NovelToon NovelToon
PERJUANGAN ALI

PERJUANGAN ALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Anak Genius / Action
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: putrinw

Hidup dalam kemiskinan memang membuat kita sering kali terjebak dan tak bisa berkutik. setiap kali ingin bangkit, ada saja badai yang menghalangi.

ini adalah seorang anak yang berjuang membantu perekonomian keluarga nya menjadi lebih baik. tak henti henti nya Ali bangkit dari badai yang menerpa nya.
bagaimana kisah nya, apakah Ali akan berhasil membawa keluarga nya terbebas dari kemiskinan tersebut..... ikuti kisah Ali disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.28

 "Bu....ibu." pekik nya yang sudah pulang sekolah dan membawa piagam serta piala nya pulang ke rumah.

"Ibu di dapur nak". Saat ini Ratna sedang menggoreng keripik singkong, dibantu oleh kakek jun dan juga dewa.

"Kakak, kenapa kakak berlari seperti itu?" tanya Dinda yang merasa heran melihat kakak nya pulang dengan tergesa-gesa.

"Dek, kakak minta minum nya." Ali langsung menghabiskan minum adek nya, yang sedang makan nasi bersama telur dadar yang dibagi 6. Tadi Ratna ada sedikit uang, untuk membeli beras dan telur. jadi hari ini mereka akan memakan nasi, dan Dinda begitu bersemangat saat melihat telur dadar buatan ibu nya. Sudah lama sekali tak merasakan makanan enak itu.

"Glek....glek.... Alhamdulillah, segar sekali."

"Kakak, kenapa Seperti dikejar hantu saja. Dan kenapa kakak lari lari?"

"Kakak punya berita baik." ucap nya mengelus rambut adik nya.

"Ibu di mana dek?" tanya nya yang tak melihat ibu nya di sana.

"Di dapur kak, sedang membuat keripik singkong"

"kakak ke dapur dulu."

"Bu....ibu."

 "Iya sayang, ibu di dapur. Kenapa harus berlarian seperti ini. ganti baju dulu nak, nanti kotor kena asap nya."

 "Bu, liat ini."

 Deg..... Mata Ratna yang tadinya fokus ke wajan, langsung menatap putra nya yang memegang piala dan medali di leher nya.

 "Ali, kamu memang nak?" tanya nya dengan nada gembira.

"Iya Bu, Ali menang. Alhamdulillah, Ali juara satu Bu."

Ratna langsung bangkit, menghampiri Ali. Tanpa basa basi, Ratna langsung memeluk nya dengan penuh rasa syukur.

"Alhamdulillah, putra ku, sangat hebat!"

"Alhamdulillah, anak ayah benar benar hebat." ucap dewa yang memeluk dan mencium pucuk kepala Ali.

"Ini semua berkat doa kalian. Oh ya Bu, ayah kakek, liat aku mendapatkan uang sebesar 5 juta rupiah."

"Alhamdulillah, ibu bangga sekali nak. Kamu anak ibu yang hebat."

"Benar sekali, Ali kita sangat hebat!" ucap kakek jun yang ikut bersyukur dengan kemenangan Ali. Baginya Ali sudah seperti cucu nya sendiri.

"Ibu sudah masak nasi nak, sekarang kamu makan dulu ya."

"Wah, Alhamdulillah. Oh ya Bu, ini buat ibu!"

"Deg.... melihat amplop putih di tangan Ali, Ratna langsung kaget.

"Nak, ini hadiah nya?" ucap nya dengan mata berkaca-kaca.

"Iya Bu, ini hadiah nya. Uang sebesar 5 juta rupiah. sekarang uang ini, buat ibu. belikan kebutuhan dapur ya Bu, biar adek bisa makan yang sehat dan bergizi."

"Nak, ini untuk tabungan sekolah mu, saat masuk SMP."

"Bu, Ali bisa mengambil jalur beasiswa nanti nya."

"Iya nak, ibu paham. Kamu sudah banyak berkorban demi keluarga ini. uang ini akan ibu sisihkan untuk keperluan sekolah mu saat masuk SMP. Dan akan ibu simpan dengan baik, dan tenang saja, soal makan kamu tak perlu khawatir. Ayah masih bisa membantu ibu berjualan keripik di pasar."

"Ali, sebaiknya kamu berhenti saja dari pekerjaan di warung kopi itu nak. Ayah selalu cemas dan khawatir saat kau pulang malam dan sampai larut." ucap dewa yang selalu gelisah saat putra nya belum pulang ke rumah.

Melihat ayah nya yang tampak sendu, akhirnya Ali pun setuju. Dia tak ingin ayah nya merasa bersalah. jadinya diapun menuruti keinginan ayah nya itu. Dia masih bisa membantu ibu nya, berjualan keripik singkong dan menawarkan nya, di warung warung terdekat.

"Baiklah ayah, aku akan berhenti dari sana. Bu, siapkan dua bungkus keripik nya ya. Aku akan memberikan nya kepada pemilik warung kopi. sebagai tanda ucapan terimakasih telah mau menerima ku bekerja di warung nya."

"Iya nak, ibu sudah menyiapkan nya. Bawa lah, dan sampaikan salam ibu kepada pemilik warung."

"Baik Bu." setelah itu,Ali berganti baju terlebih dahulu dan kemudian mengisi perut nya, karena sedari tadi dia menahan lapar. walaupun hanya telur dadar, tapi rasanya begitu enak. Ibunya memang luar biasa.

Ali begitu lahap memakan nasi itu, sudah lama sekali Mereka tak makan nasi, dan hanya memakan singkong rebus saja. sungguh keluarga ini benar benar banyak kekurangan.

1
Dinda Putri
yah di gantung lanjut thooorrrrr semangat 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Dinda Putri
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Dinda Putri
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪semangat
Dinda Putri
semangat terus up nya thoorrr
Soraya
hadir thor lanjut
macha late: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!