Dalam hati Dewi sudah tidak lagi mengenal nama Arjuna setelah Arjuna tega meninggalkan dirinya untuk di jodohkan dengan wanita lain dan ia sudah menghapus nama itu jauh-jauh dari dasar hatinya yang paling dalam, hingga pada suatu hari takdir mempertemukan mereka kembali dalam suatu meeting perusahaan.
Dewi bekerja di suatu perusahaan di mana salah satu pemegang saham terbesarnya adalah Arjuna mantan suaminya.
Sayangnya Arjuna harus bersaing dengan Satya pimpinan Dewi saat ini dan Satya adalah teman Arjuna.
Bagaimanakah usaha Arjuna untuk kembali merebut hati Dewi....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penasaran.
"Mas, siapa perempuan yang mas jemput tiap pagi itu?" tanya Sarah tiba-tiba ketika mereka sarapan bersama.
Arjuna menatap Sarah sambil menghentikan mengunyah makanannya, dan mamanya Arjuna juga melihat ke arah Arjuna ketika mendengar pertanyaan Sarah barusan.
Suasananya hening sesaat, lalu Arjuna angkat bicara.
"Perempuan yang mana?" tanya Arjuna balik.
"Jangan di kira aku gak tahu ya mas, mas Arjuna tiap pagi mesti jemput perempuan itu kan, makanya kadang mas Arjuna gak mau sarapan di rumah, iya kan?" Sarah mulai kesal.
"Kamu ngikutin aku?" kata Arjuna sambil menatap Sarah.
"Ya, aku ikutin mas Arjuna, makanya aku tahu kalau mas Arjuna sering jemput perempuan tiap pagi."
"Perempuan itu temanku," jawab Arjuna sambil melanjutkan makannya.
"Teman? ngapain sampai di jemput-jemput segala?" kata Sarah dengan sewot.
"Emang kenapa? gak boleh?," kata Arjuna.
"Kalian ini meributkan apa sih?" tanya mamanya Arjuna melihat Sarah dan anaknya ribut.
"Mas Arjuna ini ma....," kata Sarah sambil bersungut-sungut.
"Emangnya kenapa dengan Arjuna?"
"Mas Arjuna udah selingkuh dengan cewek lain ma......"
"Bener itu Arjuna?" tanya mama mendelik menatap Arjuna.
"Ma....aku gak selingkuh, mama kok percaya omongannya Sarah."
Arjuna lalu bangkit dari duduknya dan menyudahi sarapannya.
"Aku berangkat ma," pamit Arjuna pada mamanya sambil berlalu meninggalkan mereka di meja makan.
"Sarah, kamu tahu darimana kalau Arjuna selingkuh?"
"Ceritanya kemarin itu aku ngikutin mas Arjuna ma, terus mas Arjuna menghentikan mobilnya di depan rumah seseorang dan tak berapa lama kemudian mas Arjuna keluar bersama perempuan dan mereka berangkat ke kantor barengan ma ..."
"Kamu yakin Arjuna selingkuh?" tanya mertuanya itu lagi sambil menatap Sarah tajam.
"Ya yakinlah ma, buktinya mas Arjuna sampai jemput perempuan itu."
Sarah yang jengkel karena merasa telah di khianati oleh Arjuna, akhirnya berangkat menemui Arjuna ke kantornya.
"Mas!" teriak Sarah pada Arjuna yang sedang menghadap lap top nya.
Arjuna menoleh kearah Sarah yang memanggilnya dengan muka tampak kesal sekali.
"Ngapain kamu ke sini Sarah?" tanya Arjuna yang kaget melihat kedatangan Sarah ke ruang kerjanya.
"Mas! jawab dengan jujur, siapa perempuan yang mas jemput tiap pagi itu!!??" teriak Sarah dengan emosi pada Arjuna.
"Kan sudah aku bilang tadi ke kamu, kalau dia itu temanku," kata Arjuna.
"Teman apa? teman kerja bukan!! kemaren mas nganter perempuan itu ke kantornya Satya kan? perempuan itu kerja di kantornya Satya kan!!?"
"Ya, dia sekretarisnya Satya! puas!" kata Arjuna menatap Sarah dengan kesal juga.
"Oke," jawab Sarah sambil keluar dari ruang kantor Arjuna.
Arjuna menatap kepergian Sarah dengan geram .
Di luar kantor Arjuna, tiba-tiba Sarah melarikan mobilnya menuju ke kantor Satya dan ketika tiba di kantor itu, Sarah langsung masuk.
"Mbak, aku mau ketemu sama sekertarisnya pak Satya," tanya Sarah pada operator kantor.
"Oh, sebentar ya mbk."
"Halo Bu, ini ada yang mau ketemu sama Bu Dewi," kata operator itu menelpon Dewi.
"Siapa?"
"Gak tahu Bu, saya juga gak pernah liat."
"Mmmm ya sudah suruh masuk saja," perintah Dewi.
"Baik Bu," kata operator itu sambil menutup teleponnya.
"Gimana, ada kan?" tanya Sarah pada operator itu gak sabar.
"Iya, mbak silahkan masuk saja ke kantornya Bu Dewi," kata operator itu sambil menunjukkan jalannya pada Sarah.
"Oke," jawab Sarah sambil melenggang menuju ke ruang kantornya Dewi.