NovelToon NovelToon
White Love In You

White Love In You

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rniehamizan

ini cerita sedih tentang seorang istri yang tak di cintai suami nya, karena dia hanyalah istri yang di pilih keluarga nya bukan hatinya.

setelah perceraian terjadi, pria itu baru menyadari betapa pentingnya gadis itu untuknya.

perjuangannya untuk mendapatkan cintanya kembali akankah berhasil? menikahinya untuk kedua kalinya. atau malah cintanya tak terbalas karena si gadis mencintai pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8

Reva menarik napasnya dalam lalu menghembuskan nya dengan kasar. Dia terlihat sangat gugup saat akan memasuki rumah mertuanya. Dengan komat-kamit mulutnya merapal doa apapun yang dia hapal, supaya niatnya untuk bertemu dengan venty berjalan lancar selancar jalanan pagi ini. Reva mengambil cuti kerjanya demi sebuah hal penting yang akan menentukan jalan hidupnya kedepan.

"nyonya ada di kamarnya, non Reva." Ujar salah seorang asisten rumah tangga Venty dengan ramah dan senyuman yang lebar.

"iya, makasih."

Reva pun berjalan menuju kamar Venty.

tok...tok...tok..

Tangannya mengetuk pintu kayu itu dengan hati-hati.

"masuklah.." Teriak Venty dari dalam. Reva pun perlahan membuka pintu dan masuk dengan ragu.

"eh.. Reva. kau kesini? kenapa tak mengabari ibu sebelumnya?" Kaget venty saat melihat Reva lah yang masuk. Reva tersenyum ke arah venty yang sibuk merias diri nya.

"umm.. karena ini sangat mendadak. apa ibu ada waktu senggang?" Tanya Reva hati-hati

Venty menggulung rambutnya mengikat nya asal karena acara beriasnya masih belum selesai, tapi seperti nya menghentikan nya sebentar untuk menemani Reva bicara bukan masalah.

"kau terlihat gugup, kenapa?" Venty menarik Reva untuk duduk di kasurnya. Mereka duduk berdampingan.

Reva meliriknya sekilas lalu mulai mengatur napasnya.

"ibu, ada yang ingin aku katakan." Ujarnya sedikit terbata. Mengepalkan kedua tangannya yang berada di atas paha.

"ada apa? apa Adam melakukan sesuatu yang buruk padamu?" Venty meraih tangan Reva.

"ya.. ampun. kenapa tanganmu dingin begini?"

"mm..mungkin karena terlalu pagi aku kesini. udara pagi ini sangat dingin." Reva tersenyum di paksakan.

"baiklah, katakan ada masalah apa sampai menemui ibu pagi-pagi begini?" Venty tersenyum lalu segera mengelus tangan Reva dengan lembut.

Reva semakin sulit menjelaskan maksud kedatangan nya, melihat wajah venty membuat Reva sangat takut menyampaikan maksud nya. Dia tak ingin venty terkejut setelah mendengar cerita nya nanti.

"ada apa sayang? apa Adam melukaimu?" Venty khawatir karena Reva terlihat sangat gugup dengan sesekali menghela napas.

"ibu akan memarahi nya jika dia berbuat kasar padamu?"

Reva dengan cepat menggeleng kan kepalanya.

"tidak Bu. aku hanya ingin mengatakan sesuatu, tapi ibu harus janji..jangan marah atau pun membenci ku setelah nya?"

Ucapan Reva membuat Venty mengeryit, dia merasa ini sesuatu yang tak baik pastinya.

"baiklah. ibu janji. katakan saja.."

Reva menarik napas dalam sebelum memulainya.

"dulu, aku tak pernah berpikir sampai sejauh ini. karena saking senangnya saat ibu dan orang tuaku menjodohkan kami. aku tak pernah bertanya pada mas Adam apakah dia juga setuju dengan ini. sekarang aku sadar bahwa keputusan ku ini salah." Reva menelan ludahnya, melihat venty sekilas untuk melihat seperti apa ekspresi wajah mertuanya itu.

