NovelToon NovelToon
Setelah Menjadi Istri Pertama Yang Jahat, Aku Bertahan Hidup Lewat Mulut Tajam

Setelah Menjadi Istri Pertama Yang Jahat, Aku Bertahan Hidup Lewat Mulut Tajam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:987
Nilai: 5
Nama Author: Permen

Shen Qingyue adalah istri pertama keluarga Marquis Yong'an yang dikenal kejam dan pencemburu. Ditinggalkan suami di malam pernikahan, ia mati setelah meminum semangkuk "sup penenang" yang diracun.

Tapi takdir berkata lain.

Ketika Lin Xiao, seorang direktur pemasaran modern yang mati kelelahan, terbangun di tubuh Shen Qingyue, ia mendapati dirinya berada di tengah-tengah keluarga bangsawan yang penuh intrik. Suami yang dingin, selir yang licik, dan ibu mertua yang kejam—semua orang ingin melihatnya jatuh.

Namun Lin Xiao bukanlah Shen Qingyue yang lemah. Dengan kecerdasan verbal dan logika modernnya, ia bertekad untuk bertahan hidup dengan martabat. Satu per satu, jebakan dibongkar, musuh dipermalukan, dan rahasia gelap keluarga Marquis mulai terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Permen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Sembilan

Di luar jendela, pohon begonia bergoyang diterpa angin. Kelopak-kelopak bunga beterbangan, menutupi tanah dengan warna merah muda pucat.

Lin Xiao memandangi bunga-bunga yang gugur itu dan tiba-tiba teringat pada pot sirih gading di ambang jendela kantornya di kehidupan sebelumnya. Tanaman itu tidak pernah menggugurkan daun, hanya terus menghijau dengan tenang, seolah tak pernah ada apa pun yang terjadi.

Namun pohon begonia ini berbeda.

Ia berbunga, ia meranggas, ia bergoyang tertiup angin.

Seperti manusia yang hidup.

Lin Xiao menarik kembali pandangannya, duduk tegak, lalu menunggu ketukan pertama di pintu.

*

Berita itu menyebar jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan Lin Xiao.

Belum sampai setengah jam sejak Selir Zhou muntah di halaman barat, kabar itu sudah menyebar ke seluruh Kediaman Marquis seolah-olah memiliki sayap. Saat Qingxing kembali setelah berkeliling, wajahnya tampak lebih pucat daripada sebelumnya.

"Nyonya... di luar semua orang bilang Selir Zhou diracun."

"Siapa yang bilang?"

"Orang-orang dari halaman barat semua membicarakannya. Dari pihak Nyonya Kedua juga tersebar kabar bahwa Selir Zhou muntah karena memakan sesuatu yang tidak bersih." Qingxing merendahkan suaranya. "Bahkan ada yang bilang... bilang bahwa Nyonya..."

"Bahwa akulah yang meracuninya."

Qingxing tidak berani mengangguk, tetapi ekspresinya sudah cukup menjelaskan segalanya.

Lin Xiao tidak marah, bahkan ekspresinya tidak berubah sedikit pun. Ia sudah menduga bahwa seseorang akan mencoba melemparkan tuduhan kepadanya. Begitu sesuatu terjadi pada Selir Zhou, orang pertama yang akan dicurigai selalu dirinya. Alur cerita seperti ini sudah ia lihat tiga kali. Bahkan dialognya pun hampir bisa ia hafal.

"Tabibnya sudah datang?"

"Sudah, masih Tabib He yang sama. Katanya Nyonya Tua yang menyuruh orang menjemputnya. Sekarang dia sedang memeriksa nadi Selir Zhou di halaman barat."

"Tabib He..."

Lin Xiao mengulang nama itu dalam hati dan mulai memahami sesuatu.

Lagi-lagi Tabib He. Sebelumnya, dialah yang mengatakan bahwa Selir Zhou diberi bubuk obat bersifat dingin. Kali ini, dia datang lagi. Jika sekarang dia juga menyimpulkan bahwa Selir Zhou diracun, maka kata "racun" itu akan dianggap sebagai fakta. Dan orang pertama yang dicurigai, tanpa diragukan lagi, adalah dirinya.

"Qingxing."

"Hamba di sini."

"Pergilah ke gerbang halaman barat dan perhatikan dari jauh. Setelah Tabib He pergi, lihat seperti apa ekspresi orang-orang di pihak Selir Zhou, lalu laporkan kepadaku."

"Baik."

Qingxing pun berlari keluar lagi.

Lin Xiao berdiri sendirian di kamar, pikirannya bekerja dengan cepat.

Diracun.

Bukan karena terkejut, bukan karena kandungannya bermasalah, melainkan diracun. Tuduhan ini jauh lebih berat daripada sebelumnya yang hanya disebut "diberi bubuk obat dingin". Saat itu, Nyonya Tua masih bisa meredam keadaan dengan mengatakan bahwa itu hanya dugaan. Namun kali ini, jika Tabib He benar-benar mengucapkan kata "racun" di depan banyak orang, Nyonya Tua tidak akan bisa lagi menutupinya.

Bubur itu.

Peti itu.

Hadiah untuk kandungan dari Nyonya Kedua.

