NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Telah Pergi

Ketika Cinta Telah Pergi

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:764.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

"Aku akan selalu mencintaimu, tapi ketika kau mengkhianati aku, di saat itulah aku akan pergi." Yasmin

"Aku hanya sekali melakukan kesalahan, tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan." Jacob

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah saatnya

"Ada apa denganmu? Kenapa kau memukulku?"

Anjas menyeka darah segar yang keluar dari sudut bibirnya akibat pukulan dari Javier. Tangan kanannya masih bergetar, Anjas masih tidak percaya kalau pria yang biasanya selalu terkendali dan terlihat tenang itu bisa berubah menjadi buas.

"Benar, santai saja. Jangan marah seperti itu, Anjas hanya sedang bercanda."

Keeny berdiri di tengah mereka berdua, tangan kanannya memegang lengan Javier dengan lembut, mencoba mengembalikan situasi menjadi kembali kondusif. Mata Keeny menatap ke arah Anjas, lewat sorot mata itu Keeny meminta Anjas untuk diam agar kemarahan Javier tidak semakin menjadi.

Anjas mengangkat bahu, meskipun sakitnya masih terasa tajam. Dia tidak mau kalah dalam pertarungan mulut ini.

"Jangan-jangan rumor yang beredar selama ini tentang kau yang diam-diam mencintai Dokter Yasmin adalah benar? Kau lebih brengsek dari kami karena mencintai istri dari sahabatmu sendiri." Ucap Anjas dengan nada mengejek, matanya menatap tajam ke arah Javier.

Javier membelokan matanya ke arah pintu, bayangan Yasmin sudah tidak ada di sana. Pria itu bisa sedikit bernafas lega. Jangan sampai Yasmin tahu tentang perasaannya karena hal itu akan merusak persahabatan mereka. Javier sudah kehilangan Yasmin sebagai seorang wanita yang dicintainya, Ia tidak mau kehilangan Yasmin lagi sebagai seorang sahabat.

"Kenapa kau diam? Yang aku katakan benarkan?" Nada bicara Anjas seakan sedang menantang Javier.

Udara di sekitar mereka seolah berhenti sejenak. Javier mengangkat wajahnya, mata hitamnya memancarkan cahaya yang menakutkan.

"Seperti apapun perasaanku terhadap Yasmin, sama sekali bukan urusanmu! Jika kau berani berkata seperti itu lagi tentang Yasmin, aku akan merobek mulutmu sampai tidak bisa bicara lagi!"

Ucapan Javier terdengar tenang, namun penuh dengan tekanan yang membuat tulang belakang Anjas merinding. Anjas hanya bisa menelan salivanya dengan susah saat mendengar ancaman dokter berwajah dingin itu. Anjas tahu Javier bukan orang yang berbicara kosong, setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu ada artinya.

"Ada apa ini? kenapa kalian bertengkar?" tanya Jacob yang masih dalam keadaan mabuk, kepalanya bergoyang-goyang seperti tidak bisa menahan beratnya. Jacob baru saja terjaga setelah sempat tertidur sejenak.

Javier memalingkan pandangannya dari Anjas ke arah Jacob. Tanpa berkata apa-apa, Javier mengambil gelas berisikan air dingin yang ada di atas meja, lalu menyiramkannya tepat ke wajah Jacob. Air dingin memantul ke segala arah, membuat Jacob terkejut dan langsung bangkit dari duduknya, kepalanya seolah menjadi lebih jernih.

"Jangan mabuk lagi, kau mengatakan hal menjijikan saat sedang mabuk!" kata Javier dengan nada yang datar, sebelum berbalik dan mengarah ke pintu keluar. Langkahnya mantap, tanpa memalingkan wajah lagi.

"Ada apa ini?" Tanya Jacob dengan wajah bingung.

"Entahlah." Keeny mengangkat bahu sebagai jawaban.

Anjas berdiri diam, melihat sosok Javier yang menghilang di balik pintu. Darah masih mengalir dari bibirnya, namun yang lebih menyakitkan adalah perasaan bersalah yang muncul di hatinya. Anjas tahu dia telah melanggar batas. Kata-katanya tentang dokter Yasmin memang sudah keterlaluan.

Keeny menggenggam bahu Anjas, matanya penuh dengan keresahan. Pesta ulang tahunnya hancur sudah.

"Seharusnya kau tidak berkata semua itu pada Javier, Anjas. Besok minta maaflah pada Javier." Keeny menyarankan.

"Dia yang sudah memukulku, kenapa aku yang harus minta maaf?" Anjas tidak terima.

***

Di luar club, Javier berjalan dengan cepat menelusuri jalanan yang sedikit gelap. Namun jejak Yasmin tidak bisa ia temukan di manapun.

"Maafkan aku Yasmin, tapi sudah saatnya kau tahu siapa Jacob sebenarnya." Gumam Javier. Ingatan Javier kembali tertuju pada malam di mana Ara memasuki ruang kerja Dokter Jacob dengan gerak-gerik yang tidak biasa. Dua jam lamanya Javier menunggu, tapi Ara tak kunjung keluar dari dalam sana. Javier langsung bisa menebak dengan apa lagi yang terjadi selanjutnya. Dan malam ini semua kecurigaan Javier terbukti benar.

Bersambung...

1
Ds Phone
dia nak buat apa
Ds Phone
ya lah takut jadi bukan bukan
Ds Phone
akhir dapat bercakap juga
Ds Phone
dia sayang orang tua tu
Ds Phone
ya mula kan hidup baru
Ds Phone
dia tak tahu itu anak nya
Ds Phone
itu ayah kamu sebenar
Ds Phone
dah jadi masalah pulak
Ds Phone
anak nakal bolih ikut diam diam
Ds Phone
dia belum maaf kan ibu nya kot
Ds Phone
muncul aja tunjuk sombong bodoh
Ds Phone
mula dah emak metua kepoh
Ds Phone
dah ada dua anak rupa nya
Ds Phone
tak nak nikah pulak
Ds Phone
menesal pun tak guna
Ds Phone
ibu ayah nya tahu semua cerita meraka
Ds Phone
senang dia nak ambik tanda tangan
Ds Phone
laki dia ada dalam bilik
Ds Phone
kalau bapak dia dah masuk campur habis lah
Ds Phone
jantan bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!