Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.
Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maya Menemukan Petunjuk Kecil Tentang Kebohongan Vanessa
Bab 8
Sejak pindah ke kamar belakang aku justru merasa memiliki keuntungan yang tidak aku duga sebelumnya. Karena tidak ada yang datang berkunjung dan tidak ada yang lewat di dekat tempat tinggalku setiap gerak gerik yang terjadi di bagian belakang rumah menjadi jauh lebih mudah dilihat dan didengar olehku tanpa diketahui siapa pun. Vanessa yang merasa sudah menyingkirkanku sejauh mungkin dari pusat rumah mulai semakin lengah menjaga rahasianya dan semakin berani melakukan hal hal yang dulu mungkin tidak berani ia lakukan di dekat ruang tamu atau ruang keluarga. Setiap hari aku menghabiskan waktu mengamati dari balik jendela kamarku yang menghadap ke arah lorong belakang gudang tua dan halaman samping yang jarang dikunjungi orang serta mencatat setiap hal yang terasa aneh atau tidak wajar ke dalam buku catatanku yang kini semakin tebal isinya.
Suatu sore hujan turun dengan deras sekali membuat suara gemuruh air yang jatuh ke atap dan tanah terdengar cukup keras menutupi suara suara lain yang lebih pelan. Aku sedang duduk di dekat jendela memperhatikan rintik hujan yang jatuh ke atas daun tanaman yang basah ketika aku melihat sosok Vanessa berjalan tergesa gesa menuju ke arah gudang tua di ujung halaman belakang. Ia berjalan sendirian tanpa membawa payung seolah olah ia tidak peduli dengan air hujan yang membasahi pakaian dan rambutnya. Di tangannya ada sebuah amplop berwarna cokelat yang ia lindungi di balik dadanya agar tidak terkena percikan air hujan. Aku segera mengenali amplop itu jenisnya sama persis dengan amplop yang berisi dokumen penting milik Ayah yang pernah hilang beberapa waktu yang lalu dan ditemukan kembali secara ajaib di balik lemari besar di ruang tamu. Hatiku berdegup kencang sekali saat melihat hal itu dan aku segera mengenakan jaket tipis lalu berjalan perlahan dan berhati hati mengikuti jejaknya dari jarak yang cukup jauh agar tidak terlihat olehnya.
Di balik dinding gudang tua yang terbuat dari kayu tua yang sudah mulai kusam aku melihat Vanessa berdiri di hadapan seorang pria yang sama yang dulu pernah aku lihat bertemu dengannya di tempat yang sama. Pria itu mengenakan pakaian berwarna gelap yang membuatnya mudah tersembunyi di balik bayang bayang dinding dan pepohonan yang rimbun. Hujan semakin deras membuat pandangan menjadi sedikit kabur namun aku bisa melihat dengan jelas bagaimana Vanessa menyerahkan amplop cokelat itu ke tangan pria itu dan pria itu menyerahkan selembar kertas yang terlipat rapat sebagai gantinya. Mereka berbicara dengan cepat dan suara mereka tertutup oleh suara hujan sehingga aku tidak bisa mendengar kata kata yang diucapkan namun aku melihat ekspresi wajah mereka yang tampak serius dan penuh ketegangan yang tidak bisa disembunyikan oleh siapa pun. Sebelum pergi pria itu menunjuk ke arah kertas yang diserahkannya seolah olah memberikan perintah atau petunjuk penting dan Vanessa mengangguk mantap seolah olah ia sudah memahami segala sesuatu yang dimaksudkan tanpa perlu dijelaskan lebih lanjut.
Setelah pria itu pergi menghilang di balik kabut hujan Vanessa tetap berdiri di tempatnya sejenak sambil memegang kertas itu erat erat di tangannya seolah olah itu adalah benda yang paling berharga yang dimilikinya. Kemudian ia melihat ke sekeliling dengan tatapan yang waspada seolah olah ia merasakan ada orang yang mengawasinya. Aku segera menyembunyikan tubuhku di balik tembok batu yang tebal dan menunggu sampai suara langkah kakinya menjauh kembali menuju bangunan utama rumah. Setelah ia hilang dari pandanganku aku berjalan mendekati tempat di mana mereka tadi berdiri berharap ada sesuatu yang tertinggal yang tidak sengaja terjatuh atau terlewatkan oleh mereka berdua. Di tanah yang basah karena air hujan tepat di sudut gudang yang gelap aku menemukan selembar kertas kecil yang terlipat yang sepertinya terlepas dari saku baju pria itu saat ia meraih amplop yang diserahkan oleh Vanessa. Kertas itu sebagian sudah basah namun tulisan yang tertera di atasnya masih bisa terbaca dengan jelas meskipun sedikit memudar terkena air.
Di atas kertas itu tertulis nama nama orang yang bekerja di perusahaan Ayah beberapa kode angka yang tampak seperti kode rahasia atau nomor rekening dan juga nama tempat yang tidak pernah aku dengar sebelumnya yaitu sebuah gedung perkantoran di pusat kota yang sepertinya menjadi tempat pertemuan atau penyimpanan sesuatu yang penting. Jantungku berdegup sangat kencang saat membaca tulisan tulisan itu karena semakin jelas terlihat bahwa semua hal yang terjadi di rumah ini bukanlah sekadar masalah kecemburuan atau perselisihan di antara saudara. Ada jaringan orang orang yang bekerja sama merencanakan sesuatu yang besar dan berbahaya dan Vanessa adalah mata mata yang dikirimkan ke dalam keluargaku untuk mengambil informasi dokumen dan rahasia lalu menyerahkannya kepada orang orang yang menunggunya di luar sana. Aku segera menyimpan kertas itu dengan hati hati di dalam saku dalam pakaianku lalu berjalan kembali ke kamarku dengan langkah yang cepat namun tetap berhati hati agar tidak meninggalkan jejak yang bisa ditemukan oleh siapa pun.
