Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk
" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya
Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?
Ikuti kisahnya ➡️
Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote
Salam hangat Author 🌞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Alea
🍃🍃🍃🍃
Pagi itu, jika bukan Irene yang terus merengek dan Daddy yang terus memaksaku. Aku benar-benar tidak mau datang ke acara pernikahan Rey. Sungguh sial hari ini aku harus menyaksikan gadis yang pernah mengarungi indahnya malam bersamaku di miliki pria lain
Bukan cemburu, mana mungkin seorang Danish cemburu. Hanya saja aku tidak suka jika sesuatu yang pernah menjadi milikku akan menjadi milik orang lain apalagi pria itu adalah Rey, pria yang menurutku sama bejadnya sepertiku, dia menutupi semuanya dengan bertingkah baik
Sepanjang jalan aku terus menghela nafas dan melonggarkan dasi yang terasa mencekikku. Astaga kenapa aku sangat tidak rela Alea menikah bersama Rey. Apalagi jika membayangkan .. ah rasanya aku ingin membunuh Rey dan membatalkan pernikahannya dengan Alea
" Dan. " Panggil Irene, suara itu selalu lembut jika memanggil namaku. Aku bahkan tak berniat menjawab Irene yang duduk disebelahku, kupalingkan wajah kearah jendela, muak mendengar perbincangan Daddy dan Rey yang sedang membahas honeymoon
Honeymoon, honeymoon sialan. Bagaimana bisa tubuh itu nanti malam Rey yang akan mencicipinya, tanpa sadar kedua tanganku terkepal kuat dan pandanganku menajam
" Dan awwwww." Supir brengsek malah mengerem mendadak ditengah jalan
" Ada apa? kau berniat membuat kami semua jantungan?" bentakku dengan mata menyala tajam, sial aku benar-benar terkejut
" Itu Tuan!" supir itu tampak ketakutan sekali aku bentak begitu, lalu aku mengikuti kemana telujuk itu mengarah
Diluar mobil seorang wanita yang lumayan cantik namun tampak gila karena berusaha menghentikan mobil kami. Wanita itu menangis memandangi Rey, ah sudah kuduga sibrengsek ini pasti membuat masalah
" Apa dia hamil?" tanyaku dengan santai
" Dan, kau ini selalu asal bicara." gerutu Daddy
" Cih, lihat saja. Jika tidak kenapa dia segila ini." ujarku sembari melirik Rey yang tampak tegang
" Rey." Irene tampak memikirkan ucapanku
" Dia hanya seorang pelacur, jalan saja pak." Perintahnya pada supir yang memang duduk disampingnya
" Kau berniat membunuhnya. Oh astaga!" Rey menoleh dengan tatapan yang terlihat kesal padaku
" Rey kau mengenal wanita itu?" tanya Irene
" Sudah kubilang dia hanya seorang pelacur!" bentak Rey membuatku berdecih lalu menyandarkan tubuhku pada kursi
Sementara Irene keluar dari mobil untuk menghampiri wanita itu. Bukan apa-apa hanya saja wanita itu membuat macet jalanan dibelakang mobil kami
" Sial, ada apa dengan kakak!" gerutu Rey membuatku ingin sekali tertawa, kakak beradik itu memang sama-sama memiliki masalah dalam otaknya
Kulihat kedua orang itu saling berdebat dengan tangan Irene yang sesekali memukul kepala Rey dengan begitu kencang. Kenapa aku merasa sangat senang dengan kejadian ini?
Lalu mereka masuk kembali kedalam mobil dengan wanita digandengan Irene ikut masuk. Wanita itu duduk dikursi paling belakang, kudengar wanita itu menangis tersedu-sedu
" Pinggirkan mobilnya." Perintah Irene pada supir yang mana langsung dituruti supir pribadi Daddy bernama Suryo
" Berapa yang kau butuhkan?" tanya Irene pada wanita itu
" Aku tidak mau membunuhnya."
