kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.
Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Teriakan diluar rumah mengagetkan Jaka Srenggi dan ibunya yang berada dalam rumah. Mereka begitu kaget dengan teriakan keras itu.
"Siapa mereka? Apa yang mereka lakukan disini? Apa kau berbuat masalah Jaka??" tanya ibunya.
Jaka Srenggi diam tak berani untuk menjawab. Lidahnya begitu kelu untuk menjawab pertanyaan ibunya itu.
"Brakkkkk!!"
Pintu rumah yang sudah kapuk, langsung hancur berantakan karena terkena tendangan dari cadar hitam.
"Hanya bocah kecil dan wanita tua! keluar!!"
Cadar hitam menarik ibu Jaka Srenggi memaksa untuk keluar dari rumah reot mereka.
Cadar hitam tanpa merasa sedikit pun kasihan menarik Bu Sarmi dan Jaka Srenggi dengan paksa, menyeretnya bagaikan hewan yang tak berarti.
"Ibu ...!! jerit Jaka Srenggi.
Jaka Srenggi menjerit dan masih termangu melihat wajah tertutup cadar hitam, Jaka merasa mengenal wajah itu, tapi dia tak tahu dimana dia melihat wajah yang tertutup.
"Ampun ...!!"jerit ibu Jaka Srenggi.
Teriakan itu menyadarkan Jaka Srenggi, dia berlari kearah ibunya.
"Jangan sakiti ibuku! Aku ... aku saja kau hajar!" teriak Jaka Srenggi dan langsung memeluk ibunya yang terbaring ditanah. Tubuh Jaka Srenggi menutupi tubuh ibunya dari pukulan demi pukulan yang diayunkan oleh cadar hitam
"Hahahaha!!"
"Sungguh menyenangkan ... Sungguh menyenangkan!!" teriak cadar hitam yang terus saja menendang tubuh Jaka Srenggi yang menutupi tubuh ibunya.
"Biadabbbb!!!"
Sebuah teriakan dari samping tak membuat cadar hitam kaget, bahkan saat sebilah parang menyerang lehernya dia tetap membiarkannya.
"Taaaangggg!!"
Parang itu seperti menghantam logam keras, padahal parang itu mengenai telak dileher cadar hitam.
"Plakkkkkk!!"
Cadar hitam mengayunkan tangannya yang dialiri energi tenaga dalam, ayunan itu begitu cepat menghantam orang yang menyerangnya.
"Akkkkkhhhhhh!!"
Penyerang itu menjerit cukup keras, kepalanya seperti tertimpa batu besar, penyerang itu juga terjatuh tak jauh dari Jaka Srenggi dan ibunya.
"Ayah ....!!" jerit Jaka Srenggi dan berdiri melompat kearah tubuh pak Darmo.
"Keluarga yang tak berguna,"
"Bammmmmm!!"
kaki cadar hitam menendang tubuh Jaka Srenggi. Tubuh kecil itu terlempar dan terluka meskipun tak parah.
"Kalian sudah bermain-main dengan juragan Husin, sekarang terima lah akibat nya. Aku cadar hitam akan membunuh kalian" ucap cadar hitam dengan suara yang serak penuh menakutkan.
"Cadar hitam??"
Telinga Jaka Srenggi mendengar nama cadar hitam langsung mengenal nama itu, dan bayangan perempuan datang ke kepalanya.
"Ibuuuu ...!!" Jerit Jaka Srenggi yang sepertinya sudah mendapatkan kembali ingatannya.
"Hahahaha!"
"Bocah bodoh, Kau sedikit pun tak berguna,"
Cadar hitam mengambil parang milik pak Darmo yang tergeletak di tanah.
"Pertama aku akan membunuhmu dulu" ucap cadar hitam dan berjalan kearah pak Darmo.
Cadar hitam memperlihatkan amarah karena pak Darmo menyerang dirinya dari belakang.
"Berani kau menyerang ku!" kata cadar hitam dan duduk di dekat tubuh pak Darmo yang sudah terluka parah.
Parang ditangannya bergerak ke perut pak Darmo, tanpa sedikitpun kasihan cadar hitam menyayat tubuh pak Darmo bagaikan menyayat hewan kurban.
"Aaawwwww!!" jerit pak Darmo yang merasakan sakit yang luar biasa"
"Hahaha!!"
"lelaki tak boleh cengeng. Itu belum seberapa."
Cadar hitam kembali mengiris tubuh pak Darmo, sungguh penyiksaan yang tak manusiawi. Cairan tubuh berwarna merah mulai keluar membasahi tubuh pak Darmo.
"Matilah .!!!" teriak cadar hitam dan menebas kepala pak Darmo, kepala pak Darmo menggelinding terlepas tak jauh dari tubuhnya.
