NovelToon NovelToon
Sistem Katalis

Sistem Katalis

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:40.4k
Nilai: 5
Nama Author: YourLie

Tiga puluh tahun dalam kecacatan, Veroa Fliff akhirnya meninggalkan kehidupan dalam dunia yang sempit.

Namun, dia malah kembali ke usia, di mana dirinya baru saja menginjak pada usia dewasa dan hendak melakukan upacara kedewasaan.

Selain itu, sebuah layar setengah transparan mengganggu pandangannya pada saat dia membuka mata setelah kematiannya.

Dari sinilah, hal yang di kehidupannya yang sebelumnya terjadi, dia ubah dengan bantuan sistem dan rekan seperjuangannya.

Dunia berangsur terlihat dengan mata kepalanya sendiri, bukan media kertas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YourLie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berandalan

Tiga orang pemuda dengan baju lumayan lusuh tiba-tiba berteriak sambil mendatangi kursi, di mana Veroa, Rin, dan Luna sedang beristirahat. Hal itu membuat Luna terkejut dan sedikit ketakutan.

Melihat ini, Veroa segera berdiri dengan pandangan yang tertuju pada ketiga. Sorot matanya tajam bak mata elang yang sedang mencari mangsa di atas awan, membuat bulu kuduk ketiga pemuda itu saat melihatnya segera berdiri. Tapi, mereka mengabaikan naluri tubuhnya yang merespon pada bahaya yang ada di depannya.

“Apakah ada masalah?” tanya Veroa dengan memperlihatkan ekspresi wajah yang sedang mengintimidasi, ekspresi yang suram. Beruntung dia membelakangi adiknya, sehingga dia tak melihat ekspresi yang mengerikan seperti ini.

Tubuh ketiga pemuda itu semakin tak tahan dengan intimidasi yang diberikan oleh Veroa. Tubuh mereka menggigil, gemetar tak karuan. Tubuhnya telah diluar kendali. Mereka hanya bisa menggerakkan bola mata saja seakan mengisyaratkan untuk berbalik pergi dengan wajah pucat dan berkeringat dingin yang tak terbendung.

Lima detik yang sangat lama dalam suasana tegang, ketiga pemuda itu akhirnya dapat bergerak lagi. Mereka meringis ketakutan sambil berlari dengan kencangnya seolah melihat hantu yang sangat menyeramkan.

Orang – orang yang melihat tingkah aneh mereka hanya mengangkat sebelah alis yang dilanjut dengan menggelengkan kepala.

Luna dan Rin merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi, karena keduanya tadi menutup mata, merasa terkejut sekaligus sedikit ketakutan dengan teriakan pemuda sebelumnya.

Waktunya memang singkat, namun bagi ketiga pemuda tadi, seperti berada dalam jurang yang sangat dalam dan mereka sedang jatuh ke dalamnya.

“Apa yang baru saja terjadi, Ver? Ada apa dengan mereka?” tanya Rin setelah Veroa membalikkan badannya kembali ke arah keduanya.

“Iya Kak, kok mereka tiba-tiba saja berlari?” ucap Luna menambahkan.

“Ayo, kita harus segera pulang” ujar Veroa mengajak keduanya untuk segera pulang, karena nalurinya mengatakan bahwa bila mereka berlama-lama di luar istana, sesuatu yang merepotkan dan berbahaya akan terjadi. Selain itu, dia juga mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan.

Tapi...

“Iiih... jawab dulu Kak!”

...

Di sebelah selatan kota, sebuah bangunan bertuliskan “Panti Asuhan” pada papan yang menggantung di depannya mengeluarkan suara yang berisik dari dalam ruangan. Biasanya, panti asuhan berisikan anak-anak kecil yatim piatu dan setidaknya terdapat seorang pengurus panti. Tapi, bila kita melihat ke dalam bangunan yang berkedok panti ini, di dalamnya

bukannya anak-anak yang akan kamu temukan, melainkan sekumpulan pria berandal yang sedang bersenang-senang meminum arak, seperti sedang merayakan kemenangan atau sesuatu seperti itu.

