NovelToon NovelToon
Love Your Daddy.

Love Your Daddy.

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:213.2k
Nilai: 5
Nama Author: Audrey16

Exel Aleron Deska.

Adalah seorang Ayah tunggal yang harus mengurus putra semata wayangnya Avniel Cleon Deska. Exel yang kehilangan istrinya Lovexia Lowandy Deska saat insiden sebuah kecelakaan seketika merubah kehidupan Exel menjadi sosok yang dingin, pemurung, dan sering menyendiri. Bahkan nyaris tidak terlihat senyum di wajah seorang Exel, sebab sejak kepergian istrinya yang secara tiba-tiba, senyum dan kebahagiaan Exel hanya untuk putranya Cleon seorang.

Verena Moon Calin.

Seorang Mahasiswi yang memiliki watak pendiam dan juga cukup aneh di mata teman-teman sekampusnya. Karena sikapnya yang sering menyendiri dan tidak memiliki seorang teman. Dan sikap aneh Verena mulai terlihat sejak ia mengalami Traumatis karena satu insiden yang membuatnya tidak sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

Exel menutupi hati dan dirinya dari siapapun, sampai akhirnya seorang gadis tiba-tiba hadir di dalam hari-harinya dan juga di putranya. Mengusik kehidupan bahkan hatinya. Sosok gadis ceria dengan kehangatan yang semakin lama semakin membuatnya nyaman.

Namun, apa yang harus Exel lakukan jika sosok yang sudah berhasil membuka hatinya setelah sekian lama beku dan membuatnya nyaman ternyata adalah sosok yang sudah menyebabkan istrinya meninggal. Dan jangan lupakan Kenzie Ayres Deska, adik dari Exel yang sangat membenci gadis tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audrey16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema.

MANSION EXEL ALERON DESKA.

Venera seketika menghentikan aktifitas makannya saat ingatannya tiba-tiba tertuju kepada sosok Ibunya yang masih menunggunya, hingga dengan reflek Venera berdiri dengan wajah yang dipenuhi dengan kekhawatiran.

"Ibu... "

"Yaakkk... Apa lagi sekarang?" Tanya Kenzie yang ikut terkejut.

"Kakak ada ada?" Tanya Cleon saat melihat Venera mulai gelisah.

"Ma.. Maaf.. Sepertinya saya harus pulang Tuan, eh.. Maksud saya Cleo.. "

"Pulang? Tapi kakak sudah janji untuk menginap di sini malam ini, apa terjadi sesuatu?" Tanya Cleon lagi.

"Maaf.. Ibu kakak, sedang menunggu kakak sekarang. Jadi kakak harus pulang, kakak benar-benar minta maaf yah?"

"Ibu kakak?"

"Iya... Dan kakak harus memberikan obat... Oh tidak.. Obat kakak di mana.. "

Venera mulai terlihat panik, saat baru menyadari jika ia sudah kehilangan obat yang ia beli untuk Ibunya.

"Maaf.. Tuan, Cleon.. Saya... Harus pulang. Terimakasih karena sudah berkenan untuk merawat saya." Ucap Venera dengan mata yang tertuju ke arah Tuan Exel yang masih menyantap makannya, hanya satu anggukan saja yang Venera lihat sebagai respon dari Tuan Exel.

"Lekaslah.. Kau sudah cukup merusak selera makanku, semoga kita tidak bertemu lagi."

"Maaf... " Ucap Venera sekali lagi sebelum akhirnya ia benar-benar pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Kak... " Seru Cleon yang ikut beranjak dari duduknya.

"Daddy, bisakah Cleo mengantar Kakak sampai kedepan?" Tanya Cleon kepada Tuan Exel.

"Iya Nak." Jawab Tuan Exel, bahkan tampa menunggu lama, Cleon langsung melangkahkan kaki kecilnya untuk menyusul Venera.

"Ken,"

"Iya Kak,"

"Antar dia.. "

"Apa? Tidak."

"Ken."

"Kak, kenapa mesti aku? Kenapa tidak kakak saja?"

"Apa? kenapa mesti kakak?"

"Bukankah kakak yang membawanya ke sini?"

