NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Niza menenggak air itu hingga tersisa setengah, lalu menghela napas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang bergemuruh.

"Bukan apa-apa, Mas Dias. Niza cuma kesal saja sama tubuh Niza sendiri," tutur Niza sambil menduduki bangku kayu kusam di bawah pohon.

Dias menaikkan sebelah alisnya, merapikan kemeja dinasnya sebelum ikut duduk di samping Niza. "Kesal kenapa? Bukannya kemarin kamu baru pulang dari rumah sakit kota?"

Niza menunduk, meremas botol plastik di tangannya hingga berbunyi gemertak. Emosi dan rasa bingung yang sejak kemarin ia tahan akhirnya sedikit tumpah di hadapan Dias, pria yang selama ini sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri.

"Dokter bilang Niza sehat sempurna, Mas. Tidak ada penyakit sama sekali," jelas Niza dengan suara pelan namun menahan getaran di tenggorokan. "Tapi kenapa... kenapa kadang-kadang punggung Niza rasanya terbakar sekali? Pipi Niza mendadak panas seperti habis ditampar, dan kepala Niza rasanya sakit sampai ke ubun-ubun? Makanya Niza pikir, mungkin Niza cuma kurang olahraga. Makanya Niza latihan tinju lagi supaya fisik Niza lebih kuat."

Dias diam sejenak menatap wajah polos namun tangguh adik angkatnya itu. Bukannya ikut prihatin, senyum jahil justru terukir di wajah Dias. Ia tertawa pelan sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Aduh, Niza... Niza," kekeh Dias santai. "Zaman sekarang kok masih mikir kurang olahraga? Kamu itu tiap hari angkat beras, memotong kayu, macul di sawah. Kalau secara medis sehat tapi tubuhmu sakit-sakit tidak jelas begitu... jangan-jangan kamu terkena guna-guna atau santet orang desa sebelah, Za?"

Mendengar lelucon dan ejekan itu, mata Niza seketika menajam. Sifat dasarnya yang lurus, menjunjung tinggi logika, dan dididik dengan pemahaman agama yang kuat oleh orang tua angkatnya membuat Niza langsung menggeleng tegas.

"Jangan ngomong sembarangan, Mas Dias!" elak Niza tajam, alisnya bertaut berat. "Niza tidak percaya sama hal-hal musyrik dan syirik seperti itu. Segala sesuatu itu ada alasannya. Kalau dokter bilang tidak ada penyakit, ya berarti cuma masalah fisik Niza yang kurang terlatih saja, atau mungkin Niza cuma kelelahan."

Dias menepuk-nepuk bahu Niza sambil tertawa kecil. "Iya, iya, ampun... Mas cuma bercanda. Tapi kamu itu keterlaluan keras kepalanya. Orang lain kalau sakit pasti istirahat, kamu malah menghancurkan samsak."

Niza tidak membalas lagi. Ia hanya menatap nanar bongkahan samsak yang jebol di tanah.

Di balik pembelaannya pada logika, jauh di dalam lubuk hatinya, Niza menyimpan rasa sesak yang tak terabaikan. Ada kepedihan tak kasat mata yang terus-menerus mengetuk dadanya, seolah-olah setiap kali ia memukul samsak, ia sedang mencoba membalas pukulan yang diarahkan kepada seseorang yang jauh di sana.

Niza memegang liontin patah berukir NiZa di balik kaus panjang nya. Hatinya berbisik dingin, Aku tidak boleh lemah. Apa pun yang membuat dadaku sakit seperti ini... aku harus tumbuh jadi perisai yang makin kuat.

*

*

*

Sinar matahari siang menembus celah pepohonan di halaman universitas ternama di Jakarta. Di antara lalu lalang mahasiswa yang bersenda gurau, atmosfer dingin dan mencekam justru melingkupi sudut kantin area terbuka.

Tania, sosok yang berjiwa halus dan penurut berdiri gemetar memakai gamis yang sekarang terlihat kebesaran, di karenakan tubuh Tania yang sekarang kurus, berbeda sekali dengan dulu , saat orang tua angkatnya masih hidup, tubuh Tania sedikit gemuk karena hidup nya terlalu bahagia. Lengan panjang itu ia gunakan untuk menyembunyikan lebam membiru di lengan serta balutan kain perban di punggungnya. Jemari tangan kanannya masih terasa kaku dan nyeri, namun ia memaksakan diri membawakan nampan berisi beberapa mangkuk makanan berat dan minuman dingin yang sangat berat bagi fisiknya.

