NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Sang Pelakor

Cinta Untuk Sang Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Pelakor / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sonata 85

"Cinta Untuk Sang Pelakor"

Berawal dari sakit hati karena diselingkuhi oleh sang suami, menorehkan luka paling dalam di hati Ririn Wulandari, rasa sakit hati itu jugalah yang membuatnya memilih jalan hidup yang salah.

Menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain. Tetapi, karena pilihan yang salah itu jugalah, membuat Ririn hampir kehilangan nyawa. Ia dijebak dan hamil dari pria asing yang tidak ia dikenal.

Farel Taslan datang ke Indonesia untuk membalaskan dendam sang kakak pada perempuan yang merusak rumah tangga Kakak perempuannya. Lalu bagaimana jika wanita yang ingin ia singkirkan justru
mengandung anak sendiri?

Baca kisah selengkapnya di Cinta Untuk Sang Pelakor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendapat Kekerasan

Satu pesan yang membuat lutut ini semakin gemetaran adalah pesan terbaru dari ibu yang masuk.

[Jangan pulang dulu, Virto ada di Kontrakan mu mulai dari tadi malam] isi pesan ibu.

[Mau ngapain Bu?]

[Ririn ...! Kamu tanya mau apa lagi? mau pakai tubuhmu lah, emang mau apa lagi?] balas ibu lagi.

'Oh, benar lelaki ku akan datang jika ia menginginkannya kehangatan,  memang apa lagi' aku membatin.

Aku berpikir semua lelaki sama saja, tidak bersyukur dengan apa yang sudah miliki, sama seperti Mantan suamiku, alasan ia berselingkuh karena aku selalu sibuk bekerja, bukannya bersyukur aku membantu mencari nafkah, ia malah selingkuh....

Virto juga pernah bilang, kalau istrinya tidak bisa memuaskan di ranjang,  ia juga bilang kalau ia tidak suka lagi pada istri karena tidak bisa merawat diri.

Setelah aku berahir di kamar pria asing, aku keluar dengan pakaian berantakan dan membasuh wajahku di kamar mandi.

Hal yang aku khawatirkan akhirnya terjadi juga,  saat aku bersama pria asing ternyata Virto datang ke kontrakan, aku tidak lupa kalau ia pulng hari itu dai Bali, saat aku melihat ponselku, aku semakin panik ternyata.

Ada banyak pesan masuk dan puluhan panggilan yang tidak terjawab yang panggilnya tidak usah di tanya sudah pasti Virto.

"Aduh Mati aku, mati aku," ucapku berulang- ulang karena panik.

Pesan yang membuat lutut ini semakin gemetar adalah pesan dari ibu yang terus-menerus mengirimkan pesan peringatan

[Jangan pulang dulu, Virto masih mengamuk di rumahmu membuang pakaian keluar]

'Astaga aku akan mati’

Setelah membersihkan diri,  di apartemen lelaki asing itu, barulah aku keluar dari sana, untung dalam tas tangan yang aku bawa selendang kecil yang bisa aku gunakan menutup wajah ini.

Aku tidak tahu siapa lelaki yang berbagi kehangatan denganku malam itu, saat ini aku hanya ingin menjernihkan pikiran untuk mencari alasan yang aku gunakan untuk mengahadapi Virto.

Berjalan ke depan apartemen, menghentikan taxi aku  masuk  dengan sikap buru-buru dan perlahan roda empat berwarna biru itu meninggalkan area apartemen.

Saat dalam mobil aku sandarkan kepala dan memijit kening untuk memulihkan pikiran yang mulai berantakan, semakin mobil itu melaju semakin jantung ku berdetak tak karuan.

"Kemana Neng?" tanya bapak supir, membuatku terbangun dari lamunan yang berujung itu.

"Oh, iya pak kita ke apartemen Menteng," ujar ku menhela napas panjang.

Aku berpikir sebelum pulang ke kontrakan lebih baik mampir ke apartemen teman, untuk meminjam pakaian untuk aku gunakan pulang, dress mini yang aku pakai saat ini sudah berbau  pria parfum lelaki lain.

Bau lelaki yang tidur bersama dan mau minuman dan bau rokok. jika aku pulang dengan wujud seperti ini. Aku pastikan, lelaki yang bernama Virto itu akan mengamuk , daripada hal itu terjadi lebih baik aku ambil jalan yang sedikit aman walau tidak sesungguhnya aman aku apartemen Irene aku mengabarinya terlebih dahulu.

"Ok, lu datang aja, kebetulan gue kuliah, sore" ujar Irene di ujung telepon membuatku sedikit bernapas legah.

"Iya, gue datang iya pinjam pakaian Lu, ya."

"Ok."

Setelah berkendara sekitar lima belas menit, aku tiba di apartemen wanita cantik yang berstatus sebagai mahasiswa sekaligus pemandu lagu di kafe itu.

Saat tiba Irene sudah menyiapkan serapan pagi, yang saat aku menelepon dia lagi membeli ketoprak untuk serapannya jadilah dia membeli dua.

" Lu ketakutan bangat sih Rin, santai saja,” ucap Irena menatapku dengan tatapan iba.

"Lu tau kan, bagaimana sikap Virto selama ini ama gue Iren? gue pinjam baju lu."

"Iya,cserapan dulu, lu tenangin pikiran bentar, biar lu bisa tenang nanti kasih jawaban untuk dia."

"Iya Lu benar.”

Aku setuju dengan pemikiran Iren, karena ada ungkapan yang mengatakan perut yang kenyang membuahkan pikiran yang jernih, tetapi perut yang lapar sering sekali salah.