"Jadi maksudmu kakak yang harus mengantarkannya?"

"Kenapa tidak? kakak yang..... " Kalimat Kenzie terhenti saat mendapati tatapan tajam dari Tuan Exel.

"Kak, dia itu gadis aneh yang tidak pernah... Ba... Baiklah." Balas Kenzie menyerah dan langsung beranjak menyusul Venera dan juga Cleon.

"Dimana dia?" Tanya Kenzie sambil mengenakan jaketnya.

"Maksud Paman, Kakak malaikat?"

"Ha? Malaikat?"

"Iya,"

"Apa Cleo baik-baik saja?" Tanya Kenzie seraya menempelkan punggung tangannya ke dahi Cleon yang hanya pasrah.

"Apa Paman Ken akan mengantar Kakak Malaikat?"

"Hm, di mana dia?"

"Kakak sudah pergi."

"Apa? Aissshh... Merepotkan saja." Omel Kenzie yang langsung melangkah menyusul Venera dengan mobil sportnya yang terparkir di garasi Mansion.

"Yaaakk.... Apa kau akan terus berjalan seperti itu?" Seru Kenzie saat mendapati Venera yang tengah berjalan dengan langkah tergesa. Sambil memperlambat laju mobilnya Kenzie terus mengikuti dan menjejeri langkah Venera dengan mobilnya.

"Pulanglah.. Tidak usah pedulikan aku,"

"Apa? Hei, aku juga tidak akan repot-repot untuk menyusulmu jika bukan kakak yang memerintahkannya."

"Terimakasih, tapi tidak perlu."

"Hei, gadis aneh." Seru Kenzie yang langsung menghentikan mobilnya tepat di hadapan Venera.

"Aku akan mengantarmu, naiklah."

"Tidak, Terimakasih." Jawab Venera yang membuat Kenzie semakin jengah.

"Jangan membuatku mengemis hanya untuk mengantarkanmu pulang. Naiklah, atau aku akan benar-benar meninggalkanmu di tengah jalan."

"Tidak."

"YAAKK... "

"APA?"

"Kau... "

"Pulanglah, aku bisa pulang sendiri. Dan terimakasih, karena kau sudah berniat untuk mengantar ku pulang." Ucap Venera yang langsung melanjutkan langkahnya, meninggalkan Kenzie yang masih melongo di dalam mobilnya.

Sedang Venera dengan keringat yang sudah mengucur di seluruh tubuhnya hanya bisa mengepalkan tangannya erat untuk menekan perasaan takutnya. Dan sungguh hal itu sangat membuatnya tersiksa, Dengan tarikan nafas panjang, Venera mulai berlari melintasi trotoar jalan, berusaha secepat mungkin agar ia lekas sampai ke rumahnya.

Kenapa aku harus terdampar jauh dan sampai ditempat ini, aahhkkk... Ini... Sungguh melelahkan..

Venera terus berlari tampa memperdulikan sorotan mata yang melihatnya aneh, sebab saat ini pikirannya hanya tertuju kepada Ibunya, dan tidak memikirkan hal lain lagi.

* * * * *

"Cleo.. "

"Iya Daddy,"

"Bisakah Cleo menemani Daddy untuk mengobrol sebentar?"

"Tentu saja Daddy,"

"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin Daddy tanyakan kepada Cleo," Balas Tuan Exel yang langsung meraih tubuh Putranya yang tengah duduk di sebuah sofa ruang tengah dan langsung membawa tubuh itu di atas pangkuannya.

"Apa yang ingin Daddy tanyakan?" Tanya Cleon yang langsung menyamankan tubuhnya di pangkuan sang Ayah.

"Soal Nona muda itu, yang selalu Cleo panggil dengan sebutan kakak,"

"Maksud Daddy Kakak Malaikat itu?"

"Malaikat?"

"Iya, Ada apa Daddy?"

"Apa Cleo pernah bertemu dia sebelumnya?"

"Iya Daddy."

"Di mana? kenapa Daddy tidak pernah mengetahuinya?"

"Di Columbarium, saat Cleo dan Daddy akan bertemu Mommy." Jawab Cleon yang membuat Tuan Exel kembali mengingat kejadian tiga hari yang lalu. Hingga ingatannya tertuju pada sosok gadis muda yang tengah berdiri di hadapan abu guci istrinya.

