NovelToon NovelToon
KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Sistem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
​Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 - Kediaman Roh Suci dan Mutiara Ungu

Jalan setapak menuju tanah paviliun milik sang Penatua Kebijaksanaan, Tetua Ling Er, terletak di ujung seberang pusat ibu kota. Jarak yang teramat jauh itu memaksa Han Yu untuk mempercepat langkah kakinya dengan mengerahkan teknik meringkas jarak spiritual secara konstan. Setelah setengah jam melakukan perjalanan cepat berbekal sisa energi batinnya, Han Yu akhirnya tiba di depan gerbang sebuah perkebunan kuno yang sangat luas dan megah.

Han Yu tersentak kaget dan sepasang mata birunya langsung dipenuhi oleh rasa kagum yang mendalam saat mengamati pemandangan di hadapannya. Sebuah lapangan hijau yang sangat luas membentang indah, dikelilingi oleh lebatnya hutan bambu spiritual yang diselimuti kabut tipis. Di hamparan lapangan tersebut, Han Yu melihat banyak sekali satwa suci peliharaan klan yang tampak sangat anggun, elok, dan menawan sedang berkeliaran dengan bebas tanpa tali pengikat.

Saat Han Yu melangkahkan kakinya masuk ke dalam area tanah perkebunan tersebut, sebuah sensasi ketenangan dan kedamaian yang luar biasa langsung merayap masuk ke dalam sanubarinya, menyapu bersih sisa ketegangan fisik. Sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling, Han Yu mengagumi bagaimana penataan tanah dan kolam giok di sekitar perkebunan itu selaras dengan hukum alam. Beberapa menit kemudian, langkah kakinya terhenti tepat di depan sepasang pintu kayu cendana bangunan utama. Dia mengangkat tangan lalu mengetuk daun pintu tersebut dengan sopan.

Pintu besar itu terbuka perlahan, dan secara mengejutkan, sesosok makhluk kecil beraliran roh suci terbang keluar dari dalam ruangan. Han Yu memicingkan sepasang matanya dengan cermat, terkejut saat menyadari bahwa sosok kecil itu adalah seorang gadis muda berukuran mini yang memiliki sepasang sayap tembus pandang yang berkilauan di punggungnya. Fenomena mistis ini benar-benar membuat Han Yu tertegun sejenak karena belum pernah melihat ras roh suci sekecil itu.

"Saya adalah Han Yu. Saya datang ke tempat ini untuk mengunjungi Tetua Ling Er atas perintah langsung yang diberikan oleh Yang Mulia Ratu Lin Xian," ucap Han Yu seraya menganggukkan kepalanya dengan sangat sopan dan memberikan penghormatan formal.

"Ah, jadi kamu yang bernama Han Yu? Pemuda tampan yang memiliki pesona menawan yang sedang ramai dibicarakan itu? Cepat masuk ke dalam!" peri kecil itu tersenyum riang lalu terbang berputar-putar di sekeliling tubuh Han Yu sambil terkikik genit karena terpesona oleh Paras Sempurna milik Han Yu.

Peri kecil itu memimpin jalan masuk ke dalam paviliun utama, dan Han Yu segera melangkah mengikutinya dari belakang. Begitu berada di dalam, Han Yu kembali dibuat terbelalak saat mendapati ada lebih dari seratus peri roh suci serupa yang sedang beraktivitas di dalam paviliun tersebut. Masing-masing dari mereka tampak sangat sibuk melakukan berbagai tugas kultivasi, memancarkan aura keanggunan serta temperamen murni yang bahkan terasa jauh lebih pekat jika dibandingkan dengan para pengawal wanita di istana Ratu Lin Xian.

"Tetua Ling Er, aku telah membawa Han Yu datang ke hadapanmu!" teriak peri kecil yang menemani perjalanan Han Yu sejak dari gerbang depan.

"Oh, terima kasih banyak atas bantuanmu, Nona Ruo Yin. Kamu sudah sangat banyak membantuku hari ini," Tetua Ling Er menjawab dengan sebuah senyuman lembut sambil menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia segera membalikkan badannya menatap lurus ke arah posisi Han Yu. "Halo, Han Yu. Ayo melangkah kemari mendekat denganku, jangan merasa malu atau sungkan di tempat ini."

Han Yu menganggukkan kepalanya patuh lalu berjalan dengan langkah anggun mendekati meja giok tempat Tetua Ling Er duduk. Saat berada tepat di hadapan wanita bijaksana tersebut, Han Yu menyapa seluruh nona peri cantik di ruangan itu dengan untaian kalimat yang sangat halus, membuat mereka semua tersenyum manis secara serentak dan menjawab sapaannya dengan satu suara yang kompak.

Han Yu menyadari bahwa para peri roh suci di tempat ini memiliki watak yang sangat aktif, jujur, dan polos, seolah-olah mereka sama sekali tidak memahami bagaimana cara menipu orang lain. Tak lama kemudian, atas desakan ramah dari beberapa peri kecil yang kini telah duduk bertengger di kedua belah bahunya, Han Yu meraih cawan giok berisi teh herbal yang disuguhkan lalu meminumnya hingga tandas.

