NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 5_PEMBURU YANG KEMBALI MENYERAHKAN DIRI

BERMAIN API DENGAN CINTA

BAB 5_PEMBURU YANG KEMBALI MENYERAHKAN DIRI

Aroma sabun mawar yang manis menguap bersama uap air panas di dalam kamar mandi apartemen mewah milik Cinta. Setelah hari pertama bekerja yang melelahkan dan penuh dengan momen salah tingkah yang memalukan, Cinta akhirnya bisa bernapas lega. Dia melangkah keluar dari bilik shower dengan hanya sehelai handuk putih yang melilit tubuhnya yang masih basah.

Cinta berdiri di depan cermin besar yang terpasang di dinding riasnya. Jemari lentiknya menyeka sisa uap air yang mengembun di permukaan kaca, memperlihatkan pantulan dirinya sendiri. Namun, begitu pandangannya turun ke arah leher dan tulang selangkanya, kekesalan yang sempat reda kembali menyengat dadanya.

Di bawah cahaya lampu kamar mandi yang terang, bercak-bercak merah keunguan itu masih tercetak di sana. Meski sudah mulai samar jika dibandingkan dengan dua hari lalu, jumlahnya ternyata tidak sedikit. Kulit putih mulusnya tampak seperti kanvas yang diklaim secara brutal.

"Pria gigolo itu benar-benar gila," umpat Cinta ketus, jemarinya mengusap kasar bekas tanda tersebut dengan rasa kesal yang membuncah.

Gara-gara ulah agresif pria penghibur di klub malam itu, harga dirinya hampir saja hancur di depan Maxim hari ini. Pertanyaan sarkas Maxim tentang nyamuk apartemen masih terngiang-ngingang di telinganya dan sukses membuat bulu kuduknya meremang karena malu. Cinta merasa reputasinya sebagai penipu ulung yang elegan telah tercoreng. Pria di bar itu telah mengacaukan konsentrasinya dan hampir menghancurkan rencana besarnya untuk mendekati Maxim.

"Awas saja kalau kita sampai bertemu lagi. Pasti akan kuberi dia pelajaran karena sudah berani berbuat sekasar ini padaku," batin Cinta bertekad, menatap tajam pantulan matanya di cermin. Dia berjanji akan memotong sisa tip jika pria itu berani menampakkan diri lagi di hadapannya.

Cinta berjalan ke kamarnya, mengenakan pakaian santai sembari memikirkan taktik barunya. Namun, ingatan tentang sikap dingin, kaku, dan acuh tak acuh Maxim sepanjang hari ini membuat kepalanya berdentang penat.

Biasanya, pria kaya akan langsung menelan umpan sensualnya dalam hitungan jam. Tapi Maxim? Pria berusia dua puluh enam tahun itu seperti benteng besi yang tidak memiliki celah sedikit pun. Belum ada kemajuan berarti dalam misinya, padahal waktu tiga bulan yang dijanjikan pada Valen terus berjalan.

Rasa kesal, frustrasi karena egonya terluka, dan tekanan misi membuat Cinta merasa tercekik di dalam apartemennya yang sepi. Dia bosan. Dia butuh pengalihan. Bagi wanita seperti Cinta, tidak ada obat penawar stres yang lebih baik daripada alkohol, dentum musik, dan perhatian dari orang-orang di sekitarnya.

Dia butuh hiburan malam ini untuk mengembalikan kepercayaan dirinya yang sempat goyah.

Cinta berjalan menuju lemari pakaian khususnya. Untuk malam ini, dia memilih penampilan yang tidak kalah berani dari malam sebelumnya. Sebuah mini dress ketat berbahan latex berwarna hitam pekat yang membungkus sempurna lekuk tubuhnya hingga ke paha atas, dipadukan dengan jaket kulit berpotongan pendek untuk menutupi bagian lehernya yang masih bermasalah.

Dia memulas bibirnya dengan lipstik merah menyala, menyisir rambut hitam bergelombangnya, dan menyemprotkan parfum black opium andalannya. Sang pemburu siap kembali ke habitatnya.

Satu jam kemudian, Cinta sudah bergabung kembali bersama teman-teman sosialitanya di klub malam eksklusif yang sama dengan tempat dua malam lalu. Dentum bas musik elektronik langsung menyambut indra pendengarannya, membakar sisa-sisa stres yang dia bawa dari kantor Kencana Property Group.