"Jadi, Nona muda yang tengah berdiri di depan Mommy Cleo saat itu, dia?"

"Iya Daddy,"

"Lalu, dari mana Cleo mengenalnya?"

"Sebab kakak yang sudah membawa Cleo di rumah sakit saat itu."

"Rumah sakit?"

"Iya Daddy, Kakak malaikat itu yang sudah menyelamatkan Cleo. Jadi, Cleo sangat berterimakasih pada kakak, Cleo menyayangi kakak Malaikat itu Daddy."

"Dan itu alasan Cleon merasa sedih saat itu?"

"Iya Daddy. Tapi, sekarang Cleo sudah lega. Sebab Kakak melakukannya bukan karena tidak ingin bertemu dengan Cleon."

"Yah, setiap orang pasti punya alasan sendiri untuk melakukan setiap tindakan, dan semua itu tergantung dari situasi dan perasaan mereka. Cleo mengerti kan?"

"Iya Daddy, tapi... "

"Ada apa Nak? Apa ada yang mengganjal pikiran Cleo?" Tanya Tuan Exel seraya mengusap lembut rambut Putranya.

"Kapan Cleon bisa bertemu Kakak Malaikat itu lagi? Cleo bahkan tidak memiliki nomor ponsel dan alamat rumah kakak." Ucap Cleon dengan raut wajah sedihnya.

"Mungkin Cleo bisa menanyakan kepada Paman Ken, sepertinya Paman Ken cukup mengenal kakak Malaikatmu itu."

"Tapi, yang Cleo lihat, Paman Ken sepertinya tidak begitu menyukai Kakak Malaikat, bahkan Paman Ken selalu berbicara kasar pada kakak."

"Tidak benar, mungkin sudah seperti itu cara mereka berdua saling berkomunikasi,"

"Benarkah? Apa harus seperti itu cara orang dewasa berkomunikasi? Tapi.. Bukankah itu tidak sopan Daddy?"

"Hm, benar. Dan Daddy harap, Cleo tidak seperti itu."

"Iya Daddy."

"Baiklah, sepertinya sudah waktunya Cleo tidur. Daddy akan mengantar Cleo di kamar." Ucap Tuan Exel yang langsung menggendong tubuh putranya dan melangkah masuk ke dalam kamar. Merebahkan tubuh putranya di sana dan langsung menutupinya dengan selimut.

"Cleo ingin mendengarkan cerita apa malam ini?" Tanya Tuan Exel sambil membuka lemari yang berisi beberapa koleksi buku Cleon.

"Tidak perlu Daddy,"

"Ada apa?"

"Sepertinya Daddy juga lelah dan butuh istrahat, jadi Daddy tidak perlu membacakan buku untuk Cleo malam ini."

"Apa Cleo yakin?"

"Iya Daddy, Cleo sudah sangat mengantuk, dan akan segera tidur."

"Baiklah, Daddy hanya akan menemani Cleo sampai Cleo tertidur, mimpi indah anak Daddy, " Ucap Tuan Exel seraya mengecup dahi Putranya.

"Daddy menyayangimu."

"Cleon juga sayang Daddy." Balas Cleon dengan suara beratnya.

Hingga 10 menit menit berlalu, suara nafas Cleon sudah terdengar teratur, bahkan pelukan tangannya sudah melonggar. Dengan perlahan Tuan Exel beranjak dari duduknya dan kembali merapikan selimut Putranya, mengecup dahi putranya sekali lagi sebelum ia meninggalkan kamar Putranya tersebut.

"Kau sudah datang?"

"Iya kak, aku tidak jadi mengantarkan gadis itu." Jawab Kenzie yang langsung melepaskan jaketnya dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil segelas air mineral lalu di teguknya hingga habis

"Kau nampak kelelahan,"

"Tentu saja, untuk menghadapi gadis aneh seperti Venera, kita mesti menyiapkan tenaga ekstra."

"Gadis aneh? Maksudmu?"

