NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Diam - Diam ?

"Bee, ada hal yang harus kamu tau." Kata Fey yang membuka pembicaraan dengan Gian malam itu.

"Kenapa, Baby?" Jawab Gian. Ia menutup buku yang sedang ia baca, lalu memandang istrinya.

"Sebentar lagi, kita bakal punya menantu." Kata Fey sambil tersenyum - senyum.

"Maksudnya?" Tanya Gian dengan wajah yang kebingungan.

Fey pun menceritakan pada Gian tentang misi yang akan di jalani Ryuga, misi yang mengharuskannya untuk menikah kontrak sengan partnernya.

"Ini misi perjodohan terselubung atau gimana, Bun?" Kekeh Gian.

"Gak tau juga. Kebetulan banget mereka (BIN) nawarin misi kayak gini. Setelah di tinjau tujuan utamanya dan ternyata masih satu tujuan dengan tugas kita, ya langsung oke aja." Cerita Fey sambil terkekeh.

"Terus, gimana reaksi Abang, Bun?" Tanya Gian.

"Ya tentu dia ngajak berdebat dulu, lah. Kayak gak tau anakmu yang satu itu. Akhirnya, kita sepakat buat ngasih waktu mereka untuk berfikir sampe besok," Jawab Fey.

"Partnernya udah setuju?" Tanya Gian.

"Belum juga, Bie. Nah, setelah kita selidiki, ternyata justru partnernya ini ada sedikit masalah yang berkaitan sama keluarganya." Kata Fey.

"Memang, ada hubungannya sama misi?" Tanya Gian.

"Ya sedikit banyak ada, Bie. Kalau masalah detilnya kita belum tau. Tapi, yang pasti untuk masalah inti lagi kita usahakan untuk selesai besok." Jawab Fey.

"Terus, kalo misal mereka berdua gak mau jalanin misi ini, gimana?" Tanya Gian lagi.

"Agen Rahasia dan BIN punya seribu satu cara buat maksa mereka berdua, Bie. Karena cuma mereka berdua yang di nilai cocok dan mampu mengemban misi ini. Lagi pula, posisinya si partner cewe ini bukan gak mau jalanin misi, tapi lebih mikirin keluarganya. PR nya, tinggal anakmu, tuh." Jawab Fey.

"Kamu setuju, kalau dia jadi mantu kita?" Tanya Gian yang dijawab anggukan oleh Fey. Fey kemudian meraih ponselnya dan menunjukkan foto juga profile milik Gladys.

"Dia dari keluarga yang sederhana banget, Bie. Keluarganya tinggal di Desa, sekitar dua sampe tiga jam perjalanan dari sini. Anaknya cantik, baik, ramah, pintar, sopan, dan skilnya gak bisa di bilang main - main." Jelas Fey.

"Yah, mudah - mudahan Abang setuju buat jalanin misi ini tanpa perlu di paksa sama dua atasannya." Kekeh Gian.

"Aku coret dari KK sih, kalo sampe dia nolak.* Sahut Fey sambil terkekeh.

...****************...

Sepanjang malam, Gladys tak bisa tidur. Ia terus memikirkan tentang misi yang harus ia sampaikan keputusannya hari ini. Pikirannya terus menimbang - nimbang masalah yang di hadapi keluarganya.

"Ah, Sial!" Kata Gladys yang kemudian meraup kasar wajahnya. Gadis cantik itu kemudian beranjak menuju ke kamar mandi ketika jam menunjukkan pukul enam pagi.

Gladys tinggal di sebuah rumah kost. Bukan di rumah pribadi, rumah kontrakan atau Apartemen. Meski begitu, rumah kost yang ia tempati itu terbilang nyaman meskipun hanya sebuah kamar berukuran empat kali lima meter.

Di kamar itu, sudah ada fasilitas tempat tidur dan lemari, wifi, tv, ac, penanak nasi kecil dan lemari es kecil. Hanya saja tak ada dapur dan kompor, karena dapur dan kompor ada di lantai dasar yang merupakan dapur bersama seluruh penghuni kost.

Gladys kembali menatap wajahnya yang terlihat lusuh. Lingkaran matanya terlihat menghitam dan wajahnya sedikit pucat. Tentu saja hal itu karena ia tak bisa tidur semalaman ini. Ia pun akhirnya memakai sedikit make up agar wajahnya terlihat sedikit segar.

Setelah selesai bersiap, Gladys pun segera turun dari kamarnya yang ada di lantai dua karena taxi pesanannya sudah ada di bawah. Di dalam taxi, ia masih saja melamun, memikirkan apa yang harus ia pilih. Bahkan, sampai detik - detik terakhir ini, ia masih belum memiliki keputusan.

Walaupun pernikahan kontrak, namun tetap saja hal itu melibatkan dua buah keluarga. Ia juga memikirkan, apakah keluarga calon suami kontraknya itu nanti mau menerima keluarganya yang hidup sederhana? Dan bahkan sedang tertimpa musibah saat ini.

Karena merasa terlalu sesak, Gladys kemudian membuka jendela mobil taxi yang ia tumpangi. Gladys menyandarkan kepalanya di dekat jendela dan memejamkan matanya. Ia menikmati angin yang terasa lembut membelai wajahnya.

