NovelToon NovelToon
RAHASIA HATI

RAHASIA HATI

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: DianPutri

"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"

"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"

Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.

Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"

Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 - LUKA HATI

Di dalam dapur, Nayla sedang sibuk mencuci semua piring yang sudah habis digunakan untuk makan malam. Di saat itulah, seorang pelayan wanita pun datang menghampirinya.

"Nyonya besar, Nyonya Besar tidak usah capek - capek melakukan semua ini. Biarkan saya saja yang mencuci piringnya,"

"Tidak apa - apa biar saya saja yang mencuci semua piring ini. Lagipula, ini juga sudah mau selesai. Kamu bersihkan saja meja makan ya. Jangan sampai ada noda bekas makanan sedikitpun yang masih tertinggal di meja makan itu karena Tuan nanti pasti akan sangat marah,"

"Baik, Nyonya Besar,"

Pelayan itu pun menuruti perintah Nayla untuk membersihkan meja makan sampai tidak ada noda bekas makanan yang tertinggal disana. Tidak lama kemudian, Ilham dengan sangat beraninya datang menghampiri Nayla.

"Nayla,"

"Ilham, ngapain kamu kesini?,"

"Aku ingin berbicara sedikit padamu,"

"Aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi,"

"Nayla, tolong dengarkan dulu,"

"Apa yang perlu aku dengarkan dari kamu, Ilham. Kamu harus ingat bahwa status aku saat ini adalah istri dari Abang kekasihmu. Kamu harus bersikap sopan padaku,"

"Nay, Apakah hubungan kita benar - benar sudah selesai hingga kamu tidak ingin melihat bahkan berbicara sedikitpun padaku,"

"Hubungan kita sudah selesai sejak aku menggantikan posisimu saat itu. Aku yang bahkan tidak tau apa - apa malah dianggap bersalah oleh banyak orang,"

"Nay, aku dulu itu terpaksa membiarkan wanita itu di jalanan karena aku panik dan aku takut. Tapi apakah kamu pernah berfikir bahwa setelah melakukan hal itu sekarang aku selalu dihantui rasa bersalah yang sangat besar sama kamu dan juga pihak keluarga dari wanita itu,"

"Andai saja, waktu itu kamu mau bertanggung jawab dan membawa wanita itu segera ke rumah sakit. Mungkin saat ini, dia dan juga anak yang ada di dalam kandungannya masih hidup sampai saat ini. Kamu tidak perlu menjelaskan apapun lagi padaku. Anggap saja apa yang aku lakukan untukmu semata - mata karena ibuku yang butuh biaya pengobatan dan juga anggap saja itu sebagai hadiah perpisahan kita,"

Nayla dengan perasaan sedikit kesal pun mencuci tangannya dan pergi begitu saja meninggalkan Ilham.

"Sebegitu jijiknya kamu padaku, Nay. Hingga kamu tidak mau melihat dan mendengar sedikitpun penjelasan dariku,"

...******************...

Nayla berjalan memasuki kamar. Ia melihat Akbar yang sedang berada di Balkon kamar mereka.

"Mas," Nayla berjalan mendekati Akbar.

Akbar pun membalikan tubuhnya dan melihat ke arah Nayla.

" Ada apa?,"

"Kamu kok belum tidur sih, Mas,"

"Apa urusanmu, aku mau tidur atau tidak. Jika kamu memang ingin tidur, yasudah tidur saja sana duluan,"

"Mas, kamu itu kenapa sih? Dulu sikapmu tidak seperti ini padaku,"

"Kamu mau tau aku kenapa,"

Nayla pun hanya menganggukkan kepalanya sembari merasa ketakutan dengan tatapan marah dari Akbar.

"Baiklah akan aku beri kamu alasan, mengapa aku sangat jijik untuk melihatmu. Dulu aku menikahimu karena aku belum tau kalau kamu itu ternyata adalah seorang mantan narapidana,"

Nayla sontak terkejut saat mendengar ucapan dari Akbar.

"Kamu tau semua itu darimana, Mas,"

"Kamu tidak perlu tau, aku tau soal kamu itu darimana, yang terpenting saat ini adalah aku merasa sangat jijik memiliki istri seorang mantan narapidana,"

Akbar dengan perasaan sangat marah pun berjalan masuk ke dalam kamar. Tetapi Nayla yang berusaha mencoba untuk menjelaskan semuanya pada Akbar terus menarik tangan Akbar agar Akbar mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu. Akbar yang terlanjur kesal dengan sikap Nayla pun tanpa sengaja mendorongnya hingga kepala Nayla terbentur ujung meja yang ada di kamar tersebut. Kening Nayla pun terluka dan sedikit mengeluarkan darah.

"Awh," rintih Nayla.

"Sudah aku bilang, aku jijik padamu. Tapi kamu masih saja mencoba untuk menyentuhku. Maka inilah akibatnya jika kamu tidak mau mendengarkan perkataanku,"

Akbar dengan sangat tidak berperasaan meninggalkan Nayla yang terluka begitu saja tanpa memiliki niat untuk membantunya berdiri ataupun mengobati lukanya.

"Awh..Mas, Mas, Mas Akbar,"

...******************...

Akbar keluar dari kamar dan terus berjalan di lorong - lorong rumahnya sampai dirinya menemukan seorang pelayan wanita yang baru saja selesai membersihkan ruang kerjanya.

