NovelToon NovelToon
Hasrat Om Tampan

Hasrat Om Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:198k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Sosok wanita cantik yang mulai mengusik kehidupan seorang pria yang di mulai hasrat yang selama ini dia pendam seolah mulai menunjukkan sisi posesif dan ingin memiliki apa yang wanita itu miliki.
"Hanya aku seorang yang pantas untukmu." Gumam Pria itu dengan mulai menunjukkan hanya dirinya yang pantas memiliki wanita cantik itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

  Pagi hari

 Terlihat Hazel baru saja bangun dari tidurnya,sesekali ia memeriksa tubuhnya.

 Hingga Hazel merasa kesal pada dirinya sendiri,"Kenapa sampai bisa seperti ini." Batin Hazel yang merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Om Haris pada dirinya.

 Hazel mencoba tenang,dan ia mulai mengontrol emosinya,"Aku harus tenang, masalah ini seharusnya aku bisa atasi sendiri.Tapi apa mungkin Om Haris menyukaiku,atau hanya sekedar ingin mempermainkan ku saja" Gumam Hazel yang masih meragukan hal itu, dirinya pun belum sepenuhnya mempercayai hal itu.

 Hazel segera bangkit dari tempat tidurnya,dan memulai aktivitasnya seperti biasanya.Kini posisi Hazel berada di tangga turun kelantai bawah, pandangan Hazel teralihkan oleh sosok wanita yang saat itu sedang sibuk membawa keranjang.

 "Anin." nama wanita itu dipanggil oleh Hazel.

 "Iya Nona."sapa Anin kepada Nona Hazel yang baru saja turun dari tangga,Anin datang mendekati Nona Hazel.

 "Kebetulan saya sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Nona.Tuan Haris pun sudah ada di ruang meja makan menunggu Nona." mendengar nama pria itu disebut seketika ia mengingat memori semalam yang membuat dirinya malu sendiri.

 "Benar-benar memalukan."Batin Hazel yang mengingat kejadian itu.

 "Baiklah." Hazel pergi menuju ruang meja makan yang di mana di ruangan itu sudah ada Om Haris yang sedang duduk menikmati secangkir kopi dengan tablet yang ada di tangan kanannya.

 Melihat kehadiran Hazel,Haris menatapnya dengan senyuman sekaligus ekspresi bahagia yang terpancar dari wajahnya.

 "Sayang." mendengar namanya dipanggil sayang, mulut Om Haris langsung di bungkam dengan tangan Hazel.Hazel melirik kanan kiri melihat situasi di pagi itu.

 "Jangan panggil nama sayang,bisa tidak panggil namaku saja." Ucap Hazel yang memberikan kode diruang samping.

 "Memang ada apa yang salah,sayang?" tanya lagi Haris yang melihat Bingung dengan sikap Hazel.

 "Apa Om tidak sadar, di rumah ini ada orang lain.Jangan sampai Anin mencurigai kita." mendengar penjelasan itu, Haris mulai mengerti apa yang sedang ditakutkan Hazel, bahkan terlihat dari ekspresi Haris tenang-tenang saja.

 "Tenang saja sayang, wanita itu tak akan berani mengganggu kita berdua.Jangan terlalu khawatir dengan hal itu."Haris santai menanggapinya dan ia masih saja mencoba meyakinkan Hazel untuk tidak lebih takut.

 "Bagaimana nanti Anin mencurigai kita."respon Haris hanya tersenyum.

 "Jika dia tahu pun tak menjadi masalah juga, akan aku tunjukkan jika kamu adalah Nyonya di rumah ini."Tiba-tiba saja hazel memukul pundak Om Haris.

 "Jadi berpikir aneh-aneh Om." Hazel menanggapinya dengan nada kesal,dan menilai Om Haris dengan santai menanggapinya.

 Akhirnya Hazel duduk disamping Om Haris yang sesekali Haris diam-diam masih menatap wajah dirinya.Masih sama seperti yang kemarin,sikap Haris menunjukkan sifat lembut dan perhatian yang begitu besar pada Hazel.

 "Ingat,nanti siang aku jemput." Haris sekali lagi memperingatkan Hazel untuk tidak lupa dengan janji mereka berdua.

 "Iya ,Om." Raut wajah Haris mulai lesu.

"Jangan Om, panggil sayang." Haris mulai protes dengan Hazel yang selalu memanggil namanya dengan kata Om,ia tak merasa usianya belum terlalu tua .

"Apa tidak malu jika nantinya Anin mendengar kata itu." Hazel menunjukkan Anin yang sedang berjalan melewati ruang meja makan dengan membawa keranjang.

 "Biarkan saja,dia sibuk dengan pekerjaannya." Haris santai menanggapinya.

