NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.7 Kemarahan Nenek Lusi

Nadia segera keluar dari ruangan itu sambil memegangi lengannya yang terasa sangat perih dan sakit akibat tumpahan kuah sup panas yang mengenai lengan kanannya tadi.

Nadia terus berjalan keluar menuju ke area parkir mobil dengan langkah tertatih, Dari dalam mobil terlihat si sopir keluarga sangat terkejut melihat Nadia yang berjalan dengan tertatih sambil memegangi lengannya itu.

Sopir itupun keluar dari dalam mobil dan berjalan mendekat ke arah Nadia" Non, Non Nadia kenapa? Kok jalannya seperti itu dan baju Non Nadia juga kotor seperti habis kena tumpahan makanan?" berondong sopir itu yang melihat keadaan Nadia.

"Saya tidak apa-apa pak, mari kita pulang," ucap Nadia tanpa menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada sopir itu.

"Iya Non, mari."

Kemudian sopir itupun membukakan pintu mobil untuk Nadia, lalu Nadia masuk ke dalam mobil dan pak sopir juga masuk ke dalam mobil setelah menutup pintu.

Mobil itupun melaju pergi membelah malam yang sudah gelap, di dalam mobil terlihat Nadia sedang meringis menahan rasa sakit di lengan kanannya itu.

"Kasihan Non Nadia, jangan-jangan di dalam tadi dia di perlakukan tidak baik sama Tuan Daren dan Non Elsa," batin pak sopir sambil menatap Nadia dari spion mobil.

Sesekali Nadia mengusap lengan kanannya yang mungkin saja sudah melepuh terkena air sup yang panas tadi tapi Nadia tidak mau membuka lengan bajunya, Dia takut pak sopir tahu dan cerita pada Nenek Lusi nanti.

"Non Nadia tadi di dalam tidak apa-apa kan?" pancing pak sopir pada Nadia.

Nadia tersenyum meski dia masih menahan rasa sakit lengannya itu" tidak apa-apa pak," jawab Nadia bohong.

"Lengan Non Nadia kenapa? sedari tadi saya lihat Non Nadia seperti kesakitan?" buru pak sopir itu lagi karena dia merasa bertanggung jawab kalau sampai terjadi apa-apa pada Nadia seperti pesan Nenek Lusi padanya tadi sebelum berangkat mengantarkan Nadia ke acara pameran kuliner itu.

"Oh ini, enggak apa-apa kok pak tadi lengan saya sempat terbentur saat saya buru-buru keluar dari ruangan pameran kuliner itu,"ucap Nadia berbohong.

Pak sopir menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Nadia dan pak sopir itupun kembali fokus menyetir sampai akhirnya mereka sudah tiba di kediaman Nenek Lusi.

"Terimakasih ya pak," ucap Nadia yang kemudian buru-buru keluar dan berlalu dari pak sopir itu.

Nadia menoleh ke kanan dan kiri saat sudah masuk ke dalam ruang tamu kediaman Nenek Lusi, Dia tidak mau Nenek Lusi melihat dirinya dalam keadaan seperti itu.Dan setelah di rasa aman akhirnya Nadia pun bergegas melangkah dengan cepat melewati ruang tamu dan ruang pribadi Nenek Lusi yang terlihat sepi itu.

Akhirnya Nadia pun sampai ke kamarnya yang terletak di area kamar paviliun kediaman Nenek Lusi.Sejak Nenek Lusi mengajak Nadia untuk tinggal di kediamannya itu Nenek Lusi menyuruh Nadia menempati kamar paviliun utama yang terbilang cukup mewah.

Dengan segera Nadia mengunci kamarnya dan Dia mulai melepas gaun yang sudah kotor penuh noda kuah sup itu lalu Dia pun berganti pakaian yang bersih dan kini duduk di atas kursi sofa yang ada di sudut kamar itu sambil membawa kotak p3k yang tadi sudah dia ambil dari lemari obat yang ada di ruang tengah.

Dengan perlahan Nadia mulai membersihkan lengannya yang sudah melepuh itu dan kemudian mengoleskan salep luka bakar ke lengan kanannya yang hampir keseluruhan tersiram kuah panas sup tadi.Dan setelah itu Nadia membalut lengannya yang sudah diolesi salep tadi dengan perban.

Nadia sengaja memakai baju lengan panjang agar bisa menutupi lengan kanannya yang sedang terluka, Dia tidak mau sakit jantung Nenek Lusi kambuh kalau melihat dirinya terluka karena Dia tahu Nenek Lusi sangat menyayangi dirinya seperti anaknya sendiri tapi meskipun begitu Nadia juga cukup sadar diri kalau dia hanyalah seorang gadis miskin yang di tolong oleh Nenek Lusi.