"Nah, ini dia datang!" seru Filio dengan nada tinggi yang sengaja dikeras-keraskan, menarik perhatian puluhan mahasiswa di sekitar meja mereka.

Di samping Filio, dua orang teman kelompoknya tertawa sinis sambil melipat tangan di dada.

"Lama banget sih kamu?!" bentak Filio sambil menggebrak meja kantin.

"Ma... maafkan Tania, Filio. Antrean di kasir tadi cukup panjang..." bisik Tania sangat pelan, menunduk dalam-dalam. Suaranya gemetar, menahan air mata yang sudah menggenang di pelipis matanya.

"Halah, alasan!" cibir Filio tajam. Ia berpaling ke arah teman-temannya sambil menyunggingkan senyum angkuh. "Kalian tahu kan dia ini siapa? Dia ini sebenarnya pelayan baru di rumahku. Orang tuaku sengaja membiayai dia kuliah di sini, supaya di mana pun aku berada, mau di rumah atau di kampus, ada yang melayani semua kebutuhan dan membawakan barang-asramaku!"

Suara gelak tawa mengejek terdengar dari teman-teman Filio. "Oh, jadi dia cuma babu berkedok mahasiswi? Pantas saja gayanya sok alim dan diam terus dari kemarin!"

Kata-kata kasar itu menghantam dada Tania bagai sembilu. Hatinya teriris hebat. Padahal, Tania meraih predikat mahasiswi terbaik di semester awal lewat kerja keras dan otak cerdasnya sendiri, bukan atas belas kasihan keluarga Danin. Namun, demi menjaga kedamaian dan mengingat pesan almarhum kedua orang tuanya untuk selalu bersabar dan ikhlas, Tania memilih untuk tidak membela diri sepatah kata pun.

Sifat dasarnya yang penurut dan tak suka keributan membuatnya menerima semua kebohongan dan hinaan itu dengan keikhlasan yang luar biasa.

"Tania, tumpahkan jus alpukat ini ke sepatumu sendiri!" perintah Filio mendadak dengan tatapan penuh kebencian.

Tania terkejut, mendongak pelan dengan mata berkaca-kaca. "Filio... kenapa..."

"Lakukan sekarang! Atau nanti malam kamu tidak usah masuk ke rumah!" ancam Filio berbisik penuh racun.

Filio memang sengaja merancang penyiksaan fisik dan mental ini setiap hari. Karena ia tahu Kakek Hamzah sangat menyayangi Tania dan mustahil diusir secara langsung, Filio berniat menghancurkan mental Tania perlahan-lahan sampai gadis itu tidak kuat lagi dan memilih angkat kaki sendiri dari Mansion Hasanuddin.

Dengan tangan yang bergetar hebat dan air mata yang menetes satu per satu membasahi pipinya, Tania memegang gelas jus dingin itu. Ia memejamkan mata erat-erat, berserah diri sepenuhnya pada Takdir.

"Ya Allah... jika dengan menerima hinaan ini rumah Kakek tetap damai dan tidak ada pertengkaran... Tania ikhlas", batinnya berbisik pilu dalam ketabahan.

BYUR!...

Cairan kental dingin itu membasahi sepatu dan bagian bawah gamisnya. Gelak tawa Filio dan teman-temannya makin membahana, menjadi tontonan banyak orang yang berbisik-bisik kasihan namun tak berani ikut campur.

Tania berlutut pelan, mengambil tisu dari tasnya untuk membersihkan tumpahan di lantai, sama sekali tidak membalas makian Filio. Air matanya jatuh berderai menyatu dengan cairan jus di lantai. Di balik kepasrahan dan ketabahannya yang bagai embun suci, Tania menyimpan rapat-rapat penderitaannya dalam doa malam.

Ia tidak tahu bahwa di tempat lain, kekejaman Filio yang makin melampaui batas ini sedang menumpuk benang-benang takdir yang kelak akan dibayar tuntas ketika sang perisai baja, melangkahkan kaki ke kota ini.

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!