"Makan yang hati-hati Rin, nanti keselek, ni minumnya."

"Iya, tapi apa kamu tahu apa yang terjadi sama gue tadi malam?"

"Gak."

"Gue mabuk dan berkahir di kamar pria asing lagi, sial bangat kan hidup gue? kalau mas Virto sampai tau habislah aku, nanti kalau dia telepon, kamu bilang kalau kita bersama"

"Ok, baiklah."

"Makasih Iren, kamu temanku yang baik."

"Lu harus lepas darinya Rin, kamu harus bebas dari lelaki seperti dia"

"Gue tau Iren, tapi dia yang tidak mau melepaskanku."

Kriiing ... Kriiing …

Baru juga diomongin lelaki itu sudah menelepon. membuat jantung ini berdetak semakin cepat, padahal ketoprak yang di berikan Iren, baru habis setengah.

"Sini, aku angkat, kamu makan saja," ujar Iren. aku sangat berterimakasih untuk itu, dalam hal ini aku menganggap kalau dewa penyelamat hidupku saat ini,

Aku memberikan ponselku padanya.

"Halo, Mas Virto,” suara Irene lembut selembut sutra, orang yang tadinya ingin marah, mendadak tidak marah.

“Ririn di mana ?”

"Oh ada, dia lagi mandi Mas."

"Oh baiklah, tolong suruh dia pulang segera."

“Baik Mas,” jawab Iren Lalu ia menutup telepon.

"Apa katanya?" tanyaku penasaran, bahkan ketoprak itu tidak aku sentuh lagi.

"Kamu di suruh pulang cepat ke rumah."

"Baik, aku pergi dulu,” ucapku  bergegas dan menyambar tas kecil yang aku letakkan di atas meja makan.

"Rin hati-hati, kalau ada apa-apa, bilang samaku biar aku jemput,” ucap Irene perhatian.

"Baik Iren makasih, kamu teman terbaikku ," ujar ku sambil bergegas dengan buru.

Dari apartemen Iren aku memilih naik ojek biar tiba dengan cepat. sekitar dua puluh menit akhirnya tida di sebuah kontrakan.

Jantung ini mulai berdendang ria, saat aku menoleh kontrakan petakan ibu tutup , jantung ini semakin berdendang bagai gendang bertalu-talu, saat aku melihat kanan kiri semuanya sepi karena

biasanya ibu-ibu menjemput anak-anak mereka sekolah pada jam segitu.

Dreeek ...!

Suara handel pintu kontrakan saat aku dorong, mataku membelalak kaget karena ruangan satu petak itu bagai kapal pecah, Televisi terlempar di dekat pintu, semua barang-barang dari lemari keluarkan.

'Iya Tuhan petaka apa  ini' ucapku dalam hati saat melihat rumah berantakan.

"Dari mana kamu!?" suara itu mengagetkanku sampai-sampai pundak ku mengkedik karena terkejut.

"Aku dari rumah Iren."

"Wanita murahan sialan!!" teriaknya dengan marah.

Paaak ... Paaak ..!

Tamparan keras mendarat di pipiku, bukan hanya itu ia juga menarik rambut dan menyeretku dan melemparkan tubuh ini ke sofa, ujung meja mengenai pelipis ku.

Anehnya, aku tidak mau bersuara ataupun berteriak.

Aku membiarkan ia melakukan pemukulan sampai ia puas.

Aku mengalami kekerasan dari pria selingkuhanku, ia memperlakukanku dengan buruk tanpa memberiku kesempatan menjelaskan.

Bersambung ...

Bantu review dan subscribe, masukkan ke rak buku juga kalian iya kakak, kasih dukungan dan komentar yang menarik jika kalian suka.

1
siti salamah
sya ke sini hbis bca pariban jdi Rokap,, Rssa nya sperti hbis jalan mulus msuk jaln banyak btuan kecil /Pray//Pray/,, 100ntk Paariban jdi Rokap.
falea sezi
Virgo tulus bgt
apajalah
kereeeeeen/Doge//Hug//Hug/
Safa Almira
syuka
N Wage
bu ririn emang the best.
N Wage
keren tp bikin mewek😢😢😢😢😢😢
👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤💪💪💪💪💪
N Wage
mona?lah sebelumnya alya?
N Wage
👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤💪💪💪💪💪
😢
N Wage
oh marisa guru ya...kusangka seorang modèl.tp sbg guru dia kurang beradab krn suka merendahkan suaminya sendiri.
N Wage
kok operasi di Bali?
tidak di Jakarta?
bukannya farrel kerja dan domisili di jakarta.
N Wage
apa ririn sengaja berbohong krn bukannya dia pergi ke taiwan setelah haikal berumur 1 atw 2 bln kalau gak salah.
N Wage
ceritanya bagus loh...sabar ya thor lupà like krn buru2 nerusin bacanya.
N Wage
Luar biasa
N Wage
itulah makanya kita diminta jangan menjugde kehidupan orang lain yg tidak sesuai dg hidup kita.
kita tidak tau apa yg mereka telah alami sehingga membuat dirinya tampak buruk di mata kita.
sama halnya dg vitro dan ririn.
N Wage
semua jempol utk novel ini👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤💪💪💪💪💪
N Wage
belah kampak?!?!?!?😂😂😂😂😂😂😂
tegang2 begini sempat2nya kamu bercanda rin?
N Wage
baca novelnya kak...serasa ikut masuk kedalamnya.sedih,nyesel,tegang....
N Wage
tegang banget🙈
N Wage
ya ampuuuun...ririn😢
N Wage
gak tau deh mo komen apa kedua2nya keras kepala.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!