"Ayah!!" jerit Jaka Srenggi dan berlari ke arah mayat ayahnya.
"Nanti giliranmu bodoh!!"
Kaki cadar hitam menendang tubuh Jaka Srenggi dan kembali terlempar jauh.
"Sekarang giliranmu nenek peot," ucap cadar hitam dan menghampiri tubuh Bu Sarmi yang terbaring lemas ditanah.
"Plakkkkk!!"
"Ajari anakmu untuk sopan pada orang."
"Plakkkkk!"
"Sadar diri kau siapa, dan siapa yang pantas untuk kalian pandang."
"Plakkkkk!!"
"Ini balasan dan hukuman untuk orang yang tak tahu diri seperti keluarga kalian,"
Cadar hitam menampar sambil memberikan perkataan yang merendahkan kepada Bu Sarmi. Tubuh Bu Sarmi semakin lemah, apalagi menerima tamparan demi tamparan keras dari cadar hitam.
"Ibu!!" kembali Jaka Srenggi menjerit keras, tapi dia sudah mampu untuk berbuat apa-apa, tubuhnya sudah mengalami luka yang semakin parah.
"Matilah!!"
Seperti halnya suami Bu Sarmi, Bu Sarmi juga mengalami perlakuan yang sama.
"Blllessss!!"
Parang di tangan cadar hitam meluncur cepat dan memotong rapi dileher Bu Sarmi, kepalanya menggelinding terlepas dari tubuhnya.
Air mata dari mata Jaka Srenggi yang sudah mengalir dari tadi semakin tak terbendung, kembali orang-orang yang didatanginya tewas didepan matanya, dan tewas di tangan orang yang sama, ditangan cadar hitam.
Mata Jaka Srenggi menatap cadar hitam dengan mata yang penuh dendam, matanya penuh dengan amarah yang membuncah.
"Aku akan membunuh mu ...!!" jerit Jaka Srenggi.
Hahahaha!!"
"Membunuhku? Dengan apa bocah? Sedangkan untuk berdiri kau sudah tak mampu!!"
Cadar hitam mendekati Jaka Srenggi, cadar hitam memegang dagu Jaka Srenggi sangat keras.
"Kau tak akan mati semudah mereka" kata cadar hitam menunjuk pada mayat ayah dan ibu Jaka Srenggi.
"Kau akan mengalami penderitaan sebelum kau mati"
"Hahahaha!!"
Cadar hitam menempelkan tangannya di tubuh Jaka Srenggi.
Jaka Srenggi merasakan tubuhnya sangat kepanasan, tubuh jaga Srenggi menggelepar bagaikan ayam disembelih.
"Hahahaha!!"
"Selama dua hari kau akan menderita sakit yang menyakitkan, aku sudah menanamkan racun kalajengking di tubuhmu. Meskipun kau kuat, kau tak akan mampu bertahan. Hanya orang yang memiliki energi tinggi yang akan mampu menghilangkan racun itu,"
"Hahahaha!!"
"Selamat menikmati kematianmu bocah," ucap cadar hitam.
Cadar hitam berbalik meninggalkan Jaka Srenggi yang menggelepar meronta menahan panas di sekujur tubuhnya.
"Aaaarrrrgggghhhhhhh!!"
"Panassss ... sakittt..!!" desis Jaka Srenggi menahan semua siksaan ditubuhnya.
"Bakar rumah mereka, Dan bakar mayat mereka." perintah cadar hitam kepada anak buahnya.
Anak buah cadar hitam menyeringai mendengar perintah dari ketua mereka. Anak buah cadar hitam melemparkan tubuh ibu dan ayah Jaka Srenggi kedalam rumah.
"Bagaimana dengan bocah itu ketua??" tanya salah satu anak buah cadar hitam.
"Biarkan saja, dia akan tewas dalam dua hari. Biarkan dia melihat pemakaman ayah dan ibunya." jawab cadar hitam.
Tanpa menunggu perintah dua kali lagi anak buah cadar hitam membakar rumah Jaka Srenggi yang sudah reot dan tak layak pakai. api dengan cepat membumbung tinggi.
"Ayahhhh ... Ibuuuuuuu!!" teriak Jaka Srenggi sekuat tenaga yang dimilikinya.
Jaka Srenggi ingin berlari ke arah api itu, tapi kondisi tubuhnya memaksanya untuk diam karena tak mampu untuk bergerak.
Bau daging terbakar mulai terhirup di hidung Jaka Srenggi, air mata tak tertahan jatuh.
"Maafkan aku ibu ... ayah!!" ucap Jaka Srenggi lemas.
Penduduk yang melihat kejadian itu tak ada satu pun yang berani untuk mendekat, apalagi untuk menolong.
"Aku akan mengikuti kalian ke surga Bu!Tunggu aku!"