" Jangan gila, aku dan Alea akan menikah hari ini." Gerutu Rey menjambak rambutnya yang tertata rapih itu, wajahnya terlihat frustasi
" 1 miliyar cukup?" tanya Irene namun wanita itu malah menggelengkan kepalanya membuat raut wajah Irene yang tadinya ramah mendadak muram
" Jalan pak!" perintah Irene
" Ke rumah sakit!" tambahnya lagi
" Tidak kak, aku harus tepat waktu." Gerutu Rey dengan wajah memelas namun diabaikan Irene
" Tunggu, tunggu!" Rey memegang pundak pak Suryo berharap pria itu tak menuruti Irene, wanita yang sok paling berkuasa atas kamu
" Kak, aku akan menikahi Alea lebih dulu-"
" Atau aku akan menyebarkan semuanya Rey, aku akan beritahu semua orang tentang kita!" Teriak wanita itu ditengah tangisannya
" Nyonya, aku tidak mau!" wanita itu kembali menangis tapi Irene dengan segala sikap sombongnya mengacuhkan wanita itu
" Bukankah harusnya kau bertanggung jawab atas perbuatanmu!" Aku mencoba memberi nasihat pada sibrengsek itu karena aku yang paling senang dengan keadaan ini dan berharap Rey tidak menikahi Alea
" Tidak, aku melakukannya dengan tidak sengaja. Bagaimana dengan Alea, dia akan terluka. Aku tidak mau menyakiti Alea." saut Rey, sangat pengecut bukan?
" Tapi Rey ini anakmu, kau tega mau membunuhnya!"
" Diam, aku tidak bicara padamu, salah siapa kau naik keranjangku malam itu!" bentak Rey dengan kedua mata menyala
" Diam!" Kini Irene yang membentak Rey, wanita itu tampak sangat kesal dengan adik kesayangannya itu
Kini mobil yang dikendarai pak Suryo telah sampai disebuah rumah sakit yang sangat kecil didaerah yanb jauh dari ibukota. Aku hanya mengikuti orang-orang itu membawa wanita yang menurutku bernasib malang karena mau saja terbujuk omong kosong Rey
" Aku tidak mau, aku takut!" Sambil menangis wanita itu masih saja menolak Rey untuk mengaborsi bayi mereka
" Kau tidak akan takut lagi jika kuberi uang 5 Miliyar ke rekeningmu. Bukankah itu yang kau butuhkan, kau sengaja menggodaku untuk memerasku begitu?" Begitulah hinaan yang kudengar dari mulut Rey pada wanita itu
Rey memaksa wanita itu masuk kesebuah ruangan sedangkan kami menunggu dikursi tunggu. Ini satu jam kami melenceng dari acara pernikahan Rey." Apakah ini masih lama?" tanyaku pada Daddy, sejak tadi Daddy hanya diam tak berkomentar apapun
" Kenapa Dan? apa kamu sibuk?" Tanya Irene
" Aku ada klient penting." Sautku beralasan
" Kalau begitu pergilah duluan." Perintah Daddy
" Bagaimana acara pernikahannya?" Irene maupun Daddy tak menjawab membuatku beranjak pergi dan kembali pada mobil
" Jalan pak!"
