NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LEMBAH RATAPAN

Badai salju menderu-deru di celah sempit Lembah Ratapan, menciptakan suara melengking menyerupai jeritan jiwa-jiwa yang tersiksa.

Tempat ini adalah pintu masuk menuju Frozen Abyss, wilayah terlarang yang selama ratusan tahun dihindari oleh makhluk hidup. Namun hari ini, keheningan lembah itu pecah oleh gemuruh derap kaki ribuan kuda dan denting zirah besi.

Legiun Salju Pertama, pasukan elit Kerajaan Silversnow yang terkenal tak terkalahkan, sedang berbaris memasuki celah batu. Di barisan paling depan, Jenderal Boros menunggangi seekor serigala berbulu tebal dengan wajah kaku.

Matanya yang tajam terus mengawasi tebing-tebing tinggi di kanan dan kiri mereka.

"Jenderal," seorang wakil komandan memacu kudanya mendekat, memecah kesunyian di antara deru angin. "Para penyihir sensor kita merasakan fluktuasi mana yang sangat aneh di depan. Energi es di tempat ini terlalu padat, bahkan untuk ukuran Frozen Abyss."

Boros mendengus, merapatkan jubah bulunya. "Gavin mati dengan cara yang mengerikan tepat di hadapan Yang Mulia Raja. Gadis sialan itu, Elena, entah bagaimana dia selamat dari kutukan hutan ini dan mendapatkan ilmu hitam. Kita di sini untuk memusnahkannya sebelum dia menjadi ancaman nyata bagi kerajaan!"

"Tapi Jenderal, kabut ini..."

"Prajurit Silversnow tidak takut pada kabut!" potong Boros tegas. "Kita memiliki tiga ribu prajurit berbaju zirah berat dan lima ratus penyihir api tingkat menengah. Hutan ini akan kita bakar jika diperlukan!"

Di atas tebing tinggi yang diselimuti es abadi, berdiri seorang gadis dengan gaun putih yang berkibar tertiup angin kencang. Rambut peraknya bersinar di tengah kegelapan kabut. Sepasang matanya yang berwarna biru es menatap dingin ke arah kerumunan manusia di bawah sana. Dia adalah Elena von Silversnow.

Di bahunya, seekor naga kecil berwarna putih keperakan dengan mata biru berkilau sedang bertengger dengan nyaman.

"Mereka membawa banyak mainan, Elena," sebuah suara berat dan kuno bergema langsung di kepala Elena. Itu adalah Frost, Naga Es Kuno yang saat ini menyembunyikan ukuran aslinya.

"Manusia-manusia bodoh itu mengira zirah besi dan sedikit api bisa menembus hawa dingin tempat ini."

Elena tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak menyiratkan kehangatan sedikit pun. "Biarkan mereka masuk lebih dalam, Frost. Lembah Ratapan akan menjadi kuburan massal yang sempurna untuk kesombongan mereka. Apakah sistem sudah menghitung jumlah mereka?"

Sebuah layar virtual semi-transparan berwarna biru muda tiba-tiba muncul di depan mata Elena.

[Tingkat Deteksi Sistem: Pasukan Musuh Terdeteksi.]

[Jumlah: 3.500 Personel.]

[Target Utama: Jenderal Boros (Penyihir Lingkaran 6 Tahap Menengah / Pendekar Pedang Tingkat Tinggi).]

[Misi Tersembunyi: Hancurkan Legiun Salju Pertama. Hadiah: Pembukaan Kunci Fisik Es Dewa hingga 50% dan Paket Terobosan Lingkaran 7.]

"3.500 poin sistem berjalan menuju ke arahku," gumam Elena. Tangannya yang ramping terangkat ke udara. "Bangkitlah."

Dari balik bayang-bayang kabut es di belakang Elena, tanah bersalju mulai bergetar. Dua makhluk raksasa setinggi lima meter yang terbuat dari balok es murni melangkah maju. Mata mereka menyala dengan api biru yang dingin mereka adalah Frost Golem. Di belakang mereka, dua puluh Frost Skeleton Soldier berdiri tegak dengan pedang dan perisai yang terbuat dari es padat, siap menerima perintah.

Di bawah lembah, pasukan kerajaan mulai menyadari ada yang tidak beres. Suara derap langkah kaki mereka sendiri mulai tenggelam oleh suara retakan es.

"Berhenti!" teriak Jenderal Boros, ia mengangkat tangan kanannya yang dibungkus sarung tangan besi. "Formasi bertahan! Para penyihir, siapkan mantra perlindungan api!"

