NovelToon NovelToon
Bos Itu Mantan Pacarku

Bos Itu Mantan Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas Dendam
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dua tahun lalu, Tsania memilih mengakhiri hubungannya dengan Arsen, pria yang sangat ia cintai. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena sebuah rahasia pahit yang memaksanya pergi tanpa penjelasan. Sejak saat itu, mereka menjalani hidup masing-masing, menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling menyiksa.

Hari pertama bekerja di perusahaan impiannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Tsania mengetahui bahwa CEO muda yang dingin, arogan, dan disegani semua orang adalah Arsen, mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan. Kini, Arsen adalah bosnya.

Bagi Arsen, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan kesempatan untuk membalas rasa sakit yang selama ini ia pendam. Ia bersikap dingin, memberi tugas-tugas sulit, dan terus menguji kesabaran Tsania. Namun, di balik tatapan tajam dan sikap tak berperasaannya, masih tersimpan cinta yang tak pernah benar-benar padam.

apakah yang akan terjadi kepada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tsania 12

Langkah kaki Arsen terdengar berat dan terseret, bergema di sepanjang koridor rumah sakit yang dingin dan temaram. Langkahnya yang biasa tegap dan percaya diri kini gontai tanpa arah. Setiap sudut lorong seolah memantulkan kembali kalimat-kalimat yang meremukkan dadanya. pecundang, racun buat nyawanya, monster.

Pria itu berjalan keluar menuju pelataran parkir RS YPK Mandiri. Angin malam yang membawa sisa-sisa gerimis langsung menyapu wajahnya yang pucat. Arsen bersandar kaku di samping pintu mobil mewahnya, menengadahkan kepala menatap langit malam yang kelam. Dua kancing atas kemejanya terlepas, jasnya entah tertinggal di mana, dan rambut hitamnya berantakan diterpa angin.

Kedua tangannya yang tertempel di kap mobil bergetar hebat. Bayangan Tsania dengan masker oksigen, mata basah penuh keputusasaan, serta terbatuk-batuk menahan kejang, terus membakar ingatan dan pikirannya.

“Bapak tidak pernah tahu kan... kenapa saya pergi tiga tahun lalu? Bapak tidak pernah mau bertanya... Bapak hanya memelihara ego dan keangkuhan Bapak!”

Arsen memejamkan matanya rapat-rapat. Rasa bersalah yang teramat sangat tiba-tiba membelit dadanya hingga ia sulit bernapas. Ia mengepalkan tangan dan meninju kap mobilnya sendiri dengan keras.

Brak!

Nyeri di buku-buku jarinya tak sebanding dengan rasa sakit yang mencabik-cabik batinnya. Apakah ia memang secebut dan sejahat itu? Apakah dendam yang selama tiga tahun ini menjadi bahan bakarnya untuk bangkit ternyata hanyalah sebuah kesalahpahaman gila yang ia ciptakan sendiri?

Tiba-tiba, suara sorot lampu mobil lain menyapu tubuhnya. Sebuah sedan hitam berhenti tepat di sebelah mobil Arsen. Pintu mobil itu terbuka kencang, dan sesosok pria berjas rapi melangkah keluar dengan raut wajah gusar.

Danu.

Sahabat dekat sekaligus sekretaris utamanya di Pratama Group itu berjalan cepat menghampiri Arsen. Danu menatap Arsen dari atas ke bawah melihat kondisi sang CEO yang berantakan, rapuh, dan kehilangan arah, sangat berbeda dari sosok pria dingin yang biasanya memegang kendali penuh atas ribuan karyawan.

"Arsen!" panggil Danu dengan nada suara yang bergetar menahan amarah bercampur keprihatinan.

Arsen perlahan membuka matanya, menoleh gontai ke arah Danu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Danu menarik napas panjang, mengusap wajahnya frustrasi.

"Tadi aku dari dalam... aku sempat bicara sama dokter di luar HCU sebelum kamu keluar. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana, Arsen?! Kenapa kamu sampai bikin kondisi Tsania melonjak kritis begitu?!"

Arsen menyandarkan punggungnya pada pintu mobil, pandangannya kosong menatap aspal basah. "Dia... dia membenciku, Nu," bisik Arsen dengan suara parau yang nyaris pecah.

"Dia menatapku seolah aku ini monster yang sengaja ingin membunuhnya..."

Danu berkacak pinggang, menatap Arsen dengan tatapan tak percaya. "Lalu kamu kaget?! Kamu kaget dia membencimu setelah apa yang kamu lakukan padanya beberapa hari terakhir ini?!"

"Aku tidak tahu kondisinya separah itu!" potong Arsen, suaranya meninggi menahan emosi yang berkecamuk di dadanya.

"Aku hanya ingin dia mengaku! Aku cuma ingin dia minta maaf dan menjelaskan kenapa dulu dia meninggalkanku begitu saja di saat aku hampir gila di Singapura, Nu! Kenapa dia harus menahannya sampai menghancurkan tubuhnya sendiri?!"

