NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Panen Kekayaan

​Fajar baru saja menyingsing ketika iring-iringan panjang kereta kuda yang ditarik oleh Binatang Bertanduk Besi tiba di kaki Puncak Bintang Jatuh.

​Sisa-sisa tetua Keluarga Wang berdiri gemetar di depan gerbang batu yang hancur. Mereka tidak membawa senjata, melainkan memegang nampan kayu berisi puluhan cincin spasial dan kantung penyimpanan tingkat tinggi. Di belakang mereka, puluhan kereta berisi Batu Spiritual tingkat rendah, herbal berharga, dan bijih logam langka terparkir rapi.

​Lin Mo, yang berdiri bersandar pada pilar gerbang dengan pedang berkaratnya, menatap rombongan itu dengan pandangan dingin. Hawa membunuh dari Tubuh Pedang Kuno-nya membuat para tetua Keluarga Wang yang rata-rata berada di Ranah Pemadatan Qi Tingkat 8 merasa seolah leher mereka sedang ditempelkan pada bilah pedang es.

​"T-Tuan Muda Lin," ujar salah satu tetua tertua Keluarga Wang dengan suara bergetar, menyerahkan cincin spasial utama. "Ini adalah seluruh tabungan dan perbendaharaan Keluarga Wang selama seratus tahun terakhir. Total 300.000 Batu Spiritual tingkat rendah, 5.000 Batu Spiritual tingkat menengah, serta berbagai material berharga. Kami... kami mohon Tuan Besar Jiang menepati janjinya untuk mengampuni nyawa anjing kami."

​Lin Mo mengambil cincin itu, mendengus pelan, lalu melambaikan tangannya. "Tinggalkan keretanya dan pergilah sejauh mungkin. Jika ada satu pun anggota Keluarga Wang yang terlihat berani menatap ke arah Puncak Bintang Jatuh lagi, nyawa kalian akan menjadi milikku."

​"Terima kasih! Terima kasih, Tuan Muda!" Para tetua itu bersujud berkali-kali sebelum lari terbirit-birit menembus hutan, meninggalkan seluruh kekayaan mereka.

​Paviliun Senjata Berkilau

​Di halaman utama Sekte Pedang Bintang, Jiang Chen duduk dengan santai memegang cincin spasial yang diserahkan Lin Mo. Su Yue berdiri di sampingnya, matanya berbinar-binar melihat tumpukan harta yang tak terbayangkan itu.

​"Tiga ratus ribu Batu Spiritual..." gumam Su Yue, merasa sedikit pusing. "Ketua Sekte, bahkan di masa kejayaan guru kita dulu, perbendaharaan sekte tidak pernah melebihi lima puluh ribu Batu Spiritual!"

​"Ini baru permulaan, Su Yue," jawab Jiang Chen tenang. "Kekayaan tanpa kekuatan untuk melindunginya hanyalah dosa. Hari ini, aku akan meningkatkan fondasi sekte kita."

​Jiang Chen berdiri, berjalan ke sebuah area kosong di sisi timur halaman yang dulunya merupakan lapangan latihan. Dia membuka antarmuka Sistem di benaknya.

​"Sistem, gunakan Cetak Biru Bangunan: Paviliun Senjata Berkilau!"

​[DING!]

[Mengkonsumsi Cetak Biru... Mengaktifkan Konstruksi Tata Ruang!]

​WUUUSH!!

​Tiba-tiba, tanah bergetar hebat. Sinar cahaya emas dan perak melesat dari langit, menyelimuti area kosong seluas lapangan bola itu. Su Yue dan Lin Mo terpaksa menutup mata mereka karena silau.

​Hanya dalam hitungan detik, cahaya itu memudar. Di tempat yang tadinya hanya berupa tanah berdebu, kini berdiri megah sebuah bangunan tiga lantai yang terbuat dari kayu spiritual berwarna merah gelap dan genteng perunggu. Energi pedang dan aura senjata yang sangat tajam memancar dari dalam bangunan, membuat udara di sekitarnya berdengung. Di atas pintu utamanya, sebuah plakat batu giok bertuliskan "Paviliun Senjata Berkilau" memancarkan cahaya redup.

​Lin Mo dan Su Yue menatap bangunan yang muncul dari ketiadaan itu dengan mulut ternganga.

​"M-Mukjizat..." Su Yue menelan ludah. "Apakah Ketua Sekte memindahkan bangunan spasial dari alam lain?"