Sesampainya di kamar aku segera mengeluarkan kertas itu dan menempelkannya di antara dua halaman buku catatan tebalku agar bentuknya tetap terjaga dan tidak rusak lebih jauh oleh kelembapan. Aku kemudian menyalin setiap tulisan yang ada di atasnya secara lengkap dan teliti ke halaman baru di buku catatanku mencatat setiap nama setiap angka setiap tempat dan setiap hal yang bisa aku baca dari kertas itu. Aku juga menuliskan waktu terjadinya peristiwa ini cuaca pada saat itu pakaian yang dikenakan oleh kedua orang yang bertemu ciri ciri pria itu dan arah ke mana ia pergi setelah pertemuan selesai. Setiap hal sekecil apa pun yang bisa aku ingat aku tuliskan semuanya dengan jujur dan lengkap karena aku tahu bahwa setiap huruf dan setiap angka yang tertulis di atas kertas itu bisa menjadi kunci untuk membongkar seluruh rencana besar yang sedang disusun oleh musuh musuh yang tidak terlihat wajahnya.
Beberapa hari setelah kejadian itu aku memperhatikan perubahan yang aneh pada sikap Vanessa di dalam rumah. Ia terlihat lebih sibuk dari biasanya lebih sering keluar masuk ruang kerja Ayah dengan alasan yang berbeda beda setiap kalinya dan ia tampak lebih tenang dan lebih percaya diri seolah olah ia sudah mendapatkan apa yang lama ia cari. Ia juga mulai berbicara dengan Ayah tentang hal hal yang seharusnya tidak diketahui oleh orang luar seperti urusan kerjasama dengan mitra bisnis tertentu atau rencana pembukaan cabang baru di kota lain hal hal yang seharusnya hanya dibicarakan oleh orang orang yang paling dipercaya di dalam lingkaran terdekat Ayah. Setiap kali aku mendengar hal hal itu aku semakin yakin bahwa nama nama yang tertulis di kertas yang kutemukan itu adalah nama orang orang yang berniat merugikan Ayah dan Vanessa sedang memberikan mereka segala informasi yang dibutuhkan agar rencana mereka berjalan lancar tanpa ada halangan sedikit pun.
Alena datang berkunjung beberapa hari kemudian seperti biasa dan aku langsung memperlihatkan kertas yang kutemukan serta salinan yang telah aku buat kepadanya. Wajah Alena berubah menjadi sangat serius dan pucat saat membaca tulisan tulisan di atas kertas itu. Ia berkata dengan suara yang pelan namun penuh tekad ini bukan lagi sekadar masalah perselisihan keluarga Maya. Ini adalah masalah yang sangat besar dan sangat berbahaya. Mereka tidak hanya ingin merebut tempatmu di rumah ini mereka ingin merebut harta kekayaan nama baik dan mungkin juga nyawa orang orang yang berhubungan dengan ayahmu. Tempat yang tertulis di sini itu adalah gedung yang dikenal sebagai tempat pertemuan orang orang yang berurusan dengan bisnis gelap dan perdagangan ilegal yang tidak diizinkan oleh hukum. Ini membuktikan bahwa Vanessa bekerja sama dengan orang orang yang tidak segan melakukan hal apa pun untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Alena juga berkata bahwa ia akan menyelidiki nama nama yang tertulis di sana dan mencari tahu siapa mereka sebenarnya serta seberapa besar bahaya yang sedang mengancam keluargaku dan aku sendiri.
Malam itu setelah Alena pulang aku duduk sendirian di tepi tempat tidurku merenungkan segala hal yang baru saja aku ketahui. Aku menemukan petunjuk yang jauh lebih besar dari yang pernah aku bayangkan namun hal itu juga berarti bahwa bahaya yang mengancam bukan hanya jatuhnya nama baikku saja melainkan sesuatu yang jauh lebih besar dan jauh lebih mengerikan. Jika mereka berani mengirimkan seseorang untuk menyusup ke dalam keluarga kami dengan cara yang begitu rapi dan terencana berarti mereka juga tidak akan ragu ragu untuk melakukan hal yang jauh lebih buruk jika ada orang yang mencoba menghalangi jalan mereka. Namun aku tidak merasa takut justru sebaliknya hatiku semakin dipenuhi tekad yang kuat. Aku tidak boleh diam saja menunggu sampai mereka menyelesaikan apa yang mereka mulai. Aku harus terus mencari terus mengamati dan terus mencatat setiap petunjuk yang ada sampai satu per satu potongan teka teki ini tersusun menjadi satu gambaran yang utuh dan jelas.
Aku menutup buku catatanku perlahan dan menyimpannya kembali di tempat persembunyiannya yang paling aman di dalam laci meja tua yang terkunci rapat di sudut ruangan. Di luar jendela hujan masih turun sesekali namun tidak lagi sedah tadi. Langit perlahan mulai terang kembali di balik awan yang gelap. Seperti langit yang kembali terang setelah hujan reda aku yakin bahwa tidak ada kegelapan yang bisa bertahan selamanya di hadapan cahaya kebenaran. Setiap petunjuk yang kutemukan adalah secercah cahaya yang semakin memperjelas jalan yang harus kutempuh dan semakin mendekatkanku pada hari di mana semua rahasia yang tersembunyi di balik senyum manis itu akan terbongkar sepenuhnya di hadapan mata semua orang yang dulu memalingkan wajah dariku.
Bersambung...