Jodoh siapa yang tau, walaupun hanya sebatas mengenal nama jika semesta sudah merestui mau bagaimana? - Aurora Berliana
.
Rahasia semesta tentang jodoh memang nyata adanya - Andromeda Raharja
Memang benar kata pepatah bahwa jodoh ada ditangan sang semesta kita tidak pernah tau siapa yang akan menemani kita sampai akhir nantinya ✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan
13 Januari 2020 , Kota Kenangan
Hari ini mungkin aku akan di sibukan dengan banyak kegiatan, karena selepas pulang kemarin, aku sudah di todong oleh mama ku untuk mempersiapkan pernikahan ku. Memang betul yang mempersiapkan segalanya mama ku tetapi untuk segala konsep dllnya semua harus sesuai persetujuanku dan kemauanku, hari ini acaranya membeli cincin kawin, fiting baju lagi dengan baju yang aku ingin kan, testi makanan, dan mengecek dekorasi. Tetapi aku masih tidak tau, apakah aku akan bersama An atau tidak, karena mama tidak berbicara tentang itu.
Pagi ini cuaca cukup cerah, dan berharap akan seperti ini sampai rencana ku hari ini selesai. Berharap semesta merstui dan tidak ada halangan apapun
Ruang tamu, pukul 08.00
Aku sedang bersantai diruang tamu sambil bermain HP, mama keluar entah kemana, papa dan abang berangkat kekantor lebih awal. Karena hari ini, hari pertama abang bekerja di kantor papa setelah lulus kuliah. Aku belum siap-siap untuk pergi karena ini masih terlalu pagi dan aku belum mendapat intruksi apa-apa dari mama. Saat aku bermain HP aku tak sengaja melihat akun instagram An, aku dan dia sudah saling memfollow sebelum kejadian itu.
"Kayak pernah tau bayangan cewek ini?" Ucap ku saat melihat di feed instagram An, dan caption yang tertulis di sana adalah "You're the only one 💛" Entah kenapa saat aku membaca itu, hati ku sakit. Padahal aku tidak ada rasa apapun dengannya.
Tettttttt (Bel rumah berbunyi)
"An?" Kaget ku
"Loe belum siap-siap?" Tanyanya dengan ketus
"Belum, bukannya masih nanti?" Tanyaku
"Sekarang, beli cincin" Ucapnya dengan nada dingin
"15 menit, gue siap" Ucap ku
Setelah itu aku dan An menuju salah satu mall di kota ini untuk membeli cincin pernikahan kami. Setelah sampai ditoko perhiasan, An tidak berkata apapun.
"Mbak boleh tunjukin cincin pernikahan keluaran terbaru" Ucap ku
" Ini mbak" Kata mbak-mbak toko tersebut, dia menunjukan beberapa pilihan yang menurutku sangat bagus
"Yang mana An?" Tanya ku
"Terserah" Ucapnya dingin, rasanya saat dia bicara seperti itu ingin ku siram air oanas biar dia panas gak dingin lagi.
Akhirnya aku memilih sendiri, mataku jatuh cinta dengan salah satu cincin sederhana hanya ada 1 permata berlian yang menghiasinya, sederhana memang tapi terlihat cantik.
"Boleh ini An?" Tanyanya
"Terserah" Ucapnya lagi, aku hanya bisa menarik nafas saja saat dia berucap seperti itu. Yang dia lakukan dari tadi hanya diam dan memperhatikan ku memilih dan di seperti patung saja.
"Yaudah mbak, saya ambil ini" Ucap ku
"Mau diukir nama mbak?" Tanya mbak-mbak toko
"Gimana An?" Tanya ku, berharap dia tidak menjawab terserah. Jika iya aku akan benar-benar akan pergi sendiri tanpa dia mempersiapkan semua karena dia tidak ada gunanya juga.
"Iya" Ucapnya, syukurlah bukan terserah
Akhirnya sambil menunggu cincin diukir kita pergi ke salah satu resto di Mall ini, dan tidak sengaja kita bertemu Della dan Bintang saat ingin memasuki restoran, dan berakhir kita satu meja dengan mereka. Rasanya atmosfer disini seperti dulu saat dimobil, sangat dingin. Sampai sekarang aku tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.
"Gimana persiapannya Ra, sampai mana?" Tanya Della padaku setelah keheningan yang cukup lama
"Uda 80% Dell" Ucap ku sekenanya
"Oh" Ucap dia
Saat pesanan kita datang entah apa yang terjadi tapi yang jelas An dan Bintang berebut ingin menukar makanan dengan Della, karena pesanan yang dimakan Della ada udang, sedangkan Della alergi itu.
"Sini biar aku tuker sama makanan aku ya?" Tanya An
"Jangan, punya loe masih ada udang nya sedikit An, mending punya gue" Jawab bintang
"Punya loe juga, seenggaknya punya gue dikit" Ucap An dengan kekeuh
"Udah-udah jangan ribut!!! Ra boleh aku tuker sama makanan kamu?" Tanya Della padaku setelah melerai bertengkar
"Boleh, ini Dell"
"Terimakasih Ra"
Ditengah saat aku makan, entah apa yang terjadi An langsung menggebrak meja dan menarik tangan ku untuk langsung pergi dari restoran ini.
"Annnn lepasin, Annnn. Annnn lepasinn!? Sakit An" Teriak ku padanya, dan akhirnya dia melepaskan tangan ku. Ada bekas merah disana
"Maaf" Ucapnya
"Kalo loe marah sama orang lain jangan ngelampiasin ke gue, lampiasin ke orangnya langsung, karena gue bukan tempat pelampiasan loe, dan gue bukan barang yang harus loe tarik kesana kemari!!!" Marah ku padanya, karena aku tidak suka ada yang menggangu acara makan ku apalagi yang di lakukan An tadi padaku, yang seenaknya menariku tanpa berkata apapun. Setelah itu aku berjalan duluan untuk ke toko cincin mengambil cincin kami.
"Maaf" Ucapnya lagi
"Hmmm" Dehem ku
"Sekarang kita ke butik tante Stella ya?" Ucapnya lembut padaku, seketika membuatku terkejut, karena bagaimana tidak? Seorang An yang judes berbicara lembut padaku? Apa aku memarahinya keterlaluan ya? Ahhh bodo amat, terserah dia mau apa.
Sampai di butik tante Stella aku mencoba gaun yang aku inginkan, sangat cantik. Warna gaunku putih untuk akad dan biru laut saat pesta resepsi yang akan dihadiri keluar dan teman dekat saja, sedangkan jas yang digunakan An senada dengan gaunku
"Wahhhhh kalian bener-bener pasangan serasi" Ucap tante Stella
Aku yang dari tadi menunduk melihat ke arah An yang juga memperhatikan ku, An sangat begitu tampan dengan jas yang digunakan. Entah kenapa dia memperhatikanku tampa melepas pandangan sama sekali, apa segitu buruknya aku?
"An,, Gimana?" Tanya ku
"Cantik" Ucap An tanpa sadar
*Blusssshh* seketika pipiku memerah saat An berkata seperti itu, ada apa ini? Apa An salah makan? Sikapnya sangat aneh sejak keluar dari restoran tadi. Sampai-sampau dia membuat ku tersipu seperti ini
"Ehhmmm iyaa deh yang lagi jatuh cinta mah beda" Ucap tante Stella
"Eh nggak nggak tante, kan emang setiap wanita cantik. Yaudah ini aja yang kita ambil, ini uda sore kita harus testi makanan juga soalnya" Ucap An langsung pergi untuk ganti baju
Diperjalanan tidak ada yang berbicarahanya suara radio yang memenuhi pendengaran kita. Saat perjalan ingin rasanya aku bertanya ada kejadian apa tadi di restoran? tapi nyaliku tak cukup berani mengatakannya.
Tringg tringgg ( Suara handphone)
"Halo ma" Ucap An kepada penelpon, aku jamin pasti itu mama An
"Oh iyaa, aku antar Rora dulu" Ucap An lagi kepada penelpon
"Gak jadi testi makanan, biar mama yang urus" Ucapnya
"Yaudah" Jawab ku
Saat sudah sampain dan aku ingin turun dari mobil An, An mencekal tangan ku
"Raa, sekali lagi gue minta maaf masalah tadi. Bukan maksud gue marah sama loe?" Ucapnya
"Gak papa santai aja" Ucap ku langsung turun
Saat sudah sampai rumah aku buru-buru membersihkan diri ku dan aku akan menghubungi Della menanyakan ada apa tadi. Emang salah ku sih kalo makan selalu fokus sampai gak sadar sekitar, tapi itu uda kebiasaan :((.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
**HALUUUUUUUU GIMANA KABAR KALIAN? BAIK-BAIK AJA KAN? JAGA DIRI YAA STAY SAVE SEMOGA SEMESTA CEPAT PULIH YAA♥️♥️ SIAPA NIHHH YANG PENASARAN ADA APA SEBENARNYA? TUNGGUIN KELANJUTANNYA YAA? JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT YAA,, AKU TUNGGU KRITIK KALIAN SEE YOUU AND STAY SAVE YA 💕💕
SALAM, AUTHOR LENN ☁️☁️**
LOVE IN THE GAME
kita saling dukung
semangat kak
seru ni