NovelToon NovelToon
ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda
Popularitas:724
Nilai: 5
Nama Author: Flaura Charisma

Asisten Duda CEO Tajir Melintir

Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.

Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.

Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.

Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertuduh

Ruang arsip yang biasanya sepi kini dipenuhi para karyawan.

Semua mata tertuju pada layar monitor CCTV.

Grizella berdiri mematung.

Wajahnya tampak pucat ketika melihat rekaman itu.

Dalam video tersebut, seorang wanita yang mengenakan pakaian dan postur tubuh yang sangat mirip dengannya terlihat memasuki ruang arsip pada pukul sebelas lewat tiga puluh malam.

Beberapa menit kemudian, sosok itu keluar sambil membawa sebuah map hitam.

Bisik-bisik langsung memenuhi ruangan.

"Itu benar-benar Nona Grizella."

"Padahal baru beberapa hari bekerja."

"Jangan-jangan dia mata-mata perusahaan lain."

Grizella mengepalkan tangannya.

"Itu bukan saya."

Seorang manajer keamanan menggeleng.

"Tapi wajah dan pakaian di CCTV sangat mirip dengan Anda."

"Saya tidak pernah datang ke kantor tadi malam."

"Tadi malam saya berada di penthouse."

Ucapan itu justru membuat suasana semakin gaduh.

"Berarti dia punya akses."

"Jadi lebih mudah mengambil dokumen."

Grizella mulai merasa kesal.

"Jangan mengambil kesimpulan tanpa bukti."

Saat itulah langkah kaki yang tegas terdengar dari arah lorong.

Semua orang langsung memberi jalan.

Galaxy Adelion Wesley datang dengan wajah datar.

"Apa yang terjadi?"

Manajer keamanan segera menyerahkan laporan.

"Tuan, dokumen proyek kerja sama dengan investor hilang."

"Dan CCTV memperlihatkan Nona Grizella memasuki ruang arsip."

Galaxy menerima tablet berisi rekaman itu.

Tatapannya tidak menunjukkan emosi apa pun.

Ia memutar ulang video tersebut dua kali.

Lalu mengangkat pandangannya ke arah Grizella.

"Penjelasanmu."

Grizella menatap lurus ke mata Galaxy.

"Itu bukan saya."

"Kemarin malam saya tidak pernah keluar dari penthouse."

Galaxy masih diam.

Ia mengingat kembali.

Semalam memang ia melihat Grizella membawa makan malam ke ruang kerjanya.

Setelah itu...

Ia tidak tahu lagi apakah Grizella keluar atau tidak.

"Apakah ada yang melihat saya keluar dari penthouse?" tanya Grizella.

Aaron yang baru tiba segera menjawab.

"Maaf, Nona. Setelah pukul sepuluh malam saya sudah pulang."

Grizella menarik napas panjang.

Tidak ada saksi.

Semua keadaan justru membuatnya terlihat bersalah.

Galaxy menatap seluruh ruangan.

"Tidak ada yang boleh menyebarkan isu sebelum penyelidikan selesai."

"Baik, Tuan."

Kemudian ia kembali memandang Grizella.

"Ikut aku."

Di ruang CEO...

Keheningan memenuhi ruangan.

Galaxy berdiri di depan jendela.

Sementara Grizella berdiri beberapa langkah di belakangnya.

"Aku akan bertanya sekali lagi."

Galaxy berbalik.

"Apakah kau mengambil dokumen itu?"

"Tidak."

"Kau yakin?"

Grizella mengangguk tanpa ragu.

"Saya tidak pernah mengkhianati kepercayaan siapa pun."

Tatapan mereka bertemu.

Galaxy ingin mempercayainya.

Namun pengalaman pahit di masa lalu membuatnya sulit mengabaikan bukti yang ada.

"Aku akan menyelidiki kasus ini sendiri."

Grizella mengangguk.

"Itu yang saya inginkan."

"Tapi..."

Suara Galaxy berubah lebih dingin.

"Sampai penyelidikan selesai, aksesmu ke ruang arsip dan dokumen rahasia dicabut."

Kalimat itu terasa seperti pisau yang menusuk hati Grizella.

Bukan karena ia kehilangan akses.

Melainkan karena ia menyadari satu hal.

Galaxy...

Tetap meragukannya.

Saat Grizella keluar dari ruang CEO, sebuah pesan anonim masuk ke ponselnya.

"Ini baru permulaan. Bersiaplah kehilangan kepercayaan Galaxy."

Grizella menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar.

Seseorang sedang memainkan permainan berbahaya.

Dan targetnya...

Bukan hanya dokumen perusahaan.

Melainkan dirinya.

Grizella masih menatap layar ponselnya.

"Ini baru permulaan. Bersiaplah kehilangan kepercayaan Galaxy."

Jantungnya berdetak semakin cepat.

