NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Sinar matahari pagi masuk melalui jendela kamar sempit Aruni, seolah mencoba mengusir sisa-sisa awan kelam dari malam yang paling mengerikan dalam hidupnya. Setelah tangisnya habis tak bersisa semalaman, Aruni menyadari satu hal, meratapi nasib tidak akan mengubah keadaan. Ia harus tetap hidup, dan ia harus berjuang demi masa depannya.

Di depan cermin kusam di sudut kamar, Aruni merapikan kemejanya. Ia menatap pantulan dirinya sendiri, mata yang masih sedikit sembap itu kini memancarkan sorot keteguhan. Ia menepuk kedua pipinya pelan, mencoba memanggil kembali sisa-sisa keberaniannya.

"Ayo Aruni, semangat... Anggap peristiwa kemarin tidak pernah terjadi!" gumamnya lirih pada dirinya sendiri, memaksakan seulas senyum tipis. "Masa depanmu jauh lebih penting daripada menangisi luka ini."

Hari ini, ia berencana pergi ke kampus impiannya untuk melunasi sisa uang pendaftaran. Meski ia berhasil meraih beasiswa jalur prestasi, pihak universitas tidak menanggung sepenuhnya biaya administrasi. Setidaknya, ia harus menyetorkan uang sebesar 10 juta rupiah untuk biaya awal semester. Bagi Aruni, uang itu adalah tiketnya untuk meraih cita-cita terbesarnya, yakni menjadi seorang pengusaha sukses yang mandiri dan tak lagi dipandang sebelah mata oleh siapa pun.

Di kampus nanti, sahabat karibnya, Rena, sudah berjanji akan menunggunya untuk menemaninya mengurus administrasi.

Dengan langkah mantap, Aruni keluar dari kamarnya dan berjalan melewati ruang makan keluarga. Di sana, Pak Darmawan, ayahnya sedang menyesap kopi paginya sambil membaca berita di ponsel, sementara Nova dan Dona tengah menikmati sarapan mewah mereka.

Melihat Aruni berjalan tegap dengan pakaian rapi dan wajah yang seolah tanpa beban, raut wajah Nova dan Dona seketika berubah masam. Rencana mereka untuk melihat Aruni hancur lebur, menangis histeris, atau bahkan kabur dari rumah seolah menguap begitu saja.

"Pagi, Yah," sapa Aruni singkat saat melewati meja makan.

Pak Darmawan hanya melirik sekilas dari balik ponselnya, sama sekali tidak membalas sapaan putrinya, lalu kembali fokus pada bacaannya dengan sikap yang teramat cuek dan dingin.

Melihat reaksi ayahnya yang sudah biasa ia abaikan, Aruni tak mau ambil pusing. Ia melangkah keluar rumah dengan kepala tegak.

Begitu pintu depan tertutup, Dona langsung membanting sendoknya ke atas piring dengan kasar.

"Mom, lihat itu! Kenapa wanita sialan itu malah terlihat baik-baik saja?!" bisik Dona dengan gigi yang gemeretak menahan amarah. "Bukannya kemarin rencananya dia sudah dihancurkan? Kenapa dia masih bisa tersenyum dan pergi ke kampus?!"

Nova mencengkeram serbet di pangkuannya dengan kuat, wajahnya merah padam karena geram.

"Mommy juga tidak mengerti, Sayang. Seharusnya dia pulang dalam keadaan hancur dan gila!" desis Nova tajam. Matanya menatap tajam ke arah pintu yang baru saja dilewati Aruni. "Tapi tenang saja, kalau dia berpikir bisa terus bersikap angkuh seperti itu, dia salah besar. Mommy akan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi kemarin malam!"

Sementara itu, jauh dari kedengkian ibu dan adik tirinya, Aruni terus melangkah menyusuri jalanan pagi Jakarta. Di balik senyum tegarnya, ia menyimpan rapat-rapat rahasia kelam itu seorang diri, melangkah maju menemui Rena demi merajut kembali serpihan masa depannya yang hampir hancur.