"Cinta! Kamu kelihatan luar biasa malam ini!" seru salah satu temannya sambil menyodorkan sebuah gelas kristal berisi cocktail berwarna keunguan.

Cinta menyambut gelas itu dengan senyuman lebar, meneguknya hingga setengah tanpa ragu. Rasa hangat dari alkohol langsung menjalar ke tenggorokannya, perlahan menghapus bayangan wajah dingin Maxim dari kepalanya.

Di bawah kilatan lampu neon yang berputar dinamis, Cinta mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik, tertawa lepas bersama teman-temannya seolah-olah tidak memiliki beban misi senilai sepuluh miliar rupiah di pundaknya.

Dia merasa bebas malam ini. Dia kembali menjadi Cinta yang memegang kendali atas dunianya, bukan Cinta sang sekretaris pribadi yang harus tunduk pada perintah CEO dingin. Gelas demi gelas kembali berpindah tangan, membuat kesadaran Cinta perlahan-lahan mulai melayang di bawah pengaruh alkohol.

Namun, di tengah euforia dan tawa lepasnya bersama teman-temannya di lantai dansa, Cinta sama sekali tidak menyadari keberadaan sebuah ruang VIP lantai dua yang memiliki kaca satu arah yang menghadap langsung ke arah tempatnya berada.

Di dalam ruangan yang gelap dan sunyi itu, Maxim sedang duduk di sofa kulit hitam yang mewah, ditemani oleh beberapa pengawal pria berbadan tegap. Di atas meja di hadapannya, sebuah monitor kecil menampilkan siaran langsung dari kamera pengawas klub yang menyorot tepat ke wajah Cinta.

Sejak Cinta menginjakkan kakinya di lobi klub ini, sistem keamanan Maxim sudah langsung mendeteksi kehadirannya. Maxim tahu wanita itu akan datang ke sini untuk mencari pelarian dari rasa frustrasinya di kantor hari ini.

Maxim menyesap whiskey di gelasnya perlahan, sepasang mata hitamnya menatap tajam ke arah layar monitor, memperhatikan bagaimana Cinta tertawa dan membiarkan beberapa pria asing mencoba mendekatinya di lantai dansa.

Kilat posesif dan kegelapan yang pekat mendadak melintas di dalam manik mata sang CEO. Sifat gila kendali yang selama ini dia miliki mulai merayap naik ke permukaan dengan agresif.

Maxim bangkit berdiri, meletakkan gelas whiskey-nya ke atas meja marmer dengan denting yang pelan namun sarat akan ketegangan. Pria itu meraih sebuah topeng masquerade berwarna hitam satin dari atas meja, lalu mengenakannya. Topeng itu membingkai area matanya dengan sempurna, menyembunyikan sebagian besar struktur wajah bagian atasnya, menjadikannya sosok misterius yang tak dikenali di bawah temaram lampu klub.

Maxim melangkah keluar dari ruangan VIP, menuruni anak tangga dengan perlahan namun pasti.

Di lantai dansa, Cinta sedang tertawa kecil ketika sebuah lengan kokoh tiba-tiba melingkar di pinggang rampingnya dari belakang, menarik tubuhnya mendekat hingga punggung Cinta menempel rapat pada dada bidang seorang pria. Cinta tersentak, berniat memaki pria asing yang berani menyentuhnya sembarangan.

Namun, sebelum kata makian itu keluar dari bibirnya, sebuah aroma langsung menyergap indra penciumannya. Wangi kayu cendana yang mewah, berpadu dengan tembakau premium dan kehangatan maskulin yang pekat.

Jantung Cinta berdegup kencang seketika. Tubuhnya menegang. Wangi parfum ini... Cinta tidak akan pernah melupakannya. Ini adalah wangi persis dari pria "gigolo" gila yang menidurinya malam itu dan meninggalkan bercak di lehernya.

Cinta dengan cepat memutar tubuhnya untuk menghadap pria itu. Namun, pandangannya justru membentur sebuah topeng hitam satin yang menutupi separuh wajah sang pria. Di balik celah topeng itu, sepasang mata hitam pekat menatapnya dengan intensitas yang begitu mengintimidasi, mengunci seluruh pergerakan Cinta dalam sekejap.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!