​Lin Mo tidak mengatakan apa-apa, tetapi matanya yang menatap Jiang Chen kini tidak lagi hanya penuh rasa hormat, melainkan pemujaan layaknya menatap sesosok Dewa Pencipta.

​"Masuklah," Jiang Chen tersenyum tipis, menikmati reaksi kedua muridnya. "Di dalam sana terdapat puluhan senjata tingkat Fana kelas puncak dan beberapa senjata Tingkat Bumi. Sistem pelindung paviliun akan secara otomatis mencocokkan senjata dengan resonansi qi kalian. Pilih satu yang paling cocok untuk kalian."

​"Terima kasih, Guru!" Lin Mo melesat ke dalam dengan kecepatan kilat, disusul oleh Su Yue yang tidak kalah antusias.

​Sepuluh menit kemudian, keduanya keluar dengan wajah berseri-seri.

​Di tangan Su Yue, tergenggam sebuah pedang panjang yang ramping dan transparan seperti kristal es. Hawa dingin menguar dari bilahnya. Itu adalah Pedang Bulan Beku (Tingkat Bumi Kelas Bawah), sangat cocok dengan teknik Tebasan Teratai Es miliknya.

​Sedangkan Lin Mo memanggul sebuah pedang besar berwarna merah darah tanpa sarung. Permukaan pedang itu kasar dan dipenuhi ukiran kuno, memancarkan aura tirani yang haus darah. Itu adalah Pedang Meteor Darah (Tingkat Bumi Kelas Menengah). Pedang berkarat lamanya akhirnya bisa dipensiunkan.

​Dengan senjata baru ini, kekuatan tempur keduanya melonjak drastis.

​Kesadaran Dewa

​Setelah menyuruh kedua muridnya berlatih beradaptasi dengan senjata baru mereka, Jiang Chen kembali ke kamar pribadinya di Aula Leluhur. Dia menginstruksikan sistem untuk mengeluarkan hadiah terakhirnya: Buah Kesadaran Dewa.

​Sebuah buah seukuran kepalan tangan bayi, berwarna putih transparan dan memancarkan cahaya seperti kabut otak, muncul di telapak tangannya. Hanya dengan mencium aromanya saja, Jiang Chen merasa pikirannya menjadi sangat jernih, seolah segala kelelahan mentalnya menguap.

​"Di dunia ini, kekuatan fisik dan Qi sangat penting, tetapi kekuatan Jiwa atau Kesadaran Spiritual jauh lebih langka dan mematikan," gumam Jiang Chen.

​Kultivator di Ranah Pembentukan Fondasi biasanya hanya bisa menyebarkan kesadaran mereka sejauh radius beberapa ratus meter. Baru setelah mencapai Ranah Inti Emas, seseorang bisa menggunakan Kesadaran Spiritual untuk memindai area bermil-mil atau menyerang jiwa musuh secara langsung.

​Tanpa ragu, Jiang Chen memakan buah itu dalam dua gigitan.

​BOOM!

​Bukan ledakan energi di Dantian-nya, melainkan ledakan dahsyat di dalam lautan kesadarannya! Rasa sakit yang luar biasa menusuk kepalanya, seolah-olah tengkoraknya sedang dibelah dan diisi dengan lautan badai. Jiang Chen menggertakkan gigi, keringat dingin membasahi jubahnya.

​Proses itu berlangsung selama satu jam, sebelum akhirnya badai di benaknya mereda.

​Saat Jiang Chen membuka matanya, ada kilatan cahaya putih yang menyilaukan melintas di pupil matanya. Dia merasa lautan kesadarannya telah meluas puluhan kali lipat!

​Jiang Chen memejamkan mata dan melepaskan Kesadaran Spiritualnya.

Satu mil... Tiga mil... Lima mil... Sepuluh mil!

​Kesadarannya meluas menutupi seluruh Puncak Bintang Jatuh dan hutan di sekitarnya dalam radius sepuluh mil. Dia bisa "melihat" dengan jelas seekor semut yang sedang membawa remah makanan di halaman belakang, tetesan keringat di dahi Lin Mo yang sedang mengayunkan pedang, dan...

​Jiang Chen tiba-tiba membuka matanya, alisnya sedikit terangkat.

​Melalui Kesadaran Spiritual barunya yang setara dengan Ranah Inti Emas Kelas Atas, dia mendeteksi sebuah kereta kuda mewah yang terbuat dari Kayu Gaharu Spiritual sedang mendaki jalan pegunungan menuju sektenya. Kereta itu dikawal oleh empat kultivator Ranah Pemadatan Qi Tingkat 9.