"Yah gadis tadi, yang kakak pungut di jalan, dia adalah satu-satunya gadis yang paling aneh di kampus,"

"Jaga ucapanmu, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti perasaanmu jadi berbalik padanya."

"Mustahil, gadis aneh sepertinya tidak bisa di bandingkan dengan La... "

Launa..

"Maksudnya?"

"Tidak apa-apa kak,"

"Baiklah.. Apapun masalahnya dengan gadis itu, kau bisa mengurusnya nanti. Dan sepertinya kau punya banyak waktu luang sekarang, silahkan duduk. Ada yang ingin kakak bicarakan." Balas Tuan Exel yang langsung mendudukkan tubuhnya di atas sofa single. Begitupun dengan Kenzie yang sudah merasa gugup.

"Ada apa Kak?"

"Apa kau tidak berniat untuk masuk kedalam Perusahaan?"

"Kak, bisakah kita tidak membahas masalah ini dulu?"

"Ada apa?"

"Yah, karena belum waktunya saja, aku belum... "

"Lalu, menurutmu, kapan waktu yang tepat untuk membahas masalah ini?"

"Yah... Tunggu sampai... "

"Sampai kau kembali tersandung masalah dengan pihak berwajib karena kasus balap liarmu?" Tanya Tuan Exel yang membuat Kenzie seketika bungkam.

"Aku tidak pernah melakukan balap liar lagi."

"Benarkah? Apa kakak perlu menunjukkanmu sesuatu?" Tanya Tuan Exel dengan tatapan tajamnya, tatapan mata yang seolah akan membuat Kenzie membeku seketika. Apalagi saat Tuan Exel meraih Tabletnya yang terletak di atas meja.

"Baiklah, aku pernah melakukannya, tapi hanya sekali."

"Apa kau yakin?"

"Dua kali, sungguh."

"Ken,"

"Beberapa kali, kali ini aku serius Kak."

"Kakak tidak memiliki banyak kesabaran Ken, kau tahu sendiri kan?"

"Aisshh... Baiklah, aku melakukannya setiap malam... "

"Dan kau tahu hukumannya jika sudah melanggar peraturan yang kakak buat?"

"Iya, "

"Serahkan.. "

"Tapi Kak,"

"Kakak memberimu waktu satu menit, mulai dari sekarang."

"Aisshh... Bisakah kakak bermurah hati sedikit saja?"

"Stengah menit."

"Yah... Baiklah... Baik.." Balas Kenzie yang langsung beranjak dari duduknya dan mengeluarkan dompet, juga kunci mobilnya dan langsung meletakkannya di atas meja.

"Apa kau yakin sudah tidak ada yang tertinggal lagi?"

"Ayolah Kak,"

"Perlukah Kakak mengangkat kakimu ke atas lagi?"

"Tidak.... Tidak.... Baiklah, baiklah.... " Dengan cepat Kenzie langsung membuka sepatu yang di kenakannya dan mengeluarkan sebuah Black card yang ia selipkan di sana.

"Kau bisa mengambilnya lagi setelah satu minggu."

"Apa? Satu minggu? Bukankah kakak tidak terlalu kejam? Aku mana mungkin bisa tinggal di dalam Mansion sampai selama itu."

"Selama kamu masih bisa makan dan bernafas, kakak yakin kamu akan baik-baik saja." Ucap Tuan Exel yang langsung beranjak dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Kenzie yang masih mengumpat dalam hati.

Kak Vexia.. Lihatlah kakak Exel, bahkan kakak mengurungku di Mansion sekarang. Jika saja Kak Vexia masih ada, pasti akan ada yang selalu membelaku, Aku jadi merindukan Kak Vexia, Kenapa kak Vexia meninggalkan kita semua secepat itu. Apa Kak Vexia tidak melihat kakak Exel sekarang, lebih keras dari badas.

Kenzie merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil terus berfikir, bahkan pikirannya semakin stres saat mengingat jika dia sedang tidak memiliki apa-apa sekarang. Meskipun ia tidak begitu kaget dengan sikap tegas dan segala peraturan-peraturan yang di buat kakaknya. Sebab sejak di uasia Kenzie yang masih menginjak 10 tahun, ia sudah bisa merasakan didikkan keras Tuan Exel.

