Anzykiya terpaksa harus menyamar menjadi cupu untuk melaksanakan tugas dari Ayahnya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Kamu harus membalas semua apa yang telah the woman lakukan,karena apa yang ia katakan semuanya tidak benar,"
"Setelah semua urusannya selesai kamu harus menikah dengan anak kandung darwis."
Di dalam melaksanakan tugas dari sang Ayah tanpa Kiya ketahui jika ternyata ia di bantu oleh Seseorang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya_Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Laksa kembali menarik nafas dalam,dan menatap wajah pemimpin klan nya ini terlihat mata Kiya yang membulat memohon dan bibirnya yang mengerucut benar-benar membuat Laksa merasa sangat gemas.
“Baik lah,tapi jaga diri baik-baik disana aku tidak mau jika terjadi sesuatu menimpa kamu,” ucap Laksa.
Kiya mengangguk patuh,ia kembali tersenyum lebar akhirnya ia mendapatka izin dari Laksa untuk pergi ke rumah Leo.
….
Karena tidak ada kelas lagi,Kiya dan Laksa memilih untuk pulang saja mereka berjalan menuju mobilnya.
“Lia!”
Mendengar suara itu,Laksa dan Kiya menghentikan langkahnya dan menatap ke arah sumber suara yang ternyata adalah Leo.
“Leo? Apa kita akan pergi sekarang?”
Leo berhenti di hadapan Kiya tepat,melihat itu sungguh Laksa sedikit merasa kesal ia membuang pandangannya ke tempat lain.
“Tentu saja,” ucap Leo sembari menggandeng tangan Kiya.
“Kamu pulang duluan saja,aku akan menghubungimu nanti,” pinta Kiya.
Laksa hanya terdiam,saat di rasa Kiya dan Leo sudah lumayan jauh dari sana Laksa menoleh “Dasar bodoh,bagaimana bisa kamu mempunyai perasaan kepada pemimpin kamu sendiri.”
….
Leo terus menggandeng tangan Kiya sampai di mobilnya,ia membukakan pintu mobil untuk Kiya setelah pintu mobil terbuka Kiya masuk ke dalam mobil.
Sungguh sangat bahagia bukan mendapatkan apa yang Kiya inginkan,Kiya terus tersenyum selama perjalanan saat sampai di depan gerbang rumah utama The Woman Kiya sedikit menahan napas apalagi saat melihat petugas yang siap siaga berjaga disana.
Tiba-tiba Kiya memegang tangan Leo dan meremasnya,seketika Laksa menoleh ke arah Kiya yang sepertinya ketakutan.
“Tenang saja,saat kau bersamaku maka tidak akan ada yang berani melukai atau menyakiti mu,” ucap Leo sembari mengusap rambut Kiya.
Kiya mengangguk waluapun ia adalah wanita yang pemberani,tetapi masih ada rasa takut ada di dalam dirinya.
Mobil Leo berhenti di depan rumah utama The Woman,Leo keluar dari dalam mobil terlebih dahulu setelah itu baru Kiya keluar dari dalam mobil dengan wajah sedikit tertunduk.
Petugas yang hendak memarkirkan mobil Leo,seketika sedikit terkejut melihat penampilan gadis yang di hadapannya saat ini.
Yang benar saja Tuan Leo membawa gadis seperti ini,apa karena Ibu nya meninggal sehingga seleranya juga turun, batin petugas itu.
Penampilan memang tidak terlihat seperti wanita elegan,bagaimana tidak Kiya memakai kaos biasa seperti yang jual di pasaran dan celana panjang yang menutupi mata kakinya serta sepatu yang sedikit lusuh.
Rambutnya sedikit bergelombang tidak berwarna,tidak lupa juga dengan kacamata bulatnya yang selalu melekat di matanya itu.
“Tidak perlu terlalu memandang dia,dia temanku.”
Perkataan Leo membuat sedikit terkejut petugas itu,Petugas itu masuk ke dalam mobil lalu memarkiran mobil Leo.
Sementara tangan Leo kembali menggenggam tangan Kiya,Kiya sedikit terkejut saat Leo membawa masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam Kiya duduk di sofa,Kiya melihat sekeliling dan lagi ia di buat terkejut saat keberadaan Leo yang duduk di sebelah nya.
"Kamu tunggu disini sebentar,aku mau mandi dulu," pinta Leo.
Kiya memegang dadanya sudah kedua kalinya Leo mengejutkan dirinya,Leo berdiri berjalan pergi dari sana.
