NovelToon NovelToon
Maysaroh

Maysaroh

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:416.7k
Nilai: 2.2
Nama Author: Isna Imut

Hi ☺️

Novel lanjutan dari akun pertama "AKUN ANANTA"

Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini🚫


Maysaroh diperkosa oleh Rio dan menghadapi tekanan perasaan akibat peristiwa hitam tersebut. Kesedihan Maysaroh bertambah saat dirinya hamil. Pattra tahu apa yang sudah terjadi kepada diri Maysaroh menaruh simpati padanya. Akhirnya Pattra menikahi Maysaroh.

Ikuti kisah lanjutannya akankah Pattra dan Maysaroh menjadi sepasang suami istri yang sangat bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

Semua anggota keluarga Wiguna berkumpul di ruang keluarga.

"Selamat malam Pa, Mama..." Sapa Pattra yang baru pulang dari kantor

"Selamat malam sayang kamu udah pulang. Mana Adikmu?" Tanya Mama Una tersenyum

"Lho bukannya dia udah pulang duluan, Ma" Jawab Pattra

"Belum pulang Yank" sambung Isna

"Pergi kemana tu anak, udah malam malah gak pulang. Kebiasaan selalu saja tidak bisa di ajak makan malam bersama" Ucap Papa Wiguna

"Udahlah Pa. Paling juga lagi sama Lidia" Jawab Mama Una

"Telpon sana Ma..." Perintah Papa

"Iya-iya, Pa" Jawab Mama Una

Dengan segera Mama Una menelepon Rio.

"Pa... Ma... Pattra ke dalam dulu iya. Mau bersih-bersih dulu" Pamit Pattra

"Iya. Cepatlah pergi mandi dan kita makan malam bersama" Jawab Papa Wiguna

"Iya Pa" Ucap Pattra segera pergi dari hadapan Papanya dengan di ikuti oleh Isna

"Sayang" Panggil Isna yang mengikuti langkah suaminya

"Iya Sayang" Jawab Pattra menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya dengan segera memeluk istrinya dan mencium bibirnya

"Apa kau lelah hari ini?" Tanya Isna

"Hm" Jawabnya segera pergi menuju ke kamar

.

"Tring... Tring... Tring..." Suara ponsel milik Rio

Rio tak kunjung mengangkat teleponnya, ia malah mematikan telepon miliknya.

Mama Una mencoba menelepon balik, Lagi-lagi Rio tidak mengangkatnya.

"Duh... Rio kamu di mana sih Nak?

"Bagaimana Ma... Apa Rio sudah bisa di hubungi?" Tanya Papa Wiguna

"Tidak di angkat teleponnya Pa" Jawab Mama Una

"Coba Mama telepon Lidia" Perintah Papa Una

.

"Tring... Tring... Tring..." Suara ponsel milik Lidia

"Hallo Ma" Jawab Lidia dengan segera

"Lid... Apa kamu bersama Rio?" Tanya Mama Una

"Tidak Ma... Kenapa dengan Rio, Ma?" Tanya Lidia

"Rio belum pulang Lid" Jawab Mama Una

"Apa dia masih di kantor?" Tanya Lidia

"Tidak. Pattra bilang di kantor sudah tidak ada Rio dan semua orang sudah pulang" Jawab Mama Una

"Ya sudahlah Ma. Tunggu saja di rumah, nanti Tio juga bakalan pulang" Ucap Lidia

"Iya baiklah. Oh iya kalau kau bertemu dengan Rio atau Rio datang ke rumah mu telepon Mama iya" Jawab Mama Una segera menutup telponnya

"Gimana?" Tanya Papa Wiguna yang sedari tadi memperhatikan Istrinya

"Lidia tidak bersama dengan Rio, Lidia tidak tau dimana keberadaan Rio" Jawab Mama Una yang memberitahu kepada suaminya

"Sudah kita makan malam dulu tinggalkan Rio saja, anak itu makin lama makin aneh-aneh saja kelakuannya tidak bisa di atur" Perintah Papa Wiguna

Papa Wiguna dan Mama Una segera menuju ke ruang makan. Papa Wiguna dan Mama Una masih berbicara dengan santai sembari menunggu Pattra dan Isna

"May... May..." Teriak Mama Una memanggil May yang ada di dapur

"Iya Bu" Jawab May berlari menuju ke ruang makan

"Siapkan makanannya" Perintah Mama Una

"Baik Bu" Jawab May

"Mama panggil dia May?" Tanya Pattra dan Isna yang sudah berada di ruang makan dengan menunjuk ke arah May

"Iya. Dari pada dia tidak punya nama ya... Mama berinama May" Jawab Mama Una

"Sesuai dengan bulan ini Mei" Sambung Isna tertawa terbahak-bahak

"Apaan sih Yank" Ucap Pattra mencubit pipi Isna

"Yank" Jawab Isna lirih

"May kamu sudah tau kan apa peraturan di rumah ini untuk art?" Tanya Papa Wiguna

"Iya tau Pak. Romlah sudah memberi tahu ku" Jawab May

"Kerja yang bener iya. Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk bertanya" Ucap Papa Wiguna

"Iya Pak. Terimakasih, saya permisi ke belakang dulu" Pamit May

Makan malam pun sudah selesai, tapi Rio tak kunjung pulang.