* * * * *

KEDIAMAN VENERA MOON CALIN

Venera melangkahkan kakinya yang nampak bergetar dengan perlahan, saat melihat sosok Ibunya yang tengah tertidur di sebuah sofa.

"Ibu, maaf.. Aku kehilangan obatnya," Gumam Venera yang langsung mendudukkan tubuhnya di lantai sambil terus menatap wajah Ibunya.

Mungkin Ayah benar, seharusnya Ibu tidak melahirkan aku saja saat itu. Mungkin Ibu tidak akan menderita seperti saat ini jika saja aku tidak ada di dunia ini, mungkin Ibu dan Ayah akan baik-baik saja sekarang. Dan lihatlah sekarang... Setelah melahirkanku, bukannya bahagia, Ibu malah menjadi sangat tersiksa seperti ini.

Air mata Venera kembali menitik, entahlah kenapa ia bisa menjadi sangat cengeng jika semua bersangkutan dengan Ibunya, Venera bahkan akan menjadi sangat lemah jika melihat air mata Ibunya, dan bisa juga menjadi sangat keras.

"Ibu... Apa yang harus aku lakukan untuk Ibu,"

Venera mengusap wajahnya kasar sebelum akhirnya ia beranjak dari duduknya saat usai menyelimuti tubuh Ibunya.

Air dingin yang keluar dari shower mengguyur tubuh Venera yang hanya terdiam. Rasa perih di rasakan di seluruh telapak kakinya juga di beberapa bagian dari tubuh dan wajahnya. Venera menatap wajahnya di sebuah cermin besar. Hatinya sesaat merasakan miris saat melihat beberapa bekas luka di tubuhnya, luka yang pernah ia dapatkan, bahkan sering ia dapatkan sejak masih berusia 10 tahun hingga ia menginjak 17 tahun. Yang di mana Ayahnya akan menjadikan tubuhnya sebagai pelampiasan kemarahannya. Venera yang selalu melindungi Ibunya akan ikut terkena pukulan, meskipun demikian, pukulan yang menyebabkan tubuhnya memar bahkan berdarah, Venera tidak akan pernah membiarkan Ayahnya untuk menyentuh Ibunya, meskipun ia harus kembali mendapatkan luka memar. Dan menjadi tameng untuk Ibunya terus berlanjut sampai ia dewasa. Hingga insiden kecelakaan yang Venera alami membuatnya terpaksa meninggalkan Ibunya. Meskipun akhirnya ia kembali lagi.

Lihatlah dirimu, apa kau seorang gadis? bahkan di seluruh tubuhnya di penuhi bekas luka.

Dengan sedikit meringis, Venera menyiram kakinya yang memerah bahkan lecet, akibat berlari tadi. Mengolesinya dengan saleb dan langsung melangkahkan menuju sebuah meja, yang disana terdapat beberapa koran yang berisikan iklan dan lowongan pekerjaan.

Aku harus bisa melakukannya.

Venera yang bertekad untuk mulai mencari pekerjaan paru waktu di setiap Toko yang membutuhkan karyawan sudah bulat, bahkan keputusannya untuk berhenti berkuliah sudah ia pikirkan, meskipun ia tahu, jika keputusannya tersebut sudah pasti akan mendapatkan penolakan oleh Ibunya, namun yang Venera pikirkan saat ini hanya ingin melepaskan Ibunya dari cengkraman sang Ayah. Bagaimanapun caranya, meski ia harus menukar nyawanya demi Ibunya.

Lama Venera memfokuskan dirinya untuk mencari beberapa lowongan pekerjaan, bahkan sudah menulis beberapa surat lamaran pekerjaan yang siap untuk di bawanya saat esok hari. Hingga matanya yang di rasakan sudah sangat berat membuatnya tersadar jika sudah cukup lama ia duduk di sana dengan beberapa berkasnya.

Usai membereskan semuanya Venera melangkahkan ke arah tempat tidur, membaringkan tubuh lelahnya di sana.

"Kakak, bisakah kakak sering mengunjungi Cleo setiap hari?"

"Maaf, bukannya kakak tidak bisa, tapi.. Kakak juga memiliki kesibukan yang harus kakak kerjakan."

