Tidak ada satupun yang bisa mengubah bubur menjadi nasi, seperti halnya dengan penyesalan tidak bisa kita ubah kembali jika sudah terjadi.
Hubungan yang terjalin cukup lama antara Sana dan Roy tidak berjalan mulus, angan-angan untuk menikah pun akhirnya pupus di tengah jalan setelah hubungannya kandas begitu saja. Yang tersisa hanyalah penyesalan yang terdalam.
Yolanda yang tadinya mengabaikan Kristen
sebagai suaminya akhirnya menyesali perbuatannya setelah kecelakaan yang di alami Kristen.
Akankah penyesalan itu mampu mengubah hidup mereka menjadi lebih baik?
Ikuti terus kisahnya di "PENYESALAN TERDALAM" di usahakan update setiap hari.
~Kasih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Bertengkar
Selama perjalanan tangan Sana masih memeluk Boy. Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah Boy.
"Yah... sudah sampai," pikir Boy yang masih ingin berlama-lama di peluk Sana.
"Sana, kita sudah sampai di rumahku." ucap Boy kepada Sana.
"Ha... udah sampai ya. Gak terasa ya! " ucap Sana yang masih tidak percaya mereka sudah sampai di rumah Boy.
Sana melepaskan pelukannya dan turun dari motor. Setelah Boy turun Sana mengendarai motor sendiri.
"Kamu hati-hati di jalan, " ucap Boy dengan penuh perhatian.
"Terima kasih ya untuk tumpangannya. " ucap Boy sambil melambaikan tangannya.
"Iya sama-sama, " ucap Sana sambil melaju pergi meninggalkan Boy. .
Sana yang memiliki kebiasaan buruk saat mengendarai motor mulai merasa ngantuk.
"Aduh aku ngantuk berat ni, jangan sampai aku jatuh ajalah. Semoga masih mampu bawa motor sampai ke rumah." ucap Sana dengan mata yang sudah berat.
Kebiasaan buruk Sana adalah suka mengantuk saat mengendarai motor. Sungguh pengendara yang berbahaya.
"Aku gak boleh tidur," ucap Sana sambil berusaha membuka matanya yang sudah berat itu.
"Aduh.. mataku berat sekali, gara-gara semalam lambat tidur ni. Aku harus cuci muka dulu supaya gak terus-menerus ngantuk, bisa-bisa kecelakaan kalau aku paksakan jalan. " gerutu Sana.
Sana memilih menepikan motornya di pinggir jalan dan membasuh wajahnya dengan air minum yang dibawanya dari rumah. Setiap mengendarai motor Sana selalu membawa air putih di dalam tasnya untuk berjaga-jaga kalau matanya mulai mengantuk saat mengendarai.
Setelah sampai di rumah Boy, Sana pulang ke rumahnya dengan mengendarai motor miliknya. 30 menit jarak antara rumah Boy dan Sana. Setelah mengendarai motor selama 30 menit Sana sampai di rumah.
"Akhirnya sampai juga," ucap Sana bahagia berhasil sampai di rumah.
"Aku udah gak sabar mau menikmati kasur. " ucap Sana dengan penuh kegirangan.
"Semoga hari ini papa dan mama gak bertengkar lagi, capek aku dengar mereka tiap hari ribut. "
Sana bergegas memarkir motornya. Setelah itu langsung masuk ke rumah.
Craang....... suara kaca pecah.
"Wah... pasti mama dan papa lagi bertengkar ni. Ih... buat aku malas pulang ke rumah aja ni." Gerutu Sana.
"Sampai kapan papa dan mama bertengkar? Apa gak bisa yang sehari aja tenang gak mendengar perkelahian mereka berdua. " Sana yang merasa capek dengan pertengkaran Yolanda dan Kristen mulai melangkah kaki menuju rumah.
Crengg... bunyi kaca pecah yang terdengar untuk kedua kalinya.
"Belum selesai ternyata perkelahian kucing dan anjing itu." Pikir Sana yang merasa capek mendengar pertengkaran orang tua nya setiap hari.
Sana segera membuka pintu rumah, dengan kasar.
Brakkk... bunyi pintu yang di bukan dengan kasar oleh Sana.
Kristen sudah mengacungkan tangannya dan bersiap untuk menampar pipi Yolanda. Melihat kedua orang tuanya bertengkar membuat hati Sana terasa diiris.
"Kenapa shi papa dan mama selalu saja bertengkar aku capek melihat mereka bertengkar setiap hari, " ucap Sana dalam hatinya.
Kaca pecahan gelas sudah berhamburan di atas lantai. Yolanda yang mabuk menghempaskan gelas kaca yang di gunakan-nya untuk minum karena ditegur oleh Kristen. Melihat Yolanda melemparkan gelas kaca di lantai sontak memicu emosi Kristen.