" Kemana Tuan?" Aku mengabaikan pertanyaan pak Suryo dan malah fokus pada ponselp Rey yang berdering diatas kursi samping kemudi, kulihat nama ibu mertua disana dan aku sangat yakin itu adalah ibu Alea
" Ketempat awal tujuan kita." sautku pada pak Suryo, meskipun merasa heran tapi pak Suryo melakukan perintahku
Sekitar satu jam kami baru sampai. Aku langsung memasuki ballroom hotel dimana Rey dan Alea akan melakukan akad nikah mereka. Tampak beberapa orang masih bingung dan terus memegangi ponselnya
Lalu aku duduk dikursi tamu yang paling disudut ruangan. Keadaan yang tadinya sepi itu riuh dengan kehadiran sang pengantin wanita yang sangat mempesona dimataku
" Cantik, Alea sangat cantik." Aku sampai terpaku melihat tubuh mungil itu terbalut kebaya putih vanila yang sangat pas ditubuh Alea. Tanpa sadar aku tersenyum memandangi Alea yang benar-benar cantik hari ini, wajahnya dirias senatural mungkin dengan mahkota emas ala khas sunda yang modern. Sungguh membangkitkan hasratku apalagi aku pernah mencicipi tubuh itu, nikmatnya tak pernah kulupakan sampai sekarang
Tapi sayang sekali Alea harus kecewa karena sang pengantin laki-laki belum datang. Bagaimana bisa, kini sang pengantin laki-laki masih menemani selingkuhannya melakukan aborsi, benar-benar keterlaluan bukan. Aku tak memungkiri bahwa aku bukanlah pria baik, sama seperti Rey aku juga sering berganti teman tidur tapi untuk membunuh darah dagingku sendiri rasanya aku takkan setega itu, hatiku masih punya nurani
Kulihat wajah cantik itu kebingungan, semua memandang kearahnya. Aku merasa kasihan melihat Alea, jika tahu apa yang dilakukan Rey wanita itu pasti akan menangis, mata cantik itu akan banjir dengan airmata. Dan kulihat tubuh mungil itu memutuskan pergi menjauh
" Harus berapa lama lagi saya menunggu." Gerutu sang penghulu pada kedua orang paruh baya yang diyakini adalah orangtua Alea
" Tunggu sebentar pak, mungkin jalanan sedang macet." Wajah dengan kerutan-kerutan diwajah itu tampak memelas dan sedih
Sekitar aku berada disitu berharap bisa melihat wajah cantik Alea lagi
" Bagaimana ini, saya sudah menunggu lama. Saya sangat sibuk!" Lagi-lagi penghulu dengan janggut lebat didagu itu menggerutu sambil memukul-mukul meja
Aku hanya diam memperhatikan wajah-wajah yang tampak bingung dan sedih. Bahkan para tamu mulai bosan dan perlahan pergi dari ballroom hotel
" Alea, jika saja waktu itu kau menungguku .."
Entah dorongan darimana aku berdiri. Aku berjalan ditengah kebingungan mereka. Aku menjadi pusat perhatian beberapa orang yang masih tinggal sementara tamu lainnya sudah sebagian pergi karena terlalu lama menunggu
Aku duduk dikursi dimana seharusnya Rey duduk, semua orang memandangku heran." Aku akan menikahi Alea." Ucapku membuat wajah-wajah itu terkejut
" Memangnya anda siapa?"
" Saya teman kerja Alea!"
" Te-teman." Ibu Alea terbata dan terpaku menatapku, kulihat wajahnya sembab menahan tangis
Aku tak menjawab, aku malah menjabat tangan pria paruh baya yang berada didepanku yaitu ayah Alea." Apa kalian lebih memilih dicemooh semua orang daripada menikahkanku dan putri kalian?" aku benar-benar kesal saat semua orang mengabaikanku, bagaimana bisa seorang Danish diabaikan
Tapi yang kudapat malah keheningan lagi, akhirnya aku melepaskan jabatan tangan itu dan mengambil dompetku disaku celana. Kuambil lima lembar uang dolar bernilai 1000 dan kuletakan diatas meja
" Itu maharku!" ucapku tanpa ragu
Ketika itu sebuah tangan hangat mengulur padaku, wajah sedih dengan kedua mata berkaca-kaca mencoba menjabat tanganku. Pria paruh baya itu menatap kearahku untuk beberapa saat sebelum menyuruh penghulu untuk menikahkanku dan putrinya
Dengan suara serak menahan tangis pria itu menikahkan putrinya dengan pria asing yang baru mereka temui. Ini pertama kalinya dalam sejarah hidupku aku merasa gugup dihadapan semua orang, aku menarik nafas dalam-dalam
" Saya terima nikahnya Alea Putri Zainal binti Ahmad Zainal dengan mas kawin tersebut tunai."
" Bagaimana saksi? sah?
" Sah."
" Sah."
Demi Tuhan jantungku berdebar-debar. Tapi rasanya aku senang, setidaknya aku menjauhkan Alea dari srigala berbulu kucing seperti Rey. Untuk kedepannya aku tak memikirkan apapun, aku hanya merasa kasihan pada Alea dan keluarganya, tentu mereka akan menanggung malu bila aku tidak menggantikan Rey didepan penghulu tadi
-
-
bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee
terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️