"maksud mu..kau menyesal telah menikah dengan Adam?" Tanya venty dengan raut wajah yang begitu sulit di artikan. Matanya tajam menatap Reva.

"bukan, aku hanya merasa terlalu kejam terhadap mas Adam."

"ibu tak mengerti, katakan dengan jelas maksud dari kata-kata mu Reva." Tangan venty meremas jemari Reva yang tadi di genggam nya.

"ibu, ijin kan mas Adam menikah lagi." Suara Reva terasa tercekat, rasa perih menyelubungi hatinya.

Shock.

Itulah yang venty rasakan sekarang. Jantung nya terasa berhenti untuk sesaat. Dia tak menyangka Reva yang merupakan istri dari anaknya kini tengah memohon untuk pernikahan kedua anaknya itu. Ini gila, venty tak bisa menerima nya.

"apa kau sudah gila Reva?" Venty menghentak kan tangan Reva.

"bagaimana bisa kau memohon agar suamimu menikah lagi?" Teriak Venty membuat Reva meringis karena ini kali pertama baginya mendengar teriakan venty yang begitu menyayat hatinya.

"aku serius Bu." Kini bulir air mata menetes dari pipinya.

"aku sadar, selama ini mas Adam tak pernah mencintai ku. dia selalu mencintai Jessy, kekasihnya. mereka sudah berpacaran dari sebelum kami menikah." Jelas Reva.

Tangis yang di tahannya dari kemarin pecah sekarang. Venty menggigit bibirnya menahan amarahnya. Sebagai seorang wanita dia tak bisa terima dengan kata poligami. Meskipun Adam adalah anaknya tapi ini salah. Tak seharusnya Adam masih berhubungan dengan pacarnya setelah menjadi seorang suami dari wanita lain.

Venty memang pernah mengetahui soal Adam yang memiliki seorang kekasih, makanya dia dengan cepat menjodohkan nya dengan Reva. Karena Venty tahu Reva gadis yang sangat cocok untuk mendampingi Adam. Bukan Jessy atau pun wanita lainnya.

"jangan bodoh Reva. kau tahu artinya jika Adam menikah dengan pacarnya?"

"i..iya. aku akan menjadi istri tua yang terabaikan. tapi tak masalah, asal ibu tetap di pihakku. aku akan baik-baik saja."

"tidak bisa. ibu akan bicara pada Adam. ini tak boleh terjadi. hanya kau yang berhak menjadi nyonya di rumah Adam. hanya kau nyonya Ariestia, bukan wanita lain."

"aku mohon. Jangan.." Reva bersimpuh dilantai memegang kedua kaki venty.

"aku mohon Bu. biarkan mas Adam menikah dengan Jessy. aku sakit setiap kali mas Adam bilang kalau aku penghalang dari kebahagiaan nya." Lanjutnya terisak pelan menahan Venty agar tak melakukan apa pun terhadap Adam.

Venty menengadahkan kepalanya ke atas, mencoba menahan air matanya. Dia tak sanggup melihat menantunya seperti ini. Adam sudah sangat keterlaluan.

"baiklah. tapi ibu tak akan pernah menerima istri baru Adam dan jangan berharap ibu akan bersikap ramah padanya."

"tak apa. asal mas Adam bahagia aku rela meskipun harus terluka."

Venty memeluk tubuh Reva yang bergetar karena tangis. Dia ikut menangis karenanya, seolah merasakan kepedihan Reva.

"dan kumohon, jangan biarkan orangtuaku tahu tentang ini." Bisik Reva, membuat venty semakin mengeratkan pelukannya.

Sebagai sesama wanita venty merasakan sakit hati yang sama dengan Reva. Dulu, dia pun menjadi istri tua yang terabaikan karena suaminya selingkuh dan memilih menikahi selingkuhan nya. Tapi, Venty hanya bertahan satu bulan dan memilih untuk bercerai. Dia tak ingin nasib Reva sama dengan nya. Reva begitu baik dan tulus terhadap Adam, tapi kenapa Adam tak pernah melihat itu.