Tepat setelah perintah itu diteriakkan, dua Frost Golem melompat dari tepi tebing. Tubuh raksasa mereka menghantam bagian tengah barisan pasukan dengan dentuman yang menggelegar. Tanah retak, dan puluhan prajurit langsung terpental, zirah mereka hancur seketika oleh hantaman es padat.

"Makhluk apa itu?! Serang! Hancurkan mereka!" teriak wakil komandan dengan panik.

"Jangan panik! Itu hanya golem es liar! Penyihir api, tembak!" perintah Boros dengan suara menggelegar.

Ratusan bola api meluncur dari barisan belakang, menerangi lembah yang gelap. Bola-bola api itu menghantam tubuh Frost Golem, menciptakan ledakan uap yang tebal. Namun, ketika uap itu mereda, tubuh golem es itu sama sekali tidak meleleh. Sebaliknya, hawa dingin yang memancar dari mereka justru memadamkan sisa-sisa api di tanah.

Sebelum pasukan kerajaan sempat memulihkan keterkejutannya, dua puluh Frost Skeleton Soldier melompat turun dari lereng tebing dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi makhluk tidak bernyawa. Mereka bergerak seperti mesin pembunuh yang efisien. Setiap tebasan pedang es mereka tidak hanya memotong baju besi, tetapi langsung membekukan darah dan luka para prajurit, membuat mereka mati dalam hitungan detik tanpa sempat berteriak.

"Sialan! Ini bukan makhluk liar! Ini pasukan terstruktur!" Boros menarik pedang besarnya yang mulai dilapisi aura kegilaan. "Siapa yang mengendalikan mereka?!"

"Aku, Jenderal Boros."

Suara itu lembut, namun bergema di setiap sudut lembah, menembus gemuruh badai dan jeritan para prajurit yang sekarat.

Semua mata yang tersisa mendongak ke atas tebing. Di sana, Elena berdiri dengan anggun. Hawa dingin yang memancar dari tubuhnya begitu kuat hingga membuat udara di sekitarnya mengkristal menjadi salju yang jatuh perlahan.

"Putri... Elena?" Boros membelalakkan matanya tidak percaya. "Bagaimana mungkin? Anda... Anda seharusnya sudah mati di hutan ini! Anda tidak memiliki mana!"

"Tidak memiliki mana?" Elena tertawa kecil, suara tawa yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri. "Kalian mengasingkanku karena kebodohan kalian sendiri yang tidak bisa melihat melampaui apa yang kalian ketahui. Julian dan Alicia mengira mereka telah membuang sampah. Hari ini, aku akan menunjukkan kepada Kerajaan Silversnow, siapa sebenarnya penguasa es yang sesungguhnya."

"Bual kosong! Tangkap penyihir sesat itu hidup-hidup! Yang Mulia Raja menginginkan kepalanya!" Boros berteriak, menunjuk Elena dengan pedangnya.

"Frost, orang ini masih mengira mereka punya pilihan," kata Elena datar.

"Gunakan kemampuan barumu, Elena. Biarkan naga ini melihat keindahan sejati dari sistem yang kau miliki," balas Frost, tubuhnya mulai memancarkan energi biru pekat.

Elena menarik napas dalam-dalam. Di dalam tubuhnya, inti mana yang berada di Penyihir Lingkaran 6 Tahap Puncak mulai berputar dengan kecepatan penuh. Fisik Es Dewa miliknya yang baru bangkit 40% beresonansi dengan alam sekitarnya.

[Sistem: Mengaktifkan Kemampuan Baru Blizzard Domain.]

[Mengonsumsi 50% Mana. Radius Efek: Seluruh Lembah Ratapan.]

"Blizzard Domain, aktifkan," bisik Elena.

Seketika, seluruh dunia seakan berhenti berputar. Langit di atas Lembah Ratapan berubah menjadi hitam pekat, dan suhu di tempat itu merosot tajam melewati batas normal yang bisa ditoleransi manusia. Angin topan es vertikal tercipta, mengunci seluruh legiun di dalam lembah.

"Dingin... Ini terlalu dingin! Jenderal, sihir api kita tidak bisa keluar!" teriak seorang penyihir kerajaan yang tangannya mulai membiru dan membeku saat mencoba merapal mantra.

Salju yang turun bukan lagi kepingan lembut, melainkan jarum-jarum es tajam yang meluncur dari langit dengan kecepatan tinggi.

Jarum-jarum es itu menembus zirah besi para prajurit seolah-olah zirah itu hanya terbuat dari kertas.

"Arghhh! Kakiku! Kakiku membeku!"

"Tolong! Jenderal, selamatkan kami!"

