NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Tuan Muda "Kakak Ipar Ku, Candu Ku"

Ranjang Panas Tuan Muda "Kakak Ipar Ku, Candu Ku"

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Jessica_226

Dara adalah gadis cantik berusia 22 tahun. Dia harus terjebak dalam situasi yang sangat rumit di mana dia harus menghadapi dua pria yang sama-sama mencintainya. Yang satu sebagai tunangannya, sedangkan yang satu adalah adik dari tunangannya.

Dara selalu dihadapkan dalam sebuah situasi yang sulit dan rumit karena sang calon adik ipar begitu pemaksa dan suka mengambil keuntungan darinya. Namun siapa yang menduga jika akhirnya Dara malah terjebak dalam perasaan tak wajar itu.

Akankah dara bisa lepas dari jerat cinta calon adik iparnya, atau dia tetap menikahi calon tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessica_226, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tidak Mau

Sepasang manik mata dingin dan tajam itu tak lepas sedikit pun dari dua orang, laki-laki dan perempuan yang sedang berbincang di taman belakang. Sosok tampan itu berdiri di balkon kamarnya.

Kedua tangannya yang bertumpuh pada pagar besi pembatas balkon terkepal kuat. Sorot matanya begitu dingin dan tajam. Rasanya seperti ada yang membakar hatinya melihat pemandangan itu.

Bagaimana dia tidak kesal. Gadis yang dia sukai malah bersama pria lain, parahnya lagi pria itu adalah kakak kandungnya sendiri, tunangan dari si gadis. Ken benar-benar terbakar emosi dan cemburu.

"BRENGSEK!!"

Gerakan tangan tangan pria itu yang pastinya adalah Kai terhenti. Dia hendak merangkul bahu gadis disampingnya. Tapi hal itu langsung Kai urungkan setelah mendengar teriakan keras seseorang.

Sontak keduanya mengangkat kepalanya. Manik mata Dara langsung bersirobok dengan sepasang mutiara abu-abu milik Ken yang dingin dan tajam.

Rasanya seperti ada ribuan jarum tajam yang menancap di dadanya melihat tatapan dingin pemuda itu padanya.

"Ken, apa yang terjadi?" Seru Kau bertanya. Kai merasa cemas.

Ken menggeleng. "Tidak ada apa-apa." Ucapnya.

Kemudian Ken berbalik dan melenggang pergi meninggalkan balkon kamarnya. Sikap Ken yang tidak wajar menimbulkan sebuah tanya tanya dibenak Kai, tidak biasanya sang adik bersikap seperti itu. Tapi Kai tidak mau ambil pusing.

"Kai, aku sangat lelah. Aku masuk dulu. Jas-mu, aku sudah tidak kedinginan lagi." Dara mengembalikan jas milik Kai dan pergi begitu saja.

"Tunggu, Dara." Kai menahan pergelangan tangan Dara, hingga mau tidak mau gadis itu pun menghentikan langkahnya. "Ayo kita masuk sama-sama. Biarkan aku berjalan disamping mu." Dara menatap Kai, dan kemudian mengangguk.

"Baiklah."

.

.

.

Tapp...

Dara menghentikan langkahnya di depan kamar Ken. Ragu-ragu gadis itu mengetuk kamar calon adik iparnya tersebut, namun tidak ada jawaban. Dara pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam.

Brugg...

"Aaahh."

Dara terkejut saat sebuah tangan kekar tiba-tiba menariknya dan membanting tubuhnya pada tempat tidur. "Ken!!" Dara memekik tertahan.

"Bukankah aku sudah pernah memperingatkan mu untuk tidak dekat dengan pria manapun, tapi kenapa kau tidak mau mendengarkan ku dan malam membuatku cemburu? Apa kau sengaja? Apa kau sengaja melakukan itu semua?"

"Ken, lepaskan. Kau menyakitiku!!" Seru Dara dengan suara paraunya.

"Kenapa, Ken, kenapa kau selalu bersikap seperti ini padaku? Kenapa kau selalu memaksakan kehendakmu padaku? Cinta, kau sebut ini cinta? Ini bukan cinta, tapi kau terlalu egois!! Kau egois, Ken. Kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain!!"

Ken menatap langsung ke dalam manik Hazel Dara dan menguncinya. "Jika aku memikirkan perasaan orang lain, lalu siapa yang akan memikirkan perasaanku? Apa pernah sekali saja kau memikirkan bagaimana perasaanku?"

