NovelToon NovelToon
Tertolak Rindu

Tertolak Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.

Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu

Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Kian

Pagi masih gelap. Matahari belum menampakkan sinarnya. Kian terbangun dari tidurnya. Dia segera mengambil ponselnya. Nomor Keyra adalah tujuannya.

"Hai, maaf mengganggu pagi pagi," sapa.Kian hangat setelah telponnya diterima Keyra.

"Ngga perlu basa basi. Ada apa?"

Kian tersenyum mendengar suara datar kerabatnya. Keyra memang tidak bisa berbasa basi. Dia jarang mengeluarkan suara kalo merasa tidak terlalu penting.

"Hari ini aku ngga masuk sekolah." Walaupun Keyra sudah tau, Kian tetap ingin menjelaskannya.

"Hemm......"

"Bisa tolong liatin dia.... Maksudku Wanda.... Begini, aku hanya kasian kalo ada yang bully dia lagi. Kamu jangan salah paham, ya."

"Aku ngga ngomong apa apa."

Tawa Kian terlepas begitu saja.

"Oke. Aku cuma mau ngomong itu aja. Makasih, ya, Key," ucapnya setelah tawanya mereda.

"Aku belum meng-iyakan."

Kian tergelak lagi.

"Aku percaya sudah kamu kabulkan," ucap Kian lagi di sela tawanya.

Keyra tidak merespon lagi dan sudah memutuskan komunikasi mereka.

Kian percaya kalo Keyra akan mendengarkan permintaannya. Dia lebih bisa percaya Keyra karena lebih pendiam dari pada Dira dan Vira. Apalagi setelah kejadian kemarin, Dira atau Vira pasti akan bertanya banyak tentang hubungannya dengan Wanda. Padahal Kian saja saat ini masih sulit untuk menjelaskannya.

*

*

*

Wanda menatap lana foto terakhirnya bersama mama. Mema menyempatkan berfoto sebelum meninggalkannya di toko es krim.

Sampai sekarang Wanda masih bingung dengan apa yang sudah terjadi.

Mama tidak pernah datang lagi. Selamanya. Kalo tau Keyra akan memberikan sesi foto terbaiknya saat itu. Mungkin dia akan memeluk erat mamanya agar jangan.pergi. Jangan.merisaukan masa depannya. Ngga apa apa dia diurus dinas sosial. Ngga apa apa ngga harus di sekolah elit. Ngga apa apa. Ya, ngga apa apa.

Air mata Wanda menetes lagi. Dia cepat menyusutnya ketika pintu kamarnya terbuka. Neneknya sudah berdiri kaku di hadapannya.

"Pak supir sudah menunggu. Cepatlah, kamu bukan nona muda."

Wanda tidak menyahut, sudah kebal dia dengan sindiran itu. Dia segera mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kamarnya, melewati neneknya begitu saja.

Dia.berpapasan dengan tuan besarnya. Wanda hanya mengangguk pelan dan berjalan ke arah mobil yang menunggunya.

Tuan besarnya memang tidak membelanya secara langsung. Tapi kehadirannya membuat siksaan untuknya sedikit berkurang.

Hening terasa di dalam mobil. Biasanya ada suara makian dengan suruhan dari Aditama. Wanda merasa dunianya nyaman saat remaja tanggung itu diskors.

Bahunya juga tidak terasa pegal karena harus memikul tas berat Aditama. Juga kedua tangannya tidak capek membawa goodie bag cowo itu.

Yang pasti pembullynya di sekolah berkurang. Wanda menatap miris gedung sekolah yang sedang dia tapaki ini.

"Hebat, ya, lo. Udah serasa jadi nona besar. Pergi ke sekolah diantar supir." Suara Azula terdengar di depannya. Dia menghadang Wanda bersama tiga bestinya, Raya, Dona dan Richi.

Wanda mengacuhkannya. Sia sia dia melawan. Dulu pernah, tapi dia malah jadi bulan bulanan. Tasnya hilang, seragam olah raga dan jas labnya ditemukan di tempat sampah. Bahkan mereka berani menyembunyikan tas Aditama, membuat anak majikannya mengamuk dan di rumah dia mendapat tamparan dari mamanya Aditama.

Wanda menarik nafas panjang.

Tidak ada yang berani menolongnya kecuali Kian dan cewe yang masih kerabatnya, Keyra dan dua gadis kembar.

Mereka tidak sefrontal Kian, terutama Keyra. Tapi dengan hadirnya dirinya saja sudah membuat Azula.cs langsung pergi. Aura lebih berkuasanya lebih terasa.

"Heran, Kian dan Aditama, kok, betah dengan lo," sinis Azula lagi.

"Dia, kan, babunya Aditama. Wajarlah betah," timbrung Raya sama sinisnya.

"Puas, ya, lo. Majikan lo diskors," sambung Dona memaki.

Wanda terus saja berjalan sampai rambutnya ditarik keras oleh Azula. Tubuhnya sampai terdorong ke belakang.

Wanda menahan suara jeritannya agar tidak keluar. Padahal dia sudah memotong rambut panjang sepunggungnya hingga kini jadi di atas bahu, masih tetap.saja bisa dijambak.

Azula yang melakukannya.

Wanda memejamkan matanya ketika tarikan itu terasa makin keras dan sangat menyakitkan. Kulit kepalanya rasanya hampir terlepas.

"Sadar diri, dong, dengan posisimu," kecam Azula dengan tatapan sadis.

Wanda ngga menyahut, sekarang dia balas menatap Azula. Kalo Azula mau posisinya yang dikira sangat menyenangkan, dia akan memberikannya dengan sukarela.

"Berani ngelawan, ya? Mau disiram lagi kayak kemaren?" Azula tambah naek darah ketika melihat Wanda yang dianggapnya malah menantangnya.

"Ehem...."

Richi menyenggol lengan Azula ketika tersadar siapa.pemilik deheman itu. Raya dan Dona sampai terpaku melihat ketiga cewe cantik yang selalu berjalan bersama kemana mana.

"Apa, sih, Chi." Azula yang merasa terganggu jadi kesal.

Riichi memberi isyarat hingga membuat Azula melihat arah yang ditunjuk Richi.

Dia tersentak seketika melihat Keyra, Dira dan Vira yang sedang menatapnya tajam.

Reflek Azula melepaskan jambakannya.

"Kita pergi," ucapnya sambil melangkah cepat bersama ketiga temannya.

Wanda membalikkan tubuhnya karena dia tadi mendengar suara yang dia membuat dia penasaran hingga membuat Azula cs pergi. Dia sempat melihat punggung tiga orang cewe yang dia kenal sebagai kerabat Kian.

Wanda menghela nafas lega, dalam hati bersyukur. Kalo Keyra dan kedua kerabatnya tidak lewat di sana, pasti bukan hanya jambakan saja yang dia terima. Mungkin siraman atau bahkan tasnya yang akan dihambur hamburkan.

Terimakasih, batinnya dan masih memandang ketiga cewe cantik yang sudah menolongnya secara ngga langsung.

*

*

*

Dewa memenuhi keinginan Kian, dia datang menemui Panji Hasta siang ini, menjelang sore hari.

Panji Hasta sampai berdiri menyambutnya. Dia tersenyum lebar. Mereka jadi cukup.akrab karena kelakuan anak anak mereka yang tidak pernah akur.

"Sibuk?" tanya Dewa berbasa basi. Dia memang tidak memberi kabar, tapi sudah menyelidiki kegiatan Panji Hasta hari ini.

"Tidak. Aki malah sedang istirahat." Panji Hasta mengajak Dewa duduk di sofa di depan meja kerjanya agar pembicaraan mereka lebih santai.

Dia yakin kedatangan Dewa pasti ingin membicarakan tentang anak anak mereka.

Panji kemudian mengirimkan pesan untuk sekretarisnya agar menyiapkan makanan ringan dan kopi tentu saja.

"Bukan masalah kerjaan, kan?" tanya Panji Hasta yakin dengan dugaannya.

Dewa menggeleng.

"Bukan. Biasa masalah anak anak kita." Dia tersenyum dengan pikiran yang sedang memilah kata tepat untuk mengutarakan keinginannya.

Panji Hasta mengangguk anggukkan kepalanya. Senyum tipis masih tersungging.di bibirnya.

"Ya.... Anak anak kuta sekarang sedang diskors, ya."

Dewa balas tersenyum.

"Harusnya hukumannya mulai.hari ini."

Panji dan Dewa tergelak bersama.

Pintu ruangan Panji terbuka dna sekretaris Panji masuk dengan membawa kopi dan makanan ringan.

"Thank's," ucap Dewa setelah sekretaris Panji keluar dari ruangan.

"Hanya kopi dan sedikit cake."

Keduanya kemudian mengangkat cangkir kopi dan menyesap pelan.

"Aku mau bicara soal Wanda," ucap Dewa setelah meletakkan cangkir kopi di atas tatakannya.

1
Pujierde
aiiish gak malu gitu hidup jadi benalu gak punya harga diri donk gw klo jadi wanda ogah punya suami jadi benalu pada orang tuanya wlo hartanya berjibun
Pujierde
sepertinya perkiraan kamu salah deh soalnya para sepupu yang tengil" itu sudah memicu amarah aditama
Pujierde
ya ampun ngebet banget mw nikah siiiiih kamu masih muda kiaaaaan belum waktunya nikah kamu mw ngasih apa sama istrimu masa jadi benalu orang tua siiiih malu tau sama daddy kamu yg kerja dan mapan dulu baru menikah
Rahmawati
penasaran nanti gimana sikap tama kl tahu Wanda saudaranya
Bunda Keisha
Nasibnya Wanda hampir sama dengan Emely, cuma Emily disayang Papa dan saudara tirinya.. ❤
Pujierde: betul banget bun bedanya saudara tirinya yang sudah jadi istri aaron (klo gak salah) sudah tau dari mereka masih kecil dan papanya emily gak selingkah tapi di jebak sama rekan bisnisnya
total 3 replies
Khey Rachmat
jgn sampe menyesal km panji trs2 belain si anak cengeng... mending jujur aja sihhh
🟡MENTARY
om Erza mempet bu guru
anggita
iklan☝☝like👍
Rahmawati
ternyata daadyy dewa gk sembarangan ngasih ijin nikah, di gembleng dulu biar siap jd kepala keluarga
NurKasih
Jodoh mahesa apakah dlm circle kian cs😄
NurKasih
Moga aja nanti bila tama tahu wanda adik nya tidak membenci wanda lagi dan akan merasa menyesal kerna perlakuan nya yg terlalu jahat, udahlah panji jika isteri mu masih x memaafkan kisah lalu mu tinggalkan saja, lagian sekarang isteri mu selingkuh atas dasar ingin balas dendam..cari la wanita yg bisa menerima masa lalu mu.. Moga tama punya hati baik seperti mu bkn seperti ibunya yg pendendam
falea sezi
nenek nya goblok🤣 si tua bego😒
🟡MENTARY
Keren
🟡MENTARY
Untung Ada Keyra
Susma Wati
pelan -pelan rahasia tentang wanda terbongkar dan aditama mengetahuinya, akan sehancur apakah aditama mengetahuinya rahasia tentang wanda, dan rahasia tentang papa dan mamanya yang ternyata saling selingkuh, tapi kalau mamanya wanda beda ya dia korban dari panji yang memaksa nya memuaskan hasrat bejat nya, kalau merelin mah memang sengaja niat selingkuh, alasan nya mau balas panji, tapi dengan kelakuan merelin apakah aditama akan memaklumi kelakuan ibunya!
Rahmawati
daripada terus ditutupi mending kasih tu aja sih, sudah resikomu panji dibenci sama anakmu sendiri
Lusi Hariyani
semoga aditama th klo wanda adik y
Pujierde
aditama itu dan dia bakalan cari tau siapa wanda semoga aditama tidak semakin membenci wanda ketika mengetahui kebenarannya
Pujierde
kenakan lo klo kamu menghormati nenek sebagai tangan kanan kakek dan nenek kamu tama setidaknya kamu menganggap wanda teman kamu
Pujierde
mantaaaaap 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!