  Setelah selesai sarapan pagi,Haris mulai bersiap untuk berangkat ke kantor tiba-tiba saja Haris mengecup dahi Hazel.Jujur,Hazel merasa risih dengan apa yang di lakukan oleh Omnya itu.

Kini posisi Hazel berada diruang tengah,duduk santai sembari membaca majalah yang ada diruangan itu.

 "Anin." Hazel memanggil Anin yang saat itu baru saja turun dari tangga.

"Iya Nona." jawab Anin yang langsung datang menghampiri Hazel.

 "Kamu duduk disini,temani aku sebentar." Anin langsung duduk disamping Nona Hazel.

 "Apa ada masalah tentang pekerjaan yang saya kerjakan hari ini?" tanya Anin yang merasa ada masalah dengan pekerjaannya.

 "Tidak hanya hanya ingin teman ngobrol.Bosan aku duduk sendirian." jawab Hazel dengan senyuman,pada akhirnya mereka asyik dengan obrolan mereka.

 "Begitu ya,aku kira kamu akan tinggal disini." Hazel baru mengetahuinya.

 "Tidak Nona." jawab Anin dengan senyuman.

 "Sudah bilangin,jangan panggil Nona.Panggil namaku saja,Hazel."Hazel tak nyaman jika namanya harus dipanggil dengan nama Nona.

 "Itu tidak sopan, Nona."

 "Bagiku sopan, apalagi di ruangan ini hanya ada kita berdua. Wajar saja jika kita memanggil dengan nama." Hazel tak ingin di bantah,apalagi ia merasa nyaman dengan kehadiran Anin menjadi teman obrolannya

 Setelah dengan obrolan mereka,Anin pamit melanjutkan pekerjaannya.Sedangkan Hazel kembali ke kamarnya.

 Satu jam kemudian

 Tiba-tiba saja ada suara ketukan dari arah pintu kamar milik Hazel,setelah Hazel membuka ternyata didepan pintu kamar Hazel ada Anin.

 "Maaf Non,tuan Haris mencari Anda." Mendengar nama pria itu disebut, Hazel mulai mengerti.

 "Baiklah." jawab singkat Hazel yang segera ganti baju,setelah selesai barulah ia keluar dari kamarnya.

 Benar saja,diruang tengah ada sosok pria yang sedang menunggu kedatangan dirinya.Siapa lagi jika bukan Om Haris,yang menyambut dengan senyuman kearah Hazel.

 "Sayang." sapa Haris dengan senyuman.

 "Bagaimana,kita berangkat sekarang?" tanya Haris pada Hazel.

 Hazel hanya menganggukkan kepala,mereka berdua akhirnya berangkat di hari itu juga.Apalagi ada Edo asisten dari Haris yang mengantarkan mereka berdua pergi ke tempat yang akan mereka berdua kunjungi.

 Haris sibuk memilih beberapa dress untuk Hazel,tak hanya satu tapi 4 dress.Semuanya itu sengaja ia siapkan khusus untuk Hazel.

Haris kemudian maju deretan sepatu hingga tas mewah,dan ada beberapa barang lagi yang akan ia belikan khusus Hazel.

  Pada akhirnya semua barang-barang yang Hazel butuhkan sudah lengkap semuanya,kini posisi mereka berdua berada di restoran untuk istirahat sembari menikmati makan siang mereka.

 "Habiskan sayang." Haris begitu menunjukkan perhatian lebih Hazel.

 "Setelah ini kita pulang ya." Hazel benar-benar lelah setelah berbelanja begitu banyak untuk dirinya.

 "Iya sayang." Haris tak habisnya menunjukkan rasa cinta pada Hazel, walaupun Hazel tetap memandang dengan tatapan keraguan.

 Akhirnya mereka pergi dari tempat itu,tanpa mereka sadari ada seseorang wanita yang terus memperhatikan mereka berdua.

 "Haris."lirih wanita itu,yang melihat langsung kehadiran pria itu.

 Wanita itu lari mendekati pria itu,tapi sayangnya ia kehilangan jejak,"Aku yakin,pria tadi adalah Haris.Tapi dia bersama siapa,tak mungkin dia sudah memiliki kekasih." Wanita itu terlihat begitu penasaran dan mulai gelisah dengan siapa dia keluar.Bahkan baru pertama kali ini dia Haris keluar bersama seorang wanita.

1
D_wiwied
hmmm positif ni Hazel, gimana nggak orang tiap hari digempur 😆🤭
D_wiwied
Jodohin aja tu Sean ama Claudia
nilim
wess
Mia Camelia
makin seruuuu👍🥰
D_wiwied
pagi2 dah disuguhi yg hot hotttt
D_wiwied
ini gimana ceritanya melamar sambil telanjang gituu😱🤭🤣
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!