​Dan di dalam kereta tersebut, duduk seorang wanita cantik bergaun ungu yang memancarkan aura Pembentukan Fondasi.

​"Manajer Su Ya dari Paviliun Bulan Perak?" Jiang Chen bergumam pelan. "Menarik. Dia datang lebih cepat dari dugaanku."

​Tamu Tak Diundang

​Satu jam kemudian, kereta kuda itu berhenti tepat di depan gerbang sekte. Su Ya melangkah turun dengan anggun. Hidungnya yang mancung mengendus udara, matanya menyapu bangunan sekte dan formasi tak kasat mata yang menyelimuti gunung.

​"Energi spiritual di sini... jauh lebih kental daripada Array Pengumpul Qi kelas menengah di markas utama kota," batin Su Ya terkejut. Terlebih lagi, dia melihat Paviliun Senjata Berkilau yang menjulang tinggi, bangunan yang dia yakini tidak ada di sana saat sekte ini dikabarkan hancur sebulan yang lalu.

​"Nona Su Ya. Merupakan sebuah kejutan melihat Manajer Paviliun Bulan Perak repot-repot mendaki gunungku yang sepi ini."

​Su Ya mendongak. Jiang Chen berdiri di tangga Aula Leluhur, tangannya bertaut di belakang punggung, memancarkan ketenangan yang tak tergoyahkan. Di sisinya, Lin Mo dan Su Yue berdiri dengan senjata Tingkat Bumi yang memancarkan cahaya redup, menatap waspada ke arah para pengawal Su Ya.

​Melihat senjata di tangan kedua murid itu, mata Su Ya sedikit menyipit. Sebagai pedagang papan atas, dia segera mengenali kualitas barang tersebut. Senjata Tingkat Bumi! Bahkan Keluarga Wang tidak memiliki satu pun!

​"Ketua Sekte Jiang sungguh penuh kejutan," Su Ya tersenyum menawan, melangkah maju tanpa rasa takut. "Saya datang membawa dua hal hari ini. Sebuah peringatan, dan sebuah peluang besar yang saya yakini tidak akan bisa Anda tolak."

​Jiang Chen tidak mengundangnya masuk ke aula, dia hanya menunjuk ke kursi batu di halaman.

​"Katakan peringatannya lebih dulu."

​Su Ya duduk dengan elegan, lalu berkata dengan nada serius, "Tiga hari yang lalu, Anda menghancurkan Penatua Zhao dan murid-murid Sekte Harimau Hitam. Hari ini, Anda memusnahkan Keluarga Wang. Kota Awan Mengambang mungkin takut pada Anda, tetapi Ketua Sekte Harimau Hitam tidak."

​"Oh? Hanya seekor harimau cacat di Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 2. Jika dia datang, aku akan membuatkan karpet dari kulitnya," jawab Jiang Chen santai.

​Su Ya menggelengkan kepalanya. "Anda salah, Ketua Sekte Jiang. Sekte Harimau Hitam tidak berdiri sendiri. Mereka adalah cabang anak dari Sekte Iblis Darah—sebuah sekte kelas menengah yang memiliki beberapa tetua di Ranah Inti Emas. Mata-mata saya melaporkan bahwa Ketua Sekte Harimau Hitam telah mengirimkan surat darah untuk meminta bantuan dari pusat. Tak lama lagi, Puncak Bintang Jatuh akan menghadapi badai yang sesungguhnya."

​Lin Mo mendengus dingin, memegang gagang pedang merahnya erat-erat, tidak gentar sedikit pun.

​Jiang Chen mengangguk pelan, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Dia menatap langsung ke mata Su Ya.

​"Terima kasih atas peringatannya, Manajer Su. Lalu... apa peluang besar yang kau sebutkan tadi?"

​Su Ya mengeluarkan sebuah token giok berwarna merah darah dari cincinnya dan meletakkannya di atas meja batu.

​"Dalam waktu satu bulan, Alam Rahasia Bulan Berdarah yang terbuka setiap lima puluh tahun sekali akan muncul di Hutan Kabut Hitam. Ini adalah tempat di mana berbagai ahli mencari terobosan dan herbal berusia ribuan tahun. Namun, hanya mereka yang memiliki token ini yang bisa masuk. Dan saya... ingin mengundang Sekte Pedang Bintang untuk menjadi mitra eksklusif Paviliun Bulan Perak dalam eksplorasi kali ini."

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!