Ricko pria tampan kaya raya ini mencintai wanita yang dia lihat di lampu merah. Pandangan pertamanya membawa dia ke jalan yang di ridho'i Allah.
Izza, seorang wanita muslim yang taat pada agama dan keyakinannya, membuat para pria jatuh hati kepadanya.
Ricko terkenal pria nakal dan juga sering mempermainkan banyak wanita, kini ia sedang mengejar wanita yang membuat dirinya jatuh hati.
Ia memutuskan untuk mendekati Izza, namun hal itu tidak berhasil, untuk membuat Izza terpesona sama ketampanan dan juga rayuannya.
Ricko langsung terketuk hatinya, ia ingin menjadi mualaf. Namun, hal itu di tentang besar oleh keluarganya sendiri.
Apakah Ricko bisa menaklukan hati Izza, untuk menjadikan istrinya? Apakah Ricko bisa membujuk keluarganya termasuk kedua orangtua-nya untuk menjadi mualaf.
Nantikan kisah mereka di episode yang akan datang! jangan lupa baca, like komen dan vote, terima kasih!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapat nasehat baik
Kini Izza berada di satu mobil bersama Ricko, debaran jantung Ricko meloncat-loncat hingga membuncah dan tidak bisa ia hentikan. Izza hanya duduk diam menatap kedepan.
Ricko mencoba memberanikan diri untuk memulai obrolannya. Ia berdehem supaya Izza sadar dari lamunannya.
"Ehemm, deheman ricko membuyarkan lamunan Izza yang tengah sedikit melamun, ia kemudian melirik sekilas ke arah Ricko.
"Nanti, jika mobilmu sudah beres di perbaiki aku hubungi kamu lagi ya?" ucap Ricko sambil menyetir, ia takut pertanyaannya tidak di jawab sama Izza. Membuat iya gugup untuk menanyakan soal pesan yang hak di balasnya.
"Aduh, aku jadi repotin kamu deh, maafin aku ya Ricko, oh ia, soal pesan yang kamu kirim maaf banget ya, aku gak bisa balas" jawab Izza jujur.
"Iya gak apa-apa kok, maaf ya aku ganggu kamu?" Ujar Ricko.
Izza hanya tersenyum dan langsung menunduk lagi. Tak terasa mereka telah tiba di depan kantor Izza, kemudian Izza keluar dari mobil dan mengucapkan perkataan terima kasih pada Ricko yang telah membantunya memberikan tumpangan.
Izza kini melangkah menuju ruangan miliknya, semua karyawan di sana langsung menyambut Izza yang sekarang telah tiba di kantornya. Namun sayang ada orang tidak suka sama Izza, menurutnya Izza hanya bisa caper karena perusahaan ini milik ayahnya.
Wanita itu langsung membuang muka ketika berhadapan sama Izza, Ia langsung duduk di kursi tempat ia bertugas, izza hanya tersenyum ke arahnya. Baginya ini semua tidak perlu Izza pikirkan di mata Izza semua sama tidak ada yang jabatan tinggi atau rendah.
Di mobil Ricko masih termangu dan berdiam, rasanya ia tidak mau datang ke kantornya. Ia rasa hari ini akan bolos bekerja, karena memang kantor papahnya, jadi ia bisa bebas untuk bolos.
Hatinya bimbang ia tidak tau harus bercerita soal curahan hatinya itu. Ricko akhirnya melajukan mobil miliknya dan tancap gas, tidak ada tujuan ia mau kemana. Kini Ricko berada pas berada di depan sebuah mesjid yang cukup besar.
Ia keluar sambil menatap mesjid itu, di hatinya penuh kedamaian mendengar lantunan ayat Al-quran di masjid itu. Kemudian kakinya ia langkahkan untuk masuk ke dalam.
Tak di sangka ia di sambut pengurus mesjid. Ricko terkejut, dan membungkukan badannya setengah. Pengurus mesjid itu tersenyum dan langsung menepuk pundak Ricko.
"Maaf pak, saya cuma mau ngadem di sini, sambil mendengarkan lantunan ayat Al-Qur'an. Pengurus mesjid itu langsung membolehkan Ricko duduk diam di mesjid, pengurus itu merasa aneh dan langsung menanyakan pertanyaan pada Ricko.
"Kamu siapa anak muda, saya baru pertama kali melihatmu di dekat komplek sini" ujar pengurus mesjid, kebetulan mesjid ini yang suka di datangi Izza dan juga ayahnya.
Ricko sengaja pergi ke komplek dekat rumah Izza, dan berakhir duduk diam di mesjid ini. Ricko tersenyum ia langsung menceritakan kegelisahan yang ada di benaknya, siapa tau ia punya solusi yang tepat.
"Begini pak, saya bukan muslim, hmmm, dan saya menyukai seorang gadis muslim." Ucap Ricko ragu mengatakan semuanya, ia takut malah di cemooh dan di larang.
"Oh, begitu, terus apa yang akan kamu lakukan, pasti wanita itu sangat baik dan shalehah sehingga bisa membuatmu jatuh hati kepadanya." Seru pengurus mesjid itu mempertanyakan kepada Ricko.
