NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 MENINGGALNYA BUNGA

keperdulian Pak Rudiansyah yang sudah dipengaruhi oleh kehadiran Meta, semakin nampak saat Buk Bunga mulai bertambah sakit, dan bahkan Pak Rudiansyah jarang pulang, dia menikmati hidupnya bersama Meta lebih indah diluar daripada melihat Bunga istrinya yang Sakit-sakitan.

Dinar sangat marah atas perlakuan Papanya kepada Mamanya yang sudah begini, tapi Papanya masih sibuk dan tak perduli.

"Assalamu'alaikum Pa, Papa dimana, tolong Pa pulanglah Mama mengeluarkan darah banyak sekali, Mama selalu bertanya Papa, Mama tidak bisa bertahan lagi, tolong pulanglah Pa, kenapa Papa seperti ini"

"Kamu kan ada Dinar apa gunanya kamu sebagai anak, ya itu merawat Mamamu, Papa sibuk jangan kamu menganggu, besok Papa akan pulang"

"Tapi Pa... "

Telpon Dinar dimatikan oleh Pak Rudiansyah, Dinar menangis melihat perlakuan Papanya, dan tak tega melihat Mamanya yang selalu menanyakan Suaminya.

Sementara Pak Rudiansyah berada dalam satu hotel bersama Meta menikmati surga dunianya. Meta sangat puas mendengar pembicara Rudiansyah dan anaknya Dinar, yang kini benar-benar dalam Pengaruhnya.

"Kamu hebat sayang, kamulah kebahagian Mas Sekarang, kamu tahu apa yang Mas Mau"

"Tentu Mas, aku akan memberikan apa yang Mas Mau, Ah...!! enak sekali genjotan mas memang jitu"

"Ah kamu bisa aja sayang"

Dalam balutan selimut, tanpa sehelai pun pakaian diantara mereka berdua, Pak Rudiansyah dan Meta menikmati dosanya tanpa berpikir apapun, jeritan merangsang Meta membuat kegilaan Pak Rudiansyah men genjot Meta semakin Kuat.

Hati Pak Rudiansyah sudah dilumuri oleh hawa nafsu karena pemikat Meta, sehingga dia tidak sadar akan keadaan istrinya yang sedang diambang Sakaratul Maut.

**

Sementara dirumah Dinar, Dut,Pak Sukri dan Bik Aini duduk membacakan surat Yasin kepada Buk Bunga, Disisi lain nampak Pak Ustad Hamzah dan Istrinya sedang membacakan dua Kalimat Syahadat ke telinga Buk Bunga dan hadir juga beberapa tetangga yang dekat dengan keluarga yang ramah itu.

"Pak Rudiansyah sudah diberi tahu Dinar?" ucap Ustad Hamzah.

"Sudah Pak Ustad tapi Papa masih sibuk, kelihatan belum bisa diganggu."

Dinar berusaha menyembunyikan apa yang terjadi kepada Papanya yang sebenarnya sudah tidak perduli dengan Mamanya beberapa bulan ini, bahkan hari ini Dinar dimarahi, karena menelpon.

"Hmmm, biarkan Bapak yang menelpon Papa kamu? "

"Jangan Pak Ustad biarkan saja, saya ikhlas walau suami saya tidak ada"

Dengan terbata-bata Buk Bunga melarang Pak Ustad yang ingin memberitahu kondisinya, Karena Buk Bunga sudah tahu bahwa suaminya berselingkuh, maka dia memilih diam demi Anak-anaknya, saat ini dia pasti dengan selingkuhannya.

Buk Bunga kembali mengeluarkan darah segar dari mulutnya untuk sekian kalinya. Hati Dinar merasa tersayat melihat itu semua, dendam benci kepada Papanya semakin tertanam. dihati Dinar. Sementara Dut menangis melihat kondisi Mamanya yang diikuti oleh Pak Sukri dan Bik Ani melihat kondisi Buk Bunga orang yang sudah banyak menolong mereka.

"Pak Sukri dan Bik Ani kesini lah"

Pak Sukri Dan Bik Ani mendekat sambil berbisik Buk Bunga meninggalkan pesan untuk Anak-anaknya.

"Tolong jaga anak-anak saya, jika saya sudah tidak ada, jauhkan mereka dari keluarga Nenek Aini dan jangan memakan apa saja yang mereka berikan.

"Kenapa Nyonya"

Bik Ani merasa pesan Buk Bunga sangat aneh, keluarga Nenek Aini adalah Neneknya Meta sahabat dari Dinar.

