdengar mantap mendekati sang CEO.

"Lancang! Kamu tahu apa tentang saya?!"

"Saya tahu Anda menderita Atopic Dermatitis Flare-up ekstrem yang dipicu oleh paparan

zat pengawet ilegal yang sengaja dimasukkan ke sampel produk baru Anda. Dan saya juga

tahu... krim kortikosteroid terbaik di laci Anda tidak akan mempan untuk meredakannya

dalam waktu enam jam." Kiara mengangkat botol amber di tangannya. Aroma lavender yang

menenangkan menguar lembut, perlahan menembus ketegangan ruangan.

Arkan menyipitkan mata. Rasa perih di wajahnya semakin menjadi-jadi, namun harga

dirinya sebagai penguasa industri kecantikan menolak untuk tunduk begitu saja pada seorang

karyawan rendahan. Ia maju satu langkah, mengintimidasi Kiara dengan tubuhnya yang tinggi

tegap.

"Kamu sengaja menjebakku agar bisa menjadi pahlawan di sini? Apa maumu? Uang?

Jabatan?" bisik Arkan dingin tepat di depan wajah Kiara.

Kiara menatap lurus ke dalam manik mata hitam Arkan. Jarak mereka sangat dekat hingga

Arkan bisa mencium aroma samar teh hijau dan kebersihan dari kulit gadis itu. Tarik ulur

ketegangan di antara mereka membuat ruangan mendadak terasa panas.

"Saya tidak butuh uang receh Anda, Tuan. Saya butuh sesuatu yang lebih besar," balas

Kiara, menepis pelan jarak di antara mereka, lalu dengan gerakan cepat tanpa permisi, ia

menuangkan beberapa tetes cairan dari botol amber ke telapak tangannya yang bersih, lalu

menempelkannya langsung ke rahang Arkan yang meradang.

"Apa yang kamu—" Arkan hendak mencengkeram pergelangan tangan Kiara, namun

kalimatnya tertahan di tenggorokan.

Sensasi dingin yang luar biasa seketika menjalar di kulitnya. Rasa panas terbakar yang

menyiksanya sejak dua jam lalu mendadak surut seperti disiram air es. Rasa gatal yang tak tertahankan lenyap dalam hitungan detik. Arkan tertegun. Formula apa ini? Mengapa daya serap

dan efikasinya melampaui teknologi tercanggih miliknya?

"Diamlah selama tiga menit, biarkan zat aktifnya bekerja melakukan skin barrier repair,"

bisik Kiara. Tangannya masih menempel lembut di rahang Arkan, memijatnya dengan teknik

profesional. Kulit Kiara yang halus terasa kontras dengan kulit kasar Arkan yang sedang

meradang.

Arkan terpaku. Untuk pertama kalinya dalam hidup, seorang wanita berani menyentuhnya

tanpa izin, mengaturnya, dan anehnya... membuat jantungnya berdegup sedikit lebih cepat dari

biasanya. Bukan karena cinta, tapi karena rasa penasaran yang pekat.

Setelah tiga menit yang terasa abadi, Kiara menarik tangannya kembali. Ia melangkah

mundur, membersihkan tangannya dengan selembar tisu antiseptik.

"Lihat ke cermin," ujarnya pendek.

Arkan menoleh ke cermin. Matanya membelalak. Bercak kemerahan yang tadinya

mengerikan kini memudar drastis, menyisakan warna merah muda tipis yang hampir tidak

terlihat. Kulitnya tampak tenang, bahkan terlihat lebih sehat dari biasanya.

"Ini... bagaimana mungkin? Apa isi cairan ini?!" tanya Arkan, menatap Kiara dengan

pandangan yang berubah total. Gadis di depannya ini bukan sekadar karyawan rendahan. Dia

adalah aset tak ternilai. Atau musuh yang paling berbahaya.

"Itu adalah formula rahasia saya. Sesuatu yang tidak akan pernah bisa diciptakan oleh

laboratorium mahal Anda ini," Kiara memasukkan botol ambernya kembali ke dalam saku jas

lab. "Waktu Anda sudah habis, Tuan Arkan. Besok pagi wajah Anda akan kembali sempurna."

Kiara berbalik untuk pergi, namun dengan gerakan kilat, Arkan mencengkeram

pergelangan tangan Kiara, menahannya dengan kuat tapi tidak sampai menyakiti.

"Kamu pikir bisa pergi begitu saja setelah menunjukkan kemampuanmu? Katakan, apa

maumu sebagai imbalan formula ini?" Arkan menuntut kejelasan. Aura dominannya kembali

bangkit.

Kiara menatap tangan Arkan yang mencengkeramnya, lalu kembali menatap mata sang CEO

dengan binar penuh kepuasan. Umpannya telah dimakan dengan sempurna.

"Saya ingin Anda menghancurkan PT Mega Estetika milik ibu tiri saya sampai bangkrut.

Dan sebagai gantinya..." Kiara menjeda kalimatnya, membuat atmosfer kembali menegangkan.

"Saya bersedia menandatangani kontrak pernikahan satu tahun untuk menjadi tameng medis

sekaligus istri formal Anda di depan publik." Arkan tertegun. Menikah? Dengan gadis misterius yang memegang kendali atas kelemahan

terbesarnya?

"Bagaimana, Tuan Arkan Narendra? Apakah reputasi Anda sebanding dengan sebuah

tanda tangan kontrak?" Tantang Kiara dengan senyum kemenangan.

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!