Arumi Bakhtiar tak kuasa menahan isak tangisnya kala mendapati perselingkuhan suaminya di hari pertama pernikahannya .Wanita itu merasa terkhianati karena kelakuan Raihan. Saat menjadi janda , ia sering menerima bulian dari teman sekantornya. Hingga ia bertemu dengan seorang loper koran yang akan membuat cintanya kembali menyala.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wahyuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Kira - kira seperti ini wajah Arumi Bakhtiar ya gaes...
Reza Prasetyo , OB di kantor Arumi sekaligus loper koran.Ganteng sih...cuman dia hanya seorang OB + loper koran sebelum berangkat kerja.
Reza membersihkan pecahan kaca yang berasal dari bingkai foto Arumi dan Raihan yang tadinya berceceran di lantai ruangan tersebut.Setelah dirasa bersih, sejenak tangan Reza berhenti, menatap pasangan yang begitu sempurna dalam foto tersebut yang tidak lain adalah bosnya sendiri bersama Raihan .
Mereka berdua sama - sama tersenyum dalam foto tersebut dengan ekspresi tangan Raihan berada diatas pundak Arumi seraya memeluknya sementara Arumi yang dipeluk oleh Raihan menyunggingkan senyum manisnya . Benar - benar pasangan yang sempurna , pikir pria yang berstatus OB di kantor Mahesa Group tersebut. Mereka berdua seperti pasangan Anjeli dan juga Rahul di film Kuch - kuch hotahai yang begitu terkenal di seluruh dunia karena keromantisan para pemerannya.
Reza mengambil foto tersebut dari lantai , dan kemudian mengambil tisu yang ada di atas sofa ruangan tersebut. Laki - laki itu mengamati sang pemilik ruangan yang sedari tadi menyikkan pandangannya menatap laptop yang ada di hadapannya.
Arumi memang tidak suka banyak bicara dengan karyawan di kantornya. Sesekali ia hanya menatap Reza yang membersihkan ruangannya dan kemudian mengabaikannya.
Setelah foto tersebut dipastikan bersih , Reza menghadap bos perempuannya dan menyerahkan foto tersebut pada Arumi. Ia mengira foto itu sangat penting bagi bosnya tersebut.
" Maaf Nona , foto ini sudah saya bersihkan dengan tisu , silahkan disimpan kembali ",ucap Reza dengan sopan seraya menyarahkan sebuah foto 4 R pada Arumi.
" Huft.....Buang saja ke tempat sampah sana ! Aku tidak membutuhkannya lagi ",Arumi mendengus kesal kala Reza menyerahkan foto miliknya tersebut. Wanita itu tampak angkuh karena sedikitpun pandangannya tidak teralihkan pada Reza dan masih fokus pada laptop yang ada di meja kerjanya yang masih menyala.
'Rupanya wanita ini angkuh juga . Demi adikku aku harus tetap sabar menghadapi bos angkuh seperti dia ',batin Reza saat wanita dihadapannya mengacuhkan dirinya saat sedang berbicara . Reza yang baru di terima menjadi OB dua hari yang lalu sama sekali tidak tahu permasalahan wanita yang kini menjadi bosnya tersebut. Reza mengamati dalam - dalam wanita cantik yang ada dihadapannya tersebut . Reza berasumsi mungkin saat ini bosnya tersebut sedang punya masalah dengan laki - laki yang bersamanya dalam foto tersebut.
"Meskipun Anda sedang marah ,tapi tidak baik bila Anda membuang foto kekasih Anda Nona karena menurut saya foto ini tidak bersalah sama sekali !", saran Reza pada Arumi.
Wajah Arumi memerah kala ada seorang OB yang membantah perintahnya. Bahkan , selama ini para dewan direksi perusahaan yang jabatannya sangat tinggi tidak berani mengabaikan perintahnya. Dan sekarang malah ada seorang OB yang berani menasehatinya. Ia merasa pria yang baru menjabat sebagai OB baru di perusahannya itu sungguh nglonjak dan kurang ajar.
Hati yang sebelumnya sudah panas kini makin meledak . Wajah wanita itu memerah dan memandang wajah Reza dengan tatapan beringas . Bola mata hitamnya hampir keluar saat menatap Reza saat itu.
"Siapa kamu ? Berani sekali kamu nasehatin atasanmu sendiri. Lagi pula kamu tidak tahu apa - apa tentang hidupku. Lebih baik kamu diam.Dan sekarang keluarlah ! ",titah Arumi seraya meledak - ledak . Wanita itu membentak Reza yang tadinya hanya berniat ingin menasehatinya saja bahwa menyimpan dendam kesumat itu tidak baik . Sayang seribu sayang , sebelum ia menasehati wanita itu malahan ia yang terkena semprot duluan . Sungguh nasibnya sungguh apes hari ini.
Kata - kata Arumi itu bagaikan busur peluru yang menghantam jantungnya . Laki - laki itu berupaya menguatkan diri agar tidak membalas perkataan Arumi yang memekakkan telinganya.
'Dasar orang kaya ,bertindak dan berkata hanya semaunya sendiri ',sungut Reza dalam hati.
Ia sadar dengan jabatannya yang hanya seorang OB . Bila ia membantah , tentunya ia akan dipecat dari kantor ini . Dengan langkah lunglai, laki - laki itu bergerak keluar dari ruangan Arumi dengan menahan kesal didada.
Tia ternganga.
Tak percaya dengan ancaman yang baru dilontarkan Michael padanya.
Jadi..Tia ikut atau menolak ?
Baca novelnya "MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS"
Klik aja akun ini..
Selamat membaca 😘
bagus
semangat