Seketika itu juga, lidahnya merasakan sensasi rasa pahit yang sangat pekat, yang sedetik kemudian berubah menjadi rasa pedas yang membakar di sepanjang tenggorokan. Kedua alis mata Han Yu sedikit terangkat menahan efek tajam teh tersebut, namun berkat ketahanan fisiknya, dia tetap berhasil menghabiskan seluruh isi cawan tanpa merubah ekspresi wajah tampannya.

Melihat reaksi tenang Han Yu, para peri kecil di sekelilingnya langsung berteriak tidak senang sambil cemberut masam. Mereka menghentakkan kaki kecil mereka seraya berseru bahwa hal ini sangat membosankan karena target mereka tidak menunjukkan kepanikan. Han Yu hanya bisa tertawa renyah dan menggelengkan kepalanya. Benar saja, bahkan makhluk suci yang tampak polos ini pun ternyata sangat suka menjahili para praktisi manusia yang berkunjung.

"Tampaknya trik jahil mereka sama sekali tidak berhasil untuk mempermainkan keteguhan meridianmu," Tetua Ling Er tertawa pelan melihat kekecewaan para pelayan kecilnya. Dia kemudian mengulurkan tangan kanannya, meraih pergelangan tangan Han Yu dengan lembut untuk memeriksa aliran darahnya. "Baiklah, izinkan aku menjelaskan terlebih dahulu alasan mengapa aku memanggilmu ke sini. Ratu Lin Xian mendeteksi bahwa kamu memiliki potensi batin yang sangat tinggi, begitu pula dengan hasil penerawangan jiwaku. Namun, ada yang aneh denganmu, warna tanda bakat yang muncul di dalam prasasti takdirmu adalah warna ungu pekat."

"Warna ungu? Apakah itu melambangkan sebuah tingkatan potensi yang lemah atau justru sebaliknya?" tanya Han Yu merasa sangat bingung. Meskipun dia tidak memahami ilmu ramalan kuno yang dibaca oleh sepasang mata Tetua Ling Er, dia merasa sangat penasaran dengan kapasitas bakat tubuh iblisnya.

"Awalnya aku sendiri sempat merasa sangat bingung dan meragukan hasil ramalan tersebut. Namun, setelah melakukan pencarian mendalam di dalam ruang perpustakaan kuno milik keluargaku, aku berhasil menemukan sebuah kitab tua terlarang ini," ucap Tetua Ling Er seraya mengulurkan sebuah kitab bersampul usang yang telah menguning kepada Han Yu. Kitab itu menjabarkan tentang ramalan munculnya sang pembawa tanda ungu yang akan menyerap seluruh cahaya hari dan menjadi lentera harapan tertinggi bagi masa depan Lembah Lingshu.

Han Yu sebenarnya tidak terlalu mempercayai isi ramalan muluk-muluk tersebut karena dia sadar potensi awalnya di sistem batin hanyalah kasta Iblis Rendah. Terlebih lagi, jalur takdir Kaisar Pesona yang dia ambil bukanlah jalan kultivasi bela diri murni yang mengandalkan kekuatan fisik penghancur, melainkan sebuah jalur unik yang lebih cocok untuk terjun ke dalam intrik sosial dan manipulasi batin. Jika bukan karena bantuan dari mantra kegerlapannya tempo hari, mustahil baginya untuk bisa selamat dari kepungan musuh.

"Tetapi, aku sendiri sama sekali tidak menganggap diriku sebagai seorang pemuda yang berbakat dalam hal kultivasi," ucap Han Yu seraya menyunggingkan sebuah senyuman pahit dan menggelengkan kepalanya perlahan, meragukan apakah ramalan ini adalah sebuah keberuntungan atau justru kutukan baru baginya.

Tetua Ling Er hanya tersenyum misterius lalu melambaikan tangan kirinya ke udara. Tiba-tiba, sebutir bola kristal berukuran kepalan tangan jatuh meluncur ke atas meja giok, dan Han Yu dengan sigap langsung meraih bola tersebut tepat pada waktunya sebelum terjatuh. Namun, keajaiban mendadak terjadi. Begitu telapak tangan Han Yu menyentuh permukaan kristal, seluruh bagian bola tersebut langsung bersinar terang meledakkan cahaya berwarna ungu pekat yang sangat menyilaukan ke seluruh penjuru aula paviliun.

Han Yu mengangkat kedua alis matanya tinggi-trtinggi, menatap terkejut ke arah bola di genggamannya. Sementara itu, Tetua Ling Er tampak menyeringai puas dan menyandarkan tubuh matangnya ke sandaran kursi giok dengan tatapan mata yang berkilat cerah.

"Ramalan kuno klan kami tidak pernah salah, Han Yu. Kitab suci mengatakan bahwa ketika Mutiara Kebenaran ini bersinar dengan warna ungu absolut saat disentuh, itu adalah sebuah pertanda mutlak bahwa sesosok genius dengan bakat terhebat sepanjang masa telah resmi lahir ke dunia," ucap Tetua Ling Er penuh penekanan.

1
Blue Manusia Biasa
jujur aja langsung capek mataku lihatnya thor😭 panjang banget paragraf nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!