*

*

Sinar matahari pagi menembus jendela kaca besar di ruang kerja megah kediaman Ganendra, namun kehangatannya tak mampu mencairkan suasana dingin dan tegang di dalamnya.

Edgar Ganendra duduk bersandar di kursi kebesarannya. Wajahnya yang tegas tampak semakin kaku dengan alis menyatu tajam. Pikiran pria itu benar-benar tersita oleh sosok wanita dari malam kelam tersebut. Rasa penasaran, bersalah, dan kebingungan bercampur menjadi satu, membuatnya dilanda frustrasi yang amat sangat. Sejak pagi, tak satu pun petunjuk yang berhasil mengarah pada identitas gadis berseragam pelayan itu.

"Her... Coba kau cari lagi informasi yang akurat soal wanita itu!" perintah Edgar dengan nada suara rendah namun penuh penekanan, menatap tajam asisten pribadinya.

Harry yang berdiri tegap di hadapan meja kerjanya Edgar menunduk hormat, memahami betapa seriusnya masalah ini bagi sang atasan.

"Baik, Tuan. Saya akan kembali mencari informasi daftar nama pelayan yang semalam bekerja di acara tersebut!" ujar Harry mantap, memberikan secercah harapan di tengah kebuntuan Edgar.

"Ya sudah, aku tunggu kabar baik darimu!" balas Edgar singkat, mengibaskan tangannya memberi isyarat agar Harry segera bergerak.

"Siap, Tuan. Saya permisi." Harry mengangguk cepat lalu bergegas keluar, meninggalkan Edgar seorang diri dalam keheningan ruang kerjanya yang senyap.

Setelah pintu tertutup rapat, Edgar menyandarkan kepalanya ke belakang, memejamkan matanya rapat-rapat. Namun, bukannya ketenangan yang didapat, bayangan malam itu justru kembali berputar liar di dalam ingatannya. Sentuhan hangat, suara rintih4n, hingga isak tangis samar dari gadis asing itu seolah-olah masih terngiang-ngiang jelas di telinganya.

Perlahan, Edgar membuka matanya kembali. Tatapannya menajam, teringat akan satu bukti nyata yang mengubah seluruh pandangannya yaitu noda darah di atas seprai putih bersih pagi kemarin.

"Noda merah itu adalah bukti bahwa aku memang bukanlah pria impoten..." gumam Edgar liris pada dirinya sendiri. Tangannya mengepal kuat di atas lengan kursi.

Aura penuh penegasan memancar kuat dari raut wajahnya. Dalam kegelapan rumor kotor yang diciptakan musuh-musuhnya dan keputusasaan ayahnya akan calon pewaris, gadis itu telah menjadi satu-satunya titik terang sekaligus teka-teki terbesar dalam hidupnya.

"Aku harus menemukan wanita itu, apa pun caranya. Dan aku tidak peduli latar belakang atau apa pun tentang dia... Yang jelas, aku akan menikahi wanita itu! Cuma dia wanita yang akan aku pilih untuk menjadi pendampingku!" ucap Edgar penuh keyakinan dan tekad yang bulat, ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa pencarian ini tidak akan berhenti sampai wanita itu berada dalam dekapannya kembali.

Setelah seharian penuh, hampir 24 jam tanpa kejelasan. Nova akhirnya berhasil menyambungkan panggilannya ke Ponselnya Desi. Tanpa membuang waktu, Nova langsung menuntut penjelasan dan menunjuk sebuah kafe bernuansa modern di pusat kota Jakarta sebagai tempat mereka bertemu.

Di salah satu sudut kafe yang relatif tenang, suasana di meja empat orang itu justru terasa amat menegang. Nova duduk dengan lipatan tangan di dada dan tatapan menembus, sementara Dona duduk di sampingnya dengan binar mata penuh selidik. Di hadapan mereka, Desi duduk seraya gelisah memutar-mutar cangkir kopinya.