Ingatan Nadia kembali ke acara pameran kuliner tadi dan ada sesuatu yang membuat dirinya tersadar kalau ternyata Daren,cucu Nenek Lusi yang akan di jodohkan dengan dirinya itu adalah benar-benar pria yang kejam dan tidak punya perasaan sama sekali dan dalam benak Nadia juga sudah terlintas bayangan kalau pernikahan dirinya dengan tuan Daren itu juga tidak akan mudah, Namun Nadia tidak ingin mengecewakan Nenek Lusi yang sudah banyak berbuat baik padanya dan akhirnya Nadia pun harus kuat dia tidak mau terlihat lemah di hadapan Elsa seperti harapan Nenek Lusi padanya.

...----------------...

Keesokan harinya, Nenek Lusi melihat perban di lengan Nadia. Meski Nadia beralasan itu hanya karena alergi kulit yang dia alami tapi Nenek Lusi tidak bodoh. Insting tajam sang Nenek tahu kalau ini adalah perbuatan Elsa dan Daren di acara semalam.

Sebelumnya Nenek Lusi sudah mendapat laporan dari sopir keluarga suruhan Nenek Lusi yang mengantarkan Nadia ke acara pameran kuliner semalam itu.

"Sepertinya Non Nadia mendapatkan perlakuan yang tidak baik sewaktu berada di dalam ruangan acara pameran kuliner itu Nyonya," ucap sopir keluarga itu pada Nenek Lusi yang tadi sengaja memanggilnya untuk di minta menceritakan kondisi Nadia selama acara pameran kuliner itu berlangsung,Karena Nenek Lusi merasa akan ada sesuatu yang terjadi pada Nadia.

"Hmm, terus," Nenek menyuruh sopir itu untuk melanjutkan ceritanya.

"Saya merasa semalam ada yang sengaja menumpahkan makanan ke gaun yang di pakai Non Nadia karena saya melihat semalam gaun Non Nadia sangat kotor sekali seperti baru saja kena siram makanan.Dan saya lihat semalam Non Nadia juga selalu memegangi lengan kanannya sambil meringis kesakitan, sepetinya lengan Non Nadia terluka tapi sewaktu saya tanya Non Nadia tidak berterus terang pada saya."

Dan akhirnya Nenek pun menyuruh seorang pelayan memanggil Nadia untuk datang ke ruang pribadi Nenek Lusi.

Dan tak lama kemudian Nadia pun sudah berada di ambang pintu pintu ruang pribadi Nenek Lusi.

"Nenek memanggil saya?" tanya Nadia pada Nenek Lusi yang sedang duduk di atas kursi singgasananya di dalam ruangan pribadi nya itu.

"Ya. Duduklah Nadia," perintah nenek Lusi pada Nadia yang masih berdiri di hadapan Nenek Lusi.

Kemudian Nadia berjalan melintas di hadapannya Nenek Lusi sambil membungkukkan badannya dengan sopan. Nenek Lusi memperhatikan lengan Nadia dengan seksama saat Nadia melintas di hadapannya itu.

"Nadia, coba buka lengan kanan kamu itu," perintah Nenek Lusi pada Nadia tanpa basa-basi lagi.

Nadia sempat tertegun sejenak dia heran kenapa tiba-tiba Nenek Lusi menyuruh membuka baju yang lengan kanan padahal menurutnya tidak ada seorangpun yang tahu tentang luka yang ada di lengannya itu.

"Nadia,Cepat buka lengan kanan kamu itu,"ucap Nenek Lusi lagi karena Nadia tidak segera membukanya .

"Tapi Nek...lengan Nadia yang kanan sedang mengalami alergi kulit jadinya kulit lengan Nadia seperti melepuh karena gatal-gatal yang sangat parah, Nenek pasti jijik melihatnya jadi sebaiknya...tidak usah di buka ya Nek?"pinta Nadia berusaha menyembunyikan luka di lengannya.

"Nadia.Kamu tidak usah bohong, Nenek sudah tahu apa yang terjadi pada kamu semalam sewaktu di acara pameran kuliner itu," Nenek Lusi menatap Nadia membuat Nadia sedikit gugup.

Nadia terdiam, Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Nenek Lusi sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

"Daren harus bertanggung jawab atas semua ini," Nenek Lusi berkata dengan penuh amarah.

"Maafkan Nadia Nek, tapi...lengan Nadia sudah tidak apa-apa, Nenek tidak perlu mengkhawatirkannya," ucap Nadia mencoba meredam amarah Nenek Lusi.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!