"Kalian gak bosan-bosannya bertengkar! "Pekik Sana dengan suara yang tinggi. Sana menatap kedua orang tua nya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku benci punya orang tua seperti kalian." Ucap Sana yang langsung bergegas menuju kamarnya meninggalkan kedua orang tua itu.
"Sampai kapan kalian akan seperti ini, " ucap Sana sambil berlari dan sesekali mengusap air mata yang sudah membasahi pipinya.
Kristen langsung menoleh kearah Sana, mendengar kata-kata anaknya Kristen menyudahi pertengkarannya dan kembali duduk di sofa. Kristen menjambak kepalanya yang terasa begitu pusing melihat tingkah Yolanda. Yolanda yang mabuk masih terus mengoceh di depan Kristen.
"Dasar wanita pemabuk, " ucap Kristen dalam hatinya.
Kristen menatap tajam ke arah Yolanda, menyadari emosinya yang begitu berapi-api Kristen memilih meninggalkan Yolanda sendiri di rumah tamu.
"Kenapa berhenti memukulku..." Ucap Yolanda ya masih penuh dengan amarah.
Kristen berjalan meninggalkan Yolanda tanpa menggubris kata-kata Yolanda.
"Sampai kapan wanita itu akan terus mabuk-mabukan, apa dia gak sadar kalau dia adalah seorang istri dan ibu untuk Sana. "
Ya... Yolanda adalah ibu sambung Sana, Kristen menikah dengan Yolanda karena Sindi ibu kandung Sana sudah meninggal dunia.
Berawal ingin memberikan seorang ibu kepada Sana agar Sana bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.
Usia Sana masih 2 tahun, waktu ibunya meninggal.
Sindi meninggal dunia karena rahim stadium akhir. Sindi adalah sosok wanita dan ibu yang baik. Sebagai istri yang baik, Sindi tidak pernah menceritakan tentang keadaannya kepada suaminya. Sindi berusaha menutupi sakit yang di deritanya sampai suatu hari Sindi tiba-tiba pingsan dan di larikan ke rumah sakit terdekat.
Alangkah syok Kristen mendengar penjelasan dokter saat itu yang mengatakan bahwa istrinya mengidap kanker rahim stadium akhir, saat itu dokter juga menjelaskan bahwa nyawa istrinya krisis.
Pernikahan Kristen dengan Sindi yang sangat bahagia jauh berbeda dengan pernikahannya bersama Yolanda saat ini.
Kristen mengenal Yolanda 16 tahun lalu, mereka saling mengenal selamat 1 tahun. Satu tahun bukanlah waktu yang sebentar. Selama setahun mengenal Yolanda yang terlihat hanyalah sosok wanita yang baik dan penyayang kepada anaknya semata wayang.
Setelah melihat Yolanda yang tampak begitu menyayangi Sana, Kristen memutuskan untuk menikah. Saat itu rasa Cinta di hati Kristen sudah bertumbuh meskipun tidak sebesar rasa cintanya kepada Sindi almarhum istrinya. Ya, Kristen menikah atas dasar cinta bukan hanya semata untuk mencari pengganti ibu untuk anaknya.
Sedangkan Yolanda, Yolanda adalah wanita cantik dan seksi. Laki-laki yang bagaimana pun bisa di dapatkan nya jika dia mau.
Tapi kenapa Yolanda malah memilih menikah dengan seorang duda. Tentu saja alasannya karena uang. Ya, uang! Uang adalah segalanya bagi Yolanda. Yolanda adalah perempuan yang mata duitan dia rela menjual harga dirinya sekali pun hanya demi uang.
Selama setahun saling mengenal, bagi Yolanda itu adalah hari yang sangat melelahkan. Karena Yolanda harus menjalani hidup dengan kepura-puraan.
Yolanda berpura-pura menjadi seorang wanita yang menyukai anak kecil, Yolanda harus menahan diri untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak matre. Sampai akhirnya dia berhasil membuat Kristen jatuh cinta padanya dan mengajaknya untuk menikah.
Setelah menikah Yolanda masih menjadi seorang ibu dan istri yang baik. Tetapi sebulan setelah menikah Yolanda mulai menunjukkan sifat aslinya.
Sifatnya yang kasar, suka berbelanja, suka ke klub malam sampai pulang dengan keadaan mabuk. Hal inilah yang membuat Kristen dan Yolanda selalu bertengkar.
e tiba tiba tringat ayahku pda hal tdi pgi bru vc
sukse
semangat
mksh
lima like 👍 untukmu 😄
mampirlah jika sempat ya 😃
lima bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
comments and favorit buat kamu Thor ❤️