"Des, kamu yakin sudah menjalankan tugasmu dengan baik, hah?" cecar Nova dengan nada tegas dan menuntut. "Soalnya Om Jack, preman yang sudah aku bayar untuk menghancurkan wanita bodoh itu, mengaku tidak bertemu denganmu! Kau jangan coba-coba membohongiku!"

Desi menelan ludahnya sendiri. Tenggorokannya mendadak terasa kering saat menyadari ada celah fatal dalam aksinya kemarin malam.

"Aish... Berarti malam kemarin aku salah sasaran, dong? Jadi Aruni tidur dengan siapa?" gumam Desi panik. "Sebentar, aku cari informasi dulu di Hotel Grand Parama. Aku punya orang dalam di sana!"

Desi bergegas menekan nomor telepon rekannya di hotel tersebut melalui ponsel canggihnya. Ia berbisik-bisik beberapa saat, menanyakan identitas tamu yang menyewa unit tempat Aruni ia serahkan semalam. Namun, hanya dalam hitungan detik, ekspresi wajah Desi berubah pucat pasi. Ponselnya hampir saja terlepas dari genggaman.

"Gawat... Aku benar-benar telah salah sasaran! Maafkan saya, Bu Nova!" ujar Desi gemetar, kepalanya menunduk dalam-dalam diselimuti penyesalan hebat.

BRAAKK!

Nova yang tak sanggup menahan amarahnya seketika menggebrak meja kayu kafe dengan keras. Suara dentuman itu membuat beberapa pengunjung dan pelayan kafe menoleh terkejut, menjadikan meja mereka pusat perhatian.

"Mom, tenangkan dirimu dulu! Malu dilihat orang!" bisik Dona cepat sembari memegang lengan ibunya, berusaha mengendalikan situasi.

Nova menarik napas panjang dan menghembuskannya kasar, mencoba meredam gejolak di dadanya meski matanya masih menyalang marah.

"Cepat kau katakan, siapa pria yang sudah tidur dengan Aruni kemarin malam?!" desis Nova dengan suara tertahan namun penuh penekanan.

Desi kembali menelan ludahnya yang terasa pahit. "T... Tuan Edgar Ganendra... Dia orangnya, Bu Nova!"

Seketika, Nova bagaikan dihantam badai, langit serasa runtuh tepat di atas kepalanya dan juga Dona. Niat awal untuk menghancurkan masa depan Aruni dengan menyerahkannya pada preman suruhan, justru berbalik menjadi takdir yang membawa Aruni beradu peraduan dengan salah satu pria paling berkuasa dan kaya di negeri ini.

"Kurang ajar! Kenapa harus dengan pria itu?!" umpat Nova dengan gigi gemeretak. "Ini tidak boleh dibiarkan! Aku takut pria kaya itu bakal mencari identitas Aruni... Desi, aku akan memaafkan kesalahanmu itu, tapi dengan satu syarat!"

"A... Apa itu, Bu Nova?" tanya Desi terbata-bata, menyanggupi apa saja demi terbebas dari ancaman Nova.

"Hapus semua data dan identitas soal Aruni yang pernah menjadi pelayan pada malam itu! Jangan sampai pihak hotel menyimpan identitasnya sedikit pun! Aku tidak ingin pria itu sampai berhasil menemukan wanita bodoh itu!" perintah Nova penuh manipulasi dan niat jahat yang kian membara.

"B... Baik, Bu Nova! Akan segera saya lakukan sekarang juga!" jawab Desi sigap, lalu jemarinya kembali menari di atas layar ponselnya untuk memandu orang dalamnya menghapus seluruh jejak Aruni dari sistem hotel.

Bersambung...

