NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Ciiiit.

Rizal melangkah santai keluar dari mall dengan penampilan barunya yang memukau.

Banyak mata pengunjung, terutama para wanita, tanpa sadar mengikuti langkah kaki pemuda tampan berjas biru dongker tersebut.

Rizal sama sekali tidak memedulikan tatapan mereka karena pikirannya terfokus pada satu hal.

"Sekarang aku butuh kendaraan yang sepadan dengan penampilanku ini."

Rizal bergumam pelan sambil membuka aplikasi pencarian di ponselnya yang baru ia beli dari lantai bawah mall tadi.

Ponsel usangnya yang retak sudah ia buang ke tempat sampah beberapa menit yang lalu.

Matanya tertuju pada sebuah iklan showroom mobil sport mewah yang tidak jauh dari lokasi mall.

"Raka Auto Motors... tempat yang menjual berbagai macam super car impor."

Rizal mengusap dagunya saat membaca nama pemilik showroom tersebut yang terasa sangat familiar.

"Raka? Apakah ini Raka yang sama dengan pria sombong yang memungut Nadia?"

Senyum tipis yang mematikan perlahan terbentuk di bibir Rizal.

"Menarik, mari kita lihat apakah dunia ini memang sesempit itu."

Rizal melambaikan tangannya dan sebuah taksi eksekutif langsung berhenti di depannya.

"Ke Raka Auto Motors, Pak."

Taksi itu langsung melesat membelah jalanan ibukota yang cukup padat menuju tujuan.

Hanya butuh waktu lima belas menit untuk taksi itu tiba di depan sebuah bangunan megah berdinding kaca tebal.

Rizal turun dan langsung disambut oleh jejeran mobil-mobil bernilai miliaran rupiah yang dipajang di balik kaca.

Ada Lamborghini, Ferrari, Porsche, hingga McLaren dengan berbagai warna mencolok.

Tap... Tap... Tap...

Langkah Rizal bergema di dalam showroom berlantai marmer putih yang mengkilap itu.

Seorang sales wanita cantik berseragam ketat langsung menghampirinya dengan senyum profesional.

Penampilan Rizal yang kini mengenakan jas puluhan juta membuat sales itu langsung menilainya sebagai target VVIP.

"Selamat siang Tuan, selamat datang di Raka Auto Motors."

Sales itu menundukkan kepalanya dengan sangat sopan.

"Ada yang bisa saya bantu? Apakah Anda sedang mencari model mobil tertentu?"

"Saya ingin melihat mobil yang paling cepat dan paling mahal di showroom ini."

Rizal menjawab dengan nada santai sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

Mata sales wanita itu langsung berbinar kegirangan mendengar permintaan tersebut.

Komisi dari penjualan mobil termahal bisa membuatnya tidak perlu bekerja selama setahun penuh.

"Tentu saja Tuan! Silakan ikuti saya, kami baru saja mendatangkan sebuah mobil yang sangat spesial."

Sales itu memandu Rizal menuju bagian tengah showroom yang sedikit terpisah dari mobil lainnya.

Di sana, terparkir dengan anggun sebuah Lamborghini Aventador SVJ Roadster berwarna hitam pekat.

Garis-garis bodinya yang tajam dan aerodinamis membuatnya terlihat seperti pesawat tempur di darat.

"Ini adalah Lamborghini Aventador SVJ Roadster, edisi sangat terbatas."

Sales itu menjelaskan dengan nada bangga.

"Mobil ini memiliki mesin V12 yang bisa melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam waktu kurang dari tiga detik."

Rizal mengangguk pelan mengagumi keindahan monster besi di depannya itu.

"Harganya?"

"Harga on the road untuk mobil ini adalah dua puluh lima miliar rupiah, Tuan."

Sales itu menatap Rizal dengan penuh harap, menantikan reaksi pemuda tampan itu.

Rizal hanya terdiam sejenak, membuat sales itu mulai merasa sedikit khawatir.

"Apakah terlalu mahal, Tuan? Kami masih memiliki beberapa pilihan lain yang..."

"Tidak, harganya cukup masuk akal."

Rizal memotong ucapan sales itu dengan tenang.

"Siapkan surat-suratnya, saya beli mobil ini sekarang."

Sales wanita itu hampir saja pingsan karena terlalu bahagia mendengar keputusan instan tersebut.

"B-baik Tuan! Segera saya siapkan dokumennya, mohon tunggu sebentar di ruang VIP kami!"