"Pelayan,"

"Iya, Tuan Besar. Ada yang bisa bantu, Tuan,"

"Tolong kamu ambilkan kotak P3K di lemari obat terus kamu bawa ke kamar saya ya,"

"Baik, Tuan,"

"Oh ya satu lagi, kamu jangan lupa juga tolong bantu nyonya untuk mengobati luka yang ada di kepalanya,"

"Baik, Tuan Besar. Kalau begitu saya permisi dulu ya, Tuan,"

"Iya, silahkan,"

Pelayan wanita itu pun langsung berjalan pergi meninggalkan Akbar begitu juga dengan Akbar yang langsung berjalan kembali menuju ke ruang kerjanya.

...*****************...

Nayla terduduk di sisi ujung tempat tidur dengan salah satu tangannya yang masih memegangi luka di keningnya. Suara ketukan dari luar pintu kamar pun terdengar.

*Tok....Tok...Tok...*

"Siapa?,"

"Saya, Nyonya Besar,"

"Silahkan masuk,"

Seorang pelayan wanita pun membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawakan kotak P3K untuk mengobati luka di kening Nayla. Pelayan wanita itu pun berjalan mendekati Nayla.

"Nyonya besar, ini saya bawakan kotak P3K untuk mengobati luka di kening Nyonya,"

"Kotak P3K?! Kamu tau darimana kalau saya terluka? Bukannya saya tidak ada memanggil satupun pelayan untuk mengambilkan kotak P3K,"

"Saya tau dari Tuan Besar, Nyonya. Tuan besar juga yang menyuruh saya untuk membawakan kotak P3K ke kamar ini,"

"Akbar menyuruh pelayan untuk mengobati lukaku?! Bukannya dia bilang dia jijik padaku," - Batin Nayla.

"Nyonya,"

"Ah, iya,"

"Boleh saya bantu untuk obati luka di kening Nyonya sekarang biar darahnya berhenti mengalir keluar,"

"Baiklah,"

Pelayan Wanita itu pun mulai mengobati luka di kening Nayla.

"Nyonya, Apakah Tuan Besar yang telah menyebabkan Nyonya terluka,"

"Tidak kok, Saya tadi hanya kepeleset saja. Tuan tidak ada melukai saya malahan Tuan sangat sayang sekali pada saya,"

"Baguslah, jika Tuan sudah bisa menerima Nyonya. Nyonya, saya sudah selesai mengobati luka di kening Nyonya kalau begitu saya permisi dulu ya Nyonya,"

"Iya, Silahkan. Terimakasih juga karena kamu sudah mau mengobati luka di kening saya,"

"Iya, Nyonya,"

Pelayan Wanita itu pun langsung pergi meninggalkan kamar. Dan pada saat itulah, Nayla mulai menangis. Ia tidak percaya bahwa Akbar merasa jijik dengan dirinya yan merupakan seorang mantan narapidana.

"Apa salahku, Tuhan. Aku melakukan itu semua juga bukan karena aku gila uang. Tapi aku melakukan semua itu karena aku ingin ibuku memiliki kesempatan kedua untuk hidup. Apakah aku salah jika aku ingin Ibuku sembuh dari penyakitnya. Aku tau aku membuat semua orang menjadi memiliki pikiran negatif tentang diriku. Tapi aku rasa mereka juga akan melakukan hal yang sama saat berada di posisiku saat itu. Disaat, nyawa ibu yang melahirkanmu di pertaruhkan pada saat itu. Rasanya sakit sekali, suamiku sendiri tidak mau mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu dan lebih memilih untuk percaya terhadap apa yang ada di dalam pikirannya,"

...******************...

Ruang Kerja Akbar.

Akbar masuk ke dalam ruang kerjanya. Ia berjalan mendekati meja kerjanya dan ia pun terduduk di kursi yang selalu menemaninya di malam - malam penuh dengan rasa bimbang.

"Mengapa aku merasa kasihan padanya? Tidak, Akbar. Tidak, kamu tidak boleh menyukai wanita itu. Dia adalah seorang pembunuh. Dia telah menghancurkan keluarga kecilmu. Dia juga yang telah menghancurkan impian kamu dengan Monica. Wanita seperti itu tidak pantas untuk dicintai,"

1
Meri Kasmiyati
harus Nay hidup
Lia Henuk
cerita nya seru
dan agak sedih jga sih
Tere A Sembada
kok ky cerita ne andin
Winarti Amiuna
ko meninggal nayla
Winarti Amiuna
jujurlah ilham meskipun itu terlambat
Winarti Amiuna
ditunggubkelanjutannya🙏
Winarti Amiuna
ooo ternyata maudy pernah ada hub sama vincent
Eka Priskila
ini cerita uda lama gak ada kabarnya
Winarti Amiuna
trimakasihbsdh up🙏
Winarti Amiuna
jangan lama2 up ka🙏
💜LAVENDER💜
Di episode sebelumnya kan Akbar dan Nayla udah kenalan Kak, tapi di episode ini mereka kok kenalan lagi Kak😁
Purnama Sari Simarmata
Ini kapan up ny thor?
jgn lama2 dong thor
Winarti Amiuna
woow aku suka ...nayla tunjukan dirimu
Purnama Sari Simarmata
kak,jangan lama2 dong up nya
Winarti Amiuna
bagus nayla
Winarti Amiuna
betul itu intan
Winarti Amiuna
kejam bgt
Eka Priskila
lanjut lgi donk kak
Winarti Amiuna
jgn2 laki2 itu mantanya nayla
Yuliati Azkiya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!