Sebelum pergi Leo tersenyum lagi,Kiya membalaskan senyumannya tipis,setelah itu Leo berjalan masuk ke dalam.
Mumpung Leo mandi,dan pasti kan mandinya lama aku harus cari rekaman cctv siapa tau ada, batin Kiya.
Perlahan Kiya berjalan ke atas tangga firasatnya menuju ke sana,Kiya berjalan mengindap-indap.
Persis seperti maling,memang benar Kiya kesini hanya untuk mencuri rekaman cctv saat hari dimana Ibu Leo di bunuh.
"Sepertinya petugas disini sedang berada di luar rumah semua," gumam Kiya.
Kiya berjalan semakin naik ke atas,dengan sangat perlahan Kiya membuka pintu kamar yang berada di hadapannya.
Klek
Pintu terbuka terlihat foto Ibu Leo terpampang disana,bahkan sampai membuat Kiya sedikit terkejut.
"Ada foto Ibu Leo,berarti ini kamarnya," gumam Kiya.
Kiya melihat sekeliling benar terdapat cctv disana,tetapi sepertinya sudah rusak sekarang perlahan Kiya mendekat ke arah meja yang terdapat laptop disana.
"Kali aja disini lihatnya rekaman cctv nya."
Kiya menyalakan laptopnya,ia menemukan rekaman pada tanggal 7.
"Tidak salah kan dugaan ku."
Kiya mengambil flashdisk yang ada di kantung celananya ia tancapkan di laptop itu,lalu memasukkan rekaman cctv itu di flashdisk nya.
Benar kata Ayah,dia gak bersalah disini memang benar ciri-ciri nya seperti Ayah tetapi bukan, batin Kiya.
Setelah selesai,Kiya mengambil flashdisk itu dan memasukan nya ke dalam tas nya.
Perlahan Kiya berjalan ke arah pintu membuka sedikit pintu,melihat sekeliling.
Saat di rasa tidak ada orang Kiya keluar dan turun di tangga dengan sedikit cepat.
.....
Pembantu Leo yang di suruh untuk mengantarkan minuman untuk tamu Leo pun bingung karena tidak mendapati keberadaan tamu Leo.
"Kemana tamunya? Katanya ada tamu," gumam pembantu itu.
Leo berjalan mendekat ke arah pembantu yang terlihat kebingungan.
"Ada apa Bu Romlah?" tanya Leo.
Tentu saja keberadaan Leo sedikit membuat Bu Romlah terkejut.
"Loh,Kiya mana?"
Seketika Bu Romlah menepuk jidatnya,tapi tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari anak tangga.
"Aku disini!" ucap Kiya.
Karena terburu-buru Kiya tidak bisa mengendalikan diri nya,ia kehilangan keseimbangan nya.
"Hati-hati!"
Leo segera menangkap tubuh Kiya yang hendak jatuh,Kiya jatuh di dada tegap Leo.
Bu Romlah yang melihat kesana seketika tersenyum,ia memilih untuk meninggalkan mereka berdua.
"Dasar ceroboh," ucap Leo.
Terdengar dari nadanya Leo sama sekali tidak mengumpat nya tetapi seperti sebuah gurauan,Kiya tersenyum tipis ia membangkitkan dirinya sendiri.
"Dari mana kamu? Bukannya aku menyuruh kamu untuk tunggu disini?"
"Tadi aku kebelet mau ke toilet," sahut Kiya sembari terkekeh.
Leo hanya menggelengkan kepalanya,mereka berdua duduk di sofa.
"Silahkan di minum dulu setelah itu aku akan mengajak mu keliling," ucap Leo sembari mengedipkan sebelah matanya.
Kiya pun mengangguk ia mengambil secangkir teh yang ada di atas meja,sebenarnya ia sudah tidak urusan lagi kesini.
Ya,kedatangannya kesini hanya untuk mengambil sebuah rekaman cctv saja dan sekarang Kiya sudah mendapatkan nya bukan.
Setelah selesai minum dan memakan beberapa makanan,Leo mengajak Kiya berkeliling di rumahnya.
Ternyata benar-benar sangat luas bahkan lebih luas dari Melaka White,di sepanjang perjalanan Kiya tidak terlalu mengamati hanya melihat saja.
Pemandangan,apapun yang ada di markas The Woman tetapi seketika Kiya tersendak karena mendapati seseorang berjalan menghampiri nya.
Itu bukannya tangan kanan The Woman?, batin Kiya.
Bersambung....