"Aku~"

"Aku mencintaimu, Dara. Sangat-sangat mencintaimu. Aku bisa memberikan apapun yang kau inginkan, tapi kenapa aku tidak pernah terlihat dimatamu?"

"Bukan begitu, Ken. Hanya saja aku tidak mencintaimu, itu justru akan lebih menyakitimu jika aku harus berpura-pura."

"Lalu bagaimana dengan Kai? Apa kau mencintainya? Apa kau mencintai kakakku? Apa kau mencintai calon suamimu? Katakan, Dara, katakan aku harus bagaimana supaya kau bisa mencintaiku?" Ken membelai wajah cantik Dara dengan jari-jarinya.

Dara membuang muka ke arah lain. "Aku tidak tau." Jawabnya datar.

Ken mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Dara. Mel*matnya secara perlahan namun terus menerus. Dan apa yang Ken lakukan tentu saja membuat Dara terkejut bukan main.

Kedua matanya membelalak. Pemuda itu menutup matanya sambil terus mel*mat bibirnya, atas dan bawah bergantian. Jari-jari lentiknya diremas oleh Ken dengan lembut.

"Bajingan ini, kenapa suka sekali mengambil keuntungan dariku?!" Jerit Dara membatin.

Dara mencoba mendorong Ken tapi tidak bisa. Tenaga pemuda ini terlalu kuat. Ken terus mel*mat bibir Dara, ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman panas yang menuntut.

Puas dengan bibir Dara. Kemudian ciuman Ken turun menuju leher jenjang Dara. Mengecup leher putih nan mulus tanpa noda tersebut berkali-kali, hingga des*han dan erangan berkali-kali lolos dari bibir ranum Dara.

"Ke..Ken, apa yang kau lakukan? Le...lepaskan brengsek!! Apa kau sengaja, hhhmm.. membuatku basah!!"

Ken mengangkat wajahnya dan menyeringai mesum pada Dara. "Aku pikir kau menikmatinya, Sayang. Bukankah aku sangat memanjakan mu, hm?" Ken menyeringai. Saat ini Ken sudah kembali dalam mode mesum.

Jari-jari Dara meremas sprei yang ada di bawah tubuhnya ketika ciuman Ken semakin turun dan menjajahi leher jenjangnya. Dara kembali mendesah, kali ini lebih liar dari ******* dia yang sebelumnya.

"Ke..Ken, aku mohon hentikan. Ja..Jangan lakukan ini lagi. A..Aku mohon."

Ken kembali menatap Dara. "Kenapa? Apa yang kau takutkan, Sayang? Jika kau sampai hamil, aku pasti akan langsung menikahi mu!!"

"Kau gila!!"

Ken terkekeh. Pemuda itu mengakhiri aksi gilanya kemudian kembali pada bibir Dara, mencium dan mencumbunya seperti tadi. Dan ciuman Ken kali ini lebih singkat dan lebih pendek dari ciuman dia yang sebelumnya.

Selanjutnya tubuh Dara berada dalam pelukan Ken."Sebentar saja, biarkan aku memelukmu seperti ini. Dan jangan hanya diam saja, balas pelukanku. Kita harus berpelukan seperti layaknya sepasang kekasih yang sebenarnya."

"Aku tidak mau!!"

"Oh, kau ingin dicium lagi?! Oke, dengan sepenuh hati," Ken menyeringai melihat kedua mata Dara yang membelalak sempurna.

"Iya, iya dasar pemaksa!!" Dengan terpaksa, Dara pun membalas pelukan Ken. Kedua tangannya memeluk tubuh kekar pemuda itu.

Hangat dan nyaman...

Dua hal itulah yang saat ini dirasakan oleh Dara. Dara merasakan perasaan yang tidak biasa, dadanya berdebar tak karuan dan jantungnya berdegup kencang. Dia selalu merasakan getaran aneh ketika bersama Ken ataupun saat melakukan kontak fisik dengannya.

"Apa sekarang kau sudah bisa melepaskanku? Aku sangat lelah dan ingin segera tidur."

"Kalau begitu tidur saja di sini bersamaku. Aku akan memelukmu sepanjang malam."