"Karena dia punya harga diri, Arsen! Dan aku yakin dia punya alasan kuat untuk pergi darimu dan bahkan sampai sekarang tak bicara padamu, Arsen!" bentak Danu keras, melangkah maju mendekati Arsen hingga jarak mereka hanya bertaut satu langkah.

"Tsania punya harga diri yang sangat tinggi! Dia tahu kamu sudah punya posisi tinggi, kamu punya kekuasaan, dan sekarang kamu dikelilingi wanita seperti Aurelia! Dia tidak mau terlihat lemah di depanmu! Dia melamar ke Pratama Group murni karena dia butuh pekerjaan untuk menyambung hidup, bukan untuk dicambuk oleh dendam pribadimu!"

Arsen mengatupkan bibirnya rapat-rapat, rahangnya mengeras.

"Tapi dia bilang... aku tidak pernah mau bertanya alasan sebenarnya dia pergi. Dia bilang aku cuma memelihara ego... Padahal yang egois selama ini adalah dia, Danu! Bukan aku! Dia yang egois dan meninggalkan aku!"

Danu menghela napas berat, amarah di wajahnya perlahan luntur, berganti menjadi raut pias penuh simpati pada sahabatnya yang sedang dihantam krisis batin luar biasa itu. Danu menepuk bahu Arsen kencang.

"Dengar, Arsen. Sebagai sahabatmu, aku tahu betapa hancurnya kamu waktu Tsania menghilang tiga tahun lalu. Aku ada di sana waktu kamu minum sampai muntah darah dan hampir merusak kariermu sendiri. Aku tahu rasa sakitmu," ujar Danu pelan namun penuh penekanan.

"Tapi memperlakukannya seperti tahanan di ruanganmu, memberi dia tumpukan dokumen tanpa henti saat dia habis kehujanan dan demam... itu bukan cara seorang pria menuntut penjelasan. Itu tindakan gila yang didorong oleh kemarahan buta."

Arsen tertunduk, meremas rambutnya sendiri dengan kedua tangan. "Aku takut, Nu..." bisik Arsen lirih, kalimat yang belum pernah didengar Danu keluar dari mulut seorang Arsen Pratama.

"Tadi di dalam... monitor jantungnya berbunyi sangat kencang. Bibirnya pucat dan dia kejang menahan napas. Tangan pria asing bernama Raihan itu, dia berdiri di depan pintu HCU menahanku seolah aku ini ancaman mematikan bagi Tsania."

Danu menatap Arsen lekat-lekat. "Pria itu benar, Arsen. Saat ini, dalam kondisi fisik dan mental Tsania yang rapuh, kehadiranmu memang racun buat dia. Kamu membawa trauma dan rasa sakit hati yang belum selesai."

"Lalu aku harus apa?!" tanya Arsen memandang Danu dengan mata merah yang basah oleh air mata penyesalan.

"Aku tidak bisa membiarkan dia sendirian! Aku tidak bisa membiarkan pria lain mengurusnya sementara aku yang menyebabkan dia terbaring di sana! Hati saya rasanya mau gila, Nu!"

Danu memegang kedua bahu Arsen, menguncinya agar sang CEO menatap lurus ke matanya.

"Pahami posisi dan keadaanmu dulu, Arsen!" tegas Danu.

"Pertama, selesaikan urusanmu dengan Aurelia dan keluarganya! Kamu tidak bisa berlagak peduli dan cemburu pada Tsania sementara di mata publik dan karyawan kantor, Aurelia adalah calon tunanganmu! Kamu pikir bagaimana perasaan Tsania waktu Aurelia masuk ke ruanganmu tadi siang dan menghinanya di depan wajahmu sendiri?!"

Arsen tertegun. Bayangan saat Aurelia menunjuk-nunjuk Tsania dan menyebutnya 'wanita penggoda yang akting sakit' kembali menghantam benaknya. Waktu itu, ia memang sengaja diam untuk melihat reaksi Tsania, ia pikir Tsania akan cemburu. Namun ternyata, tindakan diamnya itu justru menjadi belati paling beracun yang merobek sisa rasa percaya Tsania padanya.

"Aku... aku tidak pernah mencintai Aurelia, Nu. Pernikahan itu cuma rencana bisnis orang tua kami yang bahkan belum pernah aku setujui secara resmi," bisik Arsen membela diri dengan suara bergetar.

"Tapi Tsania tidak tahu itu, Arsen!" sergah Danu cepat.

"Di mata Tsania, kamu adalah pria berkuasa yang sudah punya calon istri, tapi masih tega menggunakan kekuasaanmu untuk menyiksa mantan kekasihmu yang sedang berjuang mencari nafkah!"

Arsen memejamkan mata, membiarkan setetes air mata penyesalan luruh melewati pipinya. "Aku benar-benar pria paling bodoh..."

"Ya, kamu bodoh karena membiarkan gengsimu menghancurkan segalanya," sahut Danu jujur.

"Sekarang, dengarkan aku. Kamu tidak bisa memaksakan diri masuk ke kamar HCU itu lagi malam ini. Dokter tidak akan mengizinkanmu, dan kalau kamu nekat, kondisi Tsania bisa makin drop."