Sales itu membungkuk berkali-kali sebelum berlari setengah melompat menuju meja administrasi.

Namun, sebelum Rizal sempat melangkah menuju ruang tunggu VIP, sebuah suara tawa sarkas menghentikan langkahnya.

"Hahaha! Beli mobil dua puluh lima miliar? Dengan apa kamu membayarnya, pakai daun?"

Rizal membalikkan badannya perlahan dan melihat dua orang berjalan ke arahnya.

Itu adalah Raka, sang pemilik showroom, yang masih mengenakan pakaian necisnya.

Di sebelahnya berdiri Nadia yang wajahnya masih terlihat sedikit memar setelah diseret satpam rumah sakit tadi siang.

Raka menatap Rizal dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan.

"Wah, gembel kita ternyata sudah berganti kulit ya."

Raka berjalan mendekat sambil menepuk-nepuk kap mesin Lamborghini hitam di sebelah Rizal.

"Dapat uang dari mana kamu beli jas sewaan ini, Rizal? Hasil menipu atau merampok?"

Nadia juga ikut menimpali dengan nada sinisnya yang khas.

"Paling juga dia meminjam uang dari rentenir untuk bergaya di depan kita, Mas Raka."

"Kamu tidak kapok ya berurusan denganku, Rizal?"

Raka menyeringai lebar merasa sangat percaya diri karena kali ini dia berada di wilayah kekuasaannya sendiri.

"Di rumah sakit tadi kamu mungkin beruntung karena kenal dengan direkturnya."

Raka menunjuk lantai showroom dengan jari telunjuknya.

"Tapi di sini, aku adalah rajanya. Ini adalah showroom milikku!"

Rizal hanya tersenyum tipis mendengar ocehan kosong dari musuh bebuyutannya itu.

"Raja ya? Sayang sekali kerajaanmu ini terlalu kecil untukku, Raka."

"Jangan sombong kamu! Berani-beraninya kamu mengaku mau membeli mobil SVJ milikku ini!"

Raka tertawa keras hingga air matanya hampir keluar.

"Mobil ini harganya dua puluh lima miliar! Gembel sepertimu butuh seribu kali reinkarnasi untuk bisa membelinya!"

Ting!

[Mendeteksi adanya omong kosong dan tuduhan palsu yang diarahkan kepada Tuan.]

[Kebohongan: Anda tidak mampu membeli mobil tersebut dan butuh seribu kali reinkarnasi.]

Rizal tersenyum semakin lebar saat mendengar suara sistem yang sangat dirindukannya itu.

"Bagaimana kalau ternyata saya benar-benar bisa membelinya sekarang juga, Raka?"

Raka mendengus kasar dan melipat tangannya di dada.

"Kalau kamu benar-benar bisa membeli mobil ini, aku akan memberikan seluruh showroom ini kepadamu secara gratis!"

"Mas Raka, jangan sembarangan bicara."

Nadia menarik lengan Raka dengan sedikit cemas, namun Raka menepisnya dengan kasar.

"Tenang saja sayang, saldo rekeningnya pasti sudah kosong melompong."

Raka kembali menatap Rizal dengan tatapan penuh tantangan.

"Bagaimana? Berani terima taruhanku?"

Ting!

[Mendeteksi janji kebohongan yang diikrarkan dengan sangat percaya diri.]

[Kebohongan: Raka akan memberikan seluruh showroom ini secara gratis jika Anda membeli mobil tersebut.]

[Memproses manipulasi realitas...]

[Manipulasi berhasil. Sistem telah menyiapkan proses pengambilalihan aset Raka Auto Motors secara legal dan otomatis setelah transaksi mobil selesai.]

Rizal merogoh saku jas dalamnya dan mengeluarkan ponsel barunya yang sangat tipis dan elegan.

"Tentu saja aku berani, Raka. Jangan menyesal ya."

Rizal membuka aplikasi mobile banking miliknya dan menunjukkan layar ponselnya tepat di depan wajah Raka.

Mata Raka seketika melotot lebar saat melihat deretan angka yang tertera di sana.

"S-sepuluh miliar?! Dari mana kamu dapat uang sebanyak ini?!"

Raka berteriak histeris dengan wajah yang langsung pucat pasi.

"Itu cuma uang receh di salah satu rekeningku."

Rizal tersenyum miring lalu mengeluarkan Kartu Naga Emas dari saku celananya.