Jeritan keputusasaan menggema di seluruh lembah. Prajurit-prajurit elit yang tadinya sombong kini berlutut di atas tanah yang membeku, tubuh mereka perlahan-lahan berubah menjadi patung es abadi.

Hawa dingin dari Blizzard Domain milik Elena merasuk hingga ke dalam organ dalam mereka, menghentikan detak jantung sebelum mereka sempat menyadarinya.

Boros mencoba mengalirkan seluruh aura bertarungnya ke pedangnya untuk menghalau hawa dingin, namun sia-sia. Auranya terkikis habis oleh partikel es yang melayang di udara.

Dia hanya bisa menyaksikan dengan mata kepala nya sendiri bagaimana tiga ribu lebih pasukannya musnah dalam waktu kurang dari lima menit. Lembah Ratapan kini benar-benar menjadi lembah ratapan bagi Legiun Salju Pertama.

Mereka semua telah menjadi patung es dengan ekspresi ketakutan yang mendalam.

Di tengah keheningan yang mencekam itu, Elena melangkah turun dari tebing. Dia berjalan di atas udara, menciptakan tangga-tangga es transparan di setiap langkahnya. Frost kini melayang di sampingnya, matanya menatap puas ke arah kehancuran di bawah.

[Sistem: Misi Tersembunyi Selesai.]

[Menghancurkan Legiun Salju Pertama: 100% selesai.]

[Hadiah Didistribusikan: Fisik Es Dewa meningkat menjadi 50%.]

[Energi Terobosan dideteksi... Memulai proses peningkatan Lingkaran.]

Saat kaki Elena menyentuh tanah lembah yang dipenuhi patung es, sebuah ledakan energi mana yang sangat murni berpusat dari tubuhnya. Lingkaran mana keenam di dalam dirinya pecah, dan dari reruntuhannya, terbentuklah lingkaran ketujuh yang berwarna emas keperakan.

Udara di seluruh Frozen Abyss bergetar hebat memberi penghormatan. Elena telah resmi menerobos menjadi Penyihir Agung Lingkaran 7.

"Kekuatan ini..." Elena mengepalkan tangannya, merasakan aliran mana yang berkali-kali lipat lebih padat dan tajam dari sebelumnya. Dia menatap Boros yang merupakan satu-satunya manusia yang masih bernapas di tempat itu, meskipun sang jenderal sudah berlutut lemas dengan tubuh gemetar hebat akibat hipotermia.

Elena berjalan mendekati Boros. Suara langkah kakinya terdengar seperti lonceng kematian bagi sang jenderal.

"Kenapa..." Boros mendongak dengan bibir yang memutih, giginya berantukan karena kedinginan. "Kenapa... kau membiarkan aku hidup?"

Elena berdiri di depan Boros, menatapnya dari atas dengan pandangan merendahkan. "Karena sebuah pesan tidak akan sampai jika semua kurirnya mati, Jenderal Boros."

Elena mengulurkan satu jarinya, menyentuh pundak zirah Boros. Seketika, es tipis merambat cepat, membekukan lengan kanan sang jenderal hingga mati rasa total. Boros menjerit kesakitan, namun bahkan suaranya terdengar parau dan lemah.

"Kembalilah ke ibukota," kata Elena dengan nada suara yang sangat tenang namun penuh tekanan yang menindas. "Katakan pada Alistair, katakan pada Julian, dan terutama pada adik tiriku yang tercinta, Alicia. Katakan pada mereka untuk tidak mengirim serangga-serangga lemah seperti ini lagi. Jika mereka ingin membunuhku, minta mereka bertiga datang sendiri ke Frozen Abyss."

Elena berbalik memunggungi Boros, gaun putihnya berkibar dengan anggun di antara ribuan patung es pasukannya yang telah hancur.

"Jika dalam waktu satu bulan mereka tidak datang," lanjut Elena tanpa menoleh kembali, "Maka Istana Es Dewaku yang akan berbaris menuju ibukota Kerajaan Silversnow untuk meratakan istana mereka dengan tanah. Sekarang, pergi."

Boros, dengan sisa-sisa tenaga dan ketakutan yang telah merusak harga dirinya sebagai seorang jenderal, merangkak mundur. Dia memaksakan dirinya berdiri dengan satu kaki yang gemetar, lalu berlari sekencang mungkin meninggalkan Lembah Ratapan, tanpa berani menoleh ke belakang lagi. Dia tahu, kerajaan mereka telah membangunkan seekor monster yang salah.

Di belakangnya, Elena menatap layar sistem yang kembali muncul, menampilkan peta perluasan wilayahnya yang baru. Senyum dingin terukir di wajahnya yang cantik.

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!