NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Salah Paham

Rachel menutup pintu kamarnya dengan perlahan dan nyaris tanpa suara, jantungnya berdentum begitu keras hingga terasa menyakitkan di dada, kata-kata Daddy Brian bergema seperti kutukan sekaligus harapan yang membingungkan.

"Menikah?" gumam Rachel.

​Rachel menyandarkan punggungnya di pintu dan menatap kaos hitam Daniel yang tersampir di kursi. Di bawah cahaya lampu jalan yang masuk melalui celah gorden, kaos itu tampak seperti bayangan Daniel sendiri, keras, pelindung, namun penuh misteri. Rachel menyadari satu hal, ia tidak bisa hanya diam menunggu takdirnya dipermainkan oleh orangtuanya.

.

Pagi harinya, distrik pelabuhan masih diselimuti kabut tipis yang berbau garam dan solar. Rachel melangkah menyusuri trotoar yang retak, tangannya meremas dress selututnya. Rachel tidak memberi tahu Daddy Brian atau Anna, ia menyelinap keluar saat Ayahnya sedang sibuk melayani pelanggan pertama di kedai kaldu sapi.

​Tepat jam 9 pagi, ia sudah berdiri di depan gerbang bengkel milik Daniel. Suara dentuman logam yang dihantam palu terdengar ritmis dari dalam, Rachel menarik napas panjang dan mencoba menenangkan debaran jantungnya yang liar sejak semalam lalu melangkah masuk.

​Pemandangan pertama yang ia tangkap adalah Daniel, pria itu tidak memakai baju atasan, hanya celana jeans yang kotor oleh pelumas. Perban putih di bahunya tampak kontras dengan kulit sawo matangnya dan deretan tato yang menghiasi lengannya.

Daniel sedang berusaha mengencangkan baut pada kerangka motor besar, keringat mengalir deras di punggungnya yang tegap hingga menonjolkan otot-otot yang menegang karena rasa nyeri yang jelas masih ia tahan.

​"Daniel," panggil Rachel pelan.

​Suara dentuman palu berhenti seketika dan Daniel menoleh, rambutnya yang berantakan menutupi sebagian matanya yang tajam. Ia tampak terkejut, namun segera menyembunyikannya di balik ekspresi datar yang dingin.

​"Rachel? Kenapa ke sini? Kamu kesini sendiri? Mana Om Brian?" tanya Daniel sambil meletakkan palunya dan menyambar handuk kusam untuk menyeka keringat di wajahnya.

​"Aku sendiri, a-aku naik ojek," jawab Rachel dan melangkah mendekat meski aroma oli mulai menusuk hidungnya.

​Daniel mengerutkan kening, matanya mengunci mata Rachel. "Sendiri? Kamu gila? Kalau anak buah Ibumu ada di sekitar sini, aku nggak bisa jamin...," Belum sempat Daniel menyelesaikan perkataannya, Rachel sudah bersuara.

​"Aku tahu soal rencana Daddy," potong Rachel cepat, suaranya bergetar namun matanya menatap lurus.

​Mendengar perkataan Rachel, Daniel membeku dan terdiam sejenak, lalu membuang muka ke arah deretan kunci pas di dinding.

"Om Brian yang bilang?" tanya Daniel.

​"Nggak, bahkan Daddy nggak mau aku tahu soal itu. Aku tahu, karena aku nggak sengaja dengar pembicaraan Daddy dan Tante Anna semalam, tentang... menjodohkan kita agar aku bisa lepas dari Mommy...," Rachel sengaja menjeda perkataannya dan mencoba mencari reaksi di wajah pria itu.

"Apa kamu sudah tahu? Apa itu sebabnya Daddy bicara rahasia sama kamu kemarin?" tanya Rachel, saat tidak melihat reaksi aneh dari Daniel.

​Daniel menghela napas panjang, sebuah desahan yang terdengar sangat lelah. Ia berjalan menuju kursi plastik tua dan duduk di sana, membiarkan tubuhnya yang terluka bersandar.

"Om Brian putus asa, Rachel. Dia merasa nggak punya apa-apa untuk melawan Ibumu selain meminta bantuan orang sepertiku. Dia pikir, kalau kamu punya nama di distrik ini, Ibumu nggak akan berani menyentuhmu," ucap Daniel.

​"Dan kamu setuju?" tanya Rachel, kini ia berdiri tepat di depan Daniel dan menuntut jawaban.

​Daniel mendongak dan menatap Rachel dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara kasih kasihan, amarah dan sesuatu yang lebih dalam.

"Aku ini pria biasa, Rachel. Hidupku penuh d*r*h dan oli. Kamu? Kamu itu pewaris kerajaan bisnis, menikah denganmu sama saja dengan menyeret malaikat ke dalam neraka," jawab Daniel.

​"Tapi kamu tidak menolaknya, kan?" desak Rachel yang tidak puas dengan jawaban Daniel.

"Tentu saja aku menolaknya, aku bilang pada Ayahmu kalau aku akan cari cara lain," jawab Daniel.

"Kalau begitu, aku mengerti. Aku pulang dulu," ucap Rachel.

Rachel berbalik, langkah kakinya terasa berat saat menginjak lantai bengkel yang berdebu. Jawaban Daniel yang lugas, bahwa ia telah menolak rencana Ayahnya seharusnya membuat Rachel lega.

Namun, ada sembilu yang terselip di ulu hatinya, ia merasa seperti sebuah masalah yang sedang dilempar ke sana kemari, sebuah beban yang bahkan pria seberani Daniel pun enggan memikulnya.