Dia menyerahkan kartu hitam berlambang naga itu kepada sales wanita yang baru saja kembali dengan membawa map berisi dokumen.

"Gunakan kartu ini untuk membayar mobilnya, dan sisanya gunakan untuk mengurus balik nama seluruh showroom ini atas namaku."

Sales wanita itu menerima Kartu Naga Emas dengan tangan gemetar.

Dia sangat tahu apa arti kartu eksklusif dari Wijaya Group tersebut.

"B-baik Tuan VVIP! Transaksi akan segera diproses!"

"Tunggu! Jangan diproses! Ini pasti kartu palsu!"

Raka mencoba merebut kartu itu dari tangan salesnya, namun sebuah tangan kekar tiba-tiba mencengkeram kerahnya dari belakang.

"Berani sekali Anda membuat keributan di hadapan Tuan VVIP kami."

Seorang pria berbadan besar dengan jas hitam rapi tiba-tiba muncul dan melempar tubuh Raka ke lantai.

Pria itu adalah salah satu dari puluhan pengawal rahasia Keluarga Wijaya yang ditugaskan oleh Tuan Besar Wijaya untuk mengikuti dan melindungi Rizal dari kejauhan.

"S-siapa kamu?! Ini showroom milikku!"

Raka berteriak ketakutan sambil merangkak mundur.

"Showroom ini sudah bukan milikmu lagi, Tuan Raka."

Seorang pria berkacamata yang merupakan notaris tiba-tiba masuk ke dalam showroom dengan membawa koper hitam.

"Berdasarkan perjanjian hutang-piutang Anda dengan Bank Nasional yang telah jatuh tempo, seluruh aset Raka Auto Motors ini baru saja dilelang dan dibeli lunas oleh Tuan Rizal."

Notaris itu membuka kopernya dan menunjukkan dokumen legal yang sudah ditandatangani dan dicap resmi.

"I-itu tidak mungkin... hutangku baru jatuh tempo bulan depan!"

Raka menggelengkan kepalanya dengan histeris menolak realitas yang ada.

Dia memang terlilit hutang besar untuk membangun citra sebagai pengusaha kaya, namun dia tidak menyangka akan jatuh miskin secepat ini.

"Sistem memang sangat efisien dalam mempercepat proses kejatuhan orang-orang bodoh."

Rizal membatin sambil menatap Raka yang kini tersungkur tak berdaya di lantai showroom.

"N-nadia... tolong aku... pinjamkan aku sedikit uangmu..."

Raka menarik ujung gaun Nadia dengan tangan gemetar.

Nadia yang melihat Raka sudah jatuh miskin langsung menendang tangan pria itu dengan kasar.

"Menjauh dariku, pria miskin! Kamu pikir aku mau bersamamu kalau kamu tidak punya uang?!"

Nadia membuang muka dengan jijik dan berniat pergi meninggalkan showroom tersebut.

Namun sebelum dia melangkah jauh, Rizal kembali membuka mulutnya.

"Nadia, tunggu sebentar."

Nadia menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap Rizal dengan senyum yang dipaksakan.

"R-rizal... ternyata kamu sudah sukses ya sekarang."

Nadia mencoba merayu Rizal dengan nada suara yang dibuat-buat manja.

"Aku tahu kamu masih mencintaiku kan? Mari kita lupakan masa lalu dan mulai dari awal lagi."

Rizal melangkah mendekati Nadia dan menatap wajah wanita itu dengan tatapan sangat dingin.

"Kamu pikir aku sudi memungut sampah yang sudah aku buang?"

Rizal meludah ke lantai tepat di depan sepatu mahal Nadia.

"Pengawal, usir wanita murahan ini dan pria bangkrut itu keluar dari showroomku sekarang juga."

"Baik Tuan Rizal!"

Beberapa pengawal bertubuh besar langsung menyeret Nadia dan Raka yang meronta-ronta histeris keluar dari pintu kaca.

Rizal berdiri tegak di tengah showroom yang kini sepenuhnya menjadi miliknya.

Dia menoleh ke arah Lamborghini Aventador SVJ Roadster yang menantinya dengan gagah.

"Sistem, terima kasih atas hadiahnya hari ini."

[Sama-sama Tuan. Teruslah mencari omong kosong untuk diubah menjadi emas.]

Rizal tersenyum penuh kemenangan.

Mulai detik ini, tidak ada lagi yang bisa merendahkannya di kota Jakarta ini.

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!