Jika Selir Zhou benar-benar diracun, kemungkinan besar racunnya ada di dalam peti itu. Hadiah untuk kandungan tersebut bisa berupa obat-obatan, makanan, atau tonik. Selama seseorang mengutak-atik isinya dan Selir Zhou mengonsumsinya, sesuatu pasti akan terjadi.

Dan peti itu dikirim oleh Nyonya Kedua.

Jika Lin Xiao langsung menuduh Nyonya Kedua, dirinya bisa lolos. Namun ia tidak bisa melakukannya begitu saja. Ia tidak memiliki bukti. Hanya dengan mengandalkan fakta bahwa bubur itu dikirim dari pihak Nyonya Kedua tidak akan cukup di hadapan Nyonya Tua.

Ia membutuhkan lebih banyak petunjuk.

Saat sedang berpikir, Qingxing berlari kembali sambil terengah-engah.

"Nyonya! Tabib He sudah pergi!"

"Apa katanya?"

"Hamba tidak mendengarnya, tetapi wajah orang-orang di depan halaman barat tampak sangat muram." Qingxing berkata, "Namun Xiaohe baru saja kembali, dan dia mengatakan sesuatu."

"Apa?"

"Katanya, tadi sore saat mengawasi pintu belakang halaman barat, dia melihat seseorang memanjat tembok dan masuk ke halaman belakang."

Alis Lin Xiao sedikit terangkat.

"Memanjat tembok?"

"Ya. Xiaohe bilang orang itu mengenakan pakaian pelayan kediaman, tetapi gerakannya sangat cekatan, tidak seperti pelayan biasa. Dia tidak sempat melihat wajahnya, tetapi dia melihat orang itu mengubur sesuatu di bawah tembok."

"Di mana tepatnya?"

"Di bawah pohon locust dekat pintu belakang halaman barat."

Lin Xiao berdiri dan melirik langit di luar.

Senja baru saja lewat. Hari belum sepenuhnya gelap, dan lampu masih menyala di berbagai sudut kediaman. Baru saja terjadi keributan besar di halaman barat. Semua orang sedang sibuk membicarakan Selir Zhou. Tidak ada yang akan memperhatikan pohon locust di belakang sana.

"Qingxing, ambil sekop kecil dan ikut denganku."

Qingxing tertegun.

"Sekarang?"

"Sekarang."

Mereka berdua menyelinap keluar melalui pintu samping halaman timur, memutar melewati taman dan bebatuan buatan hingga tiba di belakang halaman barat.

Pohon locust itu sangat besar. Cabang dan daunnya yang lebat menciptakan bayangan panjang di bawah cahaya senja. Di bawah akarnya, ada tanah yang tampak baru saja digali dan ditimbun kembali.

Lin Xiao berjongkok dan menggali beberapa kali dengan sekop kecil.

Tak lama kemudian, ia menemukan sebuah bungkusan kain minyak.

Bungkusan itu tidak besar, hanya seukuran telapak tangan, terikat rapat dengan tali rami. Setelah membukanya, di dalamnya terdapat sebuah botol porselen hijau kecil. Mulut botolnya disegel dengan lilin dan berisi hampir setengah botol bubuk cokelat tua.

Lin Xiao membuka tutupnya dan mencium isinya.

Aroma pahit khas tanaman obat langsung menyeruak, disertai sedikit rasa manis yang terasa begitu familiar.

Baunya sama seperti endapan dalam semangkuk obat penenang dan sup tonik itu.

Lin Xiao segera menutup kembali botol tersebut, membungkusnya dengan kain minyak, lalu menyelipkannya ke dalam lengan bajunya.

"Qingxing, ayo pergi."

Mereka meninggalkan tempat itu tanpa suara dan kembali ke halaman timur.

Di bawah cahaya lampu, Lin Xiao meletakkan botol porselen kecil itu di atas meja dan mengamatinya berulang kali. Tidak ada tanda ataupun tulisan apa pun di permukaannya.

Namun, ia sudah memastikan satu hal.

Bubuk dalam botol itu adalah benda yang sama dengan endapan di kedua mangkuk obat.

Tangan yang sama telah bergerak di tiga tempat berbeda.

Obat penenang Nyonya Tua.

Sup tonik Nyonya Tua.

Dan hadiah untuk kandungan yang dikirim Nyonya Kedua kepada Selir Zhou.

Orang itu bisa menyentuh obat Nyonya Tua, sup Nyonya Tua, bahkan barang-barang yang dikirim Nyonya Kedua.

Orang seperti itu mengenal seluruh isi Kediaman Marquis luar dalam.

Orang itu bukan hanya satu orang.

Atau...

...peti itu telah dibuka oleh seseorang sebelum dikirim ke halaman barat.

"Qingxing."

"Hamba di sini."

"Besok pagi, saat pergi memberi salam ke halaman utama, katakan satu kalimat di depan semua orang."

"Katakan apa?"

"Katakan bahwa sup tonik yang diberikan Nyonya Tua kemarin sangat enak, sampai-sampai aku ingin meminta semangkuk lagi."

Qingxing membelalakkan matanya.

1
Trie Broto
critanya penuh teka-teki...lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!