Pesan itu dikirim dari nomor tak dikenal.

Ketika ia mencoba menelepon balik, nomor tersebut sudah tidak aktif.

"Seseorang benar-benar sedang menjebakku..."

Grizella menggenggam ponselnya erat.

Ia sadar, jika hanya diam, ia akan semakin dianggap bersalah.

Di ruang CEO, Galaxy memanggil Aaron dan kepala keamanan perusahaan.

"Aku ingin seluruh rekaman CCTV dari pukul sembilan malam sampai tengah malam."

"Periksa setiap sudut gedung."

"Jangan ada satu menit pun yang terlewat."

"Baik, Tuan."

Galaxy kemudian meletakkan tablet di atas meja.

Tatapannya kembali tertuju pada rekaman yang memperlihatkan sosok mirip Grizella.

Entah mengapa, ada sesuatu yang terasa janggal.

Cara wanita itu berjalan...

Terlalu kaku.

Sementara Grizella yang dikenalnya selalu melangkah cepat dan penuh percaya diri.

Galaxy memperbesar gambar itu.

"Lihat ini."

Aaron mendekat.

"Tas yang dibawa Grizella setiap hari berada di bahu kanan."

"Tapi di rekaman ini..."

Galaxy menunjuk layar.

"Tasnya di bahu kiri."

Aaron mengangguk pelan.

"Benar juga."

Galaxy menyipitkan mata.

"Mungkin hanya kebiasaan."

"Tapi mungkin juga bukan."

Ia mulai yakin bahwa ada sesuatu yang sengaja direkayasa.

Di sisi lain, Grizella diam-diam menuju ruang arsip saat jam makan siang.

Ia ingin membuktikan dirinya tidak bersalah.

Namun baru beberapa langkah memasuki lorong, seorang petugas keamanan menghentikannya.

"Maaf, Nona Grizella."

"Anda belum diizinkan masuk ke area ini."

Grizella tersenyum pahit.

"Saya mengerti."

Saat hendak berbalik, matanya menangkap sesuatu di lantai dekat pintu arsip.

Sebuah gantungan kartu akses berwarna perak.

Ia mengambilnya perlahan.

Di bagian belakangnya terdapat logo kecil berbentuk bunga lily.

"Ini milik siapa?"

Petugas keamanan menggeleng.

"Saya belum pernah melihatnya."

Grizella memasukkan gantungan itu ke dalam saku.

Entah mengapa, firasatnya mengatakan benda itu berhubungan dengan pelaku.

Sore harinya, Galaxy memanggil Grizella ke ruangannya.

"Ada perkembangan?"

tanya Grizella.

Galaxy menggeleng.

"Belum."

Grizella mengeluarkan gantungan kartu akses yang ditemukannya.

"Saya menemukan ini di depan ruang arsip."

Galaxy menerimanya.

Begitu melihat logo bunga lily itu, ekspresinya langsung berubah.

"Aaron."

"Ya, Tuan?"

"Logo ini..."

Aaron tampak terkejut.

"Kalau saya tidak salah, itu simbol perusahaan dekorasi yang pernah bekerja sama dengan Wesley Corporation."

"Perusahaan itu milik..."

Aaron menghentikan ucapannya.

Galaxy melanjutkan dengan nada dingin.

"Vanessa."

Ruangan mendadak sunyi.

Grizella membelalakkan mata.

"Mantan istri Anda?"

Galaxy mengepalkan tangannya.

Sudah bertahun-tahun Vanessa tidak lagi memiliki akses ke perusahaan.

Lalu bagaimana gantungan itu bisa berada di dekat ruang arsip?

Sebelum mereka sempat menyusun dugaan, ponsel Galaxy kembali bergetar.

Sebuah pesan anonim masuk.

"Jangan terlalu percaya pada bukti kecil. Permainan sesungguhnya baru dimulai."

Galaxy menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras.

Kini ia semakin yakin.

Seseorang tidak hanya ingin mencuri dokumen perusahaan.

Seseorang sedang berusaha menghancurkan kepercayaan antara dirinya dan Grizella.

Dan orang itu mengetahui setiap langkah mereka.

Malam mulai menyelimuti Kota New York.

Lampu-lampu di gedung Wesley Corporation masih menyala terang. Di ruang kerja CEO, Galaxy duduk sendirian sambil menatap layar komputer yang menampilkan rekaman CCTV dari berbagai sudut gedung.

Ia memutar ulang rekaman itu untuk kesekian kalinya.

Semakin diperhatikan, semakin banyak kejanggalan yang ia temukan.

Sosok yang terlihat seperti Grizella memang memiliki tinggi badan dan pakaian yang hampir sama.

Namun ada satu hal yang tidak sesuai.

"Berhenti."

Galaxy memperbesar gambar pada saat wanita itu mengangkat map hitam.

Tatapannya langsung tertuju pada tangan kiri sosok tersebut.