Ctaaak!

Tiba - tiba ada seseorang yang menyentil dahinya saat mobil berhenti di lampu merah. Gladys yang terkejut pun langsung membuka mata.

Ia terbelalak saat melihat siapa yang menyentil dahinya dengan cukup keras.

"Hape lo rusak?" Tanya Ryu yang sudah berdiri di dekat pintu mobil.

"Turun! Ikut gue." Titah Ryu kemudian dengan wajah sedikit kesal.

"Kemana?" Tanya Gladys.

"Gak usah banyak tanya." Jawab Ryu sambil melirik ke arah Gladys.

Lagi - lagi, ia mengeluarkan tiga lembar uang seratus ribuan dari dalam dompetnya dan memberikan kepada supir taxi sebelum membawa Gladys masuk ke dalam mobil

"Mau kemana sih, pagi - pagi? Gue harus absen dulu di kantor." Kata Gladys.

"Emang gue jemput lo, karna mau gue sendiri?" Tanya Ryu.

"Buka hape lo!" Imbuh Ryu kemudian.

Gladys pun membuka ponselnya yang berada dalam mode hening. Ia sendiri lupa, kapan membuat mode hening di ponselnya hingga tak sadar jika ada banyak pesan masuk dan jejak panggilan termasuk dari Ryuga yang jejak panggilannya paling banyak.

"Sorry." Ucap Gladys.

"Tapi kenapa lo nelfon gue sampe tiga puluh kali?" Tanya Gladys yang hanya di jawab lirikan tajam oleh Ryu.

Tentu saja ada rasa panik saat Elno mengabari jika Gladys tak bisa di hubungi. Padahal, mereka harus segera menyampaikan keputusan karena misi harus segera di jalankan.

Melihat lirikan dari Ryu, membuat Gladys terdiam. Ia kembali menyandarkan kepalanya yang kini terasa berat.

"Lo sakit?" Tanya Ryu.

"Enggak. Gue gak apa - apa." Jawab Gladys.

"Lo gak tidur?" Tanya Ryuga. Namun, Gladys tak menjawab. Gadis itu masih terdiam dengan netra terpejam.

"Gue gak bisa tidur semalem. Isi kepala gue terlalu berisik." Jawab Gladys dengan lirih.

Ryu tampak beberapa kali mencuri pandang ke arah Gladys yang masih setia memejamkan matanya. Sepertinya, gadis di sebelahnya ini benar - benar tertidur setelah beberama lama tak kembali bersuara.

Ryu menghela nafasnya. Wajah gadis di sebelahnya terlihat penuh beban. Tanpa banyak berpikir lagi, Ryu mengubah arah tujuan mobilnya. Sembari mengemudikan mobil, Ryu mengirim pesan pada dua atasannya.

Ia bergerak sesuai instingnya. Namun, ia tetap harus meminta persetujuan dari dua atasannya agar bisa memudahkan akses pergerakannya.

Saking nyenyaknya, gadis itu bahkan tak terbangun saat Ryu menurunkan sandaran kursi dengan perlahan agar gadis itu bisa tidur dengan nyaman. Ryu juga menutupi tubuh Gladys dengan jas miliknya.

Setelah menempuh dua jam perjalanan, Ryuga membelokkan mobilnya ke halaman sebuah rumah sederhana yang ada di sebuah Desa.

Rumah itu tampak begitu asri, bersih dan terawat. Sama seperti kebanyakan rumah di Desa. Rumah itu, tak lain adalah rumah milik kedua orang tua Gladys.

Ryu kembali menatap wajah Gladys. Ia memindai setiap senti wajah gadis di sebelahnya. Tangannya terulur dengan ragu untuk menyibak rambut yang sedikit menutupi wajah Gladys.

Sialnya, Gladys langsung membuka mata ketima merasakan ada yang menyentuh sedikit bagian wajahnya.

Ctaaak!

Ryuga langsung menyentil dahi Gladys saat gadis itu membuka matanya. Tentu saja ia tak ingin Gladys tau jika sedari tadi ia terus mengamati wajah cantik Gladys dan berniat untuk membenahi rambutnya.

"Apaan sih lo! Sakit tau, gak!" Gerutu Gladys sambil mengusap dahinya.

"Gue kira, lo gugur di perjalanan." Ledek Ryu sambil tersenyum smirk.

"Yu! Lo ngapain bawa gue kesini?" Tanya Gladys dengan wajah kebingungan.

1
Munas Tuti
he..he...Ryu cemburu beneran gituuu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu bang????
Munas Tuti
gimana siiih Gladys kok gak ngerti klo sdh nikah sah sscara agama da negara
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ya Ryu karna sambil menjalankan misi Ryu akan memenangkan hatinya Gladys 😂😘
This Is Me
Makin sweet aja pasangan ini 😍
utama
kak buat Ryu ditengah jalan misi menyatakan isi hati ya pasti seru🥰
lanjut kak author
This Is Me
Lanjutin aja jadi nikah beneran😍😍
💟노르 아스마💟
sprtinya Ryu emang cintrong yakk ke gladis
Munas Tuti
ha..ha..ha...bisa jg Ryu godain Gladys
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerjaan Ryu skrng itu godain Gladys 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!