💋💋💋

Di kantor Adam seperti biasanya, selalu bermesraan dengan Jessy di waktu senggang nya. Dia terus saja mengelus punggung Jessy yang kini duduk di pangkuan nya.

"yang benar? kau tak bohong kan?" Jessy terlihat begitu girang saat Adam membisikkan ditelinga nya kalau dia akan segera menikahi nya secepatnya.

"tentu saja."

Adam dan Jessy terlihat begitu bahagia, dia sampai tak mempedulikan kehadiran Calvin di ruangan itu.

Calvin memutar bola matanya jengah. Dia tak tahan melihat sikap Jessy yang seperti wanita penjaja di club malam.

"kapan kau mengajakku bertemu dengan ibu mu?" Tanya Jessy manja.

"secepatnya. sabar saja. " Adam mencium pipi Jessy lalu menurunkan tangannya dari pinggang Jessy.

"kembali lah ke tempat dudukmu." ujarnya.

Dengan berat hati Jessy turun dari pangkuannya.

"kau gila Adam, akan mengajaknya menemui ibumu." Celetuk Calvin membuat jengah. "tapi baguslah. jika kau menikah dengan nya, maka lepaskanlah Reva."

Adam tersenyum sinis. "tidak. dia memintaku untuk menikah dengan Jessy. ini sudah jadi kesepakatan kami."

"kau.."Calvin mengepalkan tangannya. "keterlaluan Adam. kau br*ngs*k." dengan marah Calvin meninggalkan ruangan mereka.

Adam terdiam. Dia tahu kelakuan nya sangat brengsek dan tak berperasaan. Tapi ini sudah jadi keputusannya. Katakan saja dia pria yang egois.

Sementara itu Jessy tersenyum tipis saat melihat Calvin yang kesal saat mendengar kalau Adam akan menikahinya.

hhee.. kau pasti kesal karena tak bisa memiliki ku. salah sendiri kenapa sok jual mahal. batin Jessy.

Wanita itu terlalu berpikir jauh. Dia merasa kalau sikap Calvin yang seperti itu karena dirinya. Dia sangat menyukai saat seperti ini. Disukai dua pria tampan sekaligus. Matanya melirik Adam yang kini nampak muram, hatinya semakin senang saja. Dua Sahabat memperubatkan cintanya.

umm.. siapa cepat dia dapat.

Jessy semakin GR saja dan merasa menjadi wanita paling cantik yang beruntung di dunia ini. Dia tak tahu saja, wanita yang sebenarnya mereka perebutkan adalah Reva.

1
Laili Dwi Agustina
karyanya bagus tapi kenapa off ditengah jalan /Sob/
Moch Firman
markutet mphi
Moch Firman
apakah authornya ini Army
Moch Firman
V kamu ngapain di sini
Moch Firman
mphi ngapain kamu di situ
Memelia Paixao
mantannya vante muncul
Memelia Paixao
saingan baru Adam nih😀😎
Memelia Paixao
thor buat reva pergi yg jauh
피롷
pantes kya ga asing sama nama vante🤣🤣🤣🤣cuma 1 yg pernah ngomong bgtu🤣🤣🤣
피롷
heh markutet disini😭😭😭
🍃༺𝕳𝖚𝖏𝖆𝖓༻🥬🍒
JEJAK
la lauce🌷🌿
nangis aku bacanya bang😭😭😭😭
Hasanah Ana
mantap
amalia gati subagio
some body new 4 R, plz 😈
amalia gati subagio
beehhhh carakternya si A dangkal yack 🤓💪💪
amalia gati subagio
telmi, heeeh...segitu terharu dpt perhatian si L ma V, apa ortu lo gak perhatian ma lo R. 😈 hmmmm next 🤓💪💪
amalia gati subagio
why......😈🤓💪💪💪💪
amalia gati subagio
dunia halu, penasaran endingnya 😁😈
amalia gati subagio
aduh....bab berapa ya 🤓
amalia gati subagio
Bab si R sadar zalim dgn dirinya membiarkan si A menyakitinya & pergi itu Bab berapa ya 😁💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!