NovelToon NovelToon
Davina (Bukan Gadis Biasa)

Davina (Bukan Gadis Biasa)

Status: tamat
Genre:Romantis / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Lahir dari keluarga kaya, Davina menyamar menjadi seorang gadis biasa, Dia merasa lelah karena sering di manfaatkan. Dalam kesederhanaan nya, Davina menjalin hubungan dengan Gio. Seorang pria yang Davina tahu adalah pria yang lahir dari keluarga sederhana.

Davina kira, Menjalin hubungan dengan orang sederhana itu akan selalu setia. Ternyata, Tidak semua orang sama.

Bukan karena di selingkuhi namun sejak hadirnya sahabat Gio yang bernama Caca, Pria yang menjadi kekasihnya itu berubah. Di setiap waktu atau kondisi apapun selalu sahabatnya lah yang di utamakan.

Davina muak! Hingga akhirnya Davina menunjukkan bahwa sebenarnya dia bukanlah gadis biasa. Membuang pria sederhana itu lalu menjalin hubungan baru dengan pria yang setara dengannya. Bagaimana reaksi Gio setelah tahu bahwa Davina ternyata adalah gadis kaya?
••••••
"Jika Daddy bisa mendapatkan wanita sederhana yang setia. Maka aku, Aku akan mencari pria yang setara dan setia." Davina Anggraini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Santai Davina

Pagi harinya, Davina mulai terbangun dari tidurnya. Gadis itu duduk seraya mengumpulkan sisa sisa rasa kantuknya.

"Selamat pagi hari yang cerah.." Davina beranjak, Gadis itu meraih ikat rambutnya kemudian mengikat rambutnya yang tergerai.

Ting..

Sebuah notifikasi masuk, Davina meraih benda pipih itu melihat siapa yang pagi ini mengirim pesan. Tidak mungkin Gio yang mengirim pesan karena nomor Gio telah ia blokir sejak malam itu.

"Selamat pagi.." Seketika mata Davina terbelalak begitu melihat pesan dari Samudra. Rasa kantuk yang masih tersisa itu hilang begitu saja.

"Astagaa.. Pria matang itu mengucapkan selamat pagi padaku? Matang sih, Tapi ganteng banget.. Gio mah kalah.." Entah kenapa sifat centil Davina muncul. Gadis itu membalas pesan dari Sam.

"Pagi juga Om ganteng.." Begitulah pesan yang sengaja di kirim oleh Davina. Gadis itu tak peduli dengan image nya yan seorang putri konglomerat. Toh dia masih muda kan? Dan kemungkinan Sam tak akan menggubrisnya.

Davina kembali meletakkan benda pipihnya di atas tempat tidur, Gadis cantik itu mengamati setiap sudut kamarnya.

Hari ini adalah hari terakhir Davina tidur di kamar itu. Di pojok sana ada satu kardus yang berisikan barang. Barang itu adalah barang Davina hadiah dari Gio. Barang itu akan Davina kembalikan atau Davina akan serahkan pada Caca. Davina akan buat Gio menyesal karena telah tega menduakannya dengan seorang Caca.

Davina pergi ke kamar mandi, Gadis itu akan berangkat kuliah pagi ini. Sekitar lima belas menit berada di kamar mandi, Akhirnya Davina telah menyelesaikan ritual mandinya.

Gadis itu bersenandung seraya mengeringkan rambutnya yang basah. Hingga dia di kagetkan oleh dering ponselnya yang berada di atas tempat tidur.

"Vania? " Sebuah senyum terbit dari bibir Davina.

"Halo sayang...

"Dav.. Kamu kuliah hari ini??" Tanya Vania dengan nada panik. Davina duduk di tepi tempat tidurnya dengan tenang.

"Kan ada kelas.. Jelas aku datang dong..

"Tapi mending kamu jangan masuk dulu deh.. Ada kabar gak enak disini.." Kata gadis itu. Davina masih diam saja, Dalam hati adik dari Davin itu berkata " Sudah aku duga..."

"Aku udah tahu kok apa yang terjadi di kampus.. Dan kamu gak perlu khawatir. Davina gak takut sama siapapun dan akan hadapi semuanya dengan tenang...

"Tapi Davina.. Ini tuh menyangkut nama baik kamu.. Kamu harus..

Tuuuuutttt...

Davina mematikan panggilan dari sahabatnya itu secara sepihak. Tatapan Davina begitu dingin dengan senyum sinis yang gadis itu tampilkan.