Tiba-tiba, pintu dibuka dengan keras. Tiga orang pemuda yang diyakini bersekutu dengan mereka masuk sambil terengah-engah. Wajah ketiganya pun pucat.

Hal itu mengundang perhatian mereka. Mereka terkejut saat melihat rekannya, ketiga pemuda itu terlihat berantakan (meskipun memang berpenampilan berantakan), bila dilihat dari raut wajahnya.

“Kalian berdua, apa yang telah terjadi?” tanya salah seorang dari mereka sambil berjalan mendekati ketiganya yang masih terengah-engah di dekat pintu, yang lain turut mengikuti.

Mereka pun menceritakan, apa yang baru saja menimpa mereka. Membayangkan kembali bagaimana perasaan saat mereka ditatap oleh mata yang terlihat mengerikan, membuat jiwanya hampir terlepas dari raga, berusaha kabur dari kejadian itu.

Mereka yang mendengarkan ada yang tertawa, merasa aneh, sedangkan pemuda yang bertanya tadi, pemimpin dari sekelompok berandalan ini segera menanggapinya dengan serius.

Dia menjadi pemimpin bukan karena dia kuat dan hebat dalam perkelahian, namun dia cerdik dalam menangani berbagai masalah. Hal itu, membuat dirinya mendapat kepercayaan dari rekan – rekannya dan ditunjuk sebagai pemimpin komunitas kecil ini.

“Diam! Hm... kita bukan asli penduduk kerajaan ini. Kita hanyalah pengungsi. Tapi, aku tak rela bila rekan – rekanku dihina seperti ini. Setidaknya, dia harus memberikan perlawanan secara fisik. Ini... harus dibalas”

Rekan – rekannya yang lain pun mengangguk. Darah mudanya membara, menyerukan balas dendam untuk ketiga rekannya. Ketiga pemuda tadi merasa terharu. Perasaan takut segera digantikan dengan semangat

membara.

Dengan sedikit memberikan arahan dan rencana singkat dari pemimpin komunitas, mereka pun segera pergi untuk memberikan pelajaran.

...

Istana bertempat di sebelah utara kota, sedangkan saat ini Veroa, Rin, dan Luna masih berada di sebelah barat daya kota, masih lumayan jauh untuk dapat kembali. Memerlukan sekitar tiga puluh menit untuk sampai dengan berjalan kaki.

Veroa telah membujuk keduanya untuk segera kembali, namun Luna yang mengajak Rin untuk melanjutkan mencari hal-hal yang menarik yang ditawarkan para pedagang tak menghiraukan bujukannya.

“Hey, ayolah Dek. Kita pulang saja yuk”.

Rin hanya tersenyum melihat tingkah pasangan kakak-beradik itu yang sangat dekat. Dia membayangkan, bagaimana jadinya bila dia dapat sedekat itu. Perasaannya melambung ke atas awan. Tanpa sadar, dia berpisah dari Veroa dan Luna, karena terlalu asyik dengan lamunannya.

Berjalan dengan pikiran kosong, saat tersadar, dia ternyata telah terpisah dengan Veroa dan Luna. Jalanan saat ini masih dipenuhi oleh orang – orang asing dari luar. Dia pun melihat sekilas pakaian yang sedang dipakai, mirip dengan pemuda yang berteriak sebelumnya.

Bagaimanapun, pakaian mereka seragam. Jadi, Rin dapat dengan mudah mengingat kejadian singkat itu. Dia segera merasakan firasat buruk saat melihat ekspresi para pemuda yang sedang berjalan di jalur yang sama dan ke arahnya. Saat pemuda yang berteriak itu melihat perempuan yang berhubungan dengan pemuda sebelumnya, dia pun berteriak kepada rekan –

rekannya untuk mengejarnya. Rin pun segera menyadarinya dan turut berlari ke arah berlawanan.

Seperti seekor kelinci putih yang imut sedang dikejar oleh sekawanan hyena. Kecepatan lari Rin memang terbilang cepat bila dibandingkan dengan kebanyakan perempuan, tapi yang mengejarnya adalah laki-laki. Dari stamina, kecepatan, dan ketahanan tubuhnya pun jelas

memiliki perbedaan.