Dara mendorong tubuh Ken disaat pemuda itu lengah hingga pelukannya terlepas. Dan situasi itu Dara manfaatkan untuk segera melarikan diri. "Aku tidak mau!!" Ken pun hanya bisa tertawa melihat tingkah gadis kesayangannya itu.

"Hellena Sandara, aku pasti akan menikahi mu suatu saat nanti!!"

-

Kai berangkat pagi-pagi sekali karena dia harus pergi ke Bandara untuk menjemput seseorang. Semalam orang itu menghubungi Kai dan meminta supaya Kai menjemputnya.

Hampir tiga puluh menit. Tapi orang yang dia tunggu belum juga menunjukkan batang hidungnya. Sampai akhirnya dia mendengar seruan seseorang dan seorang gadis yang sedang melambai padanya.

"Kai!!"

Kai pun menoleh dan tersenyum lebar. "Anna," serunya dan berlari menghampiri gadis itu 'Anna' dengan erat Kai memeluk Anna, begitupun sebaliknya.

"Aku merindukanmu, Kai. Sangat-sangat merindukanmu." Ucap Anna sambil menutup kedua matanya.

Kai mencium tengkuk Anna dengan lembut dan kian mengeratkan pelukannya. "Aku pun merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu, Anna I'm." Bisik Kai.

Mereka tetap berpelukan seperti itu hingga beberapa menit berlalu. Tanpa ada niat dari salah satu dari mereka berdua untuk melepaskan pelukannya.

-

Bersambung.

1
Rotua Intan Hutagalung
Luar biasa
Triestya Mayliena
lama2 ini cerita kok jadi sadis yah...bingun...mau nerusin baca, apa istrhat dulu yah hehehe
Triestya Mayliena
thoooor...org2 di crt ini kok kejam2 yah...ini crt percintaan apa pembantaian siiih/Smug/
Triestya Mayliena
knp selena gak di ambil dean,gmn sih thour...membuat aq bingung dgn jln crtnya.
Triestya Mayliena
knp si anna msh di rmh mm.jia sih....buang aja org gila itu,toh sdh ketahuan kejhtan nya.
Triestya Mayliena
krn ada udang di balik bakwan,kai mau menikah dgn dara/Joyful/
Triestya Mayliena
waduuuh...knp ken lngsng pergi aja sih....
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya nya End .Bagus thor aku suka Alur novel mu,Singkat padat dan jelas,tidak bertele-tele,Bab juga gak panjang sampai ratusan,Yg hanya bikin para riders jenuh dan berhenti tengah jalan membanca nya kalo babnya sampai ratusan..Semangat berkarya ya thor,Semoga sukses dan sehat selalu..🤲🤲🤲⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕☕🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Doorr..Kan gampang gak oerlu banyak bacot..👏👏👏👍👍😄😄
Qaisaa Nazarudin
Aduuhh Ken tolong mama kamu jangan biarkan dia keluar rumah lagi,Bahaya tuh...
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Makanya jangan kepo mom..😂😂
Qaisaa Nazarudin
mampos kau Anna,Tapi kenapa Ken melakukan di kamar? Apa gak ada ruangan khusus utk penyiksaan??
Qaisaa Nazarudin
Duh nelom lagi kelar tentang Anna dan Kai yg mengusik hidup Dara dan Ken.. Sekarang tambah lagi BAPAKNYA KAI udah keluar penjara..,🤦🤦🤦🤦😠😠😠
Qaisaa Nazarudin
Hanna??🤔🤔🤔😇😇😇
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku jadi menghawatir Mom Jia,Aku takut Anna akan nekat dan berbuat sesuatu ke Mom Jia,Kalo Dara mah gak ada seujung kuku nya Anna..Anna gak bisa berkutik kalo sama Dara..
Qaisaa Nazarudin
MEMATUT diri thor,Bukan MEMAGUT diri..😂😂🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkk malu gak tuh,Niat nya ingin memalukan Ken, Hujung2 dia yg gak di anggap...,😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Nah kebetulan sekali,Ini namaya suratan takdir,dengan cara begini tuhan mempertemukan anak sama bapaknya,Habis kau anna..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Selena itu anaknya Dean secara tak sengaja..
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh Verdas Mom Jia,Dengan cara begitu dia bisa mengusir mak lampir dari sana,Kalo di usir secara paksa pasti dia gak mau.Nah dgn cara begini dia pasti gak sanggup lama2 di sini..🤣🤣🤣👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!