Mama Una melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 23:00. Ia pergi keluar rumah untuk melihat apa ada tanda-tanda kalau Rio sudah pulang. Mama Una yang berada di teras rumah merasa gelisah. Dia hanya bisa mondar-mandir gak karuan.

Ah... Rio kamu di mana sih Nak? Kebiasaan selalu pulang malam tanpa memberitahu Mama dulu. Kalau Mama tau kamu berada di mana, pasti Mama kan bisa mencari alasan untuk menjelaskan ke Papamu.

"Hoamm" Mama Una menguap

"Ya sebaiknya aku pergi tidur saja, dari pada menunggu Rio yang tak kunjung pulang" Ucap Mama Una segera masuk ke dalam rumah

.

Di tempat lain.

Hah... sudah jam berapa ini? Rio terbangun dari tidurnya dan iya segera melihat jam tangan miliknya yang sudah menunjukan pukul 24:00. Aku ketiduran di sini pasti mereka mencariku. Rio melihat ponsel miliknya ada 35 panggilan telepon dari Mama dan 20 panggilan telepon dari Lidia.

"Aaa..." Teriak Rio mengacak-ngacak rambut miliknya sendiri

Iya segera pulang ke rumah dan mengendarai mobil dengan sangat laju.

Akhirnya sampai juga di rumah.

Di kunci gak ya pintunya, biasanya Mama kan gak pernah ngunci kalau aku pulang larut malam.

Rio membuka pintu rumahnya.

"Ckelek Krekkk..." Suara pintu terbuka

"Aman..." Ucap batin Rio

Rio baru saja melangkahkan kakinya.

Tiba-tiba lampu di ruangan tamu menyala. Rio kaget... Siapa yang menyalakannya?

"Ha... Papa" Ucap Rio yang melihat Papanya merasa terkejut di buatnya

"Pa..." Nada suara Rio melemah

"Kamu dari mana Rio? Kenapa jam segini baru pulang?" Tanya Papa Wiguna dengan nada tinggi

"Aku dari rumah teman, Pa" Jawab Rio dengan pelan

"Papa sudah memberi peringatan kepada dirimu, sampai bosan mengingatkanmu terus. Kalau pulang itu jangan larut malam. Besok kalau kamu pulang jam segini lagi. Pergi dari rumah ini, Papa tidak mau punya anak sepertimu. Contoh itu Kakak kamu, dia selalu menuruti semua apa kata Papa" Ucap Papa Wiguna marah

"Iya Pa... Rio tau kalau Papa itu lebih sayang dengan Kak Pattra" Jawab Rio

"Rio..." Teriak Papa Wiguna

"Plak..." Sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi kanan Rio

Rio yang mendapatkan tamparan keras dari Papanya hanya mampu berdiam diri dan memegang pipi kanannya yang terasa sakit

"Berani sekali kamu berbicara seperti itu kepada Papa" Ucap Papa Wiguna

"Iya. Kenyataannya benar Papa selalu saja membanding-bandingkan aku dengan Kak Pattra. Papa lebih sayang kepada Kak Pattra ketimbang aku" Jawab Rio

Rio pergi meninggalkan Papanya dan ia menuju ke kamar miliknya.

"Rio berhenti Papa belum selesai berbicara dengan mu" Teriak Papa Wiguna

Anak itu ya... Selalu saja begitu sifat dan perilakunya.

Nih... Akibatnya kalau Mama selalu memanjakan dia.

Kerja di kantor saja gak becus. Mau jadi apa? Bagaimana kalau dia berumah tangga kalau sifat dan perilaku nya tidak bisa berubah.

"Mengandalkan orang tua saja" Ucap Papa Wiguna

Bersambung... ✍️

1
ZahraMarzia
aku mampir ka ke sini dulu 🥰🥰🥰
Mr.Jasa🐺
Dasar tukang tipu
Nur Adam
lnjjt thoor
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
aq mampir ka
💜Nay🐊
sukses thor
💜Nay🐊
mampir...
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
jejak ..semangat ya
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
mampir
🦋 165
next
TK
sukses
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat
Mas Adam
semangat
LUNA HIATUS
mampir thor
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
srmangat🤗
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
semangat
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
next
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
done
Azzahra Rara
bagus bnget critanyaa sy sukaaa
abjdefghij: hai kk mau promosi ada novel baru ku yang berjudul ISTRI TUAN ANAS.
total 1 replies
LalaLolita
Lydia nekat dan gila karena cinta? 🙄🙄
Azzahra Rara
critanya masih muanis muanis ini,,,lnjutin ya thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!