"Okey.. Mungkin sekarang dia bisa menang, Tapi besok.. Dia akan hancur. " Davina melempar ponselnya kembali kemudian beranjak. Gadis itu memakai pakaian yang dia beli kemarin bersama Daddy nya. Hari ini, Davina masih menjadi gadis biasa namun dengan penampilan yang agak berbeda.

...****************...

Sementara itu, Di universitas tempat dimana Davina mencari ilmu. Suasana di sana tengah gempar dengan sebuah foto yang terpajang di mading. Foto Davina sedang berdua di mall bersama Daddy Nalendra terpasang hingga banyak mahasiswa dan mahasiswi berkerumun untuk melihatnya tak terkecuali teman sekelasnya.

"Gak nyangka ya.. Davina yang selama ini kita kenal dengan gadis baik-baik ternyata diam-diam menjadi simpanan Om-om.." Ujar salah satu dari mereka.

"Iya.. Lihat, Dia bahkan di belikan perhiasan sama Om-om itu.. Dasar wanita mura-han..

"Mungkin Gio gak mampu penuhi hidup dia makanya cari mangsa lain.. Hahahaha.. " Gio yang berdiri tepat di depan foto-foto itu mengepalkan tangannya. Pemuda itu merasa di khianati oleh Davina.

Pantas saja gadis itu meminta nya putus, Dan bahkan nomernya pun di blokir mungkin inilah alasannya. Gadis itu tengah menjalin hubungan terlarang dengan suami orang.

Nama Davina selalu di sebut di setiap sudut. Mereka yang tidak tahu siapa Davina yang sebenarnya jelas mengira Davina benar-benar gadis mura-han. Pria yang bersama Davina mereka kira adalah Sugar Daddy nya. Tidak tahu saja mereka kalau Daddy Nalendra adalah pemilik kampus tempat mereka mencari ilmu selama ini.

Karena meski pemilik kampus, Daddy Nalendra memang tidak pernah datang. Semua pria itu percayakan pada orang kepercayaannya. Pernah Daddy Nalendra datang menghadiri acara yang di adakan di universitas tersebut itupun sekitar empat tahun yang lalu.

"Gio.. Aku gak nyangka ya.. Kalau Davina itu ternyata mau jadi simpanan Om-om.." Ucap Caca dengan raut wajah khawatir, Tanpa mengatakan apapun, Gio berlalu pergi dari sana. Caca tersenyum, Dia melirik beberapa foto yang terpajang di mading.

"Sebentar lagi kamu akan hancur Davina...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Davina keluar dari kendaraan roda empatnya. Penampilannya memang masih sederhana namun tak sesederhana hari-hari biasanya.

Davina yang biasa pakai motor matic biasa tapi hari ini gadis itu memakai mobil. Semua mata tertuju pada Davina yang berjalan dengan santai itu dan anggun itu.

Meski banyak yang menatapnya sinis, Davina tetap santai saja. Dia tak peduli dengan tatapan tak mengenakan itu.

"Gak tahu malu banget.. Masih berani dia datang kesini?" Ucap salah satu. Davina hanya tersenyum saja, Terserah lah mereka mau mengatakan apa.

"Dasar buta.."

Davina melangkahkan kakinya. Berjalan lurus menuju mading dimana foto-foto nya bersama sang Daddy terpampang. Para Mahasiswa/Siswi yang masih berkerumun itu memberi jalan.

"Sungguh keren.." Ucap Davina membuat beberapa dari mereka heran. Bukannya malu atau mencari pembenaran, Davina hanya menanggapi foto-foto tersebut dengan senyuman.

"Davina.. Kamu datang?" Seperti biasa, Vania dan Valia akan selalu menjadi garda terdepan untuknya sahabatnya itu.

"Jelas lah aku datang.. Untuk apa aku tidak datang. Foto tak berguna dari camera ponsel yang tak berguna.. Pemiliknya juga tak berguna. " Davina menatap satu persatu Mahasiswa/Siswi yang berada disana.

"Silahkan lanjutkan melihatnya, Jangan lupa mulut juga bicara ya.. Sayang kalo di lihat tapi gak di buat ghibah.." Kata Davina tersenyum, Dia benar-benar menghadapi semuanya dengan santai tanpa panik sedikitpun.

"Kau benar-benar tidak peduli?" Tanya Valia.