1
fatmawati (pipit)
rayyan dan zayyan cepat bantu ayah kmu untuk membongkar kejahatan paman david dan juga antek anteknya serta membongkar kejahatan ibu tiri dari aruni
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 🤗
total 1 replies
fatmawati (pipit)
tinggal anak cewek yg belum ada🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak, nanti segera menyusul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
Edgar itu pamanmu udah kembali lho km udah tau kan kebusukannya ayo singkitkan dia Dr kehidupan mu dan kluarga kecilmu
Oma Gavin
semoga segera dibongkar itu kelicikan david dan aldo dua serangkai yg tabiat nya sama" lucknut
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip Oma 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
happy holiday Edgar dan keluarga 😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Grin/
total 1 replies
Lucy
si kembar bisa ja menggoda ayahnya🤣🤣lanjutkan Rayyan dan zayyan biar ayahmu cepat ungkapkan rasanya agar kalian kumpul sekeluarga 🤣🤣
fatmawati (pipit)
rayyan dan zayyan pinter buat ayahmu salting 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dekatkan ayahmu dengan bundamu agar bersatu menjadi keluarga lalu membongkar kejahatan paman david dan ibu tiri aruni
Ilfa Yarni
a to Edgar km pria sunset mask menaklikan satu perempuanaja ga bisa Ayo semangat searching dibah google jg boleh cari cara menaklukan hati perempuan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: oalah, bener Bun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Sri Rahayu
tentu kangen lah ayah pd bunda kalian...palagi semaleman memeluk bunda nya 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm/🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
tuh Rama, ada Larasati yang menyukai kamu, tapi kamu bodohnya berharap jadi suami Aruni ....mimpi, kamu itu hanya dianggap kakak sama Aruni, sedangkan Edgar sudah jelas papa kandungnya si kembar
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤭
total 1 replies
Ariany Sudjana
Edgar semangat yah berjuang supaya Aruni bisa membuka hatinya lagi, karena si kembar butuh kehadiran papa kandungnya. dan juga minta si kembar menyelidiki asal trauma Aruni dan hancurkan penyebab trauma Aruni itu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat selalu 🤗
total 1 replies
Nar Sih
hubungan edgar dan putra kembar nya semakin lengket semoga sja dgn aruni juga begitu☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 😊
total 1 replies
depoll_poll aje 😉😉😉
teruskan twins goda ayah n bunda mu biar salah tingkah.. wkwkwk
sebenarnya aruni jugaa udah tumbuh cinta tp dia masih takut n trauma..
semangat Edgar kamu harus extra meluluhkan hatinya n jangan lupa waspada n hati-hati sm paman mu..
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😊
total 1 replies
Sri Rahayu
yauda cepetan nikahi Aruni biar kamu bisa menjaga dan melindungi Aruni da anak2 kalian...lanjut Thorr😘😘😘
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 sabar edgar
Nar Sih
segra lamar aruni edgar biar sgra sah jdi kmu gk tersiksa☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
mungkin aruni bkn jodoh mu rama semoga kmu sgra bertemu dgn jodoh mu
depoll_poll aje 😉😉😉
tahan Edgar tahan
jangan sampai seperti 7tahun yg lalu..
kamu baru memulai nya jangan di buat kacau hanya karena ular pyton mu tegak..🤭🤭
depoll_poll aje 😉😉😉: giliran sama pawang nya aja ular nya meronta-ronta kalo yg lainnya dia BS tahan air 🤭🤭
apa s akh🤣🤣🤣
total 2 replies
depoll_poll aje 😉😉😉
hahahaha
genjar terus Edgar s aruni nya soalnya s Rama juga suka n kamu ada saingan nya🤣🤣🤣
s kembar emang is the best deh
depoll_poll aje 😉😉😉
si kembar ituu walaupun masih kecil, pemikirannya seperti orang dewasa..
kamu aja kalah sama anak mu Edgar 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wehh... wehhh...weh 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!