Arsen mengepalkan tangannya di dada. "Tapi aku ingin memastikan dia baik-baik saja, Nu. Aku tidak bisa pulang ke apartemen dan tidur nyenyak sementara dia berjuang bernapas di dalam sana."

"Kalau begitu, masuk ke dalam mobilmu. Duduk di sini," ujar Danu seraya membukakan pintu mobil Arsen.

"Aku akan minta orang kepercayaan kita untuk memantau perkembangan medis Tsania dari pihak rumah sakit setiap jam. Kamu tetap di sini kalau kamu memang mau menjaga dari jauh. Tapi jangan sekali-kali menampakkan wajahmu di depan Tsania sampai kondisinya benar-benar stabil."

Arsen melangkah gontai masuk ke dalam kursi pengemudi. Ia menyandarkan kepalanya pada kemudi mobil, membiarkan keheningan malam dan deru angin luar membungkus penyesalannya yang begitu dalam.

Danu bersandar di jendela mobil Arsen, menatap sahabatnya itu penuh iba.

"Arsen..." panggil Danu pelan.

Arsen tidak mendongak, hanya mendeham pelan. "Hmm?"

"Kalau nanti Tsania sudah sembuh dan kalau ternyata alasan dia pergi tiga tahun lalu adalah demi kebaikanmu atau karena sesuatu yang di luar kendalinya. Apa yang bakal kamu lakukan?" tanya Danu melontarkan pertanyaan yang paling ditakuti Arsen.

1
Jumi Saddah
semoga lancar deh,,tidak ada yg menggagalkan,,biar semua kembali ke tempat nya sebagai mesti nya💪💪💪arsen semangat
kymlove...
sabar nya tinggal 2 hari lagi, kalau sehari up 2 x berarti kurang 4+1 part lagi untuk menjelang malam Sabtu, kalau sehari up sekali berarti nunggu kurang 2-3 part lagi menjelang Sabtu malam... jadi harus bisa sesabar itu nunggunya aku🥲🤣
Oma Gavin
menunggu sabtu lama banget 🥺
nely_48
cinta mu begitu besar n tulus pd arsen ya tsania ☹️
nely_48
sama² terluka n hancur,,,
nely_48
semoga tsania mendengarkan curhatan mu ya arsen
nely_48
tenang tsania karna itu ada
nely_48
udh ga sabar nunggu detik² bpak nya arsen n aurelia live
nely_48
tsania km tenang, jgn histeris gtu,
nely_48
langkah yg tepat arsen,, liatt dr jauh az gpp, pastikan bpak dajjal mu itu hancur kehilangan semua harta n nama yg sll dia agung²kan
nely_48
gila bpak nya arsen jahat nya udh level dajjal
Eva Karmita
Tsania please jgn berpikir yg tidak" cukup kamu diam tenang jgn sampai membuat kesalahan dan itu bisa membuat Arsen dlm bahaya...ini demi keselamatan kamu dan Arsen 🥺
Eva Karmita
syukurlah Nia sudah mendengar semua pengakuan Arsen 🥺
Eva Karmita
bukan Arsen tidak mau mendengarkan penjelasan mu tapi kamu Nia yg ngak pernah mau menjelaskan dengan Arsen 🥺 ... kalian berdua sama"terluka dan korban ke jahat si Bisma dan keluarga Aurel, semoga kesalah pahaman ini cepat terbongkar
kymlove...
lalu kamu mau apa tsania?? pergi lagi dan berharap arsen akan tenang hidup nya?? atau mau menghalangi niat arsen untuk membongkar kejahatan bapaknya!!! trs apa lagi yang mau kamu mau?? sudah tau kalian sama2 korban kekejaman bapak nya arsen, harus nya kamu kalau bisa dukung tindakan arsen, jangan malah menghalangi dengan alasan takut arsen di hancur kan lagi, INGAT SEBELUM INI KALIAN JUGA UDAH HANCUR!! JANGAN SELALU JADI LEMAH ATAS NAMA CINTA!! CUKUP SUDAH PENDERITAAN MU INI!!
kymlove...
sabtu malam nanti segera lah tiba!! tapi ini. masih senin sore jadi kira2 kurang berapa. part lagi untuk mencapai. sabtu itu🥲 gak sabar banget. lihat para orang jahat itu hancur...
kymlove...: kayaknya kita harus sabar dulu nunggu sabtu nya kk.. soalnya sekarang masih malam selasa🤣😀
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa menuju sabtu saja lama banget
Sri Suryati
kan Arsen nanya stania . kenapa kamu meninggalkan aku
kymlove...
kalian semua sama-sama jadi korban tapi menurut ku tsania lebih menyakitkan sampai kehilangan orang tuanya dan masih harus menerima kebencian yang mendarah daging dari keluarga arsen, jadi kalau dengan arsen menghancurkan keluarga nya dan langsung tsania maafin gitu aja, kayaknya gak terlalu adil banget buat tsania yang tersiksa terlalu lama...
gina altira
Puas kamu Arsen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!