"Apa kakak bekerja?"

"Em.. Tidak juga, kakak.... Kuliah, meski sekarang sedang libur."

"Jadi? Bolehkah Cleo tau, pekerjaan apa yang membuat kakak jadi sesibuk itu?"

"Ah, itu.. Kakak... "

"Kenapa kakak tidak bekerja di sini saja?"

"Ha?"

"Jadilah babysitter Cleo,"

"Apa? Tapi... Cleo kan sudah besar, tidak butuh seorang Babysitter lagi."

"Kakak bisa mengantar dan menemani Cleo di Sekolah ataupun di rumah saat Daddy sedang bekerja."

"Iya... Tapi, tidak semudah itu Cleo,"

"Kata siapa itu tidak mudah? Memang apa masalahnya?"

"Sebab untuk bekerja di sini juga kakak harus punya keahlian, dan harus mengikuti seleksi juga,"

"Kenapa?"

"Sebab keluarga Cleo bukanlah keluarga sembarangan yang harus menerima karyawan begitu saja, apalagi untuk menjaga Tuan Muda seperti Cleo."

"Cleo bisa memintanya kepada Daddy,"

"Iya kakak tau, tapi Ayah Cleo pasti tidak akan semudah itu untuk.... "

"Siapa bilang? Daddy akan menuruti semua permintaan Cleo,"

"Iya... Kakak tahu, tapi.. Sungguh semua tidak segampang itu, semua butuh proses, apa Cleon mengerti?"

"Baiklah... Tapi, Cleo harap Kakak bisa berubah pikiran,"

"Iya, Kakak pasti akan memikirkannya."

Venera kembali mengusap wajahnya, saat obrolan singkatnya dengan Cleon beberapa jam lalu kembali terlintas di pikirannya.

Aku sudah ingin berurusan dengan keluarga Deska lagi, sudah cukup. Cleon... Maafkan kakak.

...* * * * *...

Bersambung...

1
arfan
up
nita123
ending yang sangat menyenangkan.thanks utk ceritanya author
nita123
penasaran dengan alur ceritanya. walaupun sudah bisa tertebak kemungkinan endingnya. tapi cara author menyampaikan ceritanya sangat baik
Audrey_16: Terima kasih yah udah mampir 🥰🥰
total 1 replies
nita123
bagus ini ceritanya. ga monoton juga. author menceritakan part demi part nya saling berkesinambungan dengan jelas. berasa pengen terus baca.
nita123
ceritanya aku suka lho kak. penyampaian ceritanya bagus kok. semangat terus ya kak berkarya.
Audrey_16: Terima kasih yah🥰🥰
total 1 replies
Puan Harahap
like semuanya
andre🐻
😭😭😭
andre🐻
😭
Tri Dikman
Mulai baca
Audrey_16: Semoga betah ya 🤗
total 1 replies
zien
semoga sukses selalu💐💐🌹🌹💗💗
zien
semoga sukses selalu💐💐💗💗
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
Zulfa
Salken kak, JIKA mampir membawa like nih. Mari saling dukung kakak😍
Zulfa: iya sama" kakak😍
total 2 replies
Suri Hadassa
semangat Thor 💪💪
Audrey_16: Terima kasih yah 😁😁
total 1 replies
Ruryanti Mikdar
babang felix buat aku aja yah thor 😂
Audrey_16: ya udah, bungkus dah 🤭
total 1 replies
Suri Hadassa
Buka Hati menancapkan 10 jempolnya ❤️❤️😍
semangat selalu Thor 💪💪

di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
Audrey_16: Terima kasih yah sudah mampir 💜💜💜
total 1 replies
Muji Raffa
semangatttttttttttt
Muji Raffa
aq sukaa bgt thorrr mgkn bs ksh tau dong judul lainya
Audrey_16: Terima kasih yah karena sudah menyukai karya Thor 💜💜

Author juga punya karya lain

🍃 BECAUSE LOVE YOU.
🍃I STILL WANT YOU.
🍃 I DON'T HAVE YOUR HEART.
🍃YOUR EYES TELL.
total 1 replies
Arofah Aziz
exel akhirnya mencair juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!