"Untuk apa? Biarkan saja hari ini mereka puas menghinaku.. Karena besok aku yang akan buat mereka bungkam.." Vania dan Valia saling pandang, Mereka merasa bangga dengan sahabatnya ini yang selalu punya sikap tegas dalam hal apapun.

"Davina kita memang yang terbaik.."

"Iya dong..

Tiga gadis itupun mulai memasuki kelas, Sama seperti di luar sana, Namanya menjadi perbincangan panas.

"Hay Davina.." Seorang pemuda dengan penampilan brandal menghadang langkah Davina dan kedua sahabatnya.

"Ya?

Pemuda itu tertawa cengengesan..Di bangku belakang Gio melihat apa yang terjadi antara Davina dan teman sekelasnya yang di kenal dengan gaya urakannya itu.

"Kasih tahu dong.. Semalam berapa? " Ucap pemuda itu, Davina hanya menanggapi nya dengan senyum dan..

Bugh!

"Aaaaarrrggg.." Pemuda itu mengerang kesakitan saat Davina menendang keras asetnya. Davina memutar bola matanya malas dan duduk di tempatnya.

Melihat itu, Gio beranjak dari duduknya dan langsung menarik tangan Davina kasar.

"Iku aku!!

TBC

Othor Up 1x lagi ya.. Sampai tgl 15 Bulan ini Othor belum bisa up efektif karena ada kesibukan. Tapi kalau ada waktu luang Othor usahakan up seperti biasanya..🍁❤️

1
Marina Tarigan
semoga tertolong kalau sempat dirusak bunuh diri saja
Marina Tarigan
semoga tdk terjadi kejahatan sm valia ataupun ada orang yg kenal keluaga bilia
Atoen Bumz Bums
kata caca dia mau tunangan Yang pertama lah emang dia mau berapa kali tunangan
Marina Tarigan
mknya baik laki maupun wanota pikir dulu berbuat sesuatu aku sendiri pun kalau diacuhkan laki2 sehitunya tanpa alasan tak satu negara lagi
Marina Tarigan
tak ada gunanya sm fiali tanpa bukti semoga perjodohan tdk sampai terjadi
Marina Tarigan
jgn sampai leo nikaj sm valia
Marina Tarigan
aduhai Gio kok kamu kok terus bermasallah sm gebetanmu ya sadar gio kantungmu yg tipis kesal sm Davina dan sekarang sama caca mantan tunangan cepat selessikan kuliahmu cari pekerjaan semedi kamu koreksi dirimu spya pintar fikit otakmu
Marina Tarigan
kok jilat ekormu pak nyesal ya katanya wakil bos besar tapi idiot
Marina Tarigan
lanjut basi kejar terus laki susah caca sm vanila sama2 tdk punya harga diri
Marina Tarigan
sdhlah Rian vanila masih remaja pikirannya belum stabil minta maaf kalau kamu mau karena sekarang dia sdh melepaskanmu
Atoen Bumz Bums
kampus punya dia y wajar dia jadi bintang
Marina Tarigan
emang gua pikirin dasar wanita murahan mau2nya menggoda lami2 yg tak sudi dasar wanita murahan memang kamu masa kejsr laki2 sdh diingatkan ber kali2 masih terus tdk tahu malu
Marina Tarigan
kamu tdk salah Rian tdk suka sm Valila salahnya kamu pengecut kwlas kakap bilang terus terang kamu tdk suka dan jgn terima bekal itu baiknya langsung ditolak apa gitu sulitnya
Marina Tarigan
cocok Davina memang seharusnya istri2 ceo perusahaan seperti Davina keras dan pandai bela diri supaya kapok
Marina Tarigan
ada2 saja wanita lagi2 merendahkan dirinya tendang sampai kapok Davina dan pindahkan wanita jadul itu ke bgn cleanin servis itu hakmu kalau tdk pecat saja baru tahu rasa
Marina Tarigan
orang berkelas caca mana mau berurusan sm cacing kepanasan geli karena status kamu dgn Davina jauh berbeda
Marina Tarigan
salut Davina kalau rak dilawan Andita bisa bikin ulah mknya tendang saja baru tahu rasa
Marina Tarigan
calon menantu sm calon mertua sama2 matre cocok sekali
Marina Tarigan
si Ambar ini otaknya perlu di rukiah kali ya kasihan juga hidup orang seperti itu tak pernah damai iri terus menganggap orang lain tdk ada apa2 hindari stroke buk
Marina Tarigan
satu keluarga edan ayah anak ibu apalagi pongor ilmu dan hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!