"Dia sangat cantik, baik dan juga bisa membuat saya jatuh hati kepadanya pak! tapi saya takut, dia tidak mau menerima saya suatu saat nanti. Makanya saya dari lubuk hati yang paling dalam, pengen menjadi mualaf. Agar bisa mendekatinya lebih dalam lagi." Ujar Ricko sambil duduk di depan mesjid.
Pengurus itu sangat senang dan juga kagum kepada Ricko, ia pria sejati yang mengejar cinta seorang wanita shalehah.
"Siapa wanita itu, apakah dia tau kamu menyukainya dan akan menjadi mualaf, dan apakah wanita itu menyukai dirimu?" Pertanyaan itu membuat jleb ke angan Ricko.
"Saya tidak tau pasti, tapi saya berusaha mendekati dirinya, tapi saya chat mencoba merayu dia lewat chat pesan. Saya di abaikan dan juga ia tidak membalasnya. Dia membalas ketika saya chat mengenai bisnis atau mengenai pekerjaan saya. Itu yang membuat saya kagum kepadanya." Seru Ricko menceritakan Izza.
"Masyaallah, berarti dia menjaga dirinya dari godaan pria yang hanya ingin mendekatinya mas, Kamu sangat tepat ia jadikan seorang istri. Terus apa yang akan kamu buktikan bahwa kamu menyukai wanita itu?" ujar pengurus mesjid mempertanyakan hal itu kepada Ricko.
"Sebelumnya saya pengen melamar dia, tapi saya pengen sudah menjadi seorang mualaf. Tapi ada yang mengganjal mas, keluarga saya belum tau! bahwa saya mau menjadi mualaf. Dan saya takut mengatakan semua ini kepada keluarga saya mas." Ucap Ricko menundukan kepalanya.
"Kamu tidak boleh merasa takut, apa yang kamu putuskan itu hal yang sangat baik dan langka. Allah pasti meridhoi kamu, bila suatu saat keluargamu tidak setuju, tapi niat kamu sudah bulat dan tekad kamu sudah yakin jangan mundur, itu adalah keputusan yang sangat baik dan mulia." Terang pengurus masjid menasehati Ricko.
"Saya harap keluarga saya mau menerima yang saya putuskan." Ucapan Ricko membuat pengurus itu kagum.
"Nah, begitu kamu harus optimis, dan jika kamu membutuhkan teman curhat, boleh kamu datang ke sini. Saya di sini pengurus mesjid dan juga ada setiap waktu. Saya berjualan kopi di depan mesjid ini. Ya walaupun usaha kecil-kecilan tapi Alhamdulillah bisa mencukupi anak dan istri, sekarang kamu bicarakan ini kepada keluargamu, apakah mereka setuju atau tidak. Bila kamu butuh penghibur hati kamu, datanglah kesini lagi, saya ada di sini" ucap Pengurus mesjid.
Ricko bangkit dan ia langsung berterima kasih kepada pengurus itu. Sekarang ia akan mengatakan keputusannya kepada keluarga besarnya, apapun yang terjadi, Ricko akan menerima semua yang menimpanya kelak.
Ia pun pamit pulang, membawa hati yang sangat senang dan pikiran yang membuat ia tidak cemas lagi atas putusan yang ia ambil.
🌸🌸🌸
Di rumah ibu Hanna, duduk diam, begitu kedatangan Leo yang tiba-tiba saja mau melamar Izza sebagi istrinya. Ibu Hanna hanya bisa memberikan nasehat. Ia sudah tegaskan Izza tidak mau balik lagi kepada masa lalunya. Namun Leo sangat yakin bahwa Izza masih mencintainya sampai saat ini.
Ibu Hanna hanya bisa menghembuskan nafas pelan. Ia menyuruh Leo untuk datang ke kantor Izza, karena Izza yang akan memutuskan semuanya. Leo langsung pamit dan ia bergegas pergi menuju kantor Izza.
Sedangkan Izza di kantor ia lagi sibuk sama kerjaan yang ia tangani. Ia menerima notip pesan yang ia terima dari Ricko, Izza tersenyum dan langsung membalasnya.
Mobil Izza sudah beres di perbaiki dan ia langsung berterima kasih pada Ricko. Mobil Izza sudah ada di depan kantornya membuat Izza sangat senang. Ia berpikir ia berhutang pada ricko dan memutuskan untuk mengganti semuanya.
Setelah Izza menyelesaikan semua kerjaan yang menumpuk itu, ia langsung bergegas mau mengecek mobilnya. Tapi tiba-tiba saja di parkiran sudah ada Leo yang keluar dari mobilnya.
Izza memalingkan wajahnya dan langsung melangkah ke arah mobil miliknya. Pandangannya menundukan kebawah. Baginya Leo hanya masa lalu yang tidak pernah ia kenang.
Pakir ❌. Fakir. ✅
Sipat ❌. Sifat ✅
ga ada bawang nya
bacanya biasa aja kakak 🙏