Firasat Buk Bunga diujung ajalnya merasakan sesuatu, karena sejak dirinya ditemukan keracunan lima bulan lalu karena dia sering memakan lepat Poci dari Nenek Aini. tapi dia mencoba menyakini dirinya itu salah. Dari beberapa kali pemeriksaan tidak ditemukan penyakit apapun di dirinya yang ada hanya penggumpalan darahnya yang aneh, yang akhirnya diperiksa lebih lanjut bahwa darahnya mengandung Racun arsenik setara dengan sianida yang diberikan sedikit demi sedikit hingga merusak ginjal dan jantungnya.

Hal ini sangat telat diketahuinya, ditambah lagi sejak saat itu sifat suaminya mulai berubah kepadanya. Buk Bunga menyelidik itu semua, dan datang kerumah Nenek Meta, dengan alasan memberi bantuan karena ada rezeki, disana Buk Bunga pernah menemukan Racun Arsenik yang terletak di dapurnya saat Buk Bunga izin untuk buang air kecil. dan ditinggal sampah.

Buk Bunga sebagai perawat tiba-tiba memiliki insting yang kuat, kembali dia memesan lepat Poci Nenek Aini, buk bunga memeriksa ke ,labor, tapi tidak terdeteksi. Dia mencoba mendamaikan hatinya telah suudzon dengan Nenek Aini. Namun aaaa hingga mengeluarkan darah yang hebat.

Buk Bunga tidak tahu bahwa hasil lab yang dilakukan nya kembali diuji tentang Lepat Poci Nenek Aini, karena petugas labor waktu itu melihat kenapa lepat itu tidak dihinggapi serangan atau ulat setelah beberapa hari diuji, ternyata semua akan nampak setelah beberapa hari baru racun bekerja. Petugas Lab berusaha menghubungi Buk Bunga, namun telponnya mati karena sakit, dan petugas Lab mengirimkan PDF Ke Handphone buk Bunga yang masih belum terbuka sampai saat ini.

Bacaan Yasin untuk Buk Bunga yang masih mengeluarkan batuk dan darah di mulutnya, masih

berlangsung. tepat malam sesudah isya, Buk Bunga sudah tidak sadar diri.Nafasnya satu-satu.

"Mama..... Mama.... "

Dut menangis saat melihat Mamanya tidak sadar diri, Dinar terus mengaji dengan tangisnya, sakit hati kepada Papanya di tahan di hatinya.

Pak ustadz membacakan dua kalimat syahadat ditelinga Buk Bunga beberapa kali, akhirnya pukul sembilan lewat sepuluh Buk Bunga menghembuskan nafas terakhirnya. Innalillahi Wa inalillahi Raji'un Buk Bunga meninggal dunia.

"Buk Bunga.... "

Pak ustadz memanggil Buk Bunga tiga kali.

"Mama..... Mama...... "

Dut menjerit menangis histeris melihat Mamanya.

"Mama.... Mama....... "

Dinar berlari memegang tubuh Mamanya.

"Mama Kak.... Mama kita sudah pergi"

Dut nampak histeris dalam tangisnya kehilangan Mama yang dicintainya.

"Iya Dek .. "

Pak Sukri, Bik Ani memeluk kedua anak Buk Bunga mereka menangis dengan segala kepiluan.

Beberapa saat kemudian terdengar pengumuman di masjid tentang berpulangnya Buk Bunga. Warga mulai berdatangan setelah mendengar pengumuman di mesjid. Sinar mulai menelpon Kakak Buk Bunga Barca dan saudara lainnya. Dinar berusaha mengirim pesan kepada Papanya namun centang satu.

"Pa... Mama sudah meninggal, di mana Papa sekarang tolong segera pulang"

Hati Dinar sakit saat membuat pesan tersebut karena Papanya tidak perduli sama sekali, kini Mama sudah pergi dalam kesakitannya. Mama sudah tenang.

Ada yang bahagia dibalik kematian Buk Bunga saat ini dialah Nenek Aini dan Meta yang berharap akan menjadi Nyonya Rudiansyah nantinya. sekali lagi langkah mereka mendapat jalan. Meta sebenarnya sudah mendapatkan kabar dari Neneknya tentang kematian Buk Bunga tapi berpura-pura untuk tidak mengetahuinya, kesenangan dan kebahagian sedang meliputi jiwanya, karena selangkah demi selangkah tujuannya kini tercapai walau perjalanan yang sangat panjang

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!