​"Rachel, tunggu," ucap Daniel.

​Suara berat Daniel menghentikan langkah Rachel tepat di ambang pintu yang silau oleh cahaya matahari pagi. Rachel tidak menoleh, ia takut Daniel akan melihat matanya yang mulai memanas.

​Daniel berdiri dan mengabaikan denyut nyeri di rusuknya yang seolah dipelintir, ia melangkah mendekat, langkahnya yang telanjang kaki tidak bersuara di atas lantai hingga bayangan tubuhnya yang tinggi besar menutupi punggung Rachel.

​"Jangan salah paham," ucap Daniel, suaranya kini tepat di belakang telinga Rachel.

"Aku menolak bukan karena aku tidak mau menjagamu, aku menolak karena aku tidak ingin memilikimu dengan cara pengecut seperti itu. Kamu bukan barang jaminan hutang, Rachel. Kamu bukan aset yang bisa dipindahtangankan lewat surat nikah hanya karena ketakutan Ayahmu," lanjut Daniel.

​Rachel perlahan membalikkan tubuhnya dan mendongak, menatap wajah Daniel yang keras namun kali ini memancarkan kejujuran yang telanjang.

​"Lalu apa bedanya, Daniel? Di mata Mommy, aku aset. Di mata Daddy, aku korban yang harus diselamatkan. Di matamu... aku ini apa? Cuma gadis manja yang kebetulan ada di bengkelmu dan bikin kepalamu pusing?" tanya Rachel dengan suara bergetar.

​Daniel terdiam dan menatap Rachel lama sekali, seolah sedang mencoba menghitung setiap inci luka dan ketegaran di wajah gadis itu. Tangan Daniel yang kasar dan ternoda oli hitam perlahan terangkat, jemarinya yang kapalan ragu sejenak sebelum akhirnya menyelipkan anak rambut Rachel ke belakang telinga.

​"Di mataku, kamu adalah kamu, bukan barang atau apapun itu. Kamu itu Rachel, perempuan hebat yang ingin bahagia," jawab Daniel.

Mendengar jawaban Daniel, jantung Rachel seolah berhenti berdetak. ​"Tapi menikahimu demi melindungimu dari Ibumu itu salah, Ibumu punya uang dan kuasa. Tapi, dia tidak punya akses lebih di sini dan aku yakin kamu akan aman, bahkan tanpa cincin di jarimu pun, aku akan tetap berdiri di depanmu untuk melindungimu," lanjut Daniel.

"Aku mengerti, terima kasih. Aku bisa jaga diriku sendiri, kamu tidak perlu repot-repot," ucap Rachel lalu pergi meninggalkan bengkel tersebut.

Rachel melangkah keluar dari bengkel dengan langkah yang sengaja dipercepat. Ia tidak menoleh lagi, meski ia tahu Daniel masih berdiri di ambang pintu dan menatap punggungnya yang menjauh.

Di bawah terik matahari pelabuhan yang mulai menyengat, Rachel merasa dadanya sesak. Penolakan Daniel, meski didasari alasan yang mulia, tetap terasa seperti tamparan kenyataan bahwa ia hanyalah beban bagi semua orang.

Rachel tahu ini semua terasa aneh, padahal ia datang menemui Daniel untuk menyuruh Daniel menolak ide gila Ayahnya. Namun, anehnya Rachel justru merasa sedih saat tahu jika Daniel menolaknya.

.

.

.

Bersambung.....

1
Bunga Andthea
karya nya luar biasa,alur cerita menarik tidak membosankan,semangat untuk author nya
Eva Tigan
Sama sama punya masa lalu yg kelam..Cinta mereka akan semakin kuat sampai maut yg memisahkan
Nurminah
nah seneng bukan ceo yg menyamar 🤣🤣🤣
Eva Tigan: bosan ya Bunda dengan thema yg itu itu saja😄
total 1 replies
Indriani Kartini
apakah Daniel anak konglomerat ???🤭
falea sezi
muter doank. kasih lak emak. dia yg sok itu itu karma.
Aidil Kenzie Zie
maren ngakunya nyesal lahirkan Rachel lah sekarang datang lagi bingung y nyonya menir 🤭🤭
Eva Tigan
Sediiihhhh banget ya Daddy Brian
Semoga Mommy Viona segera tersingkir dari kehidupan mereka
lia juliati
semangat danil 💪
Eva Tigan
Cerita ini sangat menarik,,melambangkan Cinta sejati bukan karena harta dan kemewahan tetapi hati yang tulus dan ikhlas.
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Daniel sesayang itu sama istrinya, membuat hatiku ikut meleleh juga🥰
English Lesson
bagus👍🏻👍🏻
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Ya Ampun...kasihan Daniel..Siapa yg bisa menolong dia untuk keluar dari Pertarungan maut itu..biar dia bisa hidup Damai bersama Keluarga kecil nya
Eva Tigan
Jangan Bilang Daniel masih ikut bertarung seperti yg dulu itu.
lia juliati
sukses untuk Rachel n danil, danil suami yg luar biasa selalu dukung istrinya😍
Eva Tigan
So sweet banget ya pasangan ini berdua..doaku semoga kalian segera dapat momongan yaa..dan segala bisnis kalian berjalan dengan lancar 🙏
Indriani Kartini
sukses untuk kalian berdua, dan bwt Julian dan Vivian hancur dan menyesal telah membuang berlian.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan ibu mertua lagu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
koq mertua
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
koq mantan ibu mertua?
Eva Tigan
Daniel ..bikin klepek klepek deh..dia suami yang sangat pengertian 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!