Seberapa keras pun Rin berusaha untuk berlari dengan sangat kencang, namun para pemuda yang mengejarnya semakin dekat dapat menggapai dirinya.

Orang – orang yang menyaksikannya tak menghiraukannya. Tak ada yang berusaha untuk membantunya, atau setidaknya dari sorot matanya tersirat perasaan ingin membantu. Tapi, mereka tak terlihat adanya sorot mata yang berkeinginan untuk membantu, bahkan meskipun itu hanya sedikit.

lancar sudah pengejaran ini. Dalam waktu kurang dari tiga menit, Rin pun akhirnya berhasil ditangkap oleh salah seorang pemuda.

Melihat wajah cantiknya Rin, apalagi bentuk tubuhnya yang baru saja tumbuh dan masih berada dalam pertumbuhan yang subur, para pemuda itu segera terpikat. Gairah mereka bergejolak dan darah mudanya semakin membara. Ekspresi mereka terlihat jelas menyiratkan keinginan mereka, Rin jadi merasa semakin takut. Takut mereka hendak mempermainkan tubuhnya, takut kesuciannya diambil oleh para

berandalan ini.

Dia tak dapat melakukan apa-apa. Tangannya telah dikunci untuk tak dapat melakukan pergerakan yang aneh – aneh. Dia berteriak pun sia-sia, orang – orang menutup telinga dan tak memedulikannya. Meronta-ronta, hanya menghabiskan tenaga.

“Ver, maafkan aku...” hanya itu yang dapat dilakukannya, meminta maaf pada orang yang dicintanya bahwa kesuciannya akan segera diambil orang. Harapannya, Veroa datang membantu, tapi dia tidak ingin orang yang dicintainya terluka akibat menyelamatkan dirinya.

Dia pun menutup mata saat tubuhnya dipanggul oleh pemuda itu dan dibawa oleh mereka ke tempat yang tak diketahuinya.

1
anhar005
gw gk kepercaya klo ini bukan buatan KECERDASAN BUATAN soalnya bahasa yg dipake terlalu formal dan bertele tele
anhar005
bahasanya terlalu formal ya? ini bukan dibuat oleh kecerdasan buatan kan??....
Aqsa Grizzly
aneh kok cerita barat panggilannya mbak...hmnn...harusnya Nona saja..
Reza
padahal bagus tapi kenapa sepi ya
anehh
Ah'Lahya: blm ada yg promot jdi sepi kayaknya
total 1 replies
Reza
semangat bro udah ku kirim kopi biar ga ngantuk atau bosen ngerjain ini novel
Reza
merinding sumpah
Reza
semangat g
Reza
semangat
Bulbul
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
Mata Diam
Author terbaik huhu author tau caranya bahagiain hati para pembaca! Sukses selalu ya dear author! WYATB 笶、ク
AllMostDie
Jujur aja ya dari pandanganku sendiri, novel ini gagal sih. Tapi, bakal diusahakan untuk sampai tamat juga.
SugarplumChum
Pokoknya author gak boleh sakit ya, supaya tetap bisa lanjutin cerita ini. Kalau sakit, bilang sama aku, siapa yang nyakitin kamu, Azekkk
sunshinegyspy
Gak bisa tidur dehhh hayati!
indigosparkle
semangat up nya thorr
Waria
Kak jangan lupa jaga kesehatan, biar tetep bisa berkarya! Aku menunggumu‾
ForGoodluck
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
G R E E D [KETAMAKAN]
lanjut thor semangat kalo
bisa crazy up
AllMostDie: Pengennya sih kek gitu, cuman blm kesampaian. wkwk, entar kalo ada lebih, bakal upload kok.
total 1 replies
Mulya Damanik
wahhh..bagus banget ceritanya,q suka banget.....cepat lanjutin ceritanya yha mbm.q tunggu kelanjutan ceritanya,seru banget.....
G R E E D [KETAMAKAN]
lanjut thor semangat
G R E E D [KETAMAKAN]: santai aja thor utamain kesehatan dulu aja
total 2 replies
G R E E D [KETAMAKAN]
lanju thor seru
G R E E D [KETAMAKAN]: iya thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!