"Dia kidal..."

Galaxy bergumam pelan.

Selama beberapa hari bekerja bersama Grizella, ia tahu betul bahwa gadis itu selalu menulis, membawa tablet, dan membuka pintu menggunakan tangan kanan.

Sementara wanita dalam rekaman itu melakukan semuanya dengan tangan kiri.

Aaron yang berdiri di sampingnya ikut memperhatikan.

"Jadi... orang itu bukan Nona Grizella?"

Galaxy menggeleng pelan.

"Belum tentu."

"Tapi ini cukup untuk membuktikan bahwa rekaman itu tidak sesederhana yang kita kira."

Aaron mengangguk.

"Akan saya minta tim forensik digital memeriksa apakah videonya telah dimanipulasi."

"Lakukan."

Sementara itu, Grizella memilih lembur di ruang kerjanya.

Meski aksesnya ke ruang arsip dicabut, ia tetap ingin menyelesaikan semua tugasnya sebagai asisten pribadi.

Ia tidak ingin Galaxy menganggap dirinya menyerah.

Saat sedang merapikan jadwal rapat, sebuah amplop cokelat diselipkan seseorang dari bawah pintu.

Grizella terkejut.

Ia segera membuka pintu.

Lorong sudah kosong.

Tidak ada siapa pun.

Dengan hati-hati ia mengambil amplop tersebut.

Di dalamnya hanya ada selembar foto.

Begitu melihat isi foto itu, wajah Grizella langsung memucat.

Foto itu memperlihatkan dirinya sedang berdiri di depan ruang arsip.

Di bagian belakang foto tertulis sebuah kalimat dengan tinta merah.

"Kalau masih ingin bekerja di perusahaan ini, menjauhlah dari Galaxy."

Tangan Grizella bergetar.

"Siapa sebenarnya yang melakukan semua ini...?"

Di waktu yang hampir bersamaan, Galaxy menerima telepon dari tim keamanan.

"Tuan, kami menemukan sesuatu."

"Apa?"

"Sistem CCTV sempat mengalami gangguan selama dua menit tepat sebelum rekaman itu dimulai."

Galaxy langsung berdiri.

"Gangguan seperti apa?"

"Sepertinya ada seseorang yang menyusup ke server keamanan."

Galaxy mengepalkan tangannya.

Berarti dugaannya benar.

Kasus ini bukan pencurian biasa.

Ada seseorang yang sengaja merencanakan semuanya.

Dan target utamanya bukan hanya dokumen perusahaan.

Melainkan Grizella.

Malam semakin larut.

Galaxy akhirnya kembali ke penthouse.

Saat melewati ruang tamu, ia melihat Grizella tertidur di sofa sambil memegang laptop yang masih menyala.

Di layar laptop terlihat berbagai catatan yang dibuat Grizella.

Semuanya berisi daftar nama karyawan, jadwal, serta dugaan siapa saja yang mungkin memiliki akses ke ruang arsip.

Ia ternyata diam-diam menyelidiki kasus itu sendiri.

Galaxy tersenyum tipis.

"Masih saja keras kepala."

Dengan hati-hati, ia mengambil selimut dan menyelimutinya agar tidak kedinginan.

Tanpa sadar, Grizella menggenggam ujung lengan kemeja Galaxy.

Dalam keadaan setengah tertidur, ia berbisik lirih,

"Saya tidak melakukannya..."

"Saya tidak pernah mengkhianati Tuan..."

Kalimat itu membuat hati Galaxy bergetar.

Ia memandang wajah Grizella beberapa saat.

Untuk pertama kalinya sejak kasus itu dimulai, keraguan di dalam hatinya mulai menghilang.

"Aku akan menemukan siapa pelaku sebenarnya."

Namun di sisi lain kota...

Vanessa berdiri di balkon sebuah apartemen mewah sambil menerima telepon dari seseorang.

"Apa semuanya berjalan sesuai rencana?"

Suara pria di seberang terdengar pelan.

"Ya."

"Galaxy mulai mencurigai banyak orang."

Vanessa memejamkan mata.

"Tapi ingat."

"Aku tidak pernah menyuruhmu menyakiti Grizella."

Pria itu tertawa pelan.

"Permainan ini sudah telanjur dimulai."

"Dan sekarang... tidak ada yang bisa menghentikannya."

Sambungan telepon pun terputus.

Vanessa menatap langit malam dengan wajah gelisah.

Ternyata...

Ada dalang lain yang bergerak di balik semua kekacauan ini.

Dan bahkan Vanessa sendiri mulai kehilangan kendali atas permainan yang telah dimulai.

Keesokan paginya, sebuah paket misterius dikirim ke ruang CEO. Saat Galaxy membukanya, isi paket itu membuat seluruh kantor gempar dan mengancam menghancurkan reputasi Grizella dalam sekejap.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!