NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Finus Ina

Lima tahun lalu, Adeline Wijaya dijebak oleh adik tirinya sendiri hingga keguguran dan diusir oleh suaminya, Bramantara, dalam kondisi sekarat. Semua orang mengira Adeline telah tewas di dasar jurang.Lima tahun kemudian, ia kembali ke Kota Jakarta dengan identitas baru sebagai Elena Vance, seorang desainer perhiasan kelas dunia yang genius dan kejam. Tujuannya hanya satu: menghancurkan mereka yang telah merebut kebahagiaannya.Demi melancarkan aksinya, Elena mendekati Nicholas Syailendra, CEO tertinggi di balik konglomerat nomor satu sekaligus musuh bebuyutan mantan suaminya.

Nicholas menawarkan kesepakatan: "Jadilah istriku, dan aku akan memberikan dunia untukmu membalas dendam." Namun, Elena tidak tahu bahwa di balik pernikahan kontrak itu, ada rahasia masa lalu yang jauh lebih besar yang siap menguji hatinya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finus Ina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8

happy reading guys

------------------------------

BAB 8: Hancurnya Kebohongan Ular

Keesokan paginya, suasana di dunia maya bergulir bagai bola api yang membakar Kota Jakarta.

Di kediaman keluarga Bramantara, Siska Wijaya terbangun dengan senyuman puas di bibirnya yang masih sedikit bengkak.

Ia menatap layar laptopnya yang menampilkan halaman tren media sosial.

Taktik liciknya berhasil.

Publik kini mulai berbalik menyerang Elena Vance dan mencapnya sebagai penipu internasional pembuat audio editan AI.

"Kamu pikir kamu bisa menang melawanku, Adeline?" gumam Siska sinis sembari menyesap teh hangatnya.

Brak!

Pintu ruang tengah diketuk kasar oleh Bramantara yang baru saja selesai menelepon tim hukum mereka.

"Siska! Taktikmu berhasil! Saham kita mulai stabil sedikit pagi ini karena fokus media teralihkan ke kasus korporat Nicholas Syailendra!" seru Bram dengan binar mata penuh kelegaan yang egois.

Namun, kegembiraan sepasang suami istri penuh dosa itu tidak bertahan lama.

Tepat pada pukul sembilan pagi, sebuah notifikasi darurat berlogo Syailendra Group muncul serentak di seluruh platform digital dan stasiun televisi nasional.

‘Konferensi Pers Darurat Syailendra Group: Kebenaran di Balik Topeng Siska Wijaya.’

Siska dan Bram seketika membeku.

Dengan tangan gemetar, Bram menyalakan televisi layar lebar di ruang tengah.

Di sana, di atas podium megah yang dikerumuni ratusan wartawan, Elena Vance berdiri dengan keanggunan seorang ratu bergaun putih formal, didampingi oleh Nicholas Syailendra yang memancarkan aura dominan mutlak.

"Selamat pagi semuanya,"

suara Elena bergaung tenang namun terasa begitu menusuk lewat pengeras suara.

"Kemarin, pihak Bram Corp menuduh bahwa rekaman suara toilet yang saya miliki adalah hasil rekayasa teknologi AI. Hari ini, saya datang tidak membawa suara, melainkan sebuah fakta visual yang tidak akan bisa dibantah oleh teknologi mana pun."

Elena menoleh ke arah layar proyektor raksasa di belakangnya.

"Mari kita lihat, siapa penipu internasional yang sebenarnya."

Klik.

Layar proyektor menampilkan sebuah rekaman video beresolusi tinggi (4K) dengan sudut pandang dari atas.

Latar tempatnya sangat jelas: area privat Restoran Fleur de Lis Jakarta, bertanggal tepat satu bulan yang lalu.

Di dalam video tersebut, Adeline Wijaya yang asli terlihat sedang pamit beranjak pergi meninggalkan meja makan menuju ke kamar mandi.

Begitu Adeline hilang dari koridor, kamera CCTV menangkap gerakan Siska Wijaya dengan sangat detail.

Siska merogoh tasnya, mengeluarkan botol kaca kecil, lalu meneteskan seluruh cairan bening ke dalam jus jeruk milik Adeline sembari mengulas senyuman iblis.

------------------------------

[KILAS BALIK: Dua Minggu yang Lalu]

Malam itu, di bawah temaram lampu ruang kendali IT Restoran Fleur de Lis, seorang manajer keamanan terduduk lemas dengan keringat dingin bercucuran di dahinya.

Di belakangnya, dua pengawal berbadan besar dari Syailendra Group berdiri mengintimidasi, sementara Nicholas Syailendra bersedekap dingin di sudut ruangan.

Elena Vance melangkah maju, menatap layar monitor komputer utama restoran.

"Mana rekaman CCTV tanggal 15 bulan lalu di koridor meja privat nomor empat?" tanya Elena datar.

"Maaf, Nona... data untuk minggu itu sudah terhapus secara otomatis oleh sistem. Server kami mengalami error,"

jawab sang manajer dengan suara bergetar, mencoba menyembunyikan fakta bahwa ia telah menerima suap ratusan juta dari Siska untuk menghapus rekaman tersebut.

Nicholas berjalan mendekat, meletakkan sebuah dokumen resmi kepemilikan saham di atas meja komputer.

"Mulai lima menit yang lalu, Syailendra Group telah membeli 100% saham restoran ini, termasuk seluruh gedung dan asetnya. Jika kamu masih berbohong, Yan akan memastikan kamu mendekam di penjara malam ini atas tuduhan penghilangan bukti kejahatan," desis Nicholas dingin.

Mendengar ancaman sang penguasa kota, manajer itu langsung berlutut pasrah.

"Maaf, Tuan Besar! Ampun! Datanya tidak benar-benar dihapus. Kami memiliki server cadangan cloud tersembunyi yang otomatis menyimpan rekaman kualitas 4K di server pusat luar negeri. Nyonya Siska hanya meminta saya menghapus draf lokalnya saja!"

Dengan tangan gemetar, manajer itu mengetik serangkaian kode enkripsi rahasia di papan tik.

Hanya dalam waktu tiga menit, video asli tanpa sensor yang merekam aksi keji Siska meneteskan obat tidur berhasil diunduh secara utuh ke dalam gawai milik Elena.

Elena menatap layar itu dengan mata yang berkilat tajam, memeluk erat gawai tersebut di dadanya.

"Aku mendapatkanmu, Siska," bisik Elena dengan kepuasan dendam yang membara.

------------------------------

[KEMBALI KE MASA SEKARANG]

Seluruh ruang konferensi pers seketika riuh dengan suara jepretan kamera yang menggila saat video pembongkaran itu selesai diputar.

Tidak sampai di situ, video terus berjalan menampilkan adegan di mana Siska memapah Adeline yang lemas masuk ke dalam kamar hotel melati, merobek pakaian kakaknya, hingga menyewa pria bertato untuk berfoto bersama di atas ranjang.

Prang!

Di rumahnya, gelas teh yang dipegang Siska jatuh menghantam lantai marmer, pecah berkeping-keping.

Wajah wanita itu seketika berubah seputih kain kafan. Seluruh tubuhnya mendadak gemetar hebat laksana tersengat listrik tegangan tinggi.

"Nggak... nggak mungkin... Bukankah rekaman CCTV restoran hari itu sudah aku suruh hapus seluruhnya?!"

jerit Siska histeris, mencengkeram rambutnya sendiri dengan pandangan mata yang dipenuhi horor.

Ia tidak menyadari bahwa kekuatan finansial Nicholas Syailendra sanggup membeli restoran itu hanya dalam hitungan menit demi mendapatkan server cadangan cloud.

Bramantara yang berdiri di sampingnya melangkah mundur dengan lutut yang lemas.

Matanya menatap televisi lalu beralih menatap Siska dengan pandangan yang dipenuhi kemarahan yang luar biasa besar.

"Kamu... kamu benar-benar meracuninya, Siska?! Kamu benar-benar menjebaknya dari awal?!"

"Kak Bram, aku terpaksa! Aku melakukan itu karena aku mencintaimu!" raung Siska, merangkak memeluk kaki Bram dengan putus asa.

"Lepas! Wanita iblis!"

Bram menepis kaki Siska dengan sangat kasar hingga wanita itu terjungkal. Namun, sebelum Bram sempat meluapkan makiannya lebih jauh, suara sirine polisi yang melengking tinggi sudah menggema di depan gerbang rumah mereka.

Ngiung... ngiung... ngiung...

Lebih dari tiga mobil patroli polisi mengepung kediaman Bramantara.

Pintu depan didobrak paksa oleh lima orang petugas berseragam lengkap.

Seorang komisaris polisi melangkah maju, mengeluarkan selembar surat penangkapan resmi berwarna merah.

"Siska Wijaya, Anda resmi ditahan atas kasus pembiusan, pemalsuan dokumen, dan percobaan pembunuhan tidak langsung terhadap Adeline Wijaya," ucap petugas itu tegas, langsung memberikan instruksi kepada anak buahnya.

"Borgol dia!"

"Nggak! Lepasin aku! Aku nggak bersalah! Bram, tolong aku, Bram!"

jerit Siska meronta-ronta saat kedua pergelangan tangannya dikunci rapat oleh borgol besi yang dingin.

Ia diseret keluar dari rumah megah itu di bawah sorotan kamera wartawan yang mendadak sudah berkumpul di luar pagar.

Bram yang melihat istrinya diseret hanya bisa mematung dengan tubuh gemetar.

Namun, petugas polisi tidak berhenti di sana. Komisaris itu kembali menatap Bram dengan pandangan dingin.

"Tuan Bramantara, Anda juga diwajibkan ikut ke markas besar kepolisian untuk pemeriksaan atas dugaan keterlibatan konspirasi publik dan korupsi proyek pelabuhan tiga tahun lalu berdasarkan laporan baru yang diajukan oleh Syailendra Group."

Dunia Bram runtuh seketika.

Taktik melawan balik yang ia susun bersama Siska semalam justru menjadi bumerang yang meledakkan diri mereka sendiri dalam hitungan jam.

------------------------------

Sementara itu, di dalam mobil limosin hitam yang bergerak meninggalkan gedung konferensi pers, suasana terasa begitu tenang dan intim.

Elena Vance bersandar di kursi kulitnya, menatap ke luar jendela dengan napas yang akhirnya terasa lega setelah satu bulan lamanya menahan sesak.

Di sampingnya, Nicholas Syailendra duduk sembari menggenggam jemari tangan Elena dengan begitu erat dan posesif.

"Bagaimana perasaanmu sekarang, Elena?"

tanya Nicholas, suaranya terdengar berat namun sarat akan kehangatan yang hanya ia tunjukkan pada wanita ini.

Elena menoleh, menatap langsung ke dalam manik mata elang sang penguasa kota.

Sebuah senyuman miring yang begitu cantik terukir di bibirnya.

"Ini baru pemanasan, Nicholas. Siska sudah masuk ke dalam lubang tikus yang gelap. Sekarang... tinggal giliran mantan suamiku yang harus merangkak memohon ampunan di bawah kakiku."

Nicholas tersenym miring, menyukai kilat api dendam yang membuat Elena terlihat begitu memikat di matanya.

Pria itu mengangkat tangan Elena, lalu mengecup punggung tangannya dengan lembut.

"Apa pun yang kamu inginkan, Elena. Seluruh kekuatan Syailendra Group ada di dalam